Fireflies

Author : Robotic Hackers

Title    : [ONESHOOT] Fireflies

Genre  : Sad, AU

Twitte  : @RoboticHackers

Cast     :

-Sandara Park

-Kwon Ji Yong

-Lee Chaerin

-Lee Seunghyun

-Park Bom

-Kang Songsaenim (Kang Daesung)

-Dong Young Bae

-Choi Seunghyun

DISCLAIMER: Jangan Copas, Jangan di BASH , hasil pemikiran saya dan orang2 yang berpengaruh di sekitar saya^^

 

ini diambil dari sudut pandang Kwon Ji Yong saja,ini hasil pemikiran murni dari sang author oh ya di ff ini author menjadikan Dara noona lebih muda dari Taeyang dan GD Hyung,

“Ji Yonggggg” aku mendengar teriakan gadis itu lagi, Sandara Park!! Entah kenapa dia selalu berteriak jika memanggil namaku

“pagi”sapanya sambil tersenyum dan menampakkan gigi kelincinya, aku menatapnya malas, gadis ini selalu mengejarku kemana pun aku pergi kecuali toilet, dia seperti stalker

“hari yang cerah dan kau sangat tampan hari ini, bagaimana tidurmu?apa kau sudah sarapan?”tanyanya panjang lebar, gadis ini sangat cerewet dan membuatku sakit kepala

“kau tidak bisa diam huh?”ucapku ketus

“tidak bisa, oh ya sekarang kita ada ujian sejarah, kau tau aku belum belajar sama sekali, guru Kang kan sangat killer, bila nilaiku hancur ayahku pasti akan memarahiku”ucapnya, lihatkan dia sangat cerewet, aku mengambil earphoneku dan memutar lagu dengan volume keras, membiarkannya berkicau disampingku.

 

“Ji Yong-ah kau tau jawaban nomor 3?bisiknya dari sampingku, sekarang kami sedang ujian sejarah dan kalian tau, dia duduk disampingku.

mulai kelas satu sampai kelas dua sekarang kami duduk bersama, dia yang memaksa duduk denganku, aku sempat menolak duduk dengannya dengan cara membuang tasnya ke lantai, dan kalian tau dia menangis seperti bocah ingusan yang kehilangan mainan kesayangannya.terpaksa aku duduk dengannya, aku selalu berharap dia pindah dari tempat dudukku, setidaknya aku lebih bisa berkonsentrasi belajar tanpa ocehannya yang mirip dengan burung beo.

aku meliriknya sebentardan kembali mengerjakan ujianku

“Ji Yong-ah”ucapnya dengan wajah memelas, aku mengacuhkannya dan tetap mengerjakan tugasku

“Ji Yonggggg”dia menarik lengan bajuku

“ya!!!”bentakku dan menatapnya kesal

 

“Ji Yong-shi, dan Sandara-shi, silahkan keluar”ucap guru Kang dan mengambil kertas ujianku dan gadis ini, aku keluar dari kelas dan disusul gadis bodoh itu.

“mianhae”ucapnya saat kami diluar kelas

“untuk apa kau minta maaf?”tanyaku malas, aku sangat tidak menyukainya, karna dia aku di keluarkan dari kelas dengan tidak hormat dan harus mengulang ujianku nanti.

“mianhae Ji Yong-ah”ucapnya pelan

“lupakan”ucapku lalu pergi dari hadapannya, jika aku terus disini, kurasa aku tidak akan bisa menahan emosiku.

aku berjalan menuju taman sekolah, mataku tertuju pada seorang gadis yang sedang berolah raga bersama teman sekelasnya, Chaerin!!!gadis yang aku sukai beberapa bulan ini, dia tipe idealku, cantik, pintar, baik, tidak seperti Sandara Park, gadis menyebalkan yang selalu menyusahkanku, aku memandang Chaerin dari sini, dia tampak cantik walaupun sedang berolahraga

 

“igo”aku merasakan pipiku dingin, aku menoleh melihat Sandara Park gadis menyebalkan itu tersenyum padaku dan menempelkan minuman kaleng kesukaanku.

“ambilah, sebagai permintaan maafku”ucapnya lalu duduk disebelahku, aku menerimanya dengan acuh

“kau masih marah?mianhae”ucapnya dengan wajah menyesal

“sudahlah,lupakan”ucapku

“kau tidak marah lagi kan?”tanyanya

“kalau kau masih bertanya aku marah?aku akan benar-benar marah padamu”ucapku tanpa menoleh kearahnya

“jadi kau sudah tidak marah?gomawo”ucapnya senang dan memelukku

“ya!!lepaskan aku”aku mendorong tubuhnya kasar, liat dia sangat genit kan?

“mianhae, aku senang kau tidak marah”ucapnya dan tersenyum.

 

“Ji Yongggg”teriak gadis itu saat aku berjalan kehalte bis, dia memegang sebuah kotak bekal yang tidak ku ketahui isinya

“hari ini ku dengar Park Bom Songsaenim akan mengajar kelas kita”ucapnya lalu duduk disebelahku menunggu bus datang

“aku sudah tau”jawabku acuh

“oh ia,aku membuatkan bekal untukmu, ini makanan kesukaanmu”ucapnya lagi

“aku sudah sarapan”jawabku acuh

“kalau kau sudah sarapan, kau bisa memakannya saat jam istrahat nanti”ucapnya, lihat dia tidak mau kalah dan pemaksa

“aku tidak mau”ucapku ketus

“ayolah,kau harus mencobanya, kau pasti suka Ji Yong-ah”dia memasang wajah semanis mungkin dan menyodorkan bekalnya padaku, aku dengan malas menerimanya dan cepat-cepat memasukkannya kedalam tas

“bilang apa?”tanyanya sambil mengedipkan matanya

“aissh—-gomawo”ucapku pelan

 

suasana kelas kami sangat gaduh, pelajaran belum dimulai dan sigadis cerewet ini terus berkicau disebelahku

“apa kau tidak bisa diam sebentar saja?ku rasa mulutmu perlu istirahat”ucapku

“aku tidak bisa berhenti bicara jika didekatmu, aku kan mencintaimu Ji Yong-ah”

“ck-“aku menggeleng pelan melihatnya memasang wajah aegyo

“Park Bom Songsaenim datang”ucap seunghyun teman sekelasku, semua murid duduk dengan rapi menyambut guru paling cantik disekolah kami

“morning everybody”ucapnya dengan logat bahasa inggris yang lumayan

“annyeong”jawab kami serempak tanpa membalas dengan bahasa inggris

“oke, saya akan menyampaikan sebuah pengumuman penting untuk kalian”ucap Park Bom songsaenim semangat

“untuk menyambut ulang tahun sekolah yang ke 78, disekolah kita akan ada drama musical dan kalian yang berminat bisa segera mendaftar dan ikut berpastisipasi”ucap Park Bom Songsaenim

“drama apa songsaenim?”Tanya gadis menyebalkan ini dengan semangat

“untuk tahun ini, dramanya berjudul romeo dan Juliet”jawab Park Bom Songsaenim

“wah—romeo dan Juliet,kau tau Ji Yong-ah, aku jadi ingat saat drama sekolahku saat SMP dulu, aku berciuman saat aku menjadi julietnya, dan itu ciuman pertamaku”ucapnya dank u lihat wajahnya memerah, aku sedikit kesal dia menceritakan ciuman pertamanya yangterjadi karna drama kacangan itu

“Juliet??bahkan aku ragu kau bisa acting”ucapku

“aissh, memang waktu itu aku bukan jadi Juliet, tapi saat pertunjukan dua hari lagi, pemeran julietnya sakit cacar, karna aku hafal dengan dialognya, aku disuruh menjadi Juliet dan saat pangeran akan menciumku aku sangat deg-degkan”ucapnya sambil menerawang

aku tidak suka dia menceritakan ciuman pertamanya, apa bagusnya ciuman pertama didrama, itu hanya acting, tanpa rasa cinta dasar gadis pabbo!!

“kau mau mendaftar di drama itu Ji Yong-ah?”tanyanya semangat

“aku tidak tertarik”jawabku acuh

“kau tidak tertarik atau tidak bisa acting?”tanyanya

“ya!!aku bisa acting, bahkan aku lebih hebat daripada robert pattinson”

“kalau begitu kau mendaftar saja, siapa tau kau jadi romeo dan aku Juliet, waah pasti itu akan menyenangkan”ucapnya dengan wajah berbinar

 

keluar main aku menuju kantin, untungnya gadis menyebalkan itu sedang mendapat tuga dari kang seongsenim, aku jadi tenang

“Ji Yong-shi”panggil Chaerin yang menghampiriku dan duduk didepanku

“kau bawa bekal?”Tanya Chaerin, ah-aku baru ingat gadis menyebalkan itu menyuruhku membawa bekal ini kekantin

“ah—begitulah”ucapku malu

“wah telur gulung, siapa yang membuatnya?yeojachingumu?” Tanya Chaerin dengan senyuman manisnya

“ti——dak, kau mau ambillah”aku menyodorkan bekalku padanya

“kau tidak mau?”tanyanya

“aku kenyang”

“arraso”Chaerin mengambil sumpit dan memakan bekalku

“em—mashita,pasti yang membuta ini pintar memasak”ucap Chaerin

“tidak juga, dia gadis pabbo”jawabku

“haha, kau ini, oh ya kau ikut drama tidak?”Tanya Chaerin yang menatapku

“ku rasa tidak”

“wae?ayolah Ji Yong-shi, bukannya kau jago acting?”

“aku tidak tertarik”ucapku

“aku akan ikut, kalau  kau ikut pasti jauh lebih menarik”

“arraso, aku akan ikut”ucapku dan tersenyum manis, aku tidak mau Chaerin kecewa

 

“Ji Yong-ah”panggil gadis menyebalkan itu saat aku sedang berjalan pulang ke halte bis

“kau jadi ikut mendaftar di drama tidak?”tanyanya semangat

“em”gumamku sebagai jawaban

“jinjja, aissh aku juga akan mendaftar kalau begitu”ucapnya, kami duduk di halte menunggu bis yang belum datang, dan selama bis belum datang gadis menyebalkan ini terus berbicara dengan semangat

“ya!!berhentilah berbicara, telingaku berdengung mendengar ocehanmu”ucapku ketus

“ne”ucapnya yang mengatupkan bibirnya itu

 

pendaftaran untuk ikut drama sudah dimulai sejak tadi, disampingku Chaerin terlihat tegang dan menggigiti jarinya

“jangan cemas,kau pasti bisa”ucapku yang menggenggam tangannya

“gomawo”ucapnya singkat dan tersenyum, sampai pendaftaran berakhir aku tidak melihat gadis menyebalkan itu,

jam pulang sekolah, aku melihatnya berjalan dengan lemas ke halte

“kau tidak jadi mendaftar?”tanyaku yang berjalan disampingnya, dia menggeleng pelan dan terus menunduk

“baguslah, drama itu akan berjalan dengan lancar tanpamu”ucapku santai, dia berhenti dan menatapku

“kau sudah mendaftar?kau dapat peran apa?”tanyanya pelan, wajahnya terlihat tidak bersemangat

“tentu saja sudah, aku mendapat peran biasa”ucapku

“oh”jawabnya singkat dan terus melanjutkan perjalanannya

“kenapa kau tidak mendaftar?ah aku ingat kau kan tidak bisa acting”ucapku yang meremehkannya, dia hanya diam dan duduk sambil menundukkan kepalanya

“Ji Yong-ah kau tidak bisa diam?aku sedang tidak ingin bicara”ucapnya yang beranjak pergi meninggalkan halte, aku menatapnya aneh.

 

“Ji Yonggg-ah”teriak gadis menyebalkan itu dengan senyuman yang merekah, tidak seperti kemarin yang terlihat tidak bertenaga

“dengar, aku punya berita baik hari ini”ucapnya yang masih dengan nafas yang tidak beraturan karna berlari

“aku akan ikut drama, haha”ucapnya yang tertawa senang

“bukannya kau tidak ikut audisi?”tanyaku aneh

“benar,aku kan murid special jadi tanpa audisi aku bisa ikut drama”

“aku tidak yakin”ucapku lalu meninggalkannya

“ya!!seharusnya kau senang, kita tidak jadi terpisah”dia masih mengejarku ke dalam kelas.

 

Sepulang sekolah, kami berkumpul di ruang teater tempat untuk latihan drama, kang seongsenim sedang menjelaskan tentang alur drama yang akan kami mainkan sampai gadis menyebalkan itu datang dan berteriak heboh membawa nampan yang berisi beberapa gelas minuman

“ayo semuanya, minum dulu aku sudah membuatkan kalian minuman”ucapnya dengan senyuman yang terus mengembang, beberapa siswa yang ikut dalam drama mengambil minuman itu dan mengucapkan trimakasih

“kau tidak mau minum Ji Yong-ah?”tanyanya yang membawakan segelas orange just ke tempatku

“tidak”jawabku acuh dan mulai berbicara dengan Chaerin

“kau mau minum Chaerin-ah?”tanyanya yang masih tersenyum

“ne, gomawo”Chaerin mengambil air minum dari tangan yeoja itu

“sama-sama”jawabnya lalu pergi, sepanjang latihan drama aku hanya melihat gadis menyebalkan itu sibuk membuat minuman, membersihkan tempat latihan

“jadi peranmu hanya sebagai pembantu? Ck-“ucapku yang menghampirinya

“ah—tidak kok”jawabnya gugup

“lalu?bahkan daritadi kau tidak memeganga naskah drama”ucapku dingin, yeoja itu menunduk dan memegangi jarinya

“aku akan ikut, hanya saja aku sedang membantu Park Bom Songsaenim”ucapnya yang terlihat gugup

“ya!!Sandara-shi, apa yang kau lakukan disana?cepat bereskan tempat itu”teriak Park Bom songsaenim

“ne”jawabnya kuat dan pergi

 

setiap hari, si gadis menyebalkan itu hanya bertugas membuat minuman dan membersihkan ruang teater, dia terlihat lelah tapi selalu tersenyum menyebalkan pada siapapun yang ada di ruang latihan, aku melihatnya duduk di lantai sambil memukuli bahunya dengan pelan

“jadi kau sudah dapat peran huh?”tanyaku yang duduk disampingnya

“ah—ituu, mungkin sebentar lagi, kata Park Bom songsaenim aku dapat peran pengganti Juliet”ucapnya sambil tersenyum

“Juliet?ck-bahkan Chaerin tidak akan mau memberikan peran itu padamu”ucapku ketus

“arra, tapi mungkin saja keajaiban terjadi, dan aku jadi julietnya”ucapnya yang masih tersenyum

“ck”aku berdecak melihat kepedeannya itu

 

dua hari menjelang pementasan drama, kami sibuk latihan dan mendekorasi panggung, sampai sore hari kang songsaenim menyuruh kami pulang lebih awal, aku mengambil tas ranselku dan berjalan menuju luar sampai Chaerin memanggilku

“Ji Yong-shi”panggilnya, aku melihatnya dan tersenyum

“wae?”tanyaku

“apa kau bisa mengantarku pulang?Seungri tidak bisa menjemputku karna dia ada li luar kota”ucapnya memelas, aku hanya mengangguk, Seungri!!namjachingunya yang sangat tampan itu,aku baru mengetahui dia berpacaran dengan Seungri semenjak latihan drama ini. Dia mengenalkanku dengan Seungri saat kami pulang latihan

“tapi kau bisa menunggu sebentar kan, tasku tinggal diruang teater”ucapnya

“baiklah”ucapku, Chaerin sedikit berlari menuju ruang teater yang tidak terlalu jauh, aku masih menunggunya sampai aku mendengar suara benda jatuh dan teriakan seseorang

PRAAAANG

 

“Chaerin”ucapku yang berlari menuju ruang teater, aku melihat Chaerin pingsan dan gadis menyebalkan itu memangku kepala Chaerin yang tidak sadarkan diri

“ya!!apa yang kau lakukan huh?”aku mendorong gadis menyebalkan itu

“i—tu tadi dia—“ucapnya terbata-bata

“aisssh minggir”aku lalu menggendong Chaerin dan membawanya menuju RS, gadis menyebalkan itu juga mengikutiku dari belakang

 

Chaerin sedang diperiksa di UGD, aku menatap gadis menyebalkan itu tajam

“apa yang kau lakukan padanya?”teriakku yang memegang kedua bahunya kuat, bisa kulihat dia sedikit meringis kesakitan

“i—tu, tadi dia”

“apa kau sengaja mencelakainya supaya kau mendapatkan peran Juliet itu huh?”teriakku didepan wajahnya yang memerah menahan tangis

“aniyo—“dia menggeleng pelan dan mulai terisak pelan

“ck-ternyata kau gadis licik, kau melakukan cara apapun untuk mendapatkan peran itu”ucapku yang menatapnya tajam

“aku tidak melakukan apapun”dia menggeleng pelan dan mengigit bibirnya

“kalau kau tidak melakukan apapun,kenapa dia celaka huh?”bentakku lagi

“walaupun aku bilang aku tidak melakukan apapun kau tidak akan percaya padaku”ucapnya terisak

“memang, aku memang tidak akan percaya padamu, kau gadis picik”ucapku

“arraso,aku memang gadis picik, kau puas”teriaknya lalu pergi

sedikit tertegun melihat gadis itu membentakku, aku melihatnya berlari di lorong rumah skit

 

Aku masih menunggu dokter keluar dari UGD, berharap Chaerin tidak apa-apa

CEKLEK

pintu UGD terbuka tampak dokter keluar dan menghampiriku

“dia tidak apa-apa, hanya sedikit shock makanya pingsan, sebentar lagi dia akan siuman dan dipindahkan keruang biasa”ucap dokter, aku masuk dan melihat Chaerin masih memejamkan matanya, melihatnya tidur seperti ini membuatku sedih, aku sudah bisa menerimanya mencintai Seungri dan sekarang aku menganggapnya sebagai adik kecil yang lucu, aku belum menghubungi orang tua Chaerin karna orang tuanya ada di luar negri, sedangkan Seungri besok baru akan datang dari luar kota

 

pagi menjelang, Chaerin sudah siuman dan terlihat lebih baik

“gwenchana?”tanyaku, dia hanya tersenyum manis

“kau tidak sekolah Ji Yong-shi?”tanyanya, aku menggeleng pelan

“pergilah, aku tidak apa-apa disini, lagipula Seungri akan datang sebentar lagi”ucapnya

“arra,aku akan ke sekolah, nanti pulang sekolah aku akan kesini lagi”ucapku, dia hanya mengangguk

 

Aku berjalan menuju kelasku, meletakkan tas dan duduk membaca buku, sampai seseorang duduk disampingku, seunghyun!!

“kenapa kau duduk disini?”tanyaku, dia mengambil cemilan dari tasnya dan melihatku tajam

“karna Sandara pindah ke tempatku, dia memintaku bertukar tempat duduk”jawabnya lalu membuka cemilannya, aku menoleh kebelakang dan melihat gadis menyebalkan itu sedang bercanda dengan Young Bae, ketua kelas kami yang tampan bagi yeoja

“baguslah dia pindah, lihat dia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali sudah mencelakai Chaerin”umpatku yang menatap kearahnya

 

Pulang sekolah, aku ke rumah sakit dan melihat Chaerin sedang tertawa dengan Seungri

“bagaimana keadaanmu?”tanyaku

“ah—Ji Yong-shi, aku sudah jauh lebih baik, mungkin besok sudah bisa pulang”

“lalu bagaimana dengan drama nanti”ucapku

“kau tidak perlu khawatir, Jessica yang akan menggantikanku, oh ya apa Sandara tidak bersama mu?”tanyanya

“huh, untuk apa menanyakan gadis itu?”

“aku hanya ingin berterima kasih karna kemarin dia menyelamatkanku, kau tau kalau dia tidak ada disitu mungkin aku sudah mati, kemarin dia mendorongku supaya tidak tertimpa lampu gantung dan kurasa kemarin bahunya terkena lampu”ucapnya

“menyelamatkan Chaerin?bahunya terkena lampu”ucapku, Chaerin mengangguk, semalam aku mencengkram bahunya kuat dan tidak perduli dia meringis dan mengatainya gadis picik, aissh apa yang sudah kau lakukan Ji Yong bodoh

 

Apa aku harus meminta maaf  pada gadis menyebalkan itu ? Tapi dia tidak akan pernah lama mendiamiku, jadi aku tidak perlu meminta maaf  padanya kan ?.

salah!!sudah seminggu gadis menyebalkan itu mendiamiku, saat berpapasan dikoridor dia seperti menghindar, dan saat di halte bis dia seperti tidak mengenalku, dan juga belakangan ini dia dekat dengan Young Bae, seperti saat ini dikelas dia tertawa dan mengatakan Young Bae dengan sebutan ‘oppa’,

bahkan dia tidak pernah memanggilku oppa walaupun aku 4 bulan lebih tua darinya

“oppa, hari ini aku membawakanmu bekal”ucapnya dengan nada manja,

“jinjja, wah kau membuat sushi?”

“ne—“dia mengangguk pelan dan tersenyum manis, cih!!

“kajja makan oppa”ucapnya lalu menyuapi Young Bae, aku jengah melihatnya dan menghampiri mereka

“Sandara-ah, ada yang ingin ku bicarakan denganmu”ucapku

“oppa, apa makanannya enak?”tanyanya dan mengabaikan ucapanku

“ne—mashi—ta”ucap Young Bae tidak enak yang melihatku

“kalau begitu, tiap hari aku akan membuatkan mu makanan”ucapnya

“ya!!Sandara Park, kau tidak mendengarku huh”teriakku, yeoja itu menoleh dan menatapku

“ne—aku mendengarmu Ji Yong-shi”ucapnya

“MWO??Ji Yong-shi??”ucapku

“aissh, wae kau mau apa?”tanyanya ketus

“ikut aku”aku menarik tangannya keluar kelas

 

“kau kenapa?”tanyanya saat kami sudah dibelakang sekolah

“aku kenapa?ya!!seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu gadis pabbo”

“mwo??pabbo..kau”

“dengar, kenapa kau menghindariku,kau fikir aku virus huh?”

“maksudmu?”tanyanya

“kau menghindariku NONA PARK”ucapku menekankan kata nona park padanya

“siapa yang menghindarimu?”

“kau, pertama kau tidak pergi dan pulang bersamaku,kedua kau pndah tempat duduk dan ketiga kau tidak pernah lai menyapaku dengan senyuman sok imutmu itu”

“bukannya kau tidak suka aku melakukan itu, dan juga kenapa kau marah-marah?”

“itu—aniyo, aku minta maaf padamu, karna sudah mengataimu yang tidak-tidak, mianhe”ucapku tulus, dia hanya diam dan terus menatapku

“setelah seminggu lebih kau baru minta maaf?ck-“dia berdecak kesal

“ani—aku fikir kau tidak akan bisa lama-lama tidak menyapaku”

“Ji Yong-shi, aku sudah memaafkanmu, ssekarang aku bisa pergikan”ucapnya

“belum, lalu apa hubunganmu dengan Young Bae?”tanyaku langsung

“Young Bae oppa”ucapnya pelan

“oppa??bahkan kau memanggilnya dengan sebutan oppa”

“ne—dia menyuruhku memanggilnya oppa”

“tapi kau tidak pernah memanggilku dengan sebutan oppa”

“kau cemburu Ji Yong-shi?”

“a—-aniyo”ucapku gugup

“kalau kau tidak cemburu, kenapa kau marah saat aku memanggil Young Bae dengan sebutan oppa?”

“i—tu, itu ya!!kau juga harus memanggilku oppa, karna aku tua 4 bulan darimu”

“shireo, untuk apa memanggilmu oppa, bahkan kau tidak pernah bersikap baik padaku, selalu memakiku, mengataiku bodoh”

“aissh jinjja, kau mau ku bunuh”ucapku emosi

“bunuh saja, ayo kalau berani”dia mengangkat dagunya seperti ingin menantangku, terlintas sebuah fikiran kotor di kepalaku

CHU~

 

aku menahan tengkuknya dan mencium bibirnya, menutup mataku dan melumat bibirnya yang lembut, dia hanya diam tidak membalas ciumanku sampai aku melepaskannya

“ya!!kenapa kau menciumku, bahkan kau bukan pacarku”teriaknya dan memukul lenganku

“aissh hentikan, siapa suruh kau menggodaku”

“menggoda apa huh?dasar kau”dia kembali memukulku

“ya!!dengar yeoja pabbo, aku menyukaimu”ucapku, yeoja itu mendadak bnerhenti memukuliku

“benar, aku tidak tau kapan perasaan ini muncul, tapi aku menyukaimu ah aniyo aku mencintaimu”ucapku jujur, dia hanya diam dan menatapku

“aku fikir kau juga masih menyukaikukan, untuk itu ayo kita pacaran”

“shireo”jawabnya ketus

“mwo??kau menolakku?”

“ne—bagaimana bisa kau menyatakan cinta seperti itu, ayo kita pacaran, apa-apaan itu”ucapnya ketus

“lalu harus bagaimana?ak—u aku belum pernah menyatakan cinta pada seorang gadis”ucapku yang mengusap tengkukku gugup

“jinjja?hahaha, arraso, kalau begitu aku mau jadi yeojachingumu”jawabnya, aku lalu memeluknya dan mengusap rambutnya

“jadi apa tadi itu ciuman pertamamu?”tanyanya

BLUUSSS

kurasakan wajahku memerah, memang benar tadi itu ciuman pertamaku

“aniyoo”jawabku gugup

“haha—ku rasa aku ciuman pertamamu Tuan Kwon”ucapnya yang memelukku semakin erat

 

SELESAI

Don’t Forget to leave your comment