Secret Letter

Untitled-1Author : kresty

Title : Letter

Cast(s) : Choi Seung hyun, Kang Hanni (OC), Park Bom

Genre : angst, sad

Length : one shot

Disclaimer : hasil imajinasi saya setelah menonton ‘Heart’

A/N : saran dan kritik sangat berarti buat saya :’)

 

Apakah aku terlalu egois? Bolehkah aku egois?

 

Menginginkan mu menjadi milikku seorang, menjadikan mu belahan jiwaku, berdoa kepada Tuhan setiap hari agar semua wanita tak boleh memilikimu selain aku?

 

Hanya aku !

 

Dan pada akhirnya sebuah tamparan besar kurasakan, tamparan yang menyadarkanku akan kebahagian itu.

 

Bisakah kamu bahagia hanya denganku, yang mencintaimu.

 

 Apakah ini cinta atau obesesi belaka?

 

Aku ingin kamu bahagia, bahagia bersama orang yang kamu cinta dan mencintaimu tulus.

 

Aku hanya manusia biasa, wanita yang menginginkan kisah cinta romantis seperti sebuah cerita bahagia sebelum malam menjemput.

 

Sedikit harapan,.. yang kau tahu! ini sangat berat untuk dilakukan.

 

Bolehkah ini terkabul Tuhan?

 

Aku hanya ingin ada disana saat dia bahagia bersamanya, menjadi orang yang pertama mengucapkan ‘SELAMAT BERBAHAGIA’ untuknya, berada disisinya sebagai orang yang dia percaya.

 

                                                

Aku tahu ini rumit, sebuah kisah berbelit. Sekeras apapun kau meregangkannya bahkan dengan mengguntingnya sekalipun kisah ini takkan bisa kamu mengerti. Kamu tahu, hanya kamu yang ada disini, didalam kisahku, yang menjadikan diriku dewasa.

Ini hanya sepenggal kisah dari ribuan kisah yang pernah terjadi pada manusia. Kisah yang pada akhirnya sama. Hanya saja bagaimana cara kita memasuki kisah ini. Memulai kisah ini dari kaki kanan atau kiri, lalu melanjutkannya dengan tangan kanan atau kiri dan seterusnya hingga tau bahwa kita memilih jalan yang diinginkan. Mengakhiri kisah ini sesuai pilihan kita.

Masih teringat jelas kisah ini pada benakku, tak mungkin aku melupakannya, kisah yang kurasa begitu manis dan berakhir menjadi tragis. Mungkin berakhir dengan membunuh namja yang kucinta, yaitu kamu. Bercanda …

Memang benar  aku mencintaimu, dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Mencintaimu dari jauh. Bahkan kebodohanmu membuatku tergila-gila. Kamu malaikat yang diturunkan Tuhan untukku. Aku pikir begitu.

Dengan segala upaya kini aku bisa bersamamu. Berjalan berdua layaknya pasang kekasih, pergi ke coffee shop berdua. Mengucapkan selamat malam, bahkan kamu sering meneleponku diwaktu sibukmu. Memastikan aku makan dengan baik, akupun melakukan hal yang sama memastikan matamu tidak melihat nuna seksi dan mengikutinya dari belakang sambil berteriak “Lihat ada Nuna cantik sedang berjalan”.

Aku pikir saat itu doa ku benar-benar terkabul, kamu hanya untukku, seorang!. Kamu memang benar-benar jodohku. Selangkah lagi kamu akan menjadi milikku dan hidupku akan penuh arti.

Harusnya aku sadar dari awal semua itu tidak benar. Hingga kamu menceritakan tentang dia. Kau menceritakan dia dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan detail tanpa henti. Dan kamu tau apa yang aku rasa? Sesak, aku tidak tahu sesak ini karena cintamu bukan untukku atau sesak menahan banyaknya genangan air dari pelupuk mataku yang kecil ini.

Aku wanita bodoh, aku wanita yang pura-pura tegar. Aku mendengarkan ceritamu hingga akhir , yang aku rasa takkan pernah berakhir hingga aku tuli. Aku melihatmu tersenyum, senyum terindah yang berbeda dari senyum yang kamu beri untukku.

Kau bahagia… dan bahagiamu bukan karnaku.

Aku mulai gila, kini aku menjadi orang yang berbeda. Demi menghilangkan sakit ini silih berganti namja kutemui tapi bayanganmu masih tampak jelas disudut jalan ini. Seoul kota yang sempit ternyata. Atau saking banyaknya jalan yang kita lalui berdua.

Semua hal yang aku lakukan sangat tak berguna dan membuang cukup banyak waktu. Aku merindukan masa dimana kita berdua dulu. Sekarang kamu tak ada disini. Aku cemburu…

Tuhan, bolehkah aku membunuh yeoja itu. Yeoja  yang menyakiti kamu dan juga kamu cintai. Wanita mana yang berani melukai Namja yang sangat ku cintai ini. Mungkin jika aku disuruh bercemin, 2 tanduk iblia telah terpasang apik..

Kamu melarangku untuk menemuinya, dan membiarkannya sungguh bodoh !!

Ingatkah kamu saat kamu mengajakku ke Han gang, kita berputar-putar dalam diam. 1 jam setelah itu kamu bertanya bagaimana kehidupan asmaraku, dengan santai aku menjawabnya. Pertama kalinya untukku berbohong dihadapanmu, dan itu rasannya seperti dihadang ribuan penjaga neraka, rasa takut menjulur kesuluruh darahku.

Kamu bertanya pendapatku tentang apakah kamu harus terus berjuang atau menyerah untuk mendapatkan Yeoja itu. Jujur dalam hatiku aku berharap kau menyerah dan lihatlah aku, dan entah kenapa mulutku mengatakan hal yang berbeda.

“berjuanglah,, selagi kamu mempunyai kesempatan, karna aku sedang berjuang juga” berjuang untuk melawan keegoisanku dan sakit ini.

Kini perasaanku tak terbendung lagi, aku mencintai kamu lebih lebih dari yang kemarin. aku menyadarinya saat kau berlari menjauhiku melambaikan tangan dan meneriakkan namannya dengan lantang,

KAMU MENCINTAINYA.

Pandanganku kabur, terlalu banyak air yang keluar dari mataku, mungkin aku bisa mati sekarang. Mati karena dehidrasi ! Sungguh konyol. Dan aku mencoba membeli air disebrang jalan itu, jalan tempat pertama kali aku bertemu denganmu. Aku melihat diriku sendiri disana, bersamamu. Kita bagai orang asing dan seiringanya dengan waktu berjalan kita menjadi dekat.

Sungguh mata sipitku ini tak sanggup menahan air yang terus mendesak keluar. Bisakahkah kita tak berpisah seperti ini. Pandanganku mulai kabur, pendengaranku tak jelas, yang terlihat hanya cahaya besar yang seakan akan memakanku. Dan semua menghilang…

Aku bahagia saat kamu mengkhawatirkanku. Kamu membatalkan pertunanganmu dengannya demi aku. Entahlah aku harus bahagia atau sedih. Tapi semua ini tak benar. Maka dari itu aku membohongimu bahwa aku tak ingat siapa dirimu. Aku berusaha melupakanmu demi kamu, dia dan demi aku yang egois ini.

Aku tahu aku adalah beban untukmu, karena kamu mencintainya, tapi kamu lebih memilih melindungiku. Aku tahu itu. Aku tak ingin semua ini berjalan sesuai kehendakmu, karena yang tahu yang terbaik buat kita adalah aku.

Kamu tahukan tak lama lagi aku akan menjadi benalu untukmu, aku akan lumpuh dan aku akan melupakanmu seutuhnya seperti keinginanku. Jadi tak salah jika aku melatih melupakanmu dari sekarang. Tak ada celah lagi untukku disini, dan lebih baik aku mengalah.

Aku yang mengerti setiap sifatmu tingkahmu dan apa yang kamu lakukan kedepannya telah membulatkan tekadku.

Inilah awal dan akhir dari kisahku yang aku anggap lebih indah daripada kisah negri dogeng.

Ha ha ha, apakah kamu mulai menangis membaca suratku? Menyesal? Aku harap tidak. Aku harap kamu mendukung pilihanku. Seperti janji kita dulu. aku tahu ini adalah surat terpanjang yang pernah aku tulis atau lebih tepatnya kisahku yang begitu singkat didekatmu.

Choi Seung hyun… Ahni,  oppa mianhada, aku tak berkata jujur dari awal, bahwa aku mencintaimu. Aku meinginkanmu dari awal. Aku begitu pengecut, karna aku takut kamu akan mencampakkanku. Dan selama aku bersamamu aku menyadari tentang diriku sendiri dan cinta yang kumiliki, Aku sadar banyak rasa yang kurasa hanya karena seorang namja, senang, tertawa, sedih menangis, khawatir, marah, semua itu keluar begitu saja. Tapi pada akhirnya aku menyimpulkan fakta bahwa semua itu adalah Pengorbanan, dan cinta itu tak harus memiliki karena cinta itu pilihan

 

dan pilihanku adalah ini. Aku takkan menyesalinya, karena ini yang terbaik buat kita.

Terima kasih atas waktu yang telah kau habiskan untukku… terima kasih telah membuatku dewasa dalam memahami, menilai hidup, oh iya,

“SELAMAT BERBAHAGIA DENGAN PARK BOM eonni” maaf aku tak bisa melihatmu langsung, tapi aku pastikan aku melihatmu dari atas sana. Aku berjanji akan selalu ada disismu. Tolong jangan lupakan aku…

Aku tak ingin egois lagi tapi aku adalah wanita egois, maka sayangilah park bom eonni seperti kau menyayangiku, bahkan aku tahu kamu menyayanginya lebih lebih dari pada untukku.

Dan jiika kau percaya kehidupan kedua itu ada, aku berharap kita bisa bertemu lagi disana… akan aku pastikan aku bisa memperjuangkanmu, mendapatkanmu, dan aku berharap juga, bila saat itu datang kau hanya mencintaiku.

Saranghaeyoo Choi Seung Hyun.

annyeong

Kang Hanni

End