blue dragon cover

BLUE DRAGON

Nama author : Sophie Maya (sophiemorore)

Cast(s) : Kwon Jiyong, Daesung, TOP, Taeyang, Mia Narafa (OC)

Genre/rating/length : romance/G/oneshot

Disclaimer : Bigbang isn’t mine. But this story is sophiemorore’s

twitter : @sophie1008

A/N: Kau pikir dia tampan? Hah?! Dan bahkan Daesung jauh lebih tampan daripada dia!

.

.

.

And the story begins….

.

.

.

“Kau pikir dia tampan?! Hah, dan bahkan Daesung lebih tampan darinya!!”

Mia menuding gadis bernama Song Chaerin yang ada di depannya dengan pena berbandul Hello Kitty miliknya. Matanya menatap Chaerin penuh kesal dan hampir saja melempar gadis itu keluar jendela jika tidak keburu mengingat bahwa kamarnya tidak punya jendela. Hanya ada pintu kecil di bagian barat yang langsung menghadap tangga curam yang menghubungkan kamarnya dengan lantai bawah.

“Tentu dia tampan, Mia. Amat sangat tampan, terlalu tampan malah, sungguh sangat tampan. Kalau kau mau melihatnya lebih lama sedikit saja, kau tentu bisa menjadi VIP seketika itu juga.”

Chaerin memasang senyum konyolnya. Memutar bola matanya jenaka. Sengaja benar ingin menggoda Mia yang sedari tadi sudah uring-uringan.

“Tidak akan.”

“Hahaha, jangan memungkiri kenyataan. Yah… sebenarnya tanpa perlu menjadi VIP pun, sialnya kau sudah menjadi VIP di hati seorang Kwon Jiyong itu…”

Chaerin kembali menatap Mia dengan kerlingan menggoda. Menyadari bahwa gadis di depannya ini mati kutu, menundukkan wajahnya yang memerah sampai ke telinga. Rasanya geli melihat seorang Mia yang galak itu bisa sampai sebegitu salah tingkahnya hanya karena seorang pria yang bahkan selalu dianggapnya ‘lebih jelek dibanding Daesung’. Chaerin terkikik sendiri.

“A-aahhh.. a-aku tid…tidak akan terpancing olehmu!” seru Mia gusar. Wajahnya benar-benar terasa panas. “Lihat, Daesung sangat tampan disini! Kenapa tidak dari dulu saja rambutnya dicat pirang, tentu saja dia akan punya sense of idol sejak dulu, tanpa perlu menjadi idol yang berprofesi sampingan sebagai pelawak itu. Hahaha.”

00:00:09

Mia menghentikan video Blue dari Big Bang yang tengah berputar di laptopnya tepat di detik kesembilan. Lalu tangannya menunjuk ke layar laptop penuh bangga.

“Uri-Daesungie~… aigo…tampannya…”

“Ck, kau itu ada-ada saja. Yang tampan itu yang seperti ini…”

00:00:14

Chaerin menekan tombol ‘play’ hingga di detik ke-empat belas. Lalu mempausenya sebentar sembari melirik Mia jahil.

“Wae?!” sembur Mia galak.

Chaerin mengedikkan bahu. “Lihatlah…”

Tangannya kembali menekan tombol ‘play’. Mia ingin mengalihkan pandangannya dari laptop, tapi sialnya tangan Chaerin cukup cekatan menahan kepalanya agar tetap fokus menatap layar. Sial, sial, sial!!!!

Seorang pria dalam video itiu menatap langit, sebelum akhirnya berlari maju ke depan. Mia merutuk kecil karena adegan lari itu disenter terlalu lama, sehingga ia terpaksa memandangi wajah yang sama di detik-detik yang cukup lama.

Cukup membuatnya ingin mati saja.

“AKU TIDAK TAHAN!!!”

Mia menutup matanya cepat. Dadanya berdebar-debar keras hanya dalam beberapa detik menatap wajah dalam video itu. Kepalanya menggeleng cepat, mengingkari jantungnya yang berderang bagai tabuh dipukul berkali-kali, juga napasnya yang memburu cepat seakan ia bisa merasakan lelahnya berlari-lari seperti di video itu.

“HAHAHA, RASAKAN KAU MIA!!” Chaerin tergelak heboh. “Sudah kubilang, kau tidak akan tahan! Mau kau bilang Daesung cakep lah, TOP keren lah, Taeyang enerjik lah, Seungri cool-lah… tetap saja pria yang paling pendek ini lah yang membuatmu salah tingkah!”

Mia memberengut kesal.

Tidak, tidak, tidak. Tidak boleh begini! Ini tidak boleh terjadi!

Baginya, Daesung lah yang paling tampan! Paling tertampan! Dan harus menjadi yang paling tampan!

.

.

.

.

Namanya Kwon Jiyong

Tidak perlu diperkenalkan lagi, kan? Sudah banyak orang yang tahu siapa dia, darimana dia berasal, apa saja yang dia lakukan, dan bahkan apa yang sedang ia kerjakan saat ini… sudah bukan jadi rahasia umum. Dan bahkan bagi Mia sekalipun, ada banyak orang yang lebih tahu siapa itu Jiyong dibanding dirinya sendiri.

“Mia…”

“Em…?” Mia membolak-balikkan novel yang tengah dibacanya. Sesekali menyeruput jus apel di gelasnya. Perhatiannya fokus menatap kata demi kata di novel itu.

“Mia…”

“….”

“Mi….?”

“Emmm…?” Mia masih tak menoleh. Membiarkan pikirannya hanya tertuju pada alur cerita di novel.

“Mia Narafa…”

“Iya, apa sih?” Mia mengambil gelas jus dan menyeruputnya.

“Honey, look at me

“Pfftthhh…” Mia hampir saja tersedak gara-gara panggilan menggelikan itu. Kepalanya langsung menengadah dan menatap pria di depannya dengan tatapan galak. “Honey, honey, emangnya aku madu?! Nggak usah panggil begituan lagi deh, bikin merinding aja.” Mia bergidik ketakutan. Sementara pria di depannya hanya tergelak.

“Hahaha… kau ini benar-benar lucu.”

“Hahaha, apa aku tampak seperti boneka pororo yang lucu dan imut?” decak Mia sinis. Anehnya pria itu kembali tertawa.

“Kau ini lucu sekali, Mia… hei, apakah kau sudah menonton videoku? Baru keluar kan?”

“Oh ya, yang mana?” Mia pura-pura kembali menekuni novelnya. Meski ia sadar konsenterasinya kadung buyar akibat ulah pria ini.

“Ck. Video Blue.. kau belum menontonnya?” decak pria itu sebal.

“Aku tak boleh menonton video porno.” Ucap Mia cepat.

Pria itu mengernyit bingung, “Porno bagaimana?”

“Kau menyuruhku menonton Video Blue? Itu pasti sejenis Blue Film… film-film ‘biru’ hiii….”

“HAHAHAHAHAHA.” Pria itu kembali tertawa, semakin keras hingga badannya hampir terjungkal dari kursi.

Mia memasang wajah pura-pura polos. Meski dalam hati ia juga mengutuki kebohongannya yang tampak bodoh. Jelas-jelas ia sudah pernah menonton Video Blue yang sama sekali nggak ada ‘biru-biru’nya itu. Ia bahkan sudah mengutuki video itu sebagai video terjelek sepanjang sejarah akibat penampakan mengejutkan seseorang dalam video itu. Membuatnya menyesal setengah mati mengijinkan orang itu ada di hadapannya sekarang, mengingatkannya kembali pada penampakan itu.

“GD… jangan tertawa seperti itu,” bisik Mia lirih. Wajahnya memerah melihat ekspresi pria di hadapannyaGDyang masih terus tertawa tak berhenti-henti.

“Mian… mian.. mian…” GD memperbaiki posisi duduknya masih dengan raut geli. “Hei… jangan-jangan…” GD memandang Mia penuh selidik. “Kau sudah menontonnya dan jadi ngambek gini ya?”

Mia sekejap menoleh. Tebakan GD tepat sekali.

“Ahahaha…. aku yakin kau akan protes lagi dengan penampilanku.” GD memanyun-manyunkan bibirnya dan menggembungkan pipi seperti anak kecil. Mia berusaha mati-matian untuk tidak mencubit pipi pria itu saking gemasnya.

“Ya, aku sudah melihat video itu.” Mia menggoyangkan kepalanya. “Dan memang aku menyesal dengan video itu… dan semua video Big Bang… sebenarnya.” aku Mia.

GD menopang dagunya di atas meja hingga jarak wajahnya dan Mia menjadi dekat sekarang. Matanya menatap Mia lekat-lekat, menikmati setiap lekuk wajah gadis di depannya sepuas mungkin.

“Kenapa melihatku seperti itu? Kau ingin macam-macam padaku? Jangan coba-coba melakukan hal itu disini meskipun kau adalah seorang G-Dragon!!” pekik Mia buru-buru mengacungkan garpu. GD terkaget sebentar, lalu kembali tertawa keras.

“Hahaha… aigo, aigo, aigo kenapa aku diberikan Tuhan pacar selucu ini, euhh?” GD terkekeh-kekeh. Matanya tetap menatap Mia dalam dan menenangkan, membuat Mia hampir terlelap dan pesona mata itu jika ia tidak keburu menggelengkan kepala dan menepis semua imajinasinya.

“Katakan mengapa kau tidak suka dengan video itu?” tanya GD berusaha tenang dan tidak tertawa lagi. Kantung tertawanya bisa-bisa rusak seperti milik squidward bila digunakan terus-menerus seperti ini. Hahaha.

“Kau terlihat jelekseperti biasa.” Mia menelan ludah, “Dan ini yang paling jelek, GD… ya Tuhan! Bagaimana mungkin kau memakai beanis untuk sebuah syuting MV? Ditambah poni depanmu yang mengganggu itu!! Apa kau ingin menyaingi dandanan Joshua waktu anak itu masih berumur lima tahun dan menyanyikan lagu ‘Diobok-obok’?? Aigo, aku tahu kau adalah raja fashion… tapi tak lantas memakai hal paling konyol dan tak cocok di wajahmu seperti itu. Bisakah kau berpenampilan normal di setiap MV Big Bang?” Mia memijit dahinya.

“Ck, itu model Mia. Model sekarang gitu… bukan karena aku mau nyaingin Joshua.. oh, dan percayalah! Aku bahkan tak mengenal siapa Joshua itu!” GD menggaruk-garuk kepalanya kebingungan. Baginya, penutup kepala seperti topi bisbol hingga beanis merupakan aksesoris paling menarik dan keren. Ia tak pernah malu mengenakan hal-hal seperti itu. Tapi kenapa Mia…?

“Ah, dan juga teasermu itu, GD… kau membuatku speechless dengan rambutmu itu.” Tambah Mia lagi.

“Hei, hei, hei, itu tren sekarang, Mia.” GD tampak semakin tak mengerti dimana letak anehnya dandanan yang selama ini ia kenakan??

“Tren apa yang memakai rambut sepanjang dada ditaruh di bagian poni? Kau tidak ingin menyamai kuntilanak, kan?”

“Tentu saja tidak, Mia. Ini tren.. mengertilah…” GD menepuk jidatnya frustasi. “Bagaimana aku harus menjelaskannya padamu?” nada suaranya terdengar pasrah.

“Tidak perlu dijelaskan, GD. Aku kan hanya menganggapmu jelek sajadengan semua dandananmu itu. Tidak lebih.” Mia menahan tawa memandang ekspresi GD. Entah mengapa pria itu selalu kalang kabut jika sudah melihatnya marah seperti ini.

“Lantas, siapa yang paling tampan di MV itu, menurutmu?” pancing GD pelan.

“Daesung.” Jawab Mia singkat.

GD menghempaskan tubuhnya ke belakang. Ia benar-benar frustasi sekarang.

.

.

.

.

Namanya Mia. Mia Narafa.

GD harus memperkenalkan gadis ini agar lebih banyak lagi orang yang tahu siapa dia. Gadis itu adalah pacarnya, yang entah bagaimana bisa menjadi pacarnya, yang entah karena apa membuatnya bertekuk lutut dan bersumpah tidak akan menyakiti gadis itu sedikitpun. GD rela dibilang gila karena bahkan Mia tidak secantik Bom maupun seimut Dara, bahkan gadis itu amat sangat galak plus cerewet, pikun dan princess 4 dimensi. Sering berada di dunianya sendiri bahkan saat GD serius berbicara padanya.

GD gila karena mencintai gadis itu. Dan tergila-gila mencintainya. Itu saja lebih dari cukup untuk mengorbankan seluruh raga dan jiwanya mempertahankan gadis itu tetap berada disisinya. Sesulit apapun itu.

GD ingin sekali membuat Mia bisa bertekuk lutu di depannya. karena gadis itu tak pernah menunjukkan dengan pasti apakah ia menyukai GD atau tidak. Tingkahnya selalu terkesan tidak peduli dan justru mengkritik semua yang dilakukan GDtermasuk urusan dandanan.

GD yang dianggap sebagai raja fashion itu, bagi Mia justru seperti bom fashionperusak mood orang jika sudah melihat apa yang dikenakannya.

Ini sangat aneh sekali.

Bahkan karena pendapat Mia, GD hampir selalu ketakutan ketika mengeluarkan MV Big Bangtakut ia akan dikritik oleh Mia lagi.

Persetan jika ahli desainer pun mengkritiknya, selama Mia bisa memujinya.

GD hanya perlu Mia memandangnya sebagai pria mempesona. Tidak orang lain, tidak… apalagi tidak untuk Daesung!

“Hyung, kau tadi jalan-jalan bareng Mia ya?” Daesung melirik jahil pada GD yang baru masuk ruang tengah dan membanting dirinya ke sofa.

GD melirik Daesung penuh sirik. Kapan sih ia bisa dibilang tampan oleh pacarnya sendiri? Kenapa malah Daesung…?

“Hyung…? Kau tidak kesurupan kan?” Daesung bergidik ketakutan melihat GD terus-menerus menatapnya seakan ingin menerkamnya. Jujur, Daesung masih doyan cowok dan tak ingin berskandal ria dengan leadernya!!! Imajinasi Daesung melantur kemana-mana.

“Kenapa kau bisa tampak tampan?” bisik GD pelan.

Sontak membuat Daesung tambah ketakutan. Andwae… andwae… andwae…! tidak mungkin kan GD suka pada…?

“Apa kau menganggapku tampan?” Daesung bertanya gugup. Pikiran tidak-tidak sudah terlanjur menjalar di otaknya.

Sementara GD memandang Daesung nanar. Tak percaya cowok di depannya bahkan dianggap tampan oleh Mia.

“Katakan padaku kenapa?” bisik GD pelan.

“I-ini tidak benar, Hyung! Kau harus sadar!! Kau pasti mabuk!!” pekik Daesung ketakutan. Ia mengguncang-guncangkan bahu GD kalut. “Hyung, kau masih normal kan?! Katakan padaku kau normal kan???!!! ANDWAEEEEE!!!!”

GD melongo bingung. Daesung ngomong apa sih, random banget?

.

.

.

.

“Kau hebat sekali Mia, selalu bisa membuat GD galau seperti ini. Hahaha.” TOP tertawa keras saat pagi ini ia sengaja mengajak Mia ke kafe dan membicarakan hal yang ingin ia ketahui.

Semalaman GD sibuk mengigau tak jelas, ingin menjadi tampan lah, tidak ingin mengenakan beanis lagi lah…, tidak ingin ada aksesoris aneh lagi lah, dan banyak lagi. TOP sampai tidak bisa tidur nyenyak akibat hal itu.

Jadi pagi ini ia ingin memastikannya pada satu orang tertuduh, yang kemungkinan besar menyebabkan GD seperti itu. Betul saja tebakannya, GD uring-uringan sampai ngigau seperti itu karena Mia.

“Memang apa salahku?” tanya Mia kebingungan. Tak mengerti dengan ucapan TOP.

“Hahaha… kau ini benar-benar lucu. Pantas saja GD sampai mati-matian mempertahanmu, bahkan saat Taemin mengajakmu berbaikanups, maaf… masa lalu ya?” cengir TOP lebar. Mia langsung cemberut. Taemin memang masa lalunya, mereka terpaksa putus karena banyak hal dan mungkin karena takdir menginginkan mereka begitu.

“Jadi apa salahku, TOP?” tanya Mia mengulangi pertanyaannya.

TOP menatap Mia lembut. “Kau terlalu membuatnya bingung… apakah kau mencintainya atau tidak?”

Mia terdiam. “Aku?” tunjuknya pada diri sendiri.  Kaget.

.

.

.

.

GD-ah…

Nae G-Dragon… kau benar-benar ingin dibilang tampan olehku, euh? Sampai galau seperti itu, hahaha. Kau ini benar-benar pria yang imut :p

Kau tahu, aku rasa ucapan sahabatku Chaerin ada benarnya, aku sudah lama memikirkan hal ini dan sekarang akan kukatakan dengan jujur padamu.

Mau aku bilang Daesung paling cakep, TOP keren, Taeyang enerjik, dan Seungri cool..

Tapi tetap saja hanya ada satu pria yang membuatku selalu salah tingkah hingga muka ini memerah menahan malu!

Akan kuperkenalkan pria itu padamu, GD…

Namanya Jiyong. Kwon Jiyong.

Dia leader sebuah boyband terkenal di Korea, Big Bang namanya. Meskipun dia leader, tapi takdir Tuhan menyatakan dia paling pendek diantara member lainnya! Hahaa.

Jiyong itu pintar menciptakan lagu, dia banyak menulis lirik lagu untuk dinyanyikan grupnyaBig Bang. Dia juga pintar nge-rapp, dan dia pintar memimpin para member lainnya untuk terus maju menggapai masa depan.

Tapi Jiyong itu memang tidak setampan Daesung, tidak sekeren TOP, tidak senerjik Taeyang, apalagi se-cool Seungri.

Kuberitahu kau ya, GD… Jiyong itu tapi lebih pintar dibanding semua member Big Bang lainnya!

Pintar? Iya dia pintar! Kan sudah kusebut di atas dia pintar apa saja ^^

Eh, tapi ada yang ketinggalan satu.

Jiyong itu juga pintar… mengambil hatiku.

Entah bagaimana caranya aku bisa kehabisan oksigen jika terus berada di sampingnya. Sama sekali tidak kuat memandang wajahnya lebih dari lima detik! Bagaimana bisa aku sebegini salah tingkahnya dengan pria bernama Jiyong itu? 

Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya dengan kata-kata, sungguh tidak bisa dan tidak sanggup. Tapi memang begitulah, hatiku sudah ada ditangan Jiyong dan kadang dibuatnya hingga berdebar tak karuan..

Hahahaa… sekarang silahkan tertawa sepuasnya, GD!

Kau tentu tahu Jiyong yang kumaksud itu ya kau sendiri, GD! G-Dragon Kwon Jiyong lead Big Bang!

Tak perduli seberapa seringnya aku berkata kau amat jelek, tapi kejelekan wajahmu itu membuatku mati gaya dan benar-benar tak tahu harus berbuat apa. >///<

GD menatap surat ditangannya dengan tak percaya. Terlebih lagi saat melihat sosok gadis yang kini sudah menenggelamkan kepalanya di balik novel-novel tebal. Berusaha menghindari tatapan matanya.

GD tertawa kecil. Pipinya terasa panas dan wajahnya ikut memerah. “Hei, apa kau baru saja memberiku surat cinta, Mia?” cengirnya geli.

“Molla…” Mia tertunduk malu. Semakin menyembunyikan kepalanya kalau perlu hingga GD tak dapat melihatnya sementara waktu!

“Tapi kenapa…?” GD tersenyum lebar.

“Molla….”

“Mia…”

“Eum?”

“Saranghae.”

Hening.

GD tertawa kecil. Ia sudah tahu tak semudah itu gadis seperti Mia balas mengucapkan kata cinta padanya. Jadi GD memilih menghabiskan jus kesukaannya dan memakan waffle pesanannya.

“GD…” pelahan Mia menegakkan kepalanya. Ia tersenyum tipis. “Kau tetap yang paling tampan disini…” ditunjuk dadanya, “nado saranghae.”

Baik GD maupun Mia sekarang sama-sama menundukkan wajah malu. Muka keduanya sama-sama memerah hingga ke telinga. Dan jika saja ada orang awam melihat mereka, mereka berdua tampak seperti anak SMP yang baru saja menyatakan perasaan. Sama-sama malu-malu, bukankah mereka begitu imut seperti pororo? ^^

.

.

.

.

END