TWINS SERIAL 2

Previously : Twins Serial 1: My Twins is come back| Twins serial 2 : (Being JIYONG?!!! Part 1)

Title : Twins Serial 2 : Being JIYONG?!!!! Part 2

Author : Izharin

Cast :

*Kwon JIYOUNG aka Jiyong’s Twins Sister (OC)

*Kwon JIYONG

*BIGBANG

*Yang Hyun Suk

*Chaerin

Rating : G

Length : Series

Genre : Family, Life, Comedy (?) , Romance

Twitter : @Fildzahmega

Summary :

Punya kakak kembar yang populer itu ternyata tak begitu menyenangkan….

apalagi ketika kau dipaksa menggantikannya….

A/N :

Sebelumnya mau minta map dulu karena serial kedua ini sungguh sangat lama sekali baru bisa dipublish karena kesibukan sayaaah (sombong) *bow. pengerjaannya sungguh ….aahh taak taulaah saya pasraahhh menerima semuanya, dan sunggung maaaaf kalau jadinya ga lucu atau krenyes2 as always :”|  syudah kehabisan ideeeee, tpi ttep buat yang terbaik kok biar dinikmati kalian nyahah

-happy READING ALL^^-

Ruang latihan Bigbang, 12.40 KST

“ada apa jiyong hyung ? kau terlihat tegang sekali ?” tanya seungri yang sedari tadi melihat gadis itu terlihat menunduk sambil sesekali menggertakan bibirnya. Lelaki berambut hitam pekat itu masih sibuk melingkarkan tangannya kepundak sang gadis.

Jiyoung hanya menggeleng pelan, melepaskan tangan seungri dari pundaknya dan segera mengajaknya untuk duduk dikursi panjang berwarna coklat yang terletak dibagian kiri pintu masuk tersebut. Maknae bigbang itu pun hanya mengikuti.

“oh iya Jiyong Hyung, boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Seungri seraya menatap bola mata kecoklatan milik gadis tersebut. Pandangan mata namja itu seperti tertarik akan sesuatu.

Jiyoung pun menganggukan kepalanya diiringi senyum manisnya.

Seungri kini mendekatkan wajahnya pada Jiyong dan mengeluarkan suaranya sangat pelan, seperti berbisik “Hyung, bagaimana jawaban chaerin tadi? Memuaskan?” tanyanya dengan senyum licik.

Jiyong yang mendengarnya segera menjauhkan wajahnya perlahan seraya menautkan kedua alisnya “Maksudmu?”

Seungri kembali mendekatkan wajahnya pada gadis itu

“sudahlah tak usah pura-pura polos Hyung, kan itu semua saran aku” seru seungri kemudian terkekeh geli.

“yak ! jadi kauu yang ….” Gadis itu kembali menjauhkan wajahnya , kali ini diikuti oleh kepalan tangannya, rasanya ia ingin sekali meninju wajah seungri sekarang. Dasar lelaki mesum !!

**Flashback**

Chaerin mendekatkan bibirnya pada Jiyoung sambil membisikkan sesuatu “Oppa, ukuran dada dara Unnie adalah …. RAHASIA ! dasar oppa mesum”

Mendengar itu, Jiyoung segera terbatuk-batuk

“Pokoknya aku sudah menepati janjiku yah, aku pergi “ ujar gadis itu segera meninggalkan studio.

**Flasback END **

“loh kenapa Hyung ? bukannya hyung kemarin mengangguk mantap ketika aku memberi saran seperti itu?” kali ini seungri melemparkan wajah herannya, membuat gadis cantik itu serta merta harus kembali menahan amarahnya.

Jiyoung meredam emosinya sambil berusaha tersenyum pada namja didepannya tersebut “begini yah seungri… lain kali kalau kau menyarankan yang tidak-tidak dan aku mengiyakannya, itu tandanya aku sedang dalam keadaan tak waras atau GILA ! kau boleh langsung memukul kepalaku” serunya mencoba terus tersenyum.

“benarkah Hyung? Aku boleh memukul kepalamu ?”

“Oh tentu saja boleh, pokoknya kalau kau menyarankan hal aneh dan aku mengiyakannya, kau boleh langsung memukul kepalaku dengan keras.” kini jiyoung terkekeh geli didalam hati, ia berharap suatu saat nanti seungri akan segera mempraktekan pemukulan tersebut. membayangkannya saja sudah membuatnya senang, apalagi jika hal itu kejadian? Ah, mungkin jiyoung akan segera mengadakan sukuran dadakan untuk kebahagiaannya tersebut.

“oh, atau justru jika aku yang menyarankan macam-macam, kau juga boleh langsung memukul kepalaku ini seungri” lanjutnya mantab

Seungri kemudian mengangguk mendengar penjelasan dari Hyung  kesayangannya tersebut.

*_*T-W-I-N-S*_*

Tanpa basa-basi, latihan pun segera dimulai. Sudah terlihat beberapa Hi-tech dancer dan crazy dancer mulai menyiapkan seluruh peralatan yang akan dipakai untuk latihan hari ini. Selain itu member yang lain juga tak kalah dari sang dancer, masing-masing dari mereka juga terlihat menggerakan tubuhnya, menggeliat-geliat, bahkan sesekali terlihat begitu random. Mungkin sedang mempraktekkan suatu gerakan. Entahlah jiyoung pun tak tahu.

Tentu saja hal ini berbeda dengan Jiyoung yang super gelisah. Bibir tipisnya terus berkomat kamit sambil sesekali melirik orang-orang yang masih tenggelam dalam kesibukannya. Keringat mulai bercucuran kembali dari pelipis dahinya. Ia tegang. Sangat tegang. Super tegang. Double tegang. Ah, sudahlah pokoknya semua yang dirasakannya sekarang tak bisa diucapkan kata-kata. Yang pasti Semua yang dirasakannya sekarang lebih cetar membahana badai halilintar ulala daripada jambul terowongan Casablanca milik syahrini sekalipun.

Belum selesai Jiyoung dengan aktivitas komat-kamitnya, ia dikagetkan dengan seseorang yang tiba-tiba saja datang kedalam ruangan tersebut. begitu lelaki bertubuh tambun itu datang, semua orang didalam termasuk para member bigbang, segera berhenti dari aktivitasnya masing-masing dan dengan sigap segera berbaris didepan lelaki tambun itu, seperti anak SD yang hendak mengikuti upacara bendera yang  rutin dilaksanakan pada hari senin.

“Oke anak-anak, mari kita mulai latihannya. Lagu pertama yang akan dilatih adalah fantastic baby, ayo BIGBANG posisi” lelaki itu mulai menepukkan tangannya keatas seraya menajamkan indra penglihatannya, memastikan semua member bigbang memang telah berada dalam posisi mereka masing-masing.

Pandangan matanya kemudian menangkap jiyoung yang justru masih sibuk duduk dikursi tersebut.

“Leader Bigbang posisi!! “ seru lelaki itu mencoba meninggikan suaranya, pandangan matanya terus melekat pada gadis tersebut.

Jiyoung hanya diam, tak ada respon apapun dari gadis itu. Ia malah sibuk menundukkan kepalanya diringi beberapa helaan nafas yang menyiratkan kepasrahan dalam dirinya.

Lelaki bertubuh tambun itu terlihat menajamkan penglihatannya, salah satu kakinya sibuk ia ketukkan di lantai ruangan itu dengan tempo cukup lambat, sengaja menekan gadis yang masih terduduk itu agar cepat memindahkan posisinya.

“Leaderr…apa kau tidak mendengarku???”

Semua member BIGBANG menatap Jiyoung heran, termasuk seungri.

Tak mau terjadi sesuatu, seungri segera menghampiri jiyoung dan berbicara setengah berbisik “hyung, jangan diam saja. apa kau tak dengar daritadi kau dipanggil?”

Jiyoung tertegun sejenak, namun segera membalas perkataan seungri dengan ikut berbisik “bukankah lelaki itu mencari leader Bigbang? Lalu mengapa aku harus kesana?” tanyanya polos

Seungri terlihat kaget mendengarnya “loh? Tapi kau kan leadernya hyung?” kini maknae tersebut malah terlihat ikut bingung. Kedua matanya menatap jiyoung dengan tajam seraya menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.

Jawaban seungri segera membuat Jiyoung merutuki dirinya sendiri.

Jiyoung pabo! Pabo! Bagaimana mungkin kau lupa bahwa kau sekarang sedang menjadi JIYONG !! dan jiyong itu kan LEADER ! bzzzz! Pabo! Pabo!

Jiyoung menelan ludahnya sejenak, keringat mulai membasahi pelupuh dahinya, bibirnya tersenyum kecut “ah, iya aku lupa bahwa aku leadernya. Hahahahhaha aku kan leader bigbang, iya benar aku leadernya bukan yang lain. YOSH !”

Semua yang berada diruangan itu tetap menatap gadis mungil dihadapan mereka dengan pandangan yang penuh dengan keheranan

“nyahhaha, surprise! Aku Cuma pura-pura lupa biar kalian kaget. berhasil yah ternyata? Hahahha surprises yeey! “ Jiyoung melebarkan senyumannya, menampakkan wajah ‘pura-pura’ bahagiannya pada setiap orang disana. Keringat masih terus meluncur dari pelipis dahinya, sungguh saat ini dia ingin sekali lenyap dari ruangan itu.

KRIK ! Krik !

Namun bukannya tertawa, mereka semua kini tampak saling adu pandang antar yang lain. Member bigbang pun terlihat beradu pandang sejenak kemudian melakukan aktivitas herannya masing-masing. TOP membesarkan kedua bola matanya dan menarik garis bibirnya keatas, Youngbae terus menampakkan wajah bingungnya, Daesung terlihat memijat kepalanya yang mulai sakit akibat ulah leadernya itu, dan seungri yang paling terlihat kaget diantara yang lainnya.

“nyahahhaha….nyahahhaha” jiyoung melanjutkan akting pura-pura ketawanya, ia benar-benar tak bisa menahan rasa gugupnya sekarang. Entah kenapa orang-orang diruangan itu tak termakan aktingnya. Ah, Kalau saja level aktingnya bisa satu tingkat diatas, ia pasti tidak akan lagi pakai jurus ngeles basi seperti ini…sudah daritadi ia berpura-pura pingsan disana. atau bahkan demi keluar dari ruanagan ini, ia akan berpura-pura kejang-kejang sambil sedikit mengeluarkan busa dimulutnya. Paling konsekuensinya hanya masuk rumah sakit, dimarahi jiyong, ketahuan member bigbang, kakaknya itu jadi HOT news karena tiba tiba mengidap penyakit epilepsy dan…

AH TIDAK! itu lebih buruk daripada hanya mengeles….

Baiklah….seharusnya ia bersyukur aktingnya berada dalam level rendah. Iya, dia harus bersyukur, bersyukur …..

“JIYONG! kau menyia-nyiakan 10 menit waktu kita semua. Cepat berbaris bersama yang lain. Candaanmu itu sungguh garing” seru lelaki tambun membuka mulutnya kembali, segera menghentikan sikap mematung orang-orang yang ada di sana.

Jiyoung mengangguk pelan. Ia pun menuruti perintah dari lelaki itu dan mengambil posisi tepat di tengah barisan. Gadis tersebut tak pernah berhenti berkomat-kamit. Ingin sekali hari ini ia memborbardir gedung YG agar tak usah latihan, atau jika itu terkesan parah, gempa sedikit juga gapapa, asalkan latihan hari ini di BATALKAN!

Daaaannn…..Demi apapun, hari ini adalah hari terburuk dibanding jumlah keseluruhan hari-harinya selama 26 tahun hidup di dunia ini.

“yooo, nyalain lagunya” seru lelaki itu menyuruh salah satu high dancer yang terletak paling dekat dengan sound system diruangan tersebut.

Lagu fantastic baby mulai mengalun.  Wajah jiyoung sudah pucat pasi.

Ya tuhan ! cabut nyawaku sekarang! Atau kalau ga bisa sekarang, setidaknya cabut nyawaku sementara! Pleaseee!!!

Wow Fantastic baby…

TOK ! TOK ! TOK !

“Maaf namguk, aku membutuhkan jiyong untuk hari ini. latihan bisa dilakukan tanpa jiyong?” seorang lelaki yang diketahui sebagai yang hyun suk, nampak datang, menghentikan latihan yang baru saja akan dimulai tersebut.

“ya ampun, makasih tuhan. Emang kalau udah keberuntungan mah ga kemana mana” Dengan spontan gadis itu segera sujud sukur mencium-cium lantai ruangan begitu mengetahui gangguan yang datang ternyata berasal dari CEO nya sendiri, untunglah…… ia jadi tak perlu lagi membombardir Gedung itu.

Gerakan spontan dari gadis cantik itu tentu saja membuat semua yang ada diruangan itu pun segera menghujamnya dengan ribuan tatapan keheranan ‘lagi’, Bahkan beberapa pasang mata nampak fokus menatapnya dengan tajam.

Baru menyadari sikap reflex bodohnya dalam mencium-cium lantai, jiyoung terdiam sejenak. Pandangan matanya tertuju pada semua orang yang ada disana, semuanya terlihat mematung, tak terkecuali presiden mereka, yang hyun suk.

“hahahhaha. Ini…. ituu.. emmm.. lantainya wangi sekali. dari tadi aku suka sekali dengan wanginya. Kira-kira pakai pembersih lantai milik apa yah? Aku juga mau memakainya dirumah” serunya kembali mengeluarkan jurus jitu super basinya, meng-eles.

Mendengar jawaban sang leader, semua orang diruangan itu segera menganga. Bahkan beberapa diantara mereka terlihat berekspresi menakutkan, seperti orang yang sedang melihat hantu.

“hahahaha. Be-be-beneran loh ini wangi banget. Hahaha” lanjutnya masih sibuk terduduk disana. Gadis itu sesekali mempraktekkan kembali acting pura-pura mencium lantai agar lebih meyakinkan semua orang yang sudah seperti patung bernyawa diruangan itu.

TOP mendekatinya perlahan “Sepertinya hari ini kau horror sekali” serunya sambil menggelengkan kepalanya

Youngbae menganggukan kepalanya “ aku tau kau memang suka aneh-aneh jiyong. tapi mencium lantai seperti ini….” lelaki itu melemparkan pandangan kesedihannya. Ia tak menyangka sahabat tercintanya itu seperti sudah kehilangan kewarasannya setengah, apa ini disebabkan oleh potongan rambutnya yang juga setengah hitam dan setengah putih? tak taulah, yang penting derajat kewarasan teman kecilnya itu menurun baginya.

“benar…. lagian ruangan ini sebeneranya…belum dibersihkan.” Timpal daesung dengan suara datar, membuat Jiyoung serta merta segera melebarkan kedua bola matanya.

Hening….

“hahahhaa…i-itu..”

PROK ! PROK! PROK!

Seungri segera tepuk tangan “yak, bagus sekali hyung! Makasih loh hyung sudah membantuku. Ayo sekarang berdiri” serunya kemudian segera mengulurkan tangannya pada jiyoung, memecahkan keheningan yang terjadi disana.

Jiyoung meraih tangan seungri dan perlahan berdiri. Wajahnya masih terlihat sangat kebingungan.

“apa maksudmu seungri??!!!” Tanya yang hyun suk dengan nada tinggi.

Seungri menggarukkan kepalanya dan sedikit memejamkan sebelah matanya

“jadi begini sajangnim. Di salah satu adegan drama terbaruku, ada adegan terkejut. Untuk mendalami karakternya, aku ingin sekali melihat berbagai ekspresi terkejut dari beberapa orang dengan natural. Aku meminta jiyong hyung membantuku, dan barusan ia telah membuktikannya. Sekarang aku jadi mengerti” Jawabnya santai, bibirnya nampak terus mengukir senyuman.

Semua orang disana menghembuskan nafasnya, mereka semua terlihat lega karena ternyata kegilaan leader mereka itu hanyalah akting belaka. Hal ini berbanding terbalik dengan jiyoung yang masih terlihat kaget. Ia tak habis pikir dengan jalan pikirannya seungri, bagaimana mungkin seungri dapat berpikir seperti itu? jiyoung yakin sekali seungri pun tadi sebenarnya kaget melihat sikapnya, namun mengapa lelaki itu memilih untuk menolong jiyoung? Mengapa ia selalu menolong jiyoung? Apa kakaknya pernah berbuat hal yang mulia pada seungri hingga lelaki yang kini masih tersenyum itu selalu saja membela kakaknya?

Yang Hyun Suk terlihat sedikit mengepalkan tangannya

“Seungri!!! Kau itu memang!!! Ke ruanganku sekarang!!” serunya dengan ekspresi marah.

Namun bukannya terlihat menyesal, seungri tetap tersenyum

“aiyay kapten laksanakan!” Dengan tetap tersenyum, Seungri segera menghampiri lelaki bertopi tersebut dan keduanya bersiap keluar ruangan.

“Tu-tunggu…” Sepatah kata yang dikeluarkan jiyoung ini segera menghentikan langkah keduanya.

“jiyong, hal yang ingin kubicarakan denganmu kita tunda hingga besok. Soal latihannya, batalkan saja namguk. Lanjutkan besok. Aku ingin memberi pelajaran pada anak nakal ini” lanjut Yang Hyun Suk singkat. Dirinya kemudian segera berlalu dari ruangan, diikuti seungri dibelakangnya.

TOP  menggeleng perlahan “pasti hari ini dia akan dimarahi habis-habisan lagi. kasihan”

“Namanya juga seungri. Kalau ga berbuat sesuatu sih namanya bukan dia” timpal taeyang sambil meneguk air mineral putih dengan ganasnya.

Daesung mengangguk “Benar. sudahlah kita tunggu dia disini, setelah itu kita makan. Gimana? Lagian latihan dibatalkan kan?”

Keduanya setuju dengan saran daesung. Sejenak Taeyang mengalihkan pandangannya pada Jiyoung yang masih sibuk menundukkan kepalanya

“jiyong, kau memang sayang sekali yah dengan seungri. Dari dulu kau selalu membantunya” Seru lelaki itu seraya menepuk pundak kurus milik Jiyoung.

Jiyoung tak memberi respon apapun, pikirannya hanya tertuju pada seungri. Bagaimana bila Seungri dimarahi habis-habisan? Bagaimana bila maknae itu mendapat hukuman ? dan bagaimana bila seungri malah tidak bisa jadi anggota BIGBANG lagi karena membela sikap bodohnya tadi?

MAAFKAN AKU…..Seungri….

*_*T-W-I-N-S*_*

“seungri gimana? Apa kau dikeluarkan dari BIGBANG sekarang?” Jawab TOP singkat diiringi seringai pendek dari wajahnya.

Seungri terdiam sejenak, lalu kembali tersenyum

“Tidak dong, aku hanya dihukum sedikit”

“ah, tidak seru” jawab TOP santai, membuatnya segera mendapatkan tatapan kematian dari semua member, kecuali seungri. Lelaki tampan itu pun segera mengerucutkan bibirnya sambil menyilangkan kedua tangannya didada.  Seketika ia duduk disofa dekat jiyoung berdiri.

Jiyoung menundukkan kepalanya, rasa bersalahnya kini memuncak kembali. Ia tak sanggup melihat wajahnya seungri bahkan bila hanya beberapa detik.

Seungri kemudian menghampiri jiyoung dan menepuk pundak gadis itu pelan, dengan cepat lelaki berambut hitam pekat tersebut mendekatkan wajahnya ke telinga jiyoung dan berbisik

“aku tak apa hyung”

Sedetik kemudian, seungri dapat melihat wajah jiyoung nampak mengeluarkan seukir senyuman.

“kalian menungguku untuk makan kan? Ayo sekarang kita makan. Aku punya rekomendasi tempat dekat sini” seru seungri seraya mengembangkan senyum terlebarnya

Daesung dan Taeyang mengangguk pelan, begitu juga jiyoung. TOP sedikit gengsi awalnya, namun karena cacing diperutnya memang sudah berbunyi sedaritadi, akhirnya ia pun berdiri dan ikut menganggukan kepalanya.

“baiklah kita jalan saja yah, yuk berangkat BIGBANG!” Dengan cepat Seungri melangkahkan kakinya keluar ruangan, begitu juga dengan keempatnya

*_*T-W-I-N-S*_*

“Aaaahh BIGBANG ! itu BIGBANG!”  teriak beberapa gadis histeris ketika melihat 5 member bigbang yang biasanya sibuk itu, terlihat berjalan beriringan melewati mereka.

TOP, daesung, seungri dan taeyang sesekali melemparkan senyum terindah mereka, bahkan Seungri yang terlihat paling berbahagia, melambaikan tangannya menyambut teriakan para fans. Sepertinya seungri memang sengaja ingin berjalan karena hal ini. Memang lelaki yang haus kepopuleran sepertinya.

Tidak memerlukan waktu lama untuk membuat orang-orang segera berkumpul setelah mengetahui keberadaan BIGBANG disana . Hanya dalam waktu beberapa detik pun, sudah ada beberapa orang disana. Jelas ini membuktikan bahwa pesona mereka sebenarnya mampu menangkap radar seseorang, khusunya para gadis. Kini jalanan yang beberapa menit lalu terlihat kosong itu terlihat lebih ramai sekarang.  sudah banyak  gadis yang rata-rata masih bersekolah itu, berkumpul dan meneriakkan nama mereka. Bahkan ada diantara mereka terlihat mengeluarkan air mata saking senangnya melihat keberadaan BIGBANG yang notabenenya hanya LEWAT DOANG depan mereka.

Namun seolah mengerti, para fans tidak meminta tandatangaan mereka. Para fans hanya meneriakkan nama mereka serta mengambil dokumentasinya saja. Hal ini sungguh membanggakan mengingat biasanya fans akan bersikap anarkis apabila dapat bertemu idola mereka.

“G DRAGON oppa tersenyum dong!!” Teriak salah satu wanita seraya memencet tombol kamera pada handphone miliknya.

Jiyoung yang tak terbiasa dengan orang banyak hanya mengulas senyumannya sedikit. kedua manik matanya nampak terkejut melihat banyaknya fans BIGBANG yang terlihat disana. Ada sedikit kebahagiaan disana, jiyoung merasa bangga dengan kakaknya saat hal ini terjadi. Sepertinya kakaknya telah melakukan pilihan yang benar, ia baru sadar jika kakaknya se populer ini. Tak terasa senyuman mengembang diwajah jiyoung.

Kelimanya masih sibuk berjalan hingga beberapa butir-butir air jatuh mengenai wajah dan tubuh mereka, perlahan namun pasti butir air tersebut semakin mengeroyok tubuh mereka.

“wuaah hujan, percepat langkahnya. Sebentar lagi sampai” seru seungri kemudian mempecepat langkahnya. Kepalanya nampak ditutupi kedua tangan besar miliknya, yang lainnya hanya mengikuti

Akhirnya setelah beberapa saat, hujan semakin deras. Untung sekali kelimanya telah sampai disebuah restoran kecil bernuansa jepang. Setelah sampai disana, mereka langsung masuk kedalam.

Jiyoung segera menepukkan lengan bajunya yang terlihat basah.

“ah, sungguh deras seka….” kata-katanya terhenti ketika menyadari ke-empat member BIGBANG lainnya terlihat menatapnya dengan sangat kaget, jiyoung pun mengerutkan dahinya.

Apa lagi kali ini tuhan?

“ada apa ? mengapa kita tidak langsung memesan?”

Taeyang menggelengkan kepalanya perlahan, Daesung terlihat menganga dan TOP menutup wajahnya. ketiganya menunjukkan ekspresi yang berbeda namun dengan konsep yang sama. Apa kali ini ia melakukan hal bodoh lagi ?

“Ra-rambutmu Hyung….” Seungri membuka mulutnya, ekspresinya juga sama dengan yang lainnya.

Mendengar itu, degupan jantung jiyoung kini kian cepat. Dengan perlahan gadis itu menyentuh puncak kepalanya dan memastikan apa yang terjadi dengan kepalanya.

“cat rambutnya…..” TOP kini ikut menggeleng.

“Luntur…” lanjut daesung seksama.

WHAATTTT???????LUNTUUUUUUUURRRRRRR?  AKU TAK SALAH DENGAR KAN???

“warna putihnya luntur hyung” Seungri menghampiri jiyoung dan memperhatikan dengan seksama rambut milik leader mereka.

Taeyang memiringkan kepalanya sedikit kekanan, lelaki pendek tersebut juga ikut memperhatikan rambut milik jiyoung.

“warnanya aneh”

TOP dan daesung yang penasaran pun ikut menghampiri jiyoung dengan seksama, membuat gadis tersebut kembali menghembuskan nafasnya dengan pasrah.

“baunya…” Seru daesung dengan ekspresi aneh. Lelaki bermata sipit itu memejamkan matanya sejenak seraya mempertajam indra penciumannya.

“tidak salah lagi, baunya aku sangat kenal. Ini bau cat tembok dirumahku” lanjutnya polos. Tentu saja jawaban daesung ini menuai kontroversi yang besar dari yang lainnya.

“ma..sa sih???” Kini taeyang ikut mempertajam indra penciumannya.

“ah, iya benar baunya memang seperti cat tembok” seru TOP meyakinkan.

Jiyoung menganga, ia tak bisa mengontrol wajahnya.

“Jiyong…..” TOP terdiam sejenak.

Lelaki bertubuh tinggi tersebut menepuk punggung gadis didepannya perlahan sambil melemparkan ekspresi kasihan

“Cat tembok untuk dipakai di dinding jiyoong…. Sedangkan untuk rambut, ya pakai cat rambut. Kau mengerti kan?”

Jiyoung mengepalkan kedua tangannya, rasanya ia ingin marah sekali dengan jiyong, saudara kembarnya itu. Ia tau benar semalam mereka berdua memang terburu-buru dalam merubah total tampilannya, tapi tidak perlu sampai pakai cat tembok juga kan??????KETERLALUAN.!!!!

“ah, ini pasti kesalahan. Aku ke kamar mandi dulu” seru jiyoung dengan terbata-bata. Gadis itu segera ngeloyor kekamar mandi sambil menundukkan kepalanya.

*_*T-W-I-N-S*_*

Ia sungguh marah dengan kakak kembarnya itu. sungguh! Jika saja ia punya kekuatan mengutuk seseorang, ia ingin sekali mengutuk kakaknya tersebut.

Jiyoung melangkahkan kakinya perlahan seraya menutupi kepalanya dengan tangan kanannya, tangan satunya sibuk untuk menutupi sebagian wajahnya. Malu, kesal dan marah bercampur disana. Tak berapa lama, Jiyoung sudah sampai didepan kamar mandi. Tanpa basa basi ia segera memasuki kamar mandi dan…

“KYAAAA!!!! PENGUNTIT!”

PLAK !

Tamparan keras tepat menghantam pipi mulusnya begitu ia baru beberapa detik tiba didalam kamar mandi. Begitu tiba-tiba, cepat, dan tak terasa. Membuat Jiyoung hanya membulatkan kedua matanya

Tanpa melihat wajah dari jiyoung, Gadis yang menamparnya segera berlalu sambil sesekali menyumpahinya. Jiyoung terdiam disana, membeku……

Sekali lagi ia lupa bahwa sekarang dirinya sedang menjadi lelaki….

Pantas saja ia menjadi korban keganasan seorang perempuan disana. Demi apapun ketika sampai disana jiyoung tidak melihat sesuatu yang ‘tidak wajar’ yang tengah dilakukan gadis yang menamparnya tadi. Well sebagai sesama wanita menurutnya itu suatu kewajaran, Ia hanya melihat gadis itu sedang…….ah, sudahlah biar itu menjadi rahasia ia….dan tuhan. Bahkan penulis dan reader pun tak akan pernah ia beritahu soal ini.

“JIYONG! akan kubunuh kau!” Serunya begitu menyadari penyebab semua ini berasal dari ide gila kakaknya tersebut.

Walau sangat kesal, jiyoung tak dapat berbuat apapun. Ia hanya perlu memberi pelajaran pada kakaknya itu dirumah nanti. Ia pastikan senyum kakaknya tersebut akan berakhir ketika dirinya tiba! Memang benar dari awal bila menjadi kakaknya itu adalah hal yang terburuk. Sangat buruk.

Jiyoung mengusap bekas tamparan tersebut perlahan. Dengan gontai, ia segera keluar kamar mandi. Ketika sampai didepan pintu keluar, kedua manik matanya dapat melihat kenampakan seungri yang sekarang berada tepat dihadapannya.

“ah, seungri it-itu ak-aku……” Jiyoung terbata-bata, ia tak tahu harus mengeles apalagi saat ini.

Seungri menatapnya sejenak, kemudian tersenyum

“jadi hyung yang membuat gadis tadi berteriak penguntit?” tanyanya datar seraya menunjuk pintu keluar restoran

Jiyoung tersenyum kecut “itu kesalahan, aku salah masuk kamar mandi”

“salah masuk kamar mandi ? gambar didepan sudah jelas sekali perbedaannya hyung” Seru lelaki itu kemudian menunjuk gambar orang memakai rok pada bagian depan pintu toilet wanita dan gambar orang memakai celana pada bagian depan pintu toilet lelaki.

“a-ak-aku tadi menunduk, jadi tak melihat. Aku sekarang mau masuk” jawab gadis itu singkat. Dengan cepat jiyoung segera masuk toilet seharusnya, toilet pria, Seungri pun mengikutinya.

“kau kenapa mengikutiku seungri?”

“aku tak mengikutimu Hyung, aku ingin merapikan rambutku” jawabnya pelan. Jiyoung pun hanya mengangguk.

Jiyoung kini membersihkan sisa-sisa cat putihnya dengan air di wastafel. Untung saja disana sedang tak ada orang selain dirinya dan seungri. Jadi ia bisa lebih leluasa dikamar mandi itu tanpa harus merasa ketar-ketir ataupun gelisah. Walaupun disana ada seungri, ia tak merasa terganggu. Mungkin itu karena ia kenal dengan seungri atau…..mungkin karena ia sekarang lebih mempercayai seungri.

Sambil membersihkan rambutnya, Jiyoung sesekali menoleh kekanan, sengaja menatap wajah seungri yang tengah sibuk merapikan rambutnya yang terlihat lepek akibat hujan tadi. Kedua manik matanya terus menatap wajah tampan seungri yang hanya terlihat dari samping, sampai akhirnya sang pemilik wajah menoleh dan tersenyum manis padanya.

“eh…ma-maaf seungri. Aku tak bermaksud memperhatikanmu. Itu Cuma…” Seru Jiyoung kaget mengetahui niat tersembunyinya melihat wajah Seungri malah ketahuan. Tak terasa semburat merah muncul dari kedua pipinya.

Seungri hanya tersenyum.

Jiyoung tertunduk malu, kini pipinya sudah benar-benar seperti kepiting rebus. Ia sangat malu bertatapan dengan seungri sekarang, rasanya sangat malu.

“mmm, seungri…a-aku-“

“iya kenapa hyung?”

Jiyoung meremas kepalan tangannya, kepalanya masih ia tundukkan dengan sempurna “gomawo buat semua pembelaanmu hari ini. a-aku…”

Seungri mendekatkan wajahnya pada gadis didepannya, hal ini kontan membuat Jiyoung bersemu merah.

“ka-kau mau ap….?”

Lelaki tampan itu mengeluarkan sapu tangan bergambar panda dari saku celananya dan segera membersihkan noda cat yang masih menempel di rambut jiyoung.

“ceroboh sekali kau hyung. Bagaimana bisa kau memakai Cat tembok untuk rambutmu” Seru Lelaki itu sambil terus mengusap kepala jiyoung perlahan, meninggalkan sikap diam pada gadis didepannya.

“Cat ini sangat lengket, sepertinya memang perlu dikeramas. Lebih baik hyung cepat pulang. Nanti fans mu pada tahu” Lanjutnya.

Melihat perhatian lelaki itu, jiyoung hanya menguntai senyumannya kecil. Ia hanya tak menyangkan maknae yang beberapa hari yang lalu sangat ia benci, kini berubah menjadi maknae yang sedikit ia suka. Peraingainya memang seperti anak kecil, bahkan terkadang lelaki itu sering mengeluarkan kata-kata menyebalkan sebelum berpikir terlebih dahulu. Namun entah kenapa, sekarang jiyoung merasa lelaki itu sangat dewasa, baik hati, dan terkesan sangat tulus padanya. Ia merasa Seungri dapat diandalkan untuk beberapa hal.

Kedua matanya menatap lurus seungri, melihat kembali seukir senyum kecil yang masih merayap di wajah bulat milik lelaki itu. Tak terasa wajahnya terasa panas, perlahan tapi pasti semburat merah menjalar hampir keseluruh bagian wajahnya.

“ah, Aku bisa melakukannya sendiri” Seru Jiyoung segera meraih sapu tangan milik seungri dan membersihkan noda cat nya, seungri pun tersenyum dan kembali memperbaiki rambut hitamnya yang masih terlihat agak berantakan.

Keduanya kembali melakukan aktivitasnya masing-masing. Jiyoung yang masih saja membersihkan rambutnya dan seungri yang juga sibuk merapikan rambutnya. Setelah melewati 5 menit dengan terdiam, akhirnya jiyoung pun membuka kembali mulutnya,

“se-seungri?” Seru jiyoung kembali memanggil nama seungri untuk kesekian kalinya. Ia igin sekali berterima kasih yang benar atas semua yang dilakukan lelaki itu padanya. Bukan hanya berterima kasih selewat saja seperti yang telah dilakukannya barusan.

Lelaki tersebut kembali menatap gadis dihadapannya. Butuh waktu yang agak lama bagi jiyoung hanya untuk mengucapkan terima kasih pada seungri. Entah apa karena ia gugup atau karena ia merasa banyak bersalah pada lelaki itu. Jiyoung merasa suaranya menahan keinginan itu, walaupun hatinya tentu saja ingin berterima kasih.

“i…itu…”

Belum selesai perkataan Jiyoung, seungri menatap lurus wajahnya dengan seksama. Perlahan lelaki itu mendekatkan kembali wajahnya

“a-ada apalagi kal….?”

Tangan Seungri menyentuh pipi jiyoung yang masih terlihat kemerahan

“ada apa dengan pipimu hyung? Mengapa merah seperti ini?”

Sontak Jiyoung menepis pelan tangan seungri dan segera memegangi pipinya tersebut “tak apa, ini hanya kecerobohanku” gadis itu menundukkan kepalanya.

Lelaki didepannya tidak marah, raut wajahnya terlihat khawatir.

“benarkah? Apa ini gara-gara gadis tadi? Apa dia menamparmu? Sampai rumah harus segera diobati, oke?”

Jiyoung perlahan menengadahkan kepalanya “emmm baiklah, tapi lain kali kau tak usah membelaku, membantuku ataupun menghawatirkanku. Kau tau kan aku ini kuat”

Gadis itu sedikit menggigit bibir bawahnya, ia tahu pasti seungri akan kecewa mendengarnya mengatakan hal itu. Namun jiyoung mengatakan ini bukan untuk menghindari atau menjauhi seungri, ia hanya tak ingin lelaki tampan itu terus masuk kedalam masalahnya. Sudah cukup seungri dipermalukan dan dimarahi CEO kakaknya tadi, ia tak mau lelaki itu menanggung yang lebih dari ini.

Pemikiran jiyoung salah, wajah seungri tidak terlihat kecewa sama sekali, gadis itu justru melihat senyum mengembang dari bibir seungri.

“well, aku tahu…”

Seungri memposisikan tubuhnya lebih menghadap jiyoung dan lebih mendekat dari posisi sebelumnya.

“kau ternyata gadis yang sangat kuat”

“tentu saja, aku memang gadis yang ku……” kata-katanya terhenti ketika mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan seungri.

“ehh???? Bu-bukan ga-ga-gadis seungri. Tapi lelaki, aku ini kan lelaki tulen. Bagaimana bisa kau sebut aku gadis? Kau salah sebut ” serunya terbata. Kedua matanya nampak membulat.

Namun lelaki tambun itu seolah tak mendengar perkataan gadis didepannya. Tangan kanannya menyentuh puncak kepala jiyoung dan mengacaknya perlahan

“kau gadis hebat, kwon JI-YOUNG”

Mendengarnya, jiyoung membelalakan matanya.

“JIYONG! bukan jiyoung….. seungri. Ka-kau sal….”

Seungri mendekatkan kembali wajahnya pada jiyoung, hingga jarak keduanya hanya tertinggal beberapa centi saja.

“kwon JIYOUNG NOONA lanjutnya dengan seukir senyuman indahnya.

Jiyoung terdiam, gadis itu tak tahu harus bagaimana melawan seungri yang sepertinya sudah mengetahuinya.

“aku sudah tahu noona, kau tak perlu berpura-pura lagi…”

Gadis didepannya tersebut melebarkan kedua kelereng matanya, terlihat ekspresi terkejut dan takut menghinggapinya. Keringat mulai bercucuran dipelipis dahinya.

“ba..ba-bagaimana kau tahu Se-seungri?”

Seungri mengeluarkan senyum termanisnya pada jiyoung. Lelaki itu kemudian membuka kembali mulutnya

“Menurutmu?” Tanyanya riang.

*SERIAL 2 END*

To be continued……..

Gimana? Mengecewakan kah? Aahhh maaf bagi yang sudah nungguin taunya hasilnya gini doing nyuhuhuhu-,-

Tapi tetep saya tunggu kritikan dan masukan kalian ^^ makasih udah membacanyaa yaaaah…

See you next time….