Because Of Her-JiforG

Previously : Because Of Tattoo | Cake | You | Her | Her (Part II)

Title : Because Of Her (Part II) End

Author : JiforG

Cast :

-Kwon Ji Yong

-Kwon Hyeon Ji aka Jiyong’s Sister (OC)

-Choi Seunghyun, Seungri,  Jee Hee Park (Chandri), Park Chanyeol (EXO-K)

Lenght : Series? Maybe Yes Maybe No

 “Mungkin aku hanya menyukai secara sepihak. Dan secara sepihak pula aku kecewa”

<><><>

Hyeon Ji melepas tangan Seunghyun dari dagunya kemudian mundur beberapa langkah. “Memang ada masalah apa, oppa sampai harus meminta maaf?” tanyanya sedikit ketus. Sedangkan matanya menatap kearah lain. Seunghyun yang masih tersenyum malah menarik tangan gadis itu,“Kita tidak bisa membahasnya disini. Kajja”  tapi dengan cepat Hyeon Ji melepaskan genggaman Seunghyun dari pergelangan tangannya.

“Maaf, aku sedang dengan teman-temanku.” Katanya tegas, lalu buru-buru pergi meninggalkan toko.

Tentu bukan Seunghyun namanya jika menyerah. Di pakainya kembali maskernya kemudian mengejar Hyeon Ji keluar. “cakkaman!” seru Seunghyun pada Hyeon Ji. Tapi gadis itu sama sekali tidak mau menoleh, malahan bergegas pergi. Begitu di luar toko, sudah ada Chanyeol dengan tas plastic di sisi kaki kiri dan kanannya,  sedangkan Jee Hee, sedang bersiap menelpon Hyeon Ji. “Ya! Kau darimana saja sih?!” sambar Jee Hee langsung, begitu melihat batang hidung temannya itu. Tapi saat dia ingin kembali mengomel, Seunghyun sudah berdiri di samping Hyeon Ji.

“Siapa dia?” tanya Jee Hee bingung, menunjuk kearah Seunghyun yang hanya memakai kemeja kotak-kotak, masker, serta topi.

“Eerr…dia..”

“Temanmu?” tanya Chanyeol ikut penasaran.

“Ahn~.. dia TOP” jawab Hyeon Ji pelan, takut ada orang selain mereka mendengar.

Jee Hee tampak kaget, sedangkan mulut Chanyeol hanya membentuk, “MWO?!” Lalu pelan-pelan berjalan mendekat kearah TOP, memperhatikan pria itu lebih dekat. “Kau  tidak bercanda kan?” tanya Chanyeol menoleh pada Hyeon Ji, sedangkan tubuhnya yang entah-sejak kapan berdiri tepat di depan Seunghyun, memperhatikan pria itu dengan seksama. Seolah Seunghyun makhluk asing yang datang dari planet entah-berantah.

 “Anyeong Hyung!” tibat-tiba saja Chanyeol sudah memberi tangannya untuk bersalaman. Seunghyun yang terlihat santai, hanya balas menyalami. “Sebaiknya kita segera ketempat yang aman untuk mengobrol” Chanyeol memberi gagasan.

“Heh? Tapi bukannya kita harus mengantarkan kostum-kostum ini ke sekolah” tanya Jee Hee lalu mengangkat kedua plastic yang berisi kostum-kostum teman mereka yang akan di pakai untuk acara festival sekolah.

“Oh iya ya..” gumam Chanyeol lemas. “Sebenarnya, salah satu sepupuku adalah fans beratmu Hyung. Hmm, aku juga fans mu sih Hyung” aku Chanyeol sedikit malu-malu.

“Khamsahamida” Seunghyun membungkuk singkat, berterimakasih.“Sampaikan salamku untuk sepupumu kalau begitu”

“Pasti! Pasti akan ku sampaikan! Wah, dia pasti akan senang sekali kalau bisa melihatmu secara langsung begini, Hyung” lagi-lagi Chanyeol masih terkesima dengan Seunghyun. “Apa aku boleh meminta tanda tanganmu Hyung?” tanyanya akhirnya.

“Tentu saja.”

“Jee Hee, apa kau punya pulpen dan kertas?” pinta Chanyeol polos.

“Tsk, tidak modal sekali” keluh gadis itu.

“Aku kan tidak bawa tas sekolah, sudah, cepat berikan saja.”

Selagi Jee Hee sibuk dengan tasnya, Seunghyun diam-diam melirik kearah Hyeon Ji yang berdiri tidak jauh darinya. “Ah kau merepotkan sekalih sih!” gumamnya Jee Hee, memberikan kertas dan pulpen, pada Chanyeol.

“Siapa nama sepupumu?” tanya Seunghyun, begitu Chanyeol memberikan kertas tersebut padanya

“Namanya Hyuna”

Begitu menandatangani dan menuliskan nama Hyuna, Seunghyun memberikan kertas dan pulpennya kembali pada Chanyeol. “Thank you Hyung!”

“Anytime. Tapi sebagai gantinya, apa aku bisa meminjam Hyeon Ji? Aku sedang ada perlu dengannya” Bisik Seunghyun pelan pada Chanyeol. Seketika wajah Chanyeol berubah, tidak lagi senang seperti awal dia bertemu Seunghyun. Dan bukan langsung menjawab, dia malah melirik kearah Hyeon Ji yang berdiri di samping Jee Hee, seperti menimbang-nimbang sesuatu. “Bagaimana?” tanya Seunghyun. Chanyeol memang tahu kalau Hyeon Ji adalah adik Kwon Jiyong aka Gdragon, tapi dia tidak tahu kalau hubungan Hyeon Ji,  begitu dekat dengan Choi Seunghyun.

Dengan senyum terpaksa dia menjawab, “Baiklah.”

“Thanks!” Seunghyun menepuk bahu Chanyeol pelan. “Kajja!” Seunghyun menghampiri Hyeon Ji lalu menarik pergelangan tangan gadis itu.

“Hey! Mau kemana?!” kaget di tarik tiba-tiba, membuat Hyeon Ji hampir jatuh. Tapi berhasil menyeimbangkan langkahnya kembali. Begitu keduanya pergi. Jee Hee yang semula melihat temannya—Hyeon Ji yang sudah di culik, kini beralih memperhatikan Chanyeol, memegang kertas dan pulpen di genggamannya, sama sekali tidak bergeming. “Hey! Mau sampai kapan kita di sini? aku lapar nih, masih jadi di traktirkan?” tanya Jee Hee mengingatkan.  Walau maksud kata-katanya adalah untuk mengalihkan Chanyeol.

“Oh, maaf..Kajja..” sahut Chanyeol. Tidak ada nada semangat seperti awal mereka bertemu.

“Kenapa anak ini? Apa jangan-jangan dia…” Batin Jee Hee, ketika mereka melangkah pergi meninggalkan tempat pertemuan singkat antara Seunghyun dan mereka.

<><><>

04.20 PM

-TAMAN-

“Ini!” Hyeon Ji memberikan eskrim pada Seunghyun yang sedang duduk. “Lain kali, kalau tidak mau di kenali orang, sebaiknya tidak usah keluar!” sindir Hyeon Ji, kesal di suruh beli eskrim yang jaraknya lumayan jauh. Dengan malas gadis itu duduk di samping Seunghyun, memakan eskrimnya tanpa menoleh sedikitpun pada pria tersebut.

“Mianhe” Jawab Pria itu akhirnya. Di letakkannya tangannya ke bahu gadis itu, mencoba mencairkan suasana, tapi sayangnya Hyeon Ji malah menggeser duduknya semakin menjauh. Membuat Seunghyun hanya bisa menghela napas, menyilangkan kakinya dan mulai memakan eskrimnya sendiri.

“Sebenarnya apa yang ingin Oppa bicarakan? Ini sudah sore, aku harus segera pulang sebelum Jiyong Oppa menelpon.” Gadis itu berkata tegas. Hatinya masih kesal dengan pria yang duduk di sampingnya.

 “Maaf. Maaf karena aku mengabaikanmu kemarin.” Hanya jawaban singkat yang keluar dari mulut Seunghyun. Lalu untuk beberepa saat,  angin sore menyapa keduanya, bersama dengan suara gelak tawa anak-anak yang jaraknya lumayan jauh untuk bisa mendengar, apa lagi mengenali wajah Seunghyun.

“Wanita itu Yuri.” Seunghyun kembali angkat bicara. “Kamu ingat film yang ku perankan beberapa tahun lalu? Dia anak sutradara film itu.”

“Lalu? Apa hubungannya denganku?” jawab Hyeon Ji ketus, masih sibuk menghabiskan eskrim miliknya.

“Kami tidak ada hubungan khusus” Lanjut Seunghyun lagi.

“……………”

“Aku tahu, kamu pasti marah dengan sikapku sewaktu di restoran kemarin. Tapi, jujur, aku tidak bermaksud untuk tidak berbicara padamu, apa lagi sengaja mengabaikanmu. Saat aku hendak mengajakmu berbicara, kamu malah berbicara dengan Seungri. Sedangkan Yuri, dia selalu mengajakku mengobrol malam itu.”

“…………..”

“Hyeon Ji-ya! kumohon, bicaralah supaya aku tahu apa yang ada di pikiranmu” Seunghyun terdengar sedikit frustasi dengan gadis yang duduk di sampingnya itu.

Ada jeda yang cukup lama, ketika Hyeon Ji mulai berbicara, “Lupakan saja kejadian kemarin, sekarang ayo kita pulang?” gadis itu bangkit berdiri dari tempatnya, memberikan tangannya pada Seunghyun, lalu tersenyum. Senyum yang terlihat di paksakan.

Seunghyun yang masih duduk, mendongak dari tempatnya, menyambut uluran tangan gadis itu. “Aku akan berdiri kalau kau mengatakan, kau juga cinta padaku.”

Nada suara pria itu terdengar serius dari sebelumnya.  Membuat gadis itu sedikit takut. Spontan Hyeon Ji melepaskan tangan Seunghyun dari tangannya. “Oppa! Kumohon, jangan paksa aku.” Katanya. Lalu pergi meninggalkan Seunghyun. Hanya kalimat itu yang terlintas di pikirannya. Dia terlalu takut untuk menatap Seunghyun. Melihat kedalam mata pria itu…rasanya…entahla, yang jelas perasaan Hyeon Ji campur aduk sekarang.

Seunghyun mengehela napas, eskrim yang hanya sekali di makannya itu kini sudah mencair. Di letakkannya di sembarang tempat, berjalan menghampiri Hyeon Ji yang meninggalkannya, dan tiba-tiba, Greb! Dia menarik lengan Hyeon Ji, membuat gadis itu membalikkan  tubuhnya. Kini keduanya saling berhadap-hadapan. Belum sempat Hyeon Ji memprotes perlakuan Seunghyun, pria itu sudah lebih dulu membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya.

Ciuman itu…

ciuman itu membuat jantung keduanya berdetak tidak karuan. Seunghyun—pria itu, terlalu mencintai gadis itu. Hingga akalnya sedikit di luar batas.

Begitu  mencium bibir gadis itu dengan paksa, di elapnya bibir Hyeon Ji dengan jarinya, kemudian tersenyum, lalu berbisik, “Maaf, kalau aku memaksamu untuk menyukaiku. Mungkin aku hanya menyukai secara sepihak. Dan secara sepihak pula aku kecewa” ada nada lirih tersirat di kalimat itu. Lalu  perlahan dia berjalan meninggalkan Hyeon Ji yang masih membeku  di tempatnya. Gadis itu terlalu kaget, hampir-hampir tidak mendengar apa yang baru saja di katakan Seunghyun.

“Anggap saja ciuman tadi tidak pernah ada” Seru Seunghyun yang sudah mulai berjalan menjauh.

Hyeon Ji masih berdiri, lidahnya terasa kelu, kakinya terasa lemas. Yang dia rasakan, semuanya terasa tiba-tiba. Otaknya tidak mampu untuk menghentikan Seunghyun.

<><><> 

“YAA!! Kenapa kain kotor ini belum juga di cuci?!” Suara cempreng ber mix kan nada frustasi milik Jiyong terdengar dari arah tempat cucian. “Hyeon Ji-ya!!!” teriaknya nyaring. Tapi orang yang di panggil tidak menampakkan wujudnya, membuat Jiyong melangkahkan kakinya ke kamar Hyeon Ji dengan penuh amarah.

“Rabbit-ah! Kenapa kau tidak mencuci?  kain kotor di biarkan banyak begi…waeyo? kau nangis?” tiba-tiba saja, nada yang awalnya terdengar kejam dan memekakkan telinga itu ter-henti dan berubah lembut begitu melihat Hyeon Ji terbaring di tempat tidur dengan membelakanginya. Di hampirinya adiknya itu,  kemudian duduk  di samping Hyeon Ji. “Ada apa? Apa kau sakit lagi?”

Bukannya menjawab, Hyeon Ji mulai menangis kembali. Jiyong yang semulau duduk ikut berbaring di sampingnya. Dadanya terasa sesak. Dia tidak tahu kalau perkataan Seunghyun tadi sore, begitu membuatnya sampai sesak seperti sekarang ini.

“Mungkin aku hanya menyukai secara sepihak. Dan secara sepihak pula aku kecewa”

“Anggap saja ciuman tadi tidak pernah ada”

Kalimat-kalimat itu terus terngiang di pikirannya, hingga air matanya tidak bisa di bendungnya.  Dan entah kenapa, tanpa Hyeon Ji perlu bicara, Jiyong seolah mengerti perasaanya Hyeon Ji. “Kau tahukan, kalau aku selalu ada di pihakmu apapun yang terjadi. Jadi, tidak perlu memaksakan diri untuk membereskan semuanya sendiri. Aku tidak akan memaksamu untuk cerita sekarang. Kapanpun kau siap, Oppa akan selalu ada untuk mendengarkanmu” bisiknya, lalu memeluk erat Hyeon Ji yang masih membelakanginya.

<><><><>

Hey readers! How’re you doing? Hope you’re doing good. All of you!

Kangen sama blog, kangen baca FF, Kangen bercuap-cuap ria sama readers dan author2 disini😦 Banget! Tapi apa nak di kate, tugas kuliah itu lebih penting, benar tidak? Semakin semester atas semakin tugas2nya serius ==” dan sayapun mau tidak mau harus ikut serius. Dan sedikit pemberitahuan dan permohonan maaf saya kalau FF2 saya yang series akan saya stop. Dan kemungkinan FF ini juga akan saya stop kalau tidak ada lagi ide yang bisa saya tuangkan. Jadi kalau lah teman-teman semua berkenan memberi ide untuk  FF ini silakan di komen, jadi kalau ada ide2nya yang nantinya sejalan dengan ide saya, akan saya jadikan lanjutannya. Untuk gambaran kedepannya memang udah jadi setengah, tapi saya mau minta saran teman2 semua🙂 So, untuk saat ini Yang Because Of Her sampai disini dulu. Kita biarkan Seunghyun bertepuk sebelah tangan untuk sementara. Sedangkan Hyeon Ji? Biarlah dia belajar untuk ujian kelulusannya.

So how was the FF? Leave some comment ya