page

I Love your Dongsaeng Part 2

Cast  :

–         Kwon Ji Yong aka G-Dragon

–         TOP

–         Kwon Ji Ra (OC)

Genre                   : Family, romance, friendship.

Author        : @Felyciahanna

Ini FF chapter ku yang kedua! ^_^ Sebenernya FF ini mau aku jadiin oneshoot, tapi karena kepanjangan, aku bikin ber-chapter deh! Ya udah, happy reading!!!

 

“Kita sudah sampai nona” ucapan supir bus membuatku kaget. Hah? Sudah sampai? Cepat sekali?

“Oh, kamsahamnida ahjussi” aku mengucapkan terimakasih, lalu segera turun dari bus.

“Waaahhhh!!!!! Sudah lama aku tidak jalan-jalan sendirian seperti inii!! Ini  sangat menyenangkan!” aku berteriak saking senangnya, tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarku.

Ji Ra POV end Author POV

Hujan deras disertai angin yang sedang melanda malam Kota Seoul, cukup membuat namja bertubuh kurus yang sedang berada di ruang kerjanya di YG Building mondar-mandir. Beberapa kali Ji Yong mendekatkan ponsel Iphone 4 nya ke telinga, tapi yang terdengar hanya suara operator.

“Aish, kemana anak itu?! Kenapa telponnya tidak diangkat?! Hari ini hujannya deras sekali. Aku takut terjadi apa-apa padanya. Dia kan punya penyakit maag” gumam Ji Yong, dengan ponsel yang masih terus didekatkan ditelinga kecilnya.

“Ayolah Ji Ra, angkat telfonnya” kali ini Ji Yong benar-benar kawatir.

“Kau kenapa Ji? Ada masalah?” TOP yang masuk ke ruang kerja Ji Yong, bingung melihat leader BigBang itu mondar-mandir.

“Oh,kau hyung. Kenapa kau ke sini?” tanya Ji Yong, masih tetap mondar-mondir.

“Aku bosan di apartemenmu. Makanya aku ke sini” jawab TOP santai, sambil mulai memainkan komputer.

“Hyung, sebelum kau kesini, apakah Ji Ra sudah pulang?” Ji Yong kembali bertanya,tapi  kali ini duduk di sebelah TOP *pegel mungkin*

“Belum. Dia belum pulang. Wae?” tanya TOP, masih asyik dengan game di komputer.

“Aish ottoke! Anak itu belum pulang sampai sekarang hyung! Padahal sudah hampir jam 7, sedangkan aku masih harus rapat dengan staff YG lainnya. Dia pasti kehujanan. Ah, bodohnya aku!” rutuk Ji Yong, sembari membenamkan mukanya di meja. TOP yang mendengar pun, sontak kaget dan membulatkan matanya.

“Mwo? Dia belum pulang? Ya sudah, biar aku yang cari!” ujar TOP. Tanpa babibu, TOP segera berlari meninggalkan Ji Yong yang tampak shock, karena couplenya tersebut mau membantu mencari adik kesangannya.

Author POV end TOP POV

Aku tidak bisa membayangkan wajah Ji Ra yang basah kuyup dan kedinginan. Apalagi daya tubuhnya yang tidak sekuat Ji Yong, membuatnya gampang jatuh sakit. Sudah setengah jam aku mengelilingi jalanan malam Kota Seoul yang basah akibat hujan yang tak kunjung berhenti. Dengan cemas aku melihat kekanan dan kekiri, berjaga-jaga bila melihat tubuh ideal Ji Ra.

To     : Ji Ra

Ji Ra-ah, kau dimana? Kenapa belum pulang?Aku mengkhawatirkanmu

“Hmm, ani!” gumamku.

To     : Ji Ra

Ji Ra-ah, kau dimana? Kenapa belum pulang? Ji Yong mengkhawatirkanmu.

“Ini mungkin lebih pas” gumamku lagi.

Aku juga sudah berkali-kali mencoba menelfonnya. Barangkali saja dia angkat telfonnya. Tetapi nihil.

“Ke mana sih anak itu?” jawabku cemas. Aku tidak sadar, bahwa jantungku berdetak cepat jika memikirkan anak itu. Sudah lama aku menyimpan rasa pada Ji Ra sejak pandangan pertama dua tahun yang lalu, walaupun mungkin Ji Ra belum menyadarinya. Atau mungkin tidak menyadarinya?

 

Flashback

*at YG Building* 2 years ago

Mataku tidak bisa berpaling dari gadis muda yang berdiri di belakang punggung Ji Yong. Gadis berkulit putih, bertubuh ideal, berambut coklat hitam ikal sepunggung, dan bermata hitam pekat itu terus bersembunyi di balik punggung kakaknya.

“Hyung, siapa itu? Cantik sekali, seperti gadis bule” tanya Taeyang, yang notabene menyukai gadis bule *kayak aku gitu*

“Siapa itu hyung? Pacarmu?” tanya Seungri, sambil merem-melek.

“Yaa! Kau ini! Kenalkan, ini adikku. Namanya Kwon Ji Ra, dia habis pulang dari Amerika. Umurnya 16 tahun” jelas Ji Yong singkat, sambil menarik adiknya yang bernama Ji Ra itu, menghadap kami.

“Oppa, aku malu” sama-samar, kudengar suaranya yang pelan dan indah. Sepertinya, dia malu saat berhadapan dengan kami. Maklum, kami kan tampan.

“Tidak apa-apa Ji Ra-ah, ayo perkenalkan dirimu” Ji Yong berusaha membujuk Ji Ra, agar mau memperkenalkan diri.

“A…annyeonghaseyo, Kwon Ji Ra imnida. Manna bangapseumnida” akhirnya Ji Ra memperkenalkan diri pada kami, walau nampaknya sedikit malu-malu. Aku hanya bisa memandanginya, dengan hati yang berdebar-debar.

Flashback end

Tiba-tiba, mataku tertuju pada seorang anak perempuan yang sedang menekuk lututnya di kursi halte, tak jauh dari aku menyetir.

“Ji Ra!” aku berteriak tertahan. Aku terdiam begitu melihat Ji Ra yang basah dan menggigil kedinginan. Aku pun langsung mengambil payung, dan segera keluar dari mobil untuk menghampiri Ji Ra.

“Aigoo Ji Ra-ah! Gwaenchana?!” tanyaku panik, sambil memakaikan jasku untuk dipakai Ji Ra.

“Oh, annyeonghaseyo oppa. Kenapa kau kemari?” tanyanya polos, membuatku kesal.

“Yaaa Kwon Ji Ra! Sudah basah kuyup dan kedinginan seperti ini, kau masih bertanya begitu?! Jelas-jelas aku kesini karena aku mengkhawatirkanmu! Sangat-sangat mengkhawatirkanmu! Sekarang, ayo pulang! Aku akan mengantarmu!” bentakku kesal, karena Ji Ra masih saja diam di tempat dengan keadaan basah kuyup. Dia tidak tahu aku lebih mengkhawatirkannya daripada Ji Yong.

“Mi…mianhae, jeongmal mianhae oppa. Aku sudah membuatmu khawatir. Maafkan aku” kulihat bulir-bulir air mata Ji Ra menetes, menyaingi air hujan yang mengucur di wajahnya yang manis.

“Ji…Ji Ra-ah, mianhae. Aku tidak bermaksud membentakmu” jawabku, lalu tanpa sengaja memeluknya, memberikan kehangatan untuknya. Ah, Ji Ra, kapan kau bisa menjadi milikku?

“Maaf oppa, maafkan aku” tangisnya bertambah deras. Tangannya yang gemetar memelukku erat. Aku semakin tidak kuat melihatnya seperti itu.

“Ya sudah, ayo masuk mobil hujannya semakin deras. Akan kuantar kau ke apartemen oppamu” suruhku lembut pada Ji Ra. Ji Ra hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

-SJK-

TOP POV end Ji Ra POV

Aku merasakan dingin menjalar di seluruh tubuhku. Sudah berkali-kali aku menggigil kedinginan, walaupun jas TOP oppa sangat tebal dan hangat. Kalo saja tadi aku tidak keasyikan jalan-jalan, pasti aku tidak akan pulang kemalaman, tidak ketinggalan bus, dan tidak kehujanan. Pabo sekali ya aku.

“Ji Ra-ah, gwaenchana? Kau kedinginan? Aku nyalakan heaternya ya” tawar TOP oppa. Wajahnya kelihatan khawatir sekali. Mungkin wajah Ji Yong oppa, juga seperti ini ya? Ah, tapi tetap saja tampan TOP oppa!

“Ah, ne. Gomawo oppa” jawabku. Brrr…dingin sekali.

“Ah, perutku” tiba-tiba aku merasakan perutku terasa perih. Jangan-jangan, maag ku kambuh?

“Kau kenapa Ji Ra-ah? Perutmu sakit?” tanya TOP oppa, sambil mengeluarkan sesuatu dari jok belakang.

“Aniyo oppa. Nan Gwaenchana” aku berbohong pada TOP oppa. Aku berusaha menahan sakit, supaya tidak ketahuan.

“Ini coklat panas. Minumlah, agar badanmu hangat” tawar TOP oppa lagi. Perhatian sekali dia. Senang ya, kalau aku punya pacar seperti TOP oppa *ammiin*

“Oppa, kau sudah seperti Ji Yong oppa. Perhatian sekali” ujarku, sembari meminum coklat panas pemberian TOP oppa. Hmmm…enak dan hangat.

Kulihat hanya ada semburat merah di pipi TOP oppa yang tampan dan menawan. Tidak ada kata-kata lagi yang bisa kami ucapkan.  Malam ini adalah malam paling indah, dimana aku bisa duduk di mobil berdua dengan idolaku plus orang yang aku sukai, sambil menikmati turunnya hujan di balik kaca jendela mobil.

“Ji Ra-ah” suara TOP oppa yang pelan, membuatku menoleh sedikit ke arahnya.

“Ne oppa?” jawabku gugup. Mau apa dia memanggilku? Apakah dia mau menyatakan perasaannya terhadapku? Aish! Jangan terlalu berharap pabo!

“Saranghae”

 

*Ji Yong’s apartement*

Hujan deras yang sejak tadi mengguyur malam Kota Seoul, kini mulai reda saat aku sudah sampai didepan apartemen Ji Yong oppa. Masih teringat perkataan TOP oppa. Saranghae? Aku cinta padamu? Benarkah tadi TOP oppa bilang begitu? Kenapa aku tidak langsung menjawab “Nado Saranghae”?

“Oppa, gomawo sudah mau mengantarkanku” ucapku pelan pada TOP oppa. Sakit maag ku benar-benar kambuh, disertai rasa pusing di kepala. Mungkin karena dari tadi aku belum makan nasi, ditambah kehujanan. Aku memang mempunyai sakit maag turunan. Rasanya kalau kambuh itu…..sepeti ditusuk pisau secara tuba-tiba.

“Cheonmaneyo Ji Ra-ah. Sudah sana masuk. Udara di luar sangat dingin” balas TOP oppa sambil mengacak rambutku pelan. Sepertinya, dia sudah melupakan perkataannya yang tadi.

“Ne” aku membalas senyuman TOP oppa dengan sedikit meringis menahan sakit. Keringat dingin bercucuran di dahiku. Rasa sakit di lambungku benar-benar sudah tak bisa kutahan.

“Gwaenchana Ji Ra-ah? Bibirmu pucat sekali. Kau sakit?”  tanya TOP oppa khawatir. Tak henti-hentinya dia memegang bibirku yang mungkin sudah seperti salju.

“Ani oppa, nan gwaenchana. Aku masuk dulu ya oppa. Annyeong” aku mengucapkan salam padanya, lalu langsung masuk ke dalam apartemen.

“Aaahh…kenapa perutku perih sekali? Kepalaku juga pusing. Aku mandi lalu tidur sajalah. Mungkin dengan tidur, aku bisa segera sembuh.

 

Ji Ra POV end Author POV

Pagi yang cerah. Sinar matahari yang tidak terlalu panas, kembali memancarkan cahaya hangatnya melalui celah-celah tirai kamar Ji Ra, setelah semalaman hujan yang berkuasa. Jam sudah menunjukkan pukul 8, tetapi Ji Ra tetap terlelap di tidurnya.

“Ji Ra-ah! Kau belum bangun? Ini sudah jam 8! Ayo temani aku memilih-milih pakaian untuk konser 2ne1 nanti! Kau datang kan?” terlihat CL sedang berusaha membangunkan Ji Ra dari luar kamar, dengan suara khasnya. Yaitu cempreng *kkkk*

Tidak ada jawaban.

“Yaa! Ji Ra-ah?! Buka pintunya!” teriak CL lagi. Kali ini, dia akan melakukan aksinya. Yaitu membangunkan adik dari G-Dragon yang sama malasnya.

“Aish, anak itu  benar-benar!” kali ini CL membuka pintu kamar berwarna putih milik Ji Ra, dan masuk ke kamar yang bernuansa putih juga.

“Yaa, Kwon Ji Ra! Kau ini seperti oppamu! Ayo chagi (kata sayang untuk Ji Ra dari CL), nanti ku traktir es krim lagi! Palli wa…omo! Badanmu panas sekali Ji Ra-ah?! Kau sakit?! Bibirmu pucat sekali?!” CL yang tadinya ngomel-gomel, sekarang beralih menjadi panik, sambil memegang kening Ji Ra.

“Eoh, unnie?” akhirnya Ji Ra menjawab, walau suaranya sangat pelan dan lemah.

“Aku akan telfon oppamu. Aigoo, kenapa kau bisa sakit begini? Apa yang kau lakukan sampai-sampai acvbzdwzzzz. Gelap.

-SJK-

 

Pelan-pelan, Ji Ra membuka matanya walau terasa berat. Perlahan, Ji Ra mulai mencium bau obat-obatan yang menurutnya sangat menjijikkan, dan menusuk indra penciumannya. Dia juga merasakan infus yang menusuk kulit putih mulusnya, dan selang oksigen yang menempel di hidungnya.

“Ji Ra-ah, kau sudah sadar chagi?” samar-samar, Ji Ra mendengar suara kakaknya.

“Oppa, aku dimana?” tanya Ji Ra pelan. Tak hanya Ji Yong, Ji Ra juga melihat Taeyang oppa, TOP oppa, dan CL unnie..

“Kau di Rumah Sakit Ji Ra-ah. Kau tadi pingsan di kamar. Suhu badanmu sangat tinggi, bibirmu pun pucat. Aku khawatir sekali padamu Ji Ra-ah” Ji Yong lalu memeluk adiknya, dan mencium puncak kepala Ji Ra berulang kali. CL, Taeyang, terutama TOP juga menampakkan wajah khawatir.

“Oppa! Aku tak mau disini! Disini sangat mengerikan! Aku mau pulang oppa! Aku benci tempat ini!” Ji Ra melepaskan pelukan Ji Yong, lalu berontak sambil berusaha melepas selang oksigen dan infusnya, dengan air mata yang mengalir deras.

“Ji Ra-ah! Apa yang kau lakukan?! Hentikan Ji Ra-ah!” Ji Yong berusaha menenangkan adik kesangannya itu. Ji Yong dengan sigap memeluk erat-erat badan Ji Ra yang masih panas. Entah kenapa, Ji Ra sangat benci Rumah Sakit dari kecil.

. Tak hanya Ji Yong yang kaget atas kelakuan Ji Ra, CL juga. Dia pun membantu menenangkan Ji Ra.

“Chagi, tenangkan dirimu. Aku disini bersamamu chagi-ya” CL memeluk erat Ji Ra, menenangkan rasa takutnya.

“Unnie, mianhae, aku jadi tidak bisa menghadiri konsermu. Semua ini salahku unnie” Ji Ra kembali menangis, sambil memeluk CL erat.

“Tidak-apa-apa chagi, ini semua bukan salahmu. Aku tak ingin kau menghadiri konserku dengan keadaan seperti ini. Nanti kalau kau sudah sehat, aku akan mengajakmu untuk melihat performku lagi” CL hanya bisa menenangkan Ji Ra yang sudah banjir dengan air mata.

Di belakang CL, TOP hanya bisa diam. Dia sangat sakit melihat Ji Ra, yang notabene orang yang ia cintai, harus menderita seperti ini. Perlahan, sebuah tangan menepuk punggungnya pelan.

“Hyung, kau harus bisa menghibur Ji Ra. Aku tahu, kau mencintainya kan?” Taeyang berbicara pelan pada TOP.

“Aku, aku sangat mencintainya Tae. Tapi, apakah Ji Ra juga mencintaiku?” tanya TOP pelan, yang disambut dengan senyuman manis dari Taeyang.

“Hyung, aku yakin Ji Ra juga mempunyai perasaan yang sama terhadapmu. Percayalah! Sekarang, coba kau tenangkan dia. Ini juga demi kebaikan Ji Ra sendiri, agar ia cepat sembuh” Taeyang membujuk TOP lembut.

“Unnie! Aku ingin pulang! Aku tidak mau disini!” Ji Ra terus memberontak, sambil melepaskan pelukan CL.

Perlahan, TOP berjalan pelan ke arah Ji Ra, dan dengan lembut TOP memeluknya.

“Ji Ra-ah, kenapa kau seperti ini? Eoh? Aku tidak tahan melihatmu begini Ji Ra-ah. Kau harus dirawat disini, agar kau cepat sembuh. Aku tidak mau kau sakit seperti ini, arraso?” bisik TOP pelan, tepat di telinga Ji Ra.

“Oppa, jeongmal saranghae!” Ji Ra berbisik pelan, membuat TOP kaget. Lama-kelamaan, TOP merasa pelukan Ji Ra melonggar. Ji Ra pingsan.

-SJK-

To Be Continue… Jangan lupa kritik dan sarannya ^_^v