SUMMER LOVE BANNER

Author : Littlesun

Casts : Sandara Park, Kwon Jiyong

Genre : Romance

Rating : Mature

Lenght : 25 chapters

Disclaimer : This is a fictional story, dont take it seriously. All characters on this story have no existence and have no relation whatsoever to anyone bearing the same name or names and all incidents are pure invention.

A/N : DO NOT POST THIS STORY IN ANY OTHER SITES

Twitter : @isnaini1995

Chapter 1

Seorang namja dalam balutan jas hitamnya berjalan menyusuri lorong. Sebuang map hitam tergenggam di tangan kirinya. Sinar-sinar matahari masuk melalui kaca jendela yang terbentang di sepanjang sisi kiri lorong tersebut. Namja itu berhenti berjalan lalu menolehkan kepalanya ke kiri, memandangi taman yang terletak di samping mansion itu. Dari lantai tempat namja itu berdiri, terlihat seorang namja kecil sedang bermain di taman ditemani oleh dua orang yeoja. Seorang yeoja yang mulai memasuki usia dua puluh tahun dan seorang yeoja yang telah memasuki akhir usia dua puluh tahun. Mereka bertiga saling berkejaran di taman di dekat air mancur yang mengerluarkan air di atas kolam di taman  itu.

Namja itu menghembuskan napasnya lalu mendukkan kepalanya sejenak.

“Sudah hampir tiga tahun ya,” gumam namja itu lalu kembali melanjutkan langkahnya. Meninggalkan tempat itu.

**

Seorang yeoja duduk di balik meja kerjanya. Dalam ruangan bernuansa klasik yang diisi dengan berbagai furniture dan ornament yang senada. Rak-rak buku menjulang tinggi di belakang meja kerjanya dan beberapa dinding di ruangan itu. Satu set sofa tertata rapi di tengah ruangan itu. Sebuah lampu Kristal besar menggantung di tengah-tengah langit-langit ruangan itu. Di sebelah kiri meja kerjanya terdapat sebuah jendela besar yang menampakkan pemandangan sebuah taman yang terletak di samping mansion itu.

Yeoja itu menggerakkan penanya di atas lembaran kertas-kertas laporan yang diletakkan di depannya. Menandai beberapa bagian dengan penanya itu. Dalam balutan blus putih, sebuah kacamata tersandar di atas hidungnya. Rambut coklat gelapnya tersanggul rapi.

Tok! Tok! Tok!

Yeoja itu menghentikan kegiatannya lalu menolehkan kepalanya ke pintu.

“Masuk,” kata yeoja itu.

Daun pintu bergerak membuka, menampakkan seorang namja dalam balutan jasnya berjalan masuk dengan menggenggam sebuah map di tangan kirinya.

Sebuah senyum mengembang di wajah yeoja itu saat mengetahui siapa yang datang menemuinya, “Sanghyun-ah,”

“Noona,” kata namja itu.

Yeoja itu memperhatikan namja itu yang sedang berjalan mendekat ke mejanya. Pandangannya berhenti pada sebuah map yang digenggam oleh namja itu.

“Ini adalah semua data yang kau minta,” kata namja itu sambil memberikan map yang digenggamnya pada yoeja itu.

Yeoja itu menerima map yang diberikan oleh namja itu lalu mulai membukanya. Pandangannya bergerak mengikuti setiap huruf yang tertulis dalam lembaran kerta-kertas itu.

Noona,” kata namja itu memecah keheningan dalam ruangan itu, “Kau yakin akan melakukan ini?”

Yeoja itu berhenti membaca sejenak, terlihat mencoba mencerna pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh namja itu.

Waeyo?” tanya yeoja itu lalu kembali membaca lembaran yang ada dihadapannya.

“Sudah tiga tahun,” kata namja itu, “Noona pernah bilang bahwa Noona tidak ingin terikat dengan masa lalu dan Noona ingin memulai semuanya kembali. Membuka lembaran baru denganku dan Jijun,”

Yeoja itu hanya diam dalam kebisuan dan terus membahami setiap kata yang tertuang dalam lembaran itu.

“Meskipun perusahaan itu bagus, aku tidak yakin perusahaan itu masih bisa bertahan dengan berbagai skandal yang dilakukan oleh artis-artis mereka. Kau tau, namja itu juga bekerja di sana,” jelas namja itu.

Kali ini yeoja itu berhenti membaca dan menoleh ke arah namja yang berdiri di depannya, “Sanghyun-ah, aku tau kau sangat mengkhawatirkanku dan Jijun. Namun, kau taukan bagaimana aku? Semua hal yang terjadi selama tiga tahun terakhir ini telah mengajarkanku banyak hal. Tentang bagaimana kehidupan, bertahan di tengah berbagai cobaan tanpa ada seorang pun yang mengulurkan tangannya untukmu, dalam berbagai caci maki yang dilontarkan oleh mereka yang tidak pernah mengenalmu, hujatan bahkan kutukan-kutukan keji yang tak pernah kau tau apakah orang itu berhak menerima semua itu atau tidak. Dan karena semua itu aku berhasil sampai di tempat ini. Aku berhasil berada di sini, tak perlu lagi bersandar pada orang lain. Berdiri demi diriku sendiri, demi dirimu, dan demi Jijun. Kau tau kan bagaimana berharganya kalian semua untukku?”

Namja itu diam sejenak. Menatap kedua manik mata yeoja yang duduk di balik meja di depannya. Tak ada segurat emosipun yang tergambar. Tak ada kebahagiaan, tak ada tawa. Hanya pandangan sekeras batu, setajam belati. Namja itu tak tau sejak kapan tatapan mata yeoja itu yang dulu selalu dipenuhi dengan kehangatan dan kasih sayang mulai berubah menjadi seperti ini. Dingin. Ya, dingin. Sangat dingin.

Namja itu menganguk, “Aku.. tau. Tapi Noona..,”

“Sanghyun-ah, aku bukan Sandara Park yang dulu. Sandara Park yang lemah. Aku sekarang adalah Dara Park. CEO Park Corp. Aku kuat dan aku tau hal apa yang harus aku lakukan. Kau tidak perlu mencemaskan hal itu. Because I knew..,”

Yeoja itu berdiri dari kursinya lalu berjalan mendekati jendela yang ada di sebelah kirinya. Dia menempelkan tangan kirinya di jendela. Matanya mengikuti langkah kaki kecil seorang namja yang terlihat dari atas situ.

Namja itu tidak bergerak dan hanya memperhatikan setiap gerak-gerik yeoja itu dari tempatnya.

“Jijun.. sudah tumbuh besar. Sudah saatnya kita mengenalkannya pada dunia luar..,”

Noona…,”

“Aku tidak mau terus menyembunyikannya,” sela yeoja itu, “Dia berhak hidup dan melihat udara luar. Dia juga punya hak yang sama dengan yang lain. Hanya karena dia hanya memiliki seorang ibu, bukan berarti dia harus terus-menerus diasingkand dari dunia luar. Aku tidak pernah menyesal pernah membawanya ke dunia ini. Karena dia..,” yeoja itu berbalik lalu menghadap ke namja yang masih berdiri di tempatnya dan memperhatikannya dengan seksama, “..adalah hidupku,”

**

Matahari menjulang tinggi menyinari jalanan sepanjang tepi Sungai Han. Menebarkan kehangatan musim semi yang berhembus bersama dengan angin musim semi. Air mengalir melewati lekuk-lekuk sungai, mengalirkan kebahagiaan di setiap bagiannya.

Seorang namja dan seorang yeoja berjalan berdampingan dalam balutan hoodie dan masker yang mereka kenakan. Sangat kontras jika dibandingkan dengan pemandangan yang terlihat di sekitar mereka. Mereka saling bergandengan dan senyum mereka terus mengembang di balik masker yang mereka kenakan. Beberapa orang juga berjalan-jalan di tempat itu seperti mereka. Bersepeda, berlari, bermain dengan teman-teman mereka, bermain dengan hewan peliharaan mereka.

Oppa,” panggil yeoja itu.

“Hmm,” jawab namja itu.

Oppa,” panggil yeoja itu lagi.

Namja itu menoleh, “Hmm.. wae? Waeyo, Minji-ah,” tanya namja itu.

Ani,” jawab yeoja itu. Semburat rona merah terlihat di kedua pipi yeoja itu di balik masker yang digunakannya.

Aigooo~,” namja itu mengulurkan kedua tangannya dan mencubit kedua pipi yeoja itu.

Oppaa!” kata yeoja itu.

My baby is soo cute!” kata namja itu lalu melepaskan cubitannya.

Yeoja itu langsung menggembungkan kedua pipinya dan menyipitkan kedua matanya.

Wae?”

“Neomu appayo,” gumam yeoja itu.

Namja itu hanya terkekeh saat mendengar kata-kata yeoja itu. Yeoja itu menampakkan wajah masamnya selama beberapa saat lalu kembali tersenyum saat melihat senyum yang ditampakkan oleh namja itu.

“Ayo jalan lagi,” kata namja itu lalu menggenggam tangan kanan yeoja itu.

Mereka berdua hanya berjalan dalam diam dan menikmati kehadiran masing-masing. Menikmati semilir angin yang mengalir, berhembus menerpa wajah mereka.

“OMO! Lihat ini,” teriak salah seorang yeoja yang mereka lewati. Yeoja itu duduk di bangku dengan dua temannya yang lain, “YG Entertainment telah menjual semua saham mereka pada Park Corporation,”

Namja dan yeoja itu berhenti berjalan dan mendengarkan apa yang baru dikatakan oleh yeoja itu dengan seksama. Dalam pikiran mereka berkutat pada hal yang sama. YG Entertainment? Dijual?

“Sebuah perusahaan asing yang berasal dari Amerika baru-baru ini telah membeli semua saham YG Entertainement. Salah satu perusahaan entertainment besar di Korea yang menaungi beberapa artis besar seperti BIGBANG, CL&Minzy, Park Bom, dan Se7en, baru-baru ini dikabarkan sedang mengalami krisis ekonomi karena skandal-skandal yang telah dilakukan oleh artis-artis mereka. Perusahaan memutuskan untuk menjual semua saham mereka untuk menyelamatkan perusahaan,”

Namja dan yeoja itu saling berpandangan.

“YG Entertainment akan mulai bekerja di bawah management baru per 1 Juni 2012. Salah seorang perwakilan dari Park Corporation mengatakan, ‘Kami akan mempertimbangkan kembali mengenai beberapa kontrak yang sebelumnya telah mereka tanda tangani dengan artis-artis mereka sebelumnya yang telah beberapa kali melakukan skandal yang menyebabkan persahaan berada dalam keadaan pailit. Semua keputusan berada di tangan CEO Park, apakah kontrak mereka akan diperpanjang atau tidak itu semua tergantung pada keputusan CEO Park,’” kata yeoja itu.

“Omo~! Bagaimana dengan BIGBANG oppa? Aku tidak mau jika mereka sampai dibubarkan!” kata salah seorang yeoja yang berada di situ.

“Aigooo~! CL&Minzy baru saja memulai debut mereka. Apakah mungkin mereka akan dikeluarkan dari perusahaan?”

Yeoja itu mengeratkan genggaman tangannya pada namja yang berdiri di sampingnya.

“Apakah kau tidak dengar skandal baru-baru ini? Daesung oppa dari BIGBANG dan Minzy dari CL&Minzy baru-baru ini dikabarkan memiliki hubungan special,” kata yeoja itu.

Jinjayo?”

“Ne!” jawab yeoja itu, “Dan ada lagi! Magnae Seungri baru-baru ini terlihat keluar dari sebuah hotel dengan seorang model asing,”

“Omo~! Aku juga dengar bahwa Park Bom dikabarkan melakukan operasi plastik!”

“Aigoo~,”

“Oh! Satu lagi! Kalian sudah dengar? Saat sedang melakukan tour di luar negeri, G-Dragon terlihat sedang berciuman dengan yeoja di club! Aku sudah liat fotonya! Mereka benar-benar.. hmm.. HOT!”

“Omo~! Jinjayo?”

“Ne!”

Namja itu langsung mengeratkan genggamannya dan menari yeoja itu dari tempat itu. Tak seorang pun di antara mereka yang mengeluarkan suara. Keduanya tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.

**

Bom eonni,” Chaerin berlari ke arah Bom yang sedang duduk di cafeteria YG Building. Chaerin langsung memeluknya dari belakang.

Wae? Wae? Wae?” tanya Bom yang masih asyik menikmati jagung kalengan yang sedang dimakannya.

Chukkaeyo! Single terbarumu berhasil menduduki chart! All-kill,” kata Chaerin lalu duduk di samping Bom.

Gomawoyo, Chaerin-ah,” kata Bom lalu memeluk Chaerin.

“Ya~! Chaerin-ah! Kenapa hanya Bom saja yang mendapatkan ucapan selamat darimu? Mini albumku kemarin juga all-kill,” kata Dongwook yang duduk di sebelah Bom.

Chaerin menoleh ke arah Dongwook, “Ya~! Oppa kan tidak perlu diberi selamat juga sudah pasti all-kill,”

“Jadi maksudmu aku harus diberi selamat dulu supaya bisa all-kill?” tanya Bom.

Chaerin langsung menegakkan tubuhnya, “A.. aniyo,”

Dongwook terkekeh. Chaerin langsung melemparkan tatapan tajam padanya.

Aigoo~ aku terkena tatapan laser Lee Chaerin!” kata Dongwook sambil berpura-pura dirinya terkena sinar laser.

Oppa!” kata Chaerin.

Arraseo.. arraseo,”

Chaerin lalu berjalan dan duduk di depan Bom dan Dongwook.

“Ke mana yang lain?” tanya Chaerin.

“Yongbae dan Seunhyun sedang berada di studio Teddy. Aku bertemu dengan mereka sebelum aku datang ke sini,” jawab Dongwook, “Seungri.. Daesung.. Jiyong.. aku tidak tau ke mana mereka pergi,”

“Apa kau tidak bersama dengan Minzy?” tanya Bom.

Chaerin menggeleng, “Saat aku bangun tadi pagi, dia sudah tidak ada di kamarnya,” jawab Chaerin.

“Annyeong!”

Chaerin, Bom, dan Dongwook langsung menoleh saat mendengar suara itu. Yongbae dan Seunghyun berjalan ke arah mereka.

Dongwook langsung berdiri, “Hey! Whats up, Bro!” kata Dongwook pada mereka berdua seraya menjabat keduanya.

Yongbae langsung duduk di sebelah kiri Chaerin, berhadapan dengan Dongwook sedangkan Seunghyun duduk di sebelah kanan Chaerin, berhadapan dengan Bom. Matanya Bom dan Seunghyun saling bertatapan selama beberapa saat lalu Seunghyun mengalihkan pandangannya pada Dongwook.

“Bagaimana persiapan album baru kalian?” tanya Dongwook.

“Delapa puluh persen,” jawab Yongbae, “Sebentar lagi selesai,”

“Kalian sedang sibuk mempersiapkan album di kantor, bagaimana bisa leader kalian pergi entar ke mana, Seungri tidak jauh berbeda dengannya, dan Daesung juga,” kata Bom, “Bagaimana kalian bisa menyelesaikan ini?”

Yongbae tersenyum tipis, “Kami sudah menyelesaikan semua recording setiap member. Hanya perlu menyelesaikan beberapa bagian dan walaaa semuanya selesai, jawab Yongbae, “Jiyong beberapa hari ini selalu menginap di kantor untuk menyelesaikan album ini, jadi kami membiarkan dia beristirahat selama dua hari,”

“Anak itu selalu saja membuat skandal,” gumam Bom.

“Kau taulah bagaimana Jiyong itu,” kata Yongbae, “Dia memang seperti itu,”

“Aku tidak habis pikir, orang seperti dia bisa menjadi leader kalian. Ckckck,” kata Bom.

“Ohya, selamat untuk single barumu Noona,” kata Yongbae mengalihkan pembicaraan, “Kudengar kau berhasil melakukan all-kill,”

Gomawoyoo,” jawab Bom. Senyumnya mengembang di wajahnya.

Omo~! Apa ini?” seru Dongwook tiba-tiba saat sedang membuka website berita di internet melalui handphone-nya.

Semua yang ada di meja itu menoleh ke arahnya, “Wae?” tanya Seunghyun.

Dongwook membacakan semua judul artikel yang dilihatnya, “Park Corporation akan mengambil alih semua aktivitas artis YG Entertainment. YG Entertainment terancam bangkrut, semua aktivitas artis YG akan dihentikan. Terlalu banyak skandal, YG Entertainment menjual sahamnya,”

Dongwook mendongakkan kepalanya dan menatap semua orang yang ada di meja itu. Mereka semua memiliki ekspresi keterkejutan yang sama.

“Tidak mungkin.. itu pasti tidak mungkin,” gumam Bom. Pandangannya menerawang menatap meja di depannya.

“YG bangkrut?” tanya Chaerin.

“Semua aktivitas dihentikan?” gumam Seunghyun.

“Ya~! Hyung! Jangan bercanda,” kata Yongbae sambil tertawa, “Kau jangan bercanda seperti itu. Itu tidak lucu, Hyung!”

“Tetapi aku memang tidak sedang bercanda,” kata Dongwook serius dengan memberikan penekanan saat dia mengatakan kata ‘tidak’.

“Bagaimana ini?” tanya Chaerin.

Semua orang di meja itu terdiam. Tak seorang pun yang sanggup membuka bibir mereka. Berita ini benar-benar mengejutkan. Selama ini perusahaan mereka baik-baik saja meski sering terjadi skandal yang melibatkan artis-artis mereka. CEO mereka, Yang Hyunsuk juga tidak pernah mengatakan bahwa perusahaan mereka akan terancam bangkrut.

Hyung!”

“Eonni!”

Semua menoleh saat mendengar suara itu. Daesung dan Minzy berjalan beriringan ke arah mereka. Mereka mengenakan pakaian yang serupa. Hoodie dan masker menutupi tubuh mereka. Daesung dan Minzy langsung melepas masker mereka saat mereka sampai di depan meja.

“Kalian sudah dengar beritanya?” tanya Daesung begitu berdiri di depan mereka.

Tak satupun di antara mereka yang menjawab pertanyaan Daesung tetapi ekspresi wajah yang tergambar di wajah mereka sudah cukup membuat Daesung mengetahui jawabannya.

“Katakan bahwa berita itu salah,” kata Minzy.

“Kami.. juga tidak tau,” kata Dongwook.

“Kamu baru saja membaca berita itu,” kata Chaerin.

Daesung dan Minzy langsung terduduk lemas.

“Bagaimana ini?” gumam Minzy.

“Apakah Jiyong dan Seungri sudah  tau menengai masalah ini?” tanya Daesung.

“Kami belum menghubungi mereka,” jawab Yongbae.

Daesung dan Yongbae langsung mengeluarkan handphone-nya dan berusaha menghubungi Seungri sedangkan Yongbae berusaha menghubungi Jiyong.

“Ayolah angkat…,” gumam Daesung saat Seungri tidak juga mengangkat telponnya.

Semua yang ada di meja itu menunggu dengan raut penuh kecemasan.

“Telponnya tidak aktif,” kata Yongbae.

Daesung terus menunggu sambungan telpon Seungri terangkat, “Anak bodoh! Angkat telponmu..,” gumam Daesung.

[“Yeoboseyo,”]

Telpon Seungri terangkat pada detik-detik terakhir.

“YA~! SEUNGRAT!!” teriak Daesung begitu Seungri mengangkat telponnya, “EODDIYA?”

Semua yang ada di meja itu sedikit menunjukkan ekspresi wajah lega karena mereka berhasil menghubungi Seungri.

[“Hyuung~! Kecilkan suaramu! Aku tidak tuli,”] protes Seungri, [“Aku sedang berkencan,”]

MWO? NEOL.. ck! Cepat kembali ke kantor. SEKARANG JUGAA!!” teriak Daesung.

[“Wae? Persiapan album sudah hampir sele..”]

“Jangan banyak tanya! Cepat datang,” sela Daesung.

[“Arraseo.. arraseo..,”]

Daesung langsung memutuskan sambungan telponnya.

Yongbae masih saja terus berusaha menghubungi telpon Jiyong tetapi tidak diangkat. Saat dia kembali mencoba, telpon Jiyong sudah tidak aktif dan langsung tersambung ke voicemail-nya.

Mailbox,” kata Yongbae.

Semua yang ada di meja itu mendesah kesal.

Diiirrtt~

Tiba-tiba saja semua handphone mereka bergetar di saat yang bersamaan.

“Rapat, sekarang di aula atas?” tanya Minzy lalu menoleh ke arah Oppadeul dan Eonnideul-nya.

**

Eomma!”

Seorang namja kecil berlari saat melihat seorang yeoja berjalan memasuki sebuah ruangan di mana namja kecil tersebut sedang bermain. Ruangan itu memiliki gaya yang tidak jauh berbeda dengan ruang kerja yeoja itu. Classic. Satu set sofa tertata di tengah ruangan. Beberapa lemari kaca tertata di pinggir ruangan. Sebuah lampu kristal besar menggantung di tengah-tengah ruangan itu.

Yeoja itu tersenyum saat melihat namja kecil itu berlari ke arahnya, “Omoo~! Jijun-ah,”

“Eomma,”

Yeoja itu mengangkat Jijung dalam pelukannya.

“Bagaimana kabarmu hari ini, baby?” tanya yeoja itu sambil mengusap rambut namja kecil itu.

Good!” jawab namja kecil itu, “Aku tadi bermain dengan Hyesun Noona dan Ji Eun Noona di taman!”

Yeoja itu tersenyum saat mendengar jawaban namja kecil dalam pelukannya itu.

“Benarkah?”

Yeoja itu menoleh pada dua yeoja lainnya yang juga berada dalam ruangan itu. Seorang yeoja berambut pendek yang duduk di sofa. Di tangannya terdapat sebuah buku bacaan anak-anak. Seorang yeoja lagi duduk di lantai. Yeoja itu memiliki rambut hitam yang lurus.

Ne!”

Eomma jadi cemburu pada Hyesun Noona dan Ji Eun Noona. Kau sudah menghabiskan waktumu dengan mereka seharian ini,” gumam yeoja itu.

Kedua yeoja yang lain terkekeh saat mendengar itu.

Dara eonni, bagaimana kau bisa cemburu pada kami?” tanya yeoja yang duduk di lantai.

Jieun-ah, akhir-akhir ini aku sangat sibuk. Aku sudah tidak sanggup lagi,” kata yeoja itu dengan nada yang didramatisir olehnya.

Yeoja berambut pendek yang duduk di sofa tersenyum, “Dara-ah, kau tidak perlu khawatir. Kami akan menjaga Jijun dengan baik,”

“Aku tau, Eonni,”

Yeoja itu berjalan dengan membawa namja kecil itu dalam dekapannya dan duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa yang diduduki oleh yeoja berambut pendek itu.

“Aku sudah melihat beritanya tersebar di internet beberapa menit yang lalu,” kata yeoja berambut pendek.

Jinja?” tanya yeoja itu seolah tidak tertarik dengan berita tersebut dan hanya asyik bermain dengan namja kecil yang ada di pangkuannya.

“Respon masyarakat benar-benar seperti yang kau perkirakan, Eonni,” kata yeoja berambut pendek. Yeoja itu berdiri lalu duduk di sofa, di samping yeoja berambut pendek.

“Kapan kau akan datang ke kantor itu?” tanya yeoja berambut pendek.

Yeoja itu melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, “Lima menit lagi Sanghyun akan datang dan aku akan pergi ke sana,”

“Apakah kau… sudah siap?” tanya yeoja berambut panjang.

Senyum yang tergambar di wajah yeoja itu hilang. Sorot matanya berubah. Kesedihan, penyesalan, kemarahan muncul dalam sorot mata itu.

Ne,” jawab yeoja itu lirih.

**

Semua artis dan staff YG Entertainment duduk mengelilingi meja di aula lantai teratas YG Building. Semua orang menunjukkan ekspresi yang sama, penuh kekhawatiran. Pintu aula terbuka. Semua orang menoleh ke pintu itu. Nampak seorang namja paruh baya berjalan masuk ke dalam ruangan itu.

“Oh, kalian sudah datang semua?” tanya namja itu.

Sajangmin,”

Namja itu mengamati semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Matanya terus mencari-cari sesosok wajah yang belum juga ditemukannya.

Yongbae-ah, mana Jiyong?” tanya namja itu.

“Dia.. tidak bisa kami hubungi,” jawab Yongbae.

Namja itu kembali berjalan dan duduk di kursi paling ujung.

“Aku masih cukup sabar untuk mentolelir kelakuan anak itu tetapi aku tidak tau dengan CEO yang baru apakah dia bisa atau tidak,” kata namja itu.

Sajangnim,” panggil Bom, “Jadi.. berita itu benar?”

Namja itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, “Sepertinya kalian sudah tau,”

“Jadi itu benar?” kali ini Dongwook yang duduk di sebelah kiri namja itu bertanya.

Ne,” jawab namja itu, “Seperti yang sudah kalian baca di berita. Perusahaan kita terancam bangkrut karena harus mengurus semua skandal yang telah kalian lakukan. Banyak uang yang telah perusahaan keluarkan untuk menutup semua mulut reporter di luar sana. Penjualan album kalian memang berjalan lancar tetapi dana yang telah dikeluarkan oleh perusahaan juga cukup besar. Park Corporation menawarkan diri untuk menutup semua kekuarangan kita,”

“Tapi Sajangnim!” kata Chaerin.

“Tunggu dulu, biarkan aku selesai menjelaskan ini,” kata namja itu.

Chaerin langsung menundukkan kepalanya dan kembali mendengarkan penjelasan itu.

“Aku tidak ingin kalian menyalahkan siapapun dalam masalah ini. Kita semua adalah keluarga. Kita harus saling menjaga satu sama lain. Jangan biarkan masalah ini memecah kalian semua. Aku harap kalian bisa bersikap baik pada CEO yang baru. Dia adalah orang yang sangat berkompeten. Aku sudah melihat semua sepak terjangnya. Bekerja samalah yang baik dengannya. Aku yakin dia bisa membantu kalian lebih baik dariku,” kata namja itu.

Sajangnim..,”

Namja itu menoleh dan melihat jam yang terpasang di dinding ruangan itu, “Sebentar lagi dia akan datang. Aku ada urusan sehingga aku harus pergi sekarang. Kalian semua akan bertemu dengannya setelah ini,” namja itu berdiri, “Baiklah, aku pergi,”

Namja itu berdiri lalu berjalan meninggalkan ruangan itu. Semua orang kembali pada keadaan mereka semua. Penuh kekhawatiran.

“Cobalah hubungi Jiyong oppa lagi,” kata Chaerin.

“Kenapa tidak kau saja?” tanya Seungri.

Chaerin menoleh ke arah Seungri dengan kesal, “Ya~! Kau kira ini salah siapa sampai perusahaan harus menutup berbagai macam skandal yang terjadi,”

Chaerin-ah,” kata Dongwook.

Chaerin dan Seungri masih saling melempar tatapan saling membunuh satu sama lain.

“Kau dengar kan apa yang Sajangnim baru saja katakan?” tanya Dongwook, “Jadi lebih baik kita semua mencoba untuk menghubungi Jiyong,”

Semua orang yang ada di ruangan itu langsung berusaha menghubungi Jiyong. Kesunyian kembali menyelimuti mereka. Tak seorangpun yang berbicara. Hanya bunyi jarum jam yang berputar dan suara keypad yang saling beradu cepat.

Tiba-tiba pintu terbuka dan semua orang menoleh ke sana.

“Jiyo..,” Daesung menghentikan kata-katanya saat melihat seorang yeoja berdiri di ambang pintu, “Dara-ah!” kata Daesung lalu menoleh ke arah Seunghyun.

Senyum mengembang di wajah Seunghyun saat melihat yeoja itu berdiri di ambang pintu. Seunghyun berdiri dan berjalan mendekati yeoja itu, “Dara-ah, apa yang kau lakukan di sini?”

Kedua tangan Seunghyun mencoba memegang kedua bahu Dara. Namun, kedua tangannya dihentikan oleh tangan namja lain yang berdiri di samping Dara.

Semua mata tertuju pada Seunghyun dan Dara, tak terkecuali sepasang mata yang terus memperhatikan Seunghyun dengan seksama. Setiap perubahan ekspresi di wajah Seunghyun, sekecil apapun itu tak pernah sedikitpun lepas dari pandanganya.

Seunghyun-ah,” kata Dara saat melihat Seunghyun sambil tersenyum. Dara menoleh ke arah Daesung, “Daesung-ah, annyeong!” kata Dara.

Daesung melambaikan tangannya dan tersenyum pada Dara.

Oppa mengenalnya?” tanya Minzy yang duduk di sampingnya. Dongwook, Bom, Chaerin, dan Seungri menoleh ke arah Daesung.

Ne,” jawab Daesung, “Dia adalah temanku dan Seunghyun saat kami kuliah,”

Jinjayo?” tanya Minzy, “Uwaa~ teman Oppa adalah seorang CEO,”

Dara tersenyum dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Memperhatikan setiap gerak-gerik dan ekspresi yang nampak di sana.

“Sepertinya kalian semua sudah menungguku,” kata Dara.

“Tunggu! Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Seunghyun kembali.

Dara menoleh dan menatap kedua manik mata Seunghyun. Dia hanya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan melewati Seunghyun yang masih berdiri di tempatnya. Dara berjalan ke kursi di ujung ruangan, diikuti oleh seorang namja di belakangnya.

Dara duduk di kursi itu lalu menatap semua mata yang mengarah padanya. Seunghyun sudah kembali duduk di kursinya dan ikut menoleh ke arah Dara.

Annyeong haseyo, aku adalah CEO YG Entertainment yang baru. Dara Park,” kata Dara.

Semua orang di ruangan itu saling menukarkan pandangan mereka. Tidak tau harus bereaksi seperti apa.

“Mulai hari ini aku yang akan menjadi CEO kalian dan mengurus semua aktivitas di sini. Aku sudah mempelajari semua data dan informasi tentang kalian. Bagaimana kalian melakukan semua kegiatan kalian selama in..,” tiba-tiba kata-kata Dara berhenti saat pandangannya jatuh pada empat orang namja yang duduk saling bersebelahan. Dara memperhatikan mereka dengan seksama, “Bukankah BIGBANG beranggotakan lima namja? Kenapa aku hanya melihat empat?”

Yongbae, Daesung, Seunghyun, dan Seungri saling menukar pandangan mereka.

“Bisakah salah satu di antara kalian mengatakan padaku di mana dia sekarang?” tanya Dara.

Seunghyun menoleh ke arah Dara diikuti ketiga member yang lain, “Jiyong sedang ada urusan. Dia tidak bisa hadir dalam rapat ini,”

Dara mengetukkan jemarinya di meja, “Baiklah. Rapat selesai di sini. Sepertinya kalian tidak benar-benar ingin mendengarkan apa yang aku rencanakan. Jadi silahkan tunggu jadwal baru kalian dari manager kalian masing-masing,”

Dara berdiri lalu meninggalkan ruangan itu diikuti oleh namja yang sejak tadi berdiri di belakangnya. Mata Seunghyun terus mengikuti ke mana pun Dara melangkah.

“CEO macam apa itu?” gumam salah seorang staff begitu Dara meninggalkan ruangan.

Semua orang yang ada di tempat itu menoleh ke arahnya.

“Bagaimana bisa dia meninggalkan ruang rapat sebelum rapatnya selesai,” tambahnya.

Well, sepertinya rapatnya sudah selesai. Bukankah dia sudah mengatakannya tadi?” tanya Daesung.

“Tetap saja mana bisa seorang CEO bersikap seperti itu,”

Diirrrrtt~

Tiba-tiba saja semua orang yang ada di ruangan itu mengeluarkan semua handphone mereka.

MWO? Promosi single terbaruku dihentikan?” tanya Bom.

“Semua jadwal CL&Minzy dihentikan mulai minggu ini?” tanya Chaerin.

Chaerin dan Minzy saling bertukar pandang.

“Jadwal wamilku dipercepat?” tanya Dongwook.

Semua orang yang ada di ruangan itu menunjukkan wajah keterkejutan yang sama. Namun, di antara belasan orang yang ada di dalam ruang itu, empat orang namja di antaranya memiliki raut wajah yang tidak hanya diliputi oleh keterkejutan tetapi juga kecewa.

“Album..,” gumam Seungri, “Album BIGBANG ditunda?” tanya Seungri lirih.

Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menoleh pada keempat namja itu.

**

Dara duduk di ruangan barunya. Di depannya berdiri Sanghyun dan Inna. Dara memeriksa beberapa laporan yang baru saja berhasil Inna ambil dari folder-folder rahasia YG Entertainment di saat semua orang sedang sibuk menghadiri rapat. Sanghyun dan Inna memperhatikan Dara dengan seksama.

“Aku tidak bisa percaya dengan semua uang yang telah dikucurkan oleh perusahaan ini untuk menutupi semua skandal yang telah dilakukan oleh artis-artis mereka. Aku tidak tau entah artis-artis ini yang terlalu liar atau perusahaan ini terlalu bodoh,” kata Dara tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas di hadapannya itu.

“Beberapa waktu ini perusahaan juga telah mengeluarkan dana untuk menutup skandal Kwon Jiyong dengan seorang model asing Mizuhara Kiko,” kata Inna.

“Huh, Kwon Jiyong.. Kwon Jiyong..,” gumam Dara, “Kalian berhasil melacak keberadaannya?”

“Dia sedang berada di premier film dari SM Entertaiment,” jawab Sanghyun.

Dara berhenti membaca lalu mendongakkan kepalanya, “Wae?”

Choi Sulli, member girlgroup  dari SM Entertainment merupakan kekasih Kwon Jiyong,” jawab Sanghyun.

“Choi.. Sulli? Bukankah anak itu masih di bawah umur?” tanya Dara.

“Benar,” jawab Sanghyun.

“Tsk! Anak di bawah umur?!” gumam Dara. Dara kembali membaca kertas-kertas yang ada di hadapannya, “Suruh dia menemuiku besok,”

Ne,” jawab Inna.

“Kau boleh pergi sekarang,” kata Dara.

Inna berbalik dan meninggalkan ruangan itu. Kini dalam ruangan itu hanya ada mereka berdua, Sanghyun dan Dara.

Noona,” panggil Sanghyun.

“Hmm,” jawab Dara tanpa mengalihkan pandangannya.

“Kau yakin akan menemuinya?” tanya Sanghyun.

Dara mendongak, “Wae? Aigoo~ Sanghyun-ah, bukankah aku sudah mengatakan semuanya padamu? Aku akan baik-baik saja,”

**

Jiyong membaringkan tubuhnya di ranjang. Di balik selimut putih yang menutupi tubuhnya. Suara air jatuh dari shower terdengar jelas dari kamar itu. Dan tak lama kemudian seorang yeoja berjalan keluar dari kamar mandi dalam bathrobe yang dikenakannya.

Oppa, cepat mandi!” kata yeoja itu.

Aniyoo, aku lelah,” jawab Jiyong dengan kedua matanya terpejam.

“Kau ini..,”

Yeoja itu berjalan dan duduk di tepi ranjang. Tangannya memegang sebuah handuk yang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.

Handphone-mu berbunyi sejak tadi, kenapa kau tidak membukanya?” tanya yeoja itu.

“Malas.. hanya rapat biasa,” jawab Jiyong.

Oppa..,”

Hmm..,”

Yeoja itu menoleh ke arah Jiyong, “Tadi Luna eonni memberitahuku katanya YG Entertainment sudah dijual,” kata yeoja itu.

Jiyong langsung menegakkan tubuhnya dan menoleh ke arah yeoja itu, “MWO?”

Yeoja itu hanya mengangguk lalu dia mengambil handphone-nya yang tergeletak di atas meja di sebelah ranjang itu. Dia membuka beberapa aplikasi lalu menunjukkan sebuah artikel yang tadi dibacanya pada Jiyong.

Jiyong membaca artikel itu dengan seksama. Matanya melebar saat membaca artikel itu. Jiyong langsung meletakkan handphone itu sebarangan di ranjang dan segera mengambil handphone-nya. Jiyong mengaktifkan handphone-nya dan di layar handphone itu terlihat 35 misscall dari dari Yongbae, 31 misscall dari Seunghyun, 34 misscall dari Seungri, dan 28 misscall dari Daesung. Selain itu juga terdapat 17 message dari Yongbae, 12 message dari Seunghyun, 10 message dari Seungri, dan 11 message dari Daesung. Jiyong membuka semua pesan itu dan semua pesan itu mengatakan hal yang sama. Menanyakan di mana dia dan memberitahukan tentang berita bahwa YG Entertainment telah dibeli oleh Park Corp.

Jiyong segera mengambil baju dan celananya yang tergeletak di lantai dan segera mengenakannya. Yeoja itu hanya duduk dan memperhatikan semua gerak-gerik Jiyong.

Oppa, mau pergi?” tanya yeoja itu.

Ne,” jawab Jiyong sambil mengenakan sabuknya, “Ada masalah di kantor,”

Neol gwenchanayo?” tanya yeoja itu.

Ne,” jawab Jiyong. Setelah dia mengenakan semua pakaiannya, Jiyong langsung mengambil semua barang-baranganya.

Yeoja itu berdiri lalu berjalan mendekati Jiyong. Dia berdiri di belakangnya lalu memeluknya dari belakang.

Oppa,”

Jiyong berbalik dan berhadapan dengan yeoja itu. Yeoja itu meletakkan kedua tangannya di bahu Jiyong sedangkan Jiyong meletakkan kedua tangannya di pinggang kecil yeoja itu.

“Cepat kembali,” kata yeoja itu.

Ne,” jawab Jiyong lalu menundukkan kepalanya, memberikan sebuah kecupan pada yeoja itu. Jiyong melepaskan tangannya lalu berjalan ke pintu, “Bye, Sulli-ah,”

**

Seunghyun, Daesung, Seungri, Yongbae, Bom, Chaerin, Minzy, dan Dongwook berkumpul di dorm BIGBANG. Mereka semua memikirkan hal yang sama. Bagaimana melewati semua ini dan kembali pada kehidupan mereka semua.

Tak ada satu pun di antara mereka yang mengeluarkan suara, hanya suara televisi flat di ruangan itu yang sejak tadi memecah keheningan di ruangan itu. Semua channel yang ada memberitakan tentang YG Entertainment bangkrut, pemberhentian semua aktivitas artis YG Entertainment, dan beberapa hal lain seperti latar belakang Park Corporation.

“Yeoja itu,” kata Seungri pada akhirnya, “Adalah teman kalian saat di universitas?”

Daesung mengangguk.

“Apakah dia semenakutkan itu saat di universitas?” tanya Seungri.

Aniyo,” jawab Daesung, “Dara adalah yeoja yang sangat baik kepada semua orang. Banyak yang menyukainya,”

“Baik, huh?” tanya Bom.

“Bagaimana nasip kita sekarang?” gumam Minzy, “Semua aktivitas kita dihentikan,”

Mollayo,” jawab Daesung.

Seunghyun menyandarkan punggungnya di sofa, begitu pula dengan Dongwook dan Yongbae. Daesung memainkan handphone-nya sambil duduk di lantai sedangkan Minzy yang juga duduk di lantai mengetuk-ngetukkan jemarinya di meja. Bom membolak-balik majalah yang di pegangnnya. Seungri memindah-mindah channel televisi tetapi semuanya menyiarkan berita yang sama. Chaerin duduk di sebelah Bom dan mencoreti semua jadwal yang telah diberhentikan.

Pintu depan terbuka dan semua orang menoleh ke pintu. Jiyong muncul dari balik pintu dan segera menutupnya kembali.

“Ya~! Jiyong-ah! Dari mana saja kau?” tanya Dongwook.

Jiyong langsung berjalan mendekat lalu duduk di sebelah Seungri.

“Apa yang terjadi?” tanya Jiyong.

Mereka semua langsung menjelaskan apa yang terjadi. Mulai dari pejualan saham YG Entertainment sampai pembatalan album BIGBANG.

MWO?” tanya Jiyong.

“Dan satu lagi, manager bilang kau harus menemui CEO Park besok pagi,”

“Tidak perlu,” kata Jiyong sambil berdiri, “Aku akan pergi menemuinya sekarang. Kalian tau di mana rumahnya?” tanya Jiyong.

Daesung mengeluarkan handphone-nya lalu memberikannya pada Jiyong.

“Itu yang berhasil kami dapatkan,”

Jiyong membaca mencatat alamat itu lalu berjalan keluar.

To be continue…

©2012Littlesun