page

I Love your Dongsaeng Part 3 (End)

Cast  :

–         Kwon Ji Yong aka G-Dragon

–         TOP

–         Kwon Ji Ra (OC)

Genre           : Family, romance.

Author        : @Felyciahanna

Ini FF chapter ku yang ketiga! ^_^ ! Sebenernya FF ini mau aku jadiin oneshoot, tapi karena kepanjangan, aku bikin ber-chapter deh! Ya udah, happy reading!!!

 

“Oppa, jeongmal saranghae!” Ji Ra berbisik pelan, membuat TOP kaget. Lama-kelamaan, TOP merasa pelukan Ji Ra melonggar. Ji Ra pingsan.

Ji Ra POV

Aku mencoba membuka kedua mataku. Kali ini sangat berat. Samar-samar aku mendengar suara percakapan antara Ji Yong oppa dan, dokter mungkin. Aku tidak terlalu jelas mendengarkan percakapan mereka. Yang jelas, aku melihat Ji Yong oppa yang sedang kalang kabut.

“Mwo? Saya tidak salah dengar Dokter Lee? Ta..tapi bagaimana bisa?! Dia pernah bilang, kalau itu hanya maag biasa!” terlihat Ji Yong oppa sedang menarik kerah kemeja dokter yang bernama Lee itu, dengan penuh emosi.

“Sabar Ji Yong” kali ini, Taeyang dan CL unnie berusaha menenangkan Ji Yong oppa. Ada apa sebenarnya?

“Maaf tuan Kwon, tapi ini memang kenyataannya. Adik anda mengidap penyakit maag yang lumayan akut. Mungkin ini terjadi, karena dia lupa makan, bahkan mungkin tidak makan selama berhari-hari, dan itu dibiarkan terlalu lama. Jika dia masih terus telat makan, kemungkinan akan menyebabkan luka di lambungnya membesar, dan menyebabkan kematian. Selain itu, demamnya juga masih tinggi. Tapi kalau terus dirawat secara intesif, dia bisa segera pulih”

Deg!

Aku sangat kaget dengan apa yang dikatakan oleh Dr.Lee. Kali ini indra pendengaranku sudah mulai berfungsi dengan baik. KEMATIAN? Apa aku tidak salah dengar? Maag akut? Tuhan, aku belum mau mati, masih banyak hal-hal yang ingin aku lakukan bersama Ji Yong oppa, dan tentu saja TOP oppa. Aku berjanji, tidak akan telat makan, bahkan lupa makan lagi.

Tess, tess…

Air mataku pun kembali jatuh. Aku tidak tahan dengan semua ucapan yang keluar dari mulut Dr.Lee.

“Oppa” aku berusaha memanggil Ji Yong oppa, walau mungkin hampir tidak terdengar.

“Chagi-ya, kau sudah sadar? Gwaenchana? Kenapa kau tidak makan dengan benar Ji Ra-ah? Aku sangat mengkhawatirkanmu” Ji Yong oppa memelukku sangat erat. Aku bisa merasakan tubuhnya yang sangat hangat.

“Aku belum mau mati oppa” ucapku pelan, sambil tak henti-hentinya menangis di pelukannya.

“Yaa, kau tak boleh bilang begitu Ji Ra-ah. Kau tidak akan mati. Kau tidak akan meninggalkan oppa sendiri, arraso?” Ji Yong oppa menghiburku, sembari mengecup lembut keningku. Oppa, mianhae telah menyusahkanmu.

“Tuan Kwon, mari ikut saya untuk mengurus administrasinya dulu” seorang suster menyuruh Ji Yong oppa untuk ikut dengannya. Taeyang oppa dan CL unnie juga mengikuti Ji Yong. Tinggal aku sendiri disini. Dimana TOP oppa?

Ceklek…

Tiba-tiba, seseorang membuka pintu kamar rumah sakitku. Ah! TOP oppa? Jantungku mulai berdetak melebihi kemampuannya. Aku mulai gugup. Sesekali, rasa perih di perut masih terasa, membuatku sedikit meringis menahan sakit.

“Ji Ra-ah, kau sudah sadar? Gwaenchana?” kata-kata TOP oppa persis seperti yang dikatakan oleh Ji Yong oppa.

“Ne oppa” aku berusaha membalasnya dengan senyum.

“Aish, kau cantik jika tersenyum Ji Ra-ah. Kau sudah makan?” TOP oppa  menanyaiku, dengan tangan yang diayun-ayunkan. Di tangannya, terlihat sebuah tas kertas.

“Belum oppa. Ehmm..ngomong-ngomong, apa itu oppa?” karena penasaran, aku pun bertanya padanya, sambil berusaha bangun.

“Kau mau bangun Ji Ra-ah? Awas hati-hati, pelan-pelan” TOP oppa membantu ku yang dari posisi tidur, menjadi posisi duduk.

“Ah! Kau bilang kau belum makan kan? Ini, aku bawakan bubur abalon kesukaanmu” jawabnya, sambil sibuk mengeluarkan bubur dari dalam tas kertas, beserta sendoknya. Darimana dia tahu, kalau makanan kesukaanku bubur abalon?

“Kau tahu makanan kesukaanku oppa?” tanyaku polos.

“Setiap saat, sehabis pulang dari YG, Ji Yong selalu membelikan bubur ini untukmu kan? Makanya aku tahu” jawaban TOP oppa mengingatkanku pada Ji Yong oppa. Memang sih, dia selalu membelikanku bubur abalon. Tapi jarang sekali kumakan, karena saat dia pulang, pasti aku sudah tidur.

“Oh, begitu” aku hanya bisa menjawab seperti itu. Aku terlalu gugup saat berada di dekat TOP oppa. Sudah lama aku menyimpan perasaan terhadapnya, sejak aku pertama mengenalnya. Apalagi sejak kejadian kemarin malam saat di mobil.

-SJK-

Flashback 2 tahun yang lalu

“A..annyeonghaseyo, Kwon Ji Ra imnida. Manna bangapseumnida” dengan malu-malu, aku mengucapkan salam pada member BigBang, yang semuanya adalah teman-teman Ji Yong oppa. Tak sengaja, aku melihat seorang namja berambut biru, bertubuh tegap, tinggi, dan bermata tajam, sedang menatapku. Apakah itu yang namanya TOP? Kalau benar, aku pasti beruntung bisa berkenalan dengan penyanyi idolaku itu.

“Ji Ra-ah, kau mau disini atau ke apartemen oppa?” pertanyaan Ji Yong oppa membuyarkan semua imajinasiku.

“Ah, aku pulang ke apartemen oppa saja” jawabku. Aku memang lelah karena mengalami jet lag saat terbang menuju ke Korea.

“Kau naik bus saja ya? Oppa harus pergi sebentar. Mianhae ne chagi” Ji Yong oppa mengecup keningku. Aish! Oppa macam apa itu! Padahal aku baru saja sampai di Korea. Kenapa dia tidak mau mengantarku?!

“Hyung, kau tidak boleh seperti itu pada adikmu! Dia kan baru pulang ke Korea, masa suruh naik bus sendiri? Ji Ra-ah, aku antar ya?” Seungri oppa menawariku dengan mengerlingkan sebelah matanya.

“Yaaa! Seungri-ya! Jangan kau coba-coba menggoda adikku! Kau ini! Pabo!” Ji Yong oppa mencak-mencak. Aku hanya terkekeh geli.

“Bagaimana kalau aku saja hyung? Dijamin selamat sampai tujuan” kali ini Daesung oppa yang menawarkan.

“Yaaa! Kau anggap apa adikku?! Barang express?! Kau sama saja dengan si Panda Seungri!” Ji Yong oppa tambah mencak-mencak.

“Sudahlah oppa, kau jangan sering-sering memarahi dongsaengmu. Kau belum terlalu tua untuk bisa memarahi mereka” aku pura-pura menasihati oppaku yang kadang temperamen ini. Jika dia marah, dia akan melebihi kemarahan appa.

“Tapi kan kau adikku! Kau bukannya membela kakakmu, malah membela mereka!” pipi Ji Yong oppa segera mengembung tanda kesal. Aku semakin tidak tahan untuk tertawa.

“Aish, kau ini! Ya sudah, aku pergi dulu! Annyeong!” aku pun segera pergi meninggalkan mereka. Dengan langkah cepat, aku segera meninggalkan YG Building, untuk menuju ke halte bus. Karena baru sekali ini aku naik bus sendiri, aku pun duduk dengan cemas menunggu bus datang,

Ting..tong….

“Diberitahukan kepada penumpang bus, bahwa bus tidak bisa beroperasi sementara, dikarenakan ada beberapa mesin yang rusak. Diperkirakan bus akan bisa beroperasi seperti biasa, 1 jam lagi. Maaf atas kejadian ini, terimakasih.

Kulihat orang-orang yang sedari tadi menunggu di halte ini, langsung panik sewaktu mendengar pengumuman dari pusat halte bus. Sebagian dari mereka juga ada yang marah karena sudah menunggu sejak lama Begitu juga aku. Bagaimana mungkin aku berjalan kaki, sedangkan apartemen Ji Yong oppa sangat jauh. Naik taksi? Aku tidak bawa banyak uang. Ottoke?

“Telpon oppa sajalah” ujarku, sambil mengeluarkan ponsel Iphone 4 ku dari dalam tas.

“Omo! Baterainya habis! Ah, ottoke?!” aku benar-benar panik. Aku enar-benar tidak tahu harus bagaimana.

“Oh iya! Aku kembali ke YG saja! Aku akan tunggu oppa sampai kembali pulang!” ah, aku memang jenius!

*at YG Building*

“Ah ottoke! Sudah 1 jam aku menunggu disini, tapi Ji Yong oppa belum pulang juga?” aku menggurutu di pintu masuk YG Building. Bagaimana tidak, sudah 1 jam aku berdiri menunggu Ji Yong oppa, tapi dia belum pulang juga!

“Oh, Ji Ra-ah! Kenapa kau masih disini? Bukannya kau tadi bilang mau pulang?” deg! T…TOP oppa! Aku harus pergi! Aku tidak mau terlihat bodoh dan gugup dihadapan rapper BigBang itu.

“Ah, ani! Ini aku mau pulang. Jalgayo!” dengan sedikit berlari, aku pergi meninggalkan TOP oppa, tapi…

“Ahhhhh!” aku tersandung koperku sendiri. Isi tasku bertaburan dimana-mana. Aigoo! Apa yang kau lakukan Kwon Ji Ra?! Kenapa kau bisa terjatuh dihadapan TOP oppa?!

“Ji Ra-ah! Gwaenchana? Kenapa kau lari segala?” TOP oppa datang untuk membantuku berdiri. Lalu dengan sigap, ia mengambil barang-barangku yang berantakan di tanah.

“Ah, kamsahamnida TOP oppa! Maaf, tadi aku tersandung” cecarku malu plus gugup.

“Ani, tidak usah berterimakasih. Kau mau pulang kan? Biar aku antar ya? Kajja!” TOP oppa mengambil koperku, lalu menarik tanganku menuju ke mobilnya.

Flashback end.

“Ji Ra-ah? Gwaenchana? Kenapa kau melamun? Ayo makan dulu” TOP oppa membuyarkan lamunanku. Sebuah sendok berisi bubur abalon berada tepat didepan mulutku.

“A..ani oppa” elakku, sambil memakan bubur yang disuapi oleh TOP oppa.

“Bagaimana, enakkan?” ujar TOP oppa senyum-senyum.

“Masshita! Apalagi kau yang menyuapiku” aku menggoda TOP oppa. Bisa kulihat semburat merah yang menghiasi pipinya.

“Oppa, habis ini aku mau jalan-jalan di taman Rumah Sakit. Kau mau kan, menemaniku?” tanyaku pada TOP oppa. Aku sangat bosan disini.

“Baiklah, tapi habiskan dulu buburnya arraci?” tawarnya. Aku pun mengangguk senang.

-SJK-

*Hospital’s Park*

“Hahh!!! Sudah lama aku tidak bermain di taman seperti ini!!!! Udaranya sangat segar! Benarkan oppa?” aku bertanya, sembari melebarkan kedua tanganku, lalu menghirup udara taman kuat-kuat.

“Oppa?” aku tersadar, kalau pertanyaanku yang tadi belum dijawab oleh TOP oppa.

“Oppa, kenapa kau diam sa…”

-Chu-

Tiba-tiba TOP oppa mencium bibirku sangat dalam dan lembut. Kurasakan bibirnya yang manis dan hangat, membuatku tak mau menolaknya. Pelan-pelan, kupejamkan mataku, seperti yang dilakukan TOP oppa. Tak lama, TOP oppa melepaskan ciumannya, dan dengan erat memelukku.

“Ji Ra-ah, saranghae! Jeongmal saranghae! Maukah kau menjadi yeojachinguku, hingga akhir hayatku?” pernyataan TOP oppa membuatku kaget setengah mati. Aku tidak menyangka, TOP oppa mempunyai perasaan yang sama denganku.

“Nado saranghae oppa. Aku mau jadi yeojachingumu, hingga akhir hayatmu” tanpa ragu, aku menerimanya. Sudah lama aku menanti ini semua.

 

TOP POV

“Nado saranghae oppa. Aku mau jadi yeojachingumu, hingga akhir hayatmu” Ji Ra akhirnya menerimaku untuk menjadi bagian dari hidupnya. Oh, bahagianya aku! Sekarang Ji Ra telah menjadi milikku!

“Gomawo Ji Ra-ah!” tanpa babibu, aku langsung mencium bibirnya yang kecil dan lembut. Tapi saat aku masih ingin menikmati first kissku bersama Ji Ra, aku melihat cairan kental berwarna merah menutupi mulut dan permukaan kulit bibir Ji Ra.

“Ji Ra-ah, bibirmu” aku melepaskan ciumanku. Ji Ra yang tahu bibirnya berlumuran darah, sontak mengelapi bibirnya dengan baju pasiennya.

“Nan gwaenchana chagi-ya” deg! Ji Ra memanggilku chagi? Jantung ini benar-benar sudah lepas kendali.

“Kau kenapa chagi-ya? Kenapa bibirmu berdarah?” gantian aku yang memanggilnya chagi.

“Nan gwaenchana. Baru tadi aku menjadi kekasihmu, kau sudah tidak percaya padaku? Eoh?” jawab Ji Ra, sambil mengusap pelan bibirku yang terkena darah dari mulutnya. Apakah itu dampak dari maag akutnya?

“Jinjja? Sebaiknya kita bertemu dokter untuk memeriksamu. Aku takut terjadi apa-apa padamu” bujukku. Aku benar-benar khawatir padanya, walaupun sepertinya ia tampak sehat dari kemarin.

“Ani oppa! Tidak usah! Sebaiknya kita kembali ke kamar. Aku takut Ji Yong oppa mencari kita” Ji Ra mengajakku kembali ke kamar rawat inapnya. Aku juga akan memberitahu Ji Yong, kalau aku dan Ji Ra berpacaran.

 

*Ji Ra’s patient room*

Aku kembali menyelimuti Ji Ra yang sudah tertidur. Kupandangi wajahnya dalam-dalam. Wajahnya yang polos, membuatku semakin ingin menjaganya dalam hidupku.

“Ji Ra-ah, kemana saja kau! Aku….”

“Ssstt, dia sedang tidur” aku berbisik pada Ji Yong, yang sepertinya sedang panik mencari Ji Ra, karena adiknya itu menghilang dari kamar.

“Hyu..hyung, kau darimana saja? Aku panik mencari kalian berdua!” Ji Yong berbisik padaku.

“Kami tadi dari taman. Ehmm..Ji, aku ingin mengatakan sesuatu padamu” bisikku pada Ji Yong. Ini waktu yang tepat untuk memberitahu hubunganku dengan Ji Ra.

“Ada apa hyung? Bicara saja padaku” jawab Ji Yong, sembari menggeser tempat duduk , dan duduk disampingku.

“Aku dan Ji Ra resmi berpacaran Ji.” Aku memulai semuanya. Terlihat di wajah Ji Yong, mimik wajahnya yang kaget.

“ 2 tahun sejak kau memperkenalkannya pada anggota BigBang, aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Sejak pertama bertemu dengannya, aku langsung nyaman dengannya. Aku semakin sadar, bahwa dia adalah takdirku. Aku janji, aku akan menjaganya dengan baik. I love your dongsaeng Ji” ucapku, sambil menatap dalam-dalam mata Ji Yong, berharap dia mau mengerti.

“Aku mengerti hyung. Sebenarnya, aku sudah tahu kalau kau menyukai Ji Ra, tapi aku tidak pernah menanyakannya langsung padamu atau Ji Ra. Dari sikapmu pada Ji Ra saja, sudah ketahuan kalau kau sangat menyayangi dan melindunginya” ucapan Ji Yong membuatku terpaku.

“Ja..jadi?” aku bertanya pada Ji Yong, untuk memastikan pernyataannya barusan.

“Aku merestui hubungan mu dengan Ji Ra hyung” Ji Yong memegang pundaku. Aku cukup terkejut sekaligus senang mendengarnya.

“Jinjja? Gomawoyo Ji! Aku akan menjaga adikmu dengan baik” aku memeluk Ji Yong erat.

-SJK-

Ji Ra POV

*at TOP’s car* *1 week laters*

Aaahh!!!!!!!! Akhirnya aku diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit yang menyeramkan itu! Aku senaaang sekaallii!!! Hari ini, aku akan menemani TOP oppa yang mau rekaman untuk lagu barunya di YG studio. Pertama kalinya aku menemani TOP oppa yang sejak seminggu yang lalu resmi menjadi pacarku. Aku berjanji, akan menjaga hubungan ini baik-baik.

“Chagi-ya” TOP oppa memanggilku dengan suara khasnya. Berat dan seksi.

“Ne oppa?” aku menjawab, sambil memandanginya yang sedang fokus menyetir.

“Kau janji ya, tidak akan telat makan lagi. Bahkan sampai tidak makan. Aku tidak mau kau sakit lagi” ujarnya. Wajahnya mulai menampakkan kekhawatiran.

“Ne oppa. Aku janji. Sudah, tidak usah khawatir lagi ne?” jawabku, sambil mengelus pipinya lembut.

Tiba-tiba, mobil yang kami kendarai di rem mendadak oleh TOP oppa. Kalau saja aku tidak memakai sabuk pengaman, aku pasti sudah membentur dashboard.

“Oppa, apa yang kau lakukan?!” teriakku kesal.

“Ani, aku tidak melakukan apa-apa” jawabnya, dengan wajah polos.

“Untung saja aku memakai sabuk pengaman! Kalau tidak, aku kan bisa ce…”

-Chu-

Belum sempat aku berhenti mengomel, bibir TOP oppa mendarat dengan selamat di bibirku. TOP oppa mencium bibirku dalam-dalam, sambil menutup matanya. Tangannya perlahan menyentuh tengkuk leherku, dan semakin mempererat ciumannya. Aku pun melakukan hal yang sama. Ah, hari yang indah.

*at YG studio*

“Unnie!!!” aku berteriak, saat melihat CL unnie yang sedang duduk bersama dengan member BigBang lainnya.

“Aaaa!! Chagi-ya!! Kau sudah sembuh??!!! Omo! Aku kangen sekali padamu Ji Ra-ah!” CL unnie membalas pelukanku erat.

“Ne unnie. Maafkan aku ya, aku jadi tidak menghadiri konsermu seminggu yang lalu” sesalku, sambil tetap memeluk CL unnie.

“Gwaenchana Ji Ra-ah. Itu tidak terlalu penting. Yang penting sekarang kamu sehat” ujar CL unnie. Ah, kau memang unnie ku yang terbaik.

“Yaa Ji Ra-ah, kau tidak rindu pada kami?” tiba-tiba, Seungri oppa nyeletuk.

“Oh, annyeong Daesung oppa, Seungri oppa, Taeyang oppa” aku melepaskan pelukan CL unnie, dan memberikan salam pada trio BigBang itu.

“Mianhae oppa, hehe” aku pun memeluk satu persatu trio BigBang tersebut. Daesung oppa, Taeyang oppa, dan terakhir, Seungri oppa. Tetapi, saat mau melepaskan pelukan Seungri oppa, Seungri oppa malah mengeratkan pelukannya.

“YAAA! SEUNGRI-YAAA!!! LEPASKAN KEKASIHKU SEKARANG JUGA!!!” teriakan TOP oppa berhasil membuat manusia-manusia tidak berdosa di YG studio shock . Seungri oppa pun langsung melepsakan pelukannya.

“Hyu..hyung…apa maksudmu? Kekasih? Jangan bilang kau dan Ji Ra…” Seungri oppa terbata-bata. Huft…ini saatnya..

“Hmm..mungkin ini saatnya aku memberitahukannya. Aku dan TOP oppa resmi berpacaran seminggu yang lalu. Maaf baru memberitahu sekarang” ujarku malu-malu. Aku bisa merasakan rona merah dipipiku.

“Omo! Benarkah hyung?! Kenapa kau tidak memberitahu kami?!” Daesung oppa dan Taeyang oppa kompak banget kagetnya.

“Omo! Daebak! Kita harus merayakannya bersama member 2ne1 lainnya! Mereka harus tahu ini! Eh, ngomong-ngomong, mana oppamu?” pertanyaan CL unnie membuatku kaget. Aku juga tidak tahu dimana Ji Yong oppa berada.

“Aku tidak tahu unnie. Tadi aku kesini  hanya bersama TOP oppa” jawabku bingung. Mataku sibuk mencari-cari Ji Yong oppa. Dimana dia ya?

“Kalian mencariku ya?” tiba-tiba, Ji Yong oppa nongol di balik pintu studio YG, sambil membawa banyak plastik berisi makanan. Di belakangnya terlihat sosok Dara unnie.

“Oppa, kau darimana saja?Aku mencarimu tau!” aku ngomel sendiri. Menyebalkan!

“Hahaha! Maafkan aku chagi-ya. Ayo semuanya! Kita rayakan jadian Ji Ra dan TOP hyung! Let’s go!” ajak Ji Yong oppa, disambut dengan sorakan dari CL unnie, Taeyang oppa, Daesung oppa, dan Seungri oppa.

“Ayo chagi, kita rayakan hari jadian kita yang sudah telat seminggu yang lalu ini” ajak TOP oppa menggodaku.

“Aish, oppa!” aku memukul lengannya pelan.

“Kajja!” ajak TOP oppa, sambil menggandeng tanganku erat. Ji Yong oppa yang mendengar celotehan kami, terkikik pelan sambil mengerlingkan sebelah matanya padaku. Aku pun membalasnya dengan senyuman.

Ah, oppa. Aku sangat bahagia terlahir sebagai dongsaengmu.

 

The end…

Mian kalo aneh. Jangan lupa kritik dan sarannya. Gomawo!