cats copy copyNama author : Choi Ji-hyun

Cast(s) :

–          Lee Seunghyun (Tokoh utama pelaku sampingan)

–          Lee Chaerin

–          Lee Ha Yi

–          Choi Seunghyun

–          Kwon Jiyong

–          Kang Daesung

–          Dong Youngbae

–          Park Bom

–          Sandara Park

–          Gong Minji

Genre: Romance/Drama/Humor/Friendship dsb. (kayaknya)

Rating: PG

Length: Chapter(s)

Disclaimer : Cerita milik saya. Big Bang dan 2NE1 dibentuk oleh YG. Mereka milik orangtua masing masing dan Tuhan YME.

A/N:  Ini fanfic pertama saya yg dipublish diblog ini. Tapi ini juga pernah saya publish di ffn. Hati-hati jika menemukan berbagai macam typo, OOC, dll. Semoga kalian suka. Selamat membaca J

Twitter: @haygtop

 

————-We Belong Together (Chapter 3)————-

 

Semua bersenang-senang kecuali Seungri. Ia masih memikirkan apakah dia harus memberitahukan yang lain atau tidak.

Dan tentunya memberi tahu sahabat. Lamanya.

Mungkin ini pesta kecil-kecilan untuk merayakan keberhasilan artis YG diawal debutnya. Seungri senang sekaligus gundah. Disamping sekarang dia sedang berada masalah, ia senang karena ini adalah pesta orang yang dikaguminya. Lebih tepatnya orang yang disukainya.

Lee Hi

FLASHBACK ON

Siang ini cukup dingin. Di Seoul, suhu sudah mencapai -4°. Langit cukup cerah dan mentari pun masih tampak. Suasana di YG Building kali ini terbilang sepi.

Seungri berada di ruangannya ditemani secangkir kopi, duduk di depan penghangat tubuh.

Terdengar teriakan dari  luar.

“HAYI!”

“Ah, suara G-Dragon hyung.” pikir Seungri.

Sambil menyeruput kopinya, ia menguping pembicaraan di luar.

Di Koridor

“Apa Oppa?” Lee Hi berlari menghampiri kakaknya.

“Mau kemana?” tanya G-Dragon

“Aku mau syuting MV.” jawab Lee Hi.

“Oh, aku mau ke apartemen duluan. Kalau sudah selesai telfon aku.”

“Oppa, tunggu saja disini. Aku gugup.”

G-Dragon mengacak-acak rambut Lee Hi. “Kau sudah besar, tak perlu takut. Kan ada Bom.”

“Makanya itu.”

“Apa?”

“Itu yang membuatku gugup.” jawab Lee Hi.

G-Dragon tahu apa yang dimaksud adiknya.

“Baiklah.” G-Dragon pun menurutinya.

Mereka pun berjalan sambil berbincang-bincang menuju tempat syuting.

Kembali ke ruangan Seungri

“Aku rasa lebih baik aku mengkuti mereka.” guman Seungri.

Di lokasi syuting

“CUT!” terdengar teriakan sang director.

“Ekspresimu terlalu datar. Tampilkan senyumanmu sedikit.”

Lee Hi hanya mengangguk.

G-Dragon menunggu di ruang ganti. Ia tak sendiri. Tetapi bersama Seungri.

“Apa urusanmu datang kesini?” tanya G-Dragon.

“Aku bosan.” jawab Seungri.

“Bosan kok kesini. Pasti ada alasan lain kan?”

“Tidak.” jawab Seungri gugup.

G-Dragon semakin yakin bahwa kedatangan Seungri yang lain dan tak bukan hanyauntuk melihat proses syuting adiknya. Namun, G-Dragon masih memaksa Seungri untuk memberi tahu yang sebenarnya.

”Jujur saja.”

“Tidak ada.” ketus Seungri.

“Yang benar? Aku tidak akan memberi tahu siapa-siapa.” G-Dragon tetap memaksa.

“Tidak ada, hyung.”

“Janji?” G-Dragon menunjukkan kelingking sebelah kanannya.

“Benar tidak ada.”

“Kau keras kepala.”

“Kau juga.”

“Kumohon.” G-Dragon semakin tidak sabar.

Seungri menghela nafas. Mungkin lebih baik ia memberi tahu hal ini.

“Iya.” kata Seungri

“Iya apa?”

“Iya. Aku kesini ingin melihat adikmu.”

Seungri menatap mata G-Dragon dalam-dalam.

“Kau sudah besar.” guman G-Dragon.

“Hah? Kau pikir aku tidak pernah naksir cewek. Tentu pernah.”

“Siapa? CL ya?” ledek G-Dragon.

“Apa? Siapa coba yang suka sama orang kayak gitu.”

Terdengar suara dentuman pintu sontak mebuat mereka menoleh ke sumber suara.

“Siapa disana?” teriak G-Dragon

Tak ada jawaban.

“Mungkin angin. Cuaca kan sedang dingin.” kata Seungri.

“Tak mungkin bodoh. Pasti ada orang di luar sana.” ejek G-Dragon dalam hati.

“Aku rasa aku harus keluar.” Seungri beranjak dari duduknya namun ditarik kembali oleh G-Dragon.

“Jawab dulu pertanyaanku.” kata G-Dragon.

“Pertanyaan? Pertanyaan apa?” Seungri pura-pura bodoh.

“Tak usah berpura-pura.” G-Dragon menghela nafas. “Baiklah, aku ulang kembali.” “Apa pernah kau naksir cewek selain adikku?” kali ini G-Dragon menatap Seungri serius.

“Pernah.” jawab Seungri singkat.

“Siapa?”

“Teman kuliahku.” “Itu juga sudah lama.” Seungri buru-buru melanjutkan.

G-Dragon memutar bola matanya. “Apa anak ini tidak pernah jujur terhadap dirinya sendiri”. pikir G-Dragon. Kali ini ia melepaskan tangannya.

“Oke. Pertanyaan kedua.”

Seungri merasa tidak nyaman.

“Mengapa kau suka adikku?”

“Entahlah. Perasaan itu datang begitu saja.”

“Jawab yang jujur.” G-Dragon memaksa.

“Aku tidak bisa menjelaskannya.”

“Pasti bisa.”

“Baiklah.”

Sambil mendengar G-Dragon mencari posisi duuk yang enak.

“Ini sebetulnya alasan umum. Aku sebagai laki-laki, tertarik terhadap perempuan.”

“Kau itu ya.”

“Aku belum selesai.” Seungri melanjutkan pembicaraan “Entah kenapa menurutku mukanya imut.”

“Hanya itu?” tanya G-Dragon.

“Bukan cuma itu. Dia juga baik.”

“Bagaimana kau bisa menyatakan dia itu baik?” G-Dragon tak ada hentinya menyiksa Seungri.

“Mungkin memang alasan kecil. Dikala dia sendiri, aku suka menghampirinya. Mungkin terdengar sok akrab. Setiap kami bersama, kami selalu bercerita. Walaupun baru kenal beberapa minggu dia anak yang cukup mengasyikan. Kalau aku sedih dia juga suka membantuku. Lama-kelamaan aku menyimpan rasa terhadapanya.” Seungri menundukkan kepala.

“Seungri?” panggil G-Dragon.

“Apa?” sahutnya.

“Kau tahu apa yang menyebabkanku berada disini?”

Seungri menggeleng.

“Ia gugup.”

“Itu alasan yang wajar.”

“Ada alasan lain.”

“Apa?”

“Aku rasa kau harus memikirkan itu sendiri. Kau menguping pembicaraanku dan Lee Hi di koridor kan?”

Seungri salah tingkah.

“B-bagai…mana kau tahu?”

“Aku merasa ada orang yang sedang bersantai sambil minum di tempat aku berbicara dengan Lee Hi. Suara seruputannya (maaf, tidak pandai berbahasa) terdengar.” jelas G-Dragon.

“Itu benar.” jawabnya.

“Aku rasa perjuangan mu sia-sia. Kau harus jujur terhadap diri sendiri. Jangan membohongi perasaanmu. Aku kenal kau hampir 10 tahun. Aku tahu persis bagaimana dirimu.” kata G-Dragon.

Seungri menatap G-Dragon.

“Kau harus mengerti bagaimana perasaan orang-orang disekelilingmu. Aku harap kau mencerna baik-baik perkataanku.” G-Dragon beranjak dari duduknya lalu keluar ruangan.

FLASHBACK OFF

Seungri mengingat-ingat kembali perkataan hyung-nya itu. Ia pun tak sadar bahwa ada yang memanggilnya.

“Hey, bodoh?” terdengar CL memanggil.

Seungri mengangkat kepalanya dan menatap dalam-dalam mata sahabat lamanya itu.

“Boleh aku duduk?” tanya CL.

Seungri pun menggeser tubuhnya.

Ruangan cukup bising. Terdengar sorakan dari mana saja. Walaupun yang ikut hanya sedikit, suara musik di dalam cukup keras hingga membuat telinga berdenging.

“Kau kenapa?” CL membuka pembicaraan. Seungri hanya menatap kegembiraan yang tak dirasakannya itu. Masih terbawa pikiran hyung-nya. “Kau dengar aku?” CL memastikan.

Seungri masih terbawa lamunannya.

CL menumpahkan jus jeruk yang ia minum ke celana Seungri. “Basah bodoh” gerutu Seungri. “Kau itu, kutanya diam saja. Kalau ada masalah ceritakan saja padaku. Aku tahu kau pasti memikirkan sesuatu. Sorot matamu terlihat lelah.” CL menjelaskan.

“Memang.” desah Seungri. “Kalau aku cerita kepadamu, apa kau mau mendengarkan? Aku rasa ini maslah laki-laki.” lanjut Seungri.

“Seungri, kau itu memang bodoh. Kapan sih, aku tidak mau mendengarkan mu? Dulu kau pernah bercerita tentang mimpi basah pertamamu. Apa itu tidak disebut masalah laki-laki?”  gerutu CL.

“Ini lebih dewasa dibandingkan mimpi basah.” jawab Seungri.

“Apa ini masalah cewek?” CL menebak.

Yup, pipi Seungri merona. “Laki-laki memang mudah ditebak.” kata CL. “Ceritakan saja. Mungkin ini pertama kalinya kau bercerita masalah cewek. Kalau aku ingat-ingat.” CL menambahkan.

“Iya. Benar.” desah Seungri.

“Kau sedang jatuh cinta sekarang?” CL langsung to the point.

“Apa kau tidak pernah berbasa-basi? Kau membuatku gugup.” kata Seungri kesal.

“Iya atau tidak?” paksa CL.

Ini mengingatkannya saat ia berbincang bersama G-Dragon.

“Kau menyeramkan.” Seungri mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Modusmu itu murahan. Jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan. Jadi, iya atau tidak?”

Batin Seungri merasa tertekan.

“Apa aku harus jujur? Ini menyangkut perasaan lho.” Seungri masih mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Iya atau tidak? Atau aku harus menumpahkan jus jeruk lagi? Ke bajumu?” ancam CL.

“Kalau gitu aku juga akan menumpahkan jus jeruk ke bajumu.”ledek Seungri.

CL menginjak kaki Seungri hingga ia berteriak.

“SAKIT BO..” belum sempat menyelesaikan pembicaraannya, CL menjitak kepala Seungri. “Kau tidak pernah berubah. Bisa tidak kau jawab pertanyaanku?”

Seungri menghela nafas.

“Iya.” jawab Seungri ketus.

“Apa ia trainer YG? Seleramu pasti yang muda-muda dan juga sexy.” ledek CL.

“Hilangkan kata sexy.” jawab Seungri.

“Biasa saja ya? Tapi benar, dia masih trainer?” tanya CL.

“Mantan.” jawab Seungri.

“Kalau begitu dia sudah debut? Baru-baru ini atau sudah lama?”

Seungri tidak menjawab.

“Kalau begitu aku akan menebak.” CL menatap Seungri jahil.

“Ada aku, Minzy……. dan juga Lee Hi.” CL masih berfikir. “Hanya itu.”

“Pecahkan masalah itu sendiri.” Seungri berdiri lalu meninggalkan CL. “MAU KEMANA?” teriak CL. Seungri menoleh “Aku capek.”

“Kalau aku tahu siapa orangnya, jangan kecewakan aku!” teriakan CL terdengar keras di telinga Seungri.

Seungri hanya mengangkat jempolnya lalu keluar ruangan.

 

To Be Continued

Wahaha, gimana, gaje ya?