bigbang_gmarket_mobile

Title : Teydaddy’s Love [Kalau Mau]

Author : chanyb

Casts : TAEYANG [BIGBANG] – etc

Genre/Length/Rate : Romance—comedy/Ficlet/PG-15 (nsyaAllah)

Disclaimer : Orang absurd nan alay *nunjuk diri sendiri* sudah pasti yang bikin ff berantakan ini😄 dan untuk sementara waktu pria berinisial Dong Young Bae bukan milik si absurd .-.

====== TL ======

Hari itu, sebagaimana biasa, Taeyang sedang menghabiskan liburan akhir pekan dengan membaca komik karangan Eichiiro Oda sambil menyeruput jus jeruk di tempat penyewaan buku langganannya. Setiap akhir pekan tiba, hari di mana Taeyang tak perlu memikirkan berkas-berkas memusingkan dan omelan sang atasan yang selalu mengkritik ini-itu. Dia selalu datang ke satu-satunya tempat yang paling tenang untuk membaca hingga tidur siang.

Lagipula dia juga menghindari berbagai keluhan sang ibu lantaran ia belum pernah membawa seorang wanita ke kediaman Keluarga Dong. Sekali waktu, ibunya akan merengek betapa inginnya dia menimang cucu. Di waktu nyaris bersamaan, Nyonya Dong sengaja memasuki kamar Taeyang demi berkata seandainya ada seorang wanita muda di rumah mereka, tentu dia akan memiliki teman memasak.

Sementara Taeyang dengan ketenangan luar biasa hanya akan merespons, “Aku sangat sibuk, Eomma.

“Ya, sibuk membaca komik aneh di tanganmu itu, kan?” Dan ibunya mulai menunjuk rak buku di sudut kamar Taeyang, mengancam akan membakar semua koleksinya.

Maka, usai kejadian tersebut, dia memindahkan seluruh hartanya ke tempat penyewaan buku dekat kantornya. Si pemilik ialah seorang wanita cantik awal tiga puluhan bernama Je In. Tak perlu ditanyakan lagi seberapa cantik Je in, sebab Taeyang bakalan menjawab, “Iya.” Dengan singkat dari balik komiknya tiap kali Je In bertanya, apakah dia tetap cantik di umur yang bisa dibilang tidak muda lagi. Dan biasanya selepas menjawab pertanyaan, Taeyang mendapat kudapan atau jus jeruk kedua secara gratis.

Jangan berprasangka buruk dulu kepada pria berusia dua puluh lima itu, dia benar-benar jujur sewaktu mengatakan iya. Di samping itu, si pemilik terkenal sangat baik juga gampang bergaul walau cara berbicaranya termasuk aneh untuk seorang wanita dewasa.

“Memutuskanku karena aku cuma bisa memasak mi instan? LUAR BIASA.”

Cara berbicara seperti inilah yang kadang membuat Taeyang jengkel bila mereka mulai bercakap-cakap. Sehingga tak sampai dua menit kemudian, dia bakal membiarkan Je In mengoceh sendirian sedang dia hanya menyimak dalam diam sambil sesekali melirik wanita berwajah kebaratan di hadapannya.

Untuk sejenak, Taeyang menghentikan aktivitasnya semula, menaruh komiknya ke atas meja kayu. Lalu, menyeruput jus jeruk lambat-lambat selagi sosok perempuan berkuncir kuda berjalan mengentak-entak sewaktu memasuki ruangan. Untungnya, hanya ada Taeyang dan dua orang lainnya saat Je In mengamuk.

“Aku bukan wanita yang pantas untuknya? Aish, ini penghinaan luar biasa!”

Masih dengan gelas jus di tangan, Taeyang memerhatikan semua tindak-tanduk si wanita ‘luar biasa’ sambil menopangkan pipi menggunakan tinju kirinya. Meski tak berucap apa pun, dia bertanya-tanya mengapa Je In tiba-tiba menjadi marah-marah begitu. Padahal sebelum mengangkat telepon, wajah wanita itu bersemu merah.

“Padahal aku mau belajar memasak untuknya, dia benar-benar aneh luar biasa.”

Bahkan dalam marah pun dia masih sempat mengatakan luar biasa di ujung kalimat? Batin Taeyang takjub. Menyeruput kembali jusnya dan tersenyum samar setelahnya. Mendadak, mendapat ide untuk menggoda Je In. Mungkin.

“Je In noona!” Taeyang berhenti sebentar, menunggu wanita itu menoleh padanya.

Ne?”

“Benarkah kau cuma bisa memasak mi instan?”

Butuh waktu lama bagi Je In untuk mengangguk pelan, sepasang mata sembabnya tampak merana menatap Taeyang.

“Wajar….”

Sialan!

Selama sepersekian detik, Je In terperangah, mendapati komentar singkat Taeyang. Pria yang biasanya hanya melirik dan berujar seadanya itu bahkan tersenyum senang setelah berujar dengan ketenangan memuakkan.

“Tapi, aku,kan, sudah bilang mau belajar memasak….”

“Ya, tentu saja noona boleh belajar memasak untukku. Kalau noona mau.”

Mungkin tidak sepenuhnya ingin menggoda.

====== TL ======

Okeshippo, saia kembali membawa ff yah, yang lumayan atau emang acakadut. Tapi, akhirnya saia bisa nulis lagi setelah buntu ide selama kurang lebih dua bulan karena kembali terbius oleh Luffy dkk jadi semua ff terbengkalai *nyengir gaje* *dilempar batako*

Sumbangan baik berupa komentar cabe-cabean, kritik, saran, apalagi angpao amat diterima. :3❤