SUMMER LOVE BANNERAuthor : Littlesun

Casts : Sandara Park, Kwon Jiyong

Genre : Romance

Rating : Mature

Lenght : 25 chapters

Disclaimer : This is a fictional story, dont take it seriously. All characters on this story have no existence and have no relation whatsoever to anyone bearing the same name or names and all incidents are pure invention.

A/N : DO NOT POST THIS STORY IN ANY OTHER SITES

Twitter : @isnaini1995

Chapter 2

 

Dara dan Jijun sedang bermain di taman belakang mansion mereka. Matahari mulai turun dari singgasananya. Langit mulai menampakkan semburat merah. Jijun berlarian di taman diikuti oleh Dara di belakangnya. Hyesun dan Jieun duduk di bangku taman, memperhatikan mereka berdua.

“Tidak terasa sudah selama ini,” kata Hyesun, “Dia begitu kuat,”

Jieun menoleh pada Hyesun, “Namja itu.. apakah dia mengetahui keberadaan Jijun?” tanya Jieun.

Aniyo,” jawab Hyesun, “Hanya penghuni mansion ini yang tau. Karena itulah Dara sangat ingin membawa Jijun keluar,”

Jieun menunduk lalu kembali menolehkan kepalanya kembali ke arah Dara dan Jijun. Jijun berlari mendekat dan berlari ke dalam pelukan Hyesun.

Jijun-ah,” kata Hyesun.

Noona! Sembunyikan aku!” kata Jijun.

Dara berhenti berlari dan berdiri di depan mereka bertiga.

“Ya~! Jijun-ah, eoddiya?” tanya Dara, berpura-pura tidak melihat Jijun.

Jijung bersembunyi di balik tubuh Hyesun. Berusaha menahan tawa dengan kedua tangannya. Hyesun dan Jieun tertawa saat melihat kelakuan mereka berdua.

Jijun-ah,” panggil Dara.

Jijung tidak keluar dan terus bersembunyi di belakang Hyesun.

Ji..,”

“Noona,” sebuah suara memanggil Dara dari belakangnya.

Jijun mendongak, “Hyunie ahjussi!” teriak Jijun lalu berlari ke arah Sanghyun yang berdiri di belakangnya.

Sanghyun tersenyum saat melihat keponakan kecilnya itu. Jijun mengulurkan tangannya dan Sanghyun langsung mengangkatnya.

“Bagaimana kabar keponakan Hyunie ahjussi?” tanya Sanghyun.

“Baik!” jawab Jijun, ceria.

“Benarkah?” tanya Sanghyun.

Jijun mengangguk.

Mrs. Park,”

Dara menoleh. Kim ahjumma berdiri tak jauh dari tempat mereka berkumpul. Hyesun, Jieun, dan Sanghyun ikut menoleh ke arah Kim ahjumma.

Ne?” kata Dara.

Mrs. Park, di depan ada yang mencari Anda,” kata Kim ahjumma.

Dara, Sanghyun, Hyesun, dan Jieun saling bertukar pandang. Dara kembali menoleh pada Kim ahjumma, “Nuguya?” tanya Dara.

Mr. Kwon,” jawab Kim ahjumma.

“Mr. Kwon?” tanya Dara.

Ne,” jawab Kim ahjumma.

Mereka berempat kembali bertukar pandangan. Sanghyun menggelengkan kepalanya lalu mengeratkan pelukannya pada Jijun.

Dara menoleh pada Kim ahjumma, “Katakan padanya aku sedang sibuk dan tidak bisa diganggu,” kata Dara.

Ne,” jawab Kim ahjumma lalu berbalik dan berjalan pergi.

“Apa yang dia inginkan di sini?” gumam Sanghyun sambil memandang kepergian Kim ahjumma.

“Mollayo,” jawab Dara.

“Bagaimana dia bisa tau mansion ini?” gumam Hyesun.

Dara menoleh ke arah Hyesun.

**

Jiyong berdiri di ruang tamu mansion itu. Dia tidak duduk, dia hanya berdiri menunggu Mrs. Kim kembali sambil mengamati dekorasi ruangan ini. Ada berbagai macam interion bernuasa classic dalam ruangan ini, tetapi tak satupun foto keluarga atau foto CEO Park yang terpasang di ruangan itu. Bagi Jiyong ini sedikit.. aneh.

Agashi,”

Jiyong berbalik saat mendengar suara itu. Wanita tua itu yang bermarga Kim sudah kembali dan berdiri di depannya.

Jeosonghamnida,” kata Mrs. Kim lirih, “Mrs. Park sedang tidak bisa diganggu,”

Mwo?” tanya Jiyong, “Apakah kau tidak mengatakan bahwa aku yang ingin bertemu dengannya?”

Ne, aku sudah mengatakannya,” jawab Mrs. Kim.

Dan dia masih menoleh kehadiranku?” tanya Jiyong setengah tidak percaya.

Baru kali ini ada orang yang menolak untuk bertemu dengan Kwon Jiyong. Biasanya mereka akan rela mengantri dan menunggu lama hanya untuk bertemu dengannya.

Jiyong menoleh ke arah Mrs. Kim, “Di mana dia?”

Ne?” tanya Mrs. Kim.

Di mana dia?” ulang Jiyong.

Mrs. .. Mrs. Park..,” jawab Mrs. Kim.

Sudahlah..,” Jiyong berjalan melewati Mrs. Kim, “Aku akan mencarinya sendiri,” Jiyong melangkah dengan cepat menyurusi lorong-lorong panjang mansion itu.

“Tunggu!” panggil Mrs. Kim, “Anda tidak bisa bertemu dengannya,”

Jiyong tidak mengindahkan kata-kata Mrs. Kim dan hanya terus berjalan.

Mr. Kwon! Tunggu!” Mrs. Kim berjalan dengan cepat mengikuti Jiyong.

Jiyong berbelok hingga dia sampai di sebuah ruangan yang luas dengan sebuah tangga besar di tenggahnya. Sama seperti ruangan-ruangan lain yang di dalam mansion itu, ruangan ini bernuansa classic. Beberapa interior yang unik dan indah juga menghiasi ruangan ini. Sebuah lampu kristal besar menggantung di tengah-tengah ruangan. Beberapa pilar tinggi menyangga langit-langit ruangan itu. Selain sebuah lampu kristal di langit-langit itu juga dihiasi dengan kaca yang membiaskan cahaya-cahaya matahari yang masuk dari luar dengan lukisan-lukisan bunga berwarna-warni di sana.

Mr. Kwon..,” panggil Mrs. Kim.

Jiyong berhenti dan menoleh ke kanan dan kiri.

Mr. Kwon..,” panggil Mrs. Kim yang kini sudah berdiri di belakangnya.

“Di mana dia?” tanya Jiyong.

Ne?” tanya Mrs. Kim.

Katakan di mana dia?” ulang Jiyong.

“Mrs. Park tidak bisa..,”

“Tidak apa-apa,”

Jiyong mendongak saat mendengar suara itu. Di anak tangga teratas berdiri seorang wanita dalam balutan dress putih memperhatikan mereka. Tangan kanannya bersandar pada tepi tangga, “Kau bisa pergi sekarang, Ahjumma,”

Ne,” Mrs. Kim berbalik dan melangkah pergi.

Jiyong menatap kedua manik mata yang menatapnya lekat dari atas.

Kwon Jiyong-ssi, ada yang bisa aku bantu?” tanya Dara dari atas. Kemudian dia melangkah turun mendekati Jiyong.

Jiyong memperhatikan Dara. Entah kenapa ada sesuatu dengannya yang terasa familiar. Rambut coklatnya, mata coklatnya, kulit putihnya, bibirnya..

Seorang wanita, huh?

Dara berdiri di depan Jiyong, “Jadi, apa yang bisa aku bantu sehingga kau rela datang ke rumahku?” tanya Dara.

Jiyong berdehem, “Aku ingin meminta penjelasanmu kenapa kau..,”

“Memberhantikan semua aktivitas artis YG termasuk album baru BIGBANG?” sela Dara.

Jiyong diam dan menatap Dara tajam.

“Bagaimana kalau kita bicarakan ini di ruang kerjaku?” tanya Dara lalu melangkah menyusuri lorong.

**

“Jadi dia Kwon Jiyong?” tanya Jieun.

Ne,” jawab Hyesun yang berdiri di sampingnya.

“Namja seperti itu, huh?”

Mereka berdua berdiri di tepi lantai dua. Bersandar pada pagar yang mengelilingi tepi lantai itu. Mereka memperhatikan Jiyong dan Dara yang sedang berbicara di bawah. Setiap gerak-gerik namja itu tak luput dari mata mereka.

**

“Jadi, kau ingin meminta penjelasanku?” tanya Dara.

Jiyong diam dan hanya menatap Dara dengan tajam.

Jiyong dan Dara duduk saling berhadapan di dalam ruang kerja Dara. Sanghyun berdiri di belakang Dara. Mengamati Jiyong. Sesekali Jiyong melirik pada Sanghyun kemudian kembali ke Dara.

“Baiklah, aku akan mengatakan semua pertimbanganku,” kata Dara, “­Sanghyun-ah, tolong ambilkan,”

Sanghyun berjalan ke meja Dara lalu mengambil beberapa file yang ada di atas meja Dara. Sanghyun berbalik, berjalan ke arah Dara lalu memberikan file-file itu pada Dara.

Dara membuka file yang ada di depannya, “YG Entertainment,” kata Dara.

Jiyong memperhatikan Dara dengan seksama.

“Aku sepertinya tidak perlu membacakan semua ini. Aku hanya akan membacakan beberapa data saja,” kata Dara lalu tersenyum, “YG Entertainment memiliki dua grup idola dan dua penyanyi solo. BIGBANG memulai debutnya pada Januari 2009, Se7en memulai debutnya pada Oktober 2009, Park Bom memulai debutnya pada Juni 2010, dan CL&Minzy memulai debutnya pada Mei 2011. Memiliki beberapa catatan khusus karena beberapa artisnya kerap membuat skandal yang menyulitkan perusahaan. Pada tahun 2009, foto magnae Seungri yang sedang pergi ke klub malam beredar di internet padahal dia masih di bawah umur dan foto leader G-Dragon yang keluar dari sebuah klub dengan sesama idola dari management lain, Ahn Sohee, beredar di internet. Perusahaan tidak memberikan klarifikasi pada dua skandal tersebut. Pada tahun 2010, Kang Daesung dan Choi Dongwook terlibat dalam sebuah perkelahian di salah satu klub malam. Perusahaan tidak memberikan klarifikasi pada dua skandal tersebut. Pada akhir tahun 2010, foto leader G-Dragon dengan dua artis idola, Im Yoona dan Kim Taeyeon yang sedang berada di klub beredar diinternet. Dua buah foto beredar pada skandal tersebut, foto G-Dragon dengan Im Yoona yang sedang berciuman di toilet klub dan foto G-Dragon yang sedang menari sambil berpelukan dengan Kim Taeyeon,” Dara berhenti membaca sejenak dan menongakkan kepalanya ke Jiyong.

Jiyong hanya menatap Dara dalam diam. Pandangannya menerawang.

“Pada tahun 2011, leader G-Dragon kembali membuat skandal dengan fotonya dengan artis idola, Kim Hyuna, di sebuah pantai di Jepang. Pada akhir tahun 2011, foto leader G-Dragon dengan seorang model Jepang, Mizuhara Kiko, di ranjang sebuah hotel beredar di internet,” kata Dara.

Dara meletakkan foto-foto skandal Jiyong di meja. Jiyong melihat foto itu satu persatu lalu kembali mengarahkan pandangannya pada Dara.

“Sepertinya kau adalah Raja Skandal,” kata Dara, “Setelah melihat semua ini apakah kau masih menuntuk untuk melanjutkan aktivitasmu?”

Jiyong diam.

“Tidak bisa menjawab?” tanya Dara, “Baiklah jika sudah tidak ada lagi yang..,”

“Tunggu!” kata Jiyong, “Aku.. aku..,” Jiyong menatap meja di depannya, tatapannya menerawang.

Ne?”

“Beri kami kesempatan lain,” kata Jiyong lalu menatap kedua manik mata Dara yang berwarna coklat.

“Kesempatan lain?” tanya Dara sambil menyandarkan tubuhnya di pinggung sofa.

Ne,” jawab Jiyong.

“Apa yang akan aku peroleh jika aku memberi kalian kesempatan lain?” tanya Dara.

Jiyong diam sejenak, sedikit terhenyak saat mendengar pertanyaan Dara, “Aku.. aku.. ,” Jiyong kembali terdiam.

Dara berdiri, “Pikirkan dulu apa yang ingin kau katakana sebelum kau datang menemuiku,” kata Dara lalu melangkah pergi. Sanghyun mengikuti di belakangnya.

Jiyong diam sejenak lalu kembali mendongak setelah beberapa kenangan lama yang selama beberapa tahun ini telah terkubur dalam ingatannya kini kembali muncul. Matanya melebar, dia langsung berdiri dan menoleh ke arah Dara, “San.. da.. ra.. Sandara Park?”

Dara berhenti berjalan. Dara mengatupkan kedua kakinya lalu menoleh perlahan, “Ne? Nuguya?”

“Neol,” jawab Jiyong.

Dara tersenyum, “Ani. Aku bukan Sandara Park, aku Dara Park,”

**

Jiyong menghempaskan tubuhnya ke atas ranjangnya. Matanya menerawang, menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya melayang-layang, berkeliaran entah di mana. Kembali pada masa-masa awal saat semuanya belum berubah.

Hyung!”

Sudah hampir dua puluh menit sejak suara itu terdengar dari balik pintu kamar Jiyong. Mencoba menangkap perhatian Jiyong pada mereka.

Saat Jiyong kembali ke dorm BIGBANG, dia langsung berjalan masuk ke kamarnya dan mengunci diri. Semua orang yang saat itu sedang berkumpul di ruang tengah mereka langsung menoleh dan memperhatikan tingkah Jiyong yang sedikit aneh.

Hyung~! Buka pintunya,” kata Seungri untuk kesekian kalinya.

Jiyong-ah, buka pintunya,” panggil Yongbae.

Jiyong tidak bergeming, dia hanya menatap langit-langit dalam diam. Mencoba memutar kembali semua kenangan lama itu yang dia coba kubur dalam ingatan terdalamnya.

 

 

“Baby, look at this!” kata Jiyong.

Seorang yeoja  berlari mendekati Jiyong. Butiran-butiran pasir halus menyentuh permukaan kulitnya yang lembut. Deburan ombak saling berhantaman. Perahu-perahu bergerak naik turun di sepanjang tepi pantai. Tiang-tiang tinggi tertancap di tepian pantai, menautkan perahu-perahu itu dengan daratan. Burung-burung terbang, membentangkan sayap  mereka di angkasa.

“Mwo?” tanya yeoja itu.

“Kura-kura,” jawab Jiyong sambil menunjukkan kura-kura kecil yang ada di tangannya.

“Ya~! Dari mana kau mendapatkan itu?” tanya yeoja itu yang kini telah berada di depan Jiyong dan mengamati kura-kura itu dengan seksama, “Cepat kembalikan!”

“Wae?” tanya Jiyong, polos.

“Kau bisa melukai kura-kura itu,” jawab yeoja itu.

“Aniyaa..,”

 

 

Jiyong meletakkan lengan kanannya di atas kedua matanya. Dia menghembuskan napas panjang. Sesaat kemudian dia bangun dari tidurnya dan menopang kepalanya dengan tangan kanannya.

“Tidak mungkin.. tidak mungkin,” gumam Jiyong.

**

Seungri mendesah kesal kemudian berbalik dan duduk di sofa. Yongbae dan Daesung masih berdiri dengan setia di depan pintu kamar Jiyong, mencoba membuat Jiyong mau membukakan pintunya. Seunghyun duduk di samping Seungri sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap pintu kamar Jiyong.

Jiyong-ah,” panggil Yongbae, “Kau kenapa? Apa yang terjadi di rumah CEO Park? Katakan pada kami!”

Jiyong hyung,” panggil Daesung, “Apakah kau sudah makan? Aku akan membuatkanmu makan malam. Tolong bukakan pintunya, hyung,”

“Sudahlah, dia tidak akan membuka pintunya sampai tadi pagi,” kata Seungri dengan nada kesal.

Di antara mereka semua, dia dan Yongbae-lah yang paling dekat dengan Jiyong. Mereka sudah bersama sejak mereka masih kecil dan Seungri dengan sangat jelas paham bagaimana sifat ­Hyung-nya itu jika dia sedang seperti ini.

“Kau yakin?” tanya Seunghyun.

Ne,” jawab Seungri, “Besok pagi dia akan keluar sendiri dari situ,”

**

Dara duduk di tengah ranjang dalam kamarnya sambil memeluk lututnya. Kedua matanya mempehatikan setiap gambar yang ditampilkan melalui televisi yang terletak tepat di depan ranjangnya. Sanghyung duduk di tepi ranjang Dara, menemani Dara melihat semua berita-berita itu.

YG Entertainment baru saja mengumumkan bahwa semua aktivitas artis-artis mereka dihentikan. Banyak orang yang menyayangkan atas keputusan mendadak yang diambil oleh CEO baru YG Entertainment. Salah satu comeback yang paling dinantikan oleh penggemar pada tahun ini adalah comeback BIGBANG. Tetapi karena keputusan yang baru saja diambil oleh YG Entertainment, mereka terpaksa harus membatalkan comeback mereka. Tanggal pasti tentang jadwal comeback BIGBANG belum dapat diketahui sampai saat ini. YG Entertainment masih menutup semua informasi terbaru dari public,”

Sanghyun menekan tombol yang ada di remote televisi yang digenggamnya lalu mematikannya.

“Sepertinya banyak yang tidak setuju dengan keputusan kita,” kata Dara.

“Ini demi kebaikan mereka,” kata Sanghyun, dia menghembuskan napas sejenak lalu menoleh pada Dara, “Pada akhirnya mereka akan mengerti,”

Dara menoleh, “Kau yakin?”

Ne,” jawab Sanghyun.

Dara mengangguk kemudian menyandarkan kepalanya di atas lulutnya.

Noona,” panggil Sanghyun.

“Hmm,”

“Tidurlah, ini sudah larut. Jijun sudah tidur sejak tadi. Tidak ada yang perlu kau cemaskan. Kami semua ada di belakangmu,” kata Sanghyun.

I know,”
**

Jiyong berdiri di balik jendela, menatap pemandangan kota yang terlihat dari kaca jendela tersebut. Langit membentang berwarna biru di atas, menjadi latar hiruk pikuk kota yang terlihat di bawahnya. Matahari menggantung tinggi di angkasa, member warna berbeda pada dunia yang sedang berjalan di luar sana.

Jiyong menghembuskan napas. Semua yang terlihat di depannya berbeda seratus delapan puluh derajat dengan keadaanya saat ini. Semua kenangan itu tiba-tiba saja kembali muncul dengan kehadiran orang itu.

Tidak.. dia tidak mengenal orang itu. Ya, dia bukan orang yang sama seperti orang yang ada dalam ingatan Jiyong. Ya, itu benar. Dia sendiri yang mengatakan hal itu. Ya, seharusnya semua ingatan itu tidak kembali muncul. Selama beberapa tahun ini dia telah mencoba mengubur semuanya dalam-dalam. Jiyong yang sekarang bukanlah Jiyong yang dulu. Semuanya berbeda. Semua telah berubah. Tidak, dia tidak akan kembali ke sana. Tidak..

Oppa,”

Jiyong menolehkan kepalanya saat merasakan sepasang tangan mungil melingkar di pinggangnya.

“Sepertinya kau sedang banyak pikiran,” kata Sulli, “Apakah kondisi perusahaanmu sudah membaik?” tanyanya sambil menyandarkan pipi kanannya di punggung Jiyong.

Jiyong meletakkan tangan kanannya di atas kedua tangan Sulli, “Molla,”

“Wae?” tanya Sulli.

“Orang itu menghentikan semua aktivitas kami termasuk album baru BIGBANG,” jawab Jiyong.

Sulli mendongakkan wajahnya, “Apakah orang itu sudah gila?” tanya Sulli dengan nada yang sedikit meninggi, “Penggemarmu tidak akan tinggal diam dengan hal itu,”

Jiyong berbalik, menghadap Sulli lalu menarik tubuh kecil ke dalam pelukannya, “Aku tidak tau.. entahlah. Aku sudah mencoba berbicara dengannya tetapi tidak berhasil,”

Oppa.. kau harus berjuang. Aku tau bagaimana perjuanganmu untuk membuat album ini. Kau tidak boleh menyerah,” kata Sulli. Tangan kanannya membelai pipi kiri Jiyong.

Jiyong menempelkan tangan kirinya di atas tangan kanan Sulli. Kedua matanya terpejam, “Aku tau.. dan aku tidak akan menyerah,”

Sulli tersenyum saat mendengar jawaban Jiyong.

**

Seunghyun, Seungri, Yongbae, Bom, Chaerin, Minzy, dan Dongwook berkumpul di meja cafeteria YG Entertainment. Mereka duduk mengelilingi satu mereka, saling berhadapan satu sama lain.

“Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Daesung.

“Apakah kita harus mogok bekerja?” tanya Seungri.

Yongbae menoleh ke arahnya lalu memukul kepalanya.

Apayo, Hyung!”

“Kita sudah berhenti bekerja!” desis Yongbae.

Mereka kembali saling bertatapan.

“Demo ke kantornya?” tanya Chaerin.

“Aku tidak yakin kita bisa menembus bodyguard-nya yang selalu mengikutinya ke mana pun,” kata Dongwook.

Seunghyun mengetukkan jemarinya di atas papan kayu meja itu.

“Aku akan mencoba bicara dengannya,” kata Seunghyun.

Semua mata menoleh padanya, “Kau yakin?” tanya Yongbae.

“Saat di universitas dulu dia bukan orang yang dingin. Dia selalu punya alasan untuk setiap hal yang dilakukannya,” jawab Seunghyun.

“Bagaimana kalau sekarang dia berubah?” tanya Bom, “Kau taukan bagaimana sikapnya pada kita kemarin?”

Seunghyun menoleh ke arah Bom. Kedua manik mata mereka saling bertemu, “Aku yakin,” jawab Seunghyun.

Bom menghembuskan napasnya lalu mengalihkan pandangannya dari Seunghyun.

Hyuungg~!”

Semua menoleh saat mendengar suara itu. Daesung berlari ke arah mereka dengan tergesa-gesa.

Wae? Wae? Wae?” tanya Yongbae.

“Itu.. itu..,” kata Daesung di tengah sela-sela napasnya yang belum stabil.

“Apa? Katakan dengan jelas, Hyung,” kata Seungri.

Ji.. Jiyong hyung!” kata Daesung.

Ne?” gumam Chaerin.

“Dia pergi ke kantor Dara dan membuat keributan!” kata Daesung.

MWOOO?”

**

Dara menghembuskan napasnya. Mencoba mengendalikan emosinya. Dia berdiri di belakang meja kerjanya. Sebelah tangannya bersandar di tepi meja. Tangan kanannya memegang keningnya yang kini mulai terasa berdenyut. Lima belas menit setelah dia sampai di YG Building, tiba-tiba saja Jiyong datang dan meminta untuk bertemu dengannya. Dia dengan seenaknya memaksa masuk ke dalam ruangannya dan begitu Jiyong melihat Dara, dia langsung mengeluarkan semua yang ada di dalam pikirannya.

Jiyong berdiri di depan Dara. Kedua matanya menatap tajam pada Dara, menembus kedua manik matanya.

Dara mendongakkan kepalanya, menatap Jiyong yang berdiri di depannya, “Jadi, kau ingin album BIGBANG tetap berjalan?” tanya Dara.

Ne,” jawab Jiyong.

Dara berjalan mendekat ke arah Jiyong, “Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu,” jawab Dara.

WAE? Are you fucking crazy? Apakah kau pikir fans kami dengan tenang akan membiarkanmu melakukan ini?” tanya Jiyong, “Kau pikir berapa lama kami mempersiapkan semua ini? Kau yang tiba-tiba datang dan membatalkan semuanya. Kau siapa? Kau memang CEO baru YG Entertainment tapi kau tidak bisa seenaknya membatalkan album baru kami!” teriak Jiyong.

Dara berdiri di depan Jiyong, “Apakah kau pikir aku tidak memikirkan penggemarmu? Aku salah, karena aku memikirkan mereka, untuk itu aku mengambil keputusan ini,” jawab Dara.

Jiyong maju beberapa langkah. Sanghyung yang sejak tadi berdiri di pinggir ruangan mencoba menghalangi Jiyong mendekati Dara. Dara mengangkat tangan kanannya, meminta Sanghyun untuk tetap berdiri di tempatnya.

Jiyong menampilkan seringainya, “Aku bahkan tidak yakin kau cukup layak untuk jawabatan itu,” kata Jiyong.

Mwo?” kata Dara, “Huh, kau pikir berapa lama aku sudah berada di industri ini?”

“Satu tahun tujuh bulan,” jawab Jiyong.

Dara menatap Jiyong dengan seksama.

Wae? Terkejut karena aku bisa tau semua latar belakangmu?” tanya Jiyong.

Dara kelihangan warnanya. Perlahan wajahnya mulai memucat.

Well, meski aku tidak tau banyak tentangmu, setidaknya aku tau..,” Jiyong melangkah mendekati Dara hingga jarak di antara mereka kini yang terpaut beberapa sentimeter saja, “Bahwa kau bukanlah orang yang cocok untuk industri ini,” bisik Jiyong.

Dara melangkah ke belakang. Tubuhnya bergetar. Matanya tidak fokus. Sanghyung langsung berjalan mendekati Dara dan menopangnya dari belakang, “Sajangnim,” kata Sanghyun.

Jiyong mengamati perubahan sikap Dara dengan seksama. Yeoja itu mulai terlihat pucat dan keseimbangannya menjadi sangat buruk.

Dara mendongak, “Jiyong-ssi, apakah kita bisa meneruskan pembicaraan kita lain waktu. Aku ada urusan,”

Wae?”  tanya Jiyong tajam, “Kau sedang mencoba menghindariku?”

Aniyo,” jawab Dara, “Bisakah..”

Ani,” jawab Jiyong, “Aku ingin keputusanmu sekarang,”

Dara menegakkan tubuhnya dengan batuan Sanghyun, “Jiyong-ssi, Sajangnim harus segera pergi. Nanti kau bisa membicarakan masalah ini dengan Sekertaris Yoo,” kata Sanghyun.

Jiyong menoleh pada Sanghyun, “Mwo?,” Jiyong mendecakkan lidahnya, “Kau menyuruhku berdiskusi dengan seorang sekertaris?”

Jiyong-ssi, aku akan menelponmu nanti malam tentang keputusanku untuk album BIGBANG,” kata Dara, “Sekarang aku harus pergi,”

Jiyong menatap Dara sejenak, “Baiklah, aku akan menunggu telponmu nanti malam,” kata Jiyong lalu berjalan keluar dari ruangan itu.

Sanghyung langsung menangkap tubuh Dara yang hampir terjatuh begitu Jiyong keluar dari tempat itu, “Noona!”

“Aku.. baik-baik saja,” kata Dara.

“Aku harus membawamu pulang,” kata Sanghyun.

Dara mengangguk.

**

Seungri, Daesung, dan Minzy langsung bersembunyi di balik tembok saat mereka melihat Jiyong keluar dari ruangan CEO Park. Mereka saling bertukar pandang lalu berlari meninggalkan tempat itu menuju ke studio Teddy. Mereka berlari ke sana dengan semua tenaga yang mereka miliki. Seungri langsung membuka pintu studio Teddy dengan keras lalu melangkah masuk. Daesung dan Minzy mengikutinya di belakang.

Jiyong hyung!” teriak Seungri di sela napasnya yang masih terengah-engah, “CEO Park!”

Wae?” tanya Chaerin.

“Mereka bertengkar!”

Jeongmalyo?” tanya Dongwook.

Daesung dan Minzy mengangguk.

Jiyong hyung memaksa CEO Park untuk mengembalikan jadwal album BIGBANG seperti semula,” kata Daesung.

“Tapi CEO Park menolak sehingga Jiyong oppa marah,” kata Minzy.

“Dan setelah itu Jiyong hyung memaksa CEO Park untuk menerima permintaannya,” tambah Seungri.

“Bagaimana hasilnya?” tanya Bom.

“Kami tidak tau,” jawab Daesung, “CEO Park akan menelpon Jiyong hyung nanti malam,”

Bom mendesah lalu menyandarkan kepalanya di sofa, “Bagaimana nasib kita,” gumam Bom.

Teddy yang sejak tadi duduk di balik laptopnya kini memutar kursinya sehingga dia duduk berhadapan dengan yang lain.

“Ini pertama kalinya aku melihat Jiyong bersikap seperti itu,” kata Teddy.

“Tentu saja hyung akan bersikap seperti itu. Dia telah bekerja selama beberapa bulan dan tiba-tiba saja semua kerja kerasnya itu harus dibuang sia-sia,” kata Seungri.

“Apakah nanti malam CEO Park akan memberikan izin pada Jiyong oppa?” tanya Chaerin.

“Semoga saja,” jawab Yongbae.

**

Dara melangkah memasuki mansionnya dan segera berlari ke taman belakang. Matanya langsung menelusuri setiap penjuru taman begitu di sampai di tempat itu.

Jijun-ah,” panggil Dara, “Jijun-ah!” Dara berlari mengelilingi tempat itu, mencari sesosok namja kecil yang biasanya selalu bermain di tempat itu.

Sanghyun berlari di belakangnya, ikut berteriak memanggil nama keponakannya itu, mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru taman.

Jijun-ah!” Dara kembali berteriak lebih keras tetapi tak ada seorang pun yang memjawab panggilannya.

Dara berhenti di tengah taman lalu kembali mengedarkan pandangannya di seluruh penjuru taman.

Jijun-ah!” teriak Dara.

Eomma!” Dara menoleh. Di belakangnya seorang namja kecil berlari ke arahnya dengan senyum mengambang di wajahnya.

Dara berlari lalu merengkuh namja itu dalam pelukannya, “Jijun-ah, kau bermain di mana?” tanya Dara.

“Aku sedang menanam  bunga dengan Jieun Noona dan Hyesung Noona,” jawab Jijun.

Dara melonggarkan pelukannya dan menatap kedua manik mata putranya, manik mata yang sama, “Jincayo?”

Hmm..,” Jijun mengangguk.

Dara mendongak ke arah Hyesung dan Jieun, “Aku ingin berbicara dengan kalian,” kata Dara.

Hyesung dan Jieun mengangguk.

Dara kembali mengarahkan pandangannya pada Jijun, “Jijun-ah, kau main dengan Hyunie ahjussi ya,”

Ne,” Jijung mengguk dan langsung berlari ke arah Sanghyun.

“Ayo main sepak bola,” kata Sanghyun.

Ne!”

Jijun berjalan bergandengan tangan dengan Sanghyun, meninggalkan ketiga wanita itu di taman. Dara memandang tubuh kecil Jijun kemudian mengalihkan pandangannya pada Hyesung dan Jieun.

“Ayo ke ruanganku,” kata Dara.

**

Jiyong membuka pintu apartement dan segera menutupnya. Tidak ada orang di apartement itu, hanya dia sendiri. Sulli masih sibuk dengan jadwalnya sehingga dia tidak ada di tempat itu saat ini.

Jiyong berjalan ke dapur dan membuka kulkas yang ada di sudut ruangan. Dia mengambil sebotol soju lalu membukanya. Dia meneguk minuman itu dalam beberapa teguk.

Jiyong berjalan ke arah meja yang terletak di tengah ruangan. Dia mengambil sebuah map hitam yang diberikan oleh Sulli padanya tadi pagi. Dia membuka map itu dan membaca barisan-barisan kata yang tertulis di kertas itu kembali.

“Sandara Park,” kata Jiyong, “Meninggalkan Korea pada saat duduk di bangku akhir Seoul High School. Kembali setengah tahun kemudian dan mendaftar di Seoul Academy of Art. Kemudian dia mengambil alih Park Corporation yang awalnya dikelola oleh Park Changyeol, Paman Sandara Park,”

Jiyong terkekeh, “Kau pikir kau bisa menipuku?”

Jiyong berjalan ke arah jendela yang terdapat di ruangan itu. Menampakkan pemandangan malam Kota Seoul.

“Kita lihat, siapa yang akan berdiri di akhir,” kata Jiyong sambil menatap jendela yang terbuka di depannya.

To be continue…

©2012Littlesun