jebal reply me revisiJebal Reply Me…! [Chapter 4(END)]

Author : A_Kwon

Cast : Choi Seunghyun aka TOP

Park Hye In aka You

And other

Genre : Romance, Comedy, & Angst

Rating : PG

Length : Chaptered

Disclaimer : Asli karya author.  Terinspirasi dari berbagai drama korea, novel, dan sebagainya~

A/N : Happy reading, please don’t plagiarism, and don’t forget to RCL (Read,Comment, & Like)

 Read this before

Chapter : 1 | 2 | 3

Keesokan harinya..

Tinggal beberapa bulan lagi, menjelang kelulusan. Semua murid kelas 12 (kelas 3 SMA) berusaha untuk belajar dengan giat. Semua perpustakaan dipenuhi murid-murid yang akan mempersiapkan kelulusan. Termasuk Hye In yang setiap semester selalu menjadi juara umum di sekolahnya tak menutup kemukinan untuk belajar. Ia sibuk meminjam belasan buku di perpustakaan.

“Hye In, kau selalu menjadi juara umum kan..? Kau mau tidak, nanti pulang sekolah kita belajar bersama di rumahku..?” tawar Hye Ae menepuk pundak Hye In. Sebenarnya Hye In tidak mau karena hatinya tidak nyaman tapi apa boleh buat, berbagi ilmu itu lebih bagus.

“Hmmmh……Baiklah..” jawab Hye In tersenyum simpul.

“Nah nanti kau datang ke alamat ini..” ujar Hye Ae memberikan selembar kertas.

“Ne, aku akan datang..”

Beberapa jam kemudian…

TENG TENG TENG*Bel pulang sekolah berbunyi

Hye In langsung pergi menuju rumah Hye Ae sendiri. Ia terus berjalan sambil mengikuti petunjuk yang tertera di kertas itu. Ia pun berhenti dan tersadar ada keanehan dengan petunjuk yang diberikan Hye Ae tadi. ‘Mengapa harus melewati kebun ini untuk menuju rumahnya..?’ gumamnya dalam hati. Tanpa ia sadari ternyata Hye Ae mengikutinya dan memata-matainya !

Tiba-tiba………

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………..!!!!!”

Terdengar seseorang berteriak. Hye In terkejut membalikkan badannya dan mencari sumber suara itu. Dan ternyata itu suara Hye Ae, ia menemukannya dengan kaki yang berdarah.

“Hye Ae?? Kenapa kau berada disini..?” tanya Hye In sambil mengikat luka di kaki Hye Ae yang terus menerus mengeluarkan darah.

“Tolong aku, aku digigit ular..” jawab Hye Ae meringis kesakitan. Hye In pun langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.

Di Rumah Sakit…

*Hye In POV

Aku duduk di ruang tunggu berharap tidak ada yang terjadi apa-apa padanya. Walaupun aku tak enak hati padanya karena cemburu tapi bagaimanapun juga dia temanku. Terlihat di kejauhan orangtua Hye Ae dan Ayah Seunghyun?!

“Hye In, bagaimana keadaan Hye Ae? Dan dimana Seunghyun..?” tanya Ayah Seunghyun padaku. Ya, karena aku cukup dekat dengan Seunghyun dan orangtua kami bersahabat, orangtua Seunghyun dapat mengenaliku.

“Aku juga tak tahu, Seunghyun appa. Mianhae” jawabku membungkuk. Terlintas tanda tanya di benakku kenapa Ayah Seunghyun datang juga kesini..?

“Hah…. Bagaimana sih Seunghyun! Calon istrinya sedang sakit malah tidak ada..” gumam Ayah Seunghyun kesal. Aku sangat terkejut dan shock mendengarnya.

“Mwo….?? Calon istri….??!” tanyaku kaget.

“Ne, kami menjodohkan mereka dan kami akan menikahkan mereka setelah lulus SMA nanti..” jawab Ayah Seunghyun yang lalu pergi meninggalkanku. Kali ini aku terasa tersambar petir mendengarnya. Tak kuasa kakiku melemas dan mataku ingin mengeluarkan berjuta-juta tetes air mata. Sulit menerima pernyataan ini.

“Hye In…… Hye Ae memanggilmu..” panggil Ayah Seunghyun. Aku langsung menghapus air mataku dan berusaha keras agar kesedihanku tidak diketahui orang lain.

Perlahan, aku memasuki ke ruangan yang merawat Hye Ae. Kulihat ia berbaring lemah dan tersenyum padaku aku membalas senyumannya meskipun hatiku sedang diterjang badai.

“Terimakasih nak, telah menyelamatkan putri kami..” ujar orangtua Hye Ae padaku.

“Cheonmaneyo….” jawabku membungkuk.

“Appa, eomma, dan Seunghyun appa.. Tolong tinggalkan kami sebentar…” ucap Hye Ae. Dan tinggallah aku dan Hye Ae berdua disini.

“Hye In-ah mianhae, sebenarnya aku sengaja menyuruhmu lewat kebun itu agar kau digigit ular karena aku cemburu padamu selalu dekat dengan Seunghyun. Tapi malah aku yang digigit.. Sekali lagi mianhae aku sangat bersalah padamu…” ucap Hye Ae. Sebenarnya aku terkejut mendengarnya.

“Gwenchana Hye Ae-ah, aku sudah memaafkanmu..”

“Terimakasih kau telah memaafkanku. Dan terimakasih juga, kau tadi telah menolongku. Mungkin tanpamu aku tak bisa hidup lagi..” ucapnya kemudian.

“Sudahlah tak apa-apa Hye Ae-ah, aku tulus membantumu..”

“Kau akan kuliah dimana jika lulus nanti..?”

“Sebenarnya sekarang aku akan pergi ke Amerika bersama ayahku untuk bersekolah disana..” jawabku.

“Jadi kau sekarang pindah?? Tidak akan bersekolah di SMA kita lagi?? Dan tidak akan ada di Korea lagi??”

“Ne, sepertinya begitu..” jawabku lesu.

“Oh…… Aku pasti akan merindukanmu Hye In-ah..” ujar Hye Ae seraya memelukku hangat.

“Aku juga pasti akan merindukanmu…” jawabku tersenyum.

Aku berjalan lesu meninggalkan rumah sakit. Oh ya tuhan, kenapa Seunghyun ada dihadapanku… Aku merasa teringat dengan kepedihanku saat melihat wajahnya.

“Seunghyun-ah, tolong jagalah Hye Ae.. Dan lupakanlah perkataanku saat aku menyatakan cinta padamu.. Dan lupakanlah kejadian saat itu..Saat kau menciumku….” ucapku menggenggam tangannya dan lalu melepaskannya, berbalik meninggalkannya.

Kali ini aku tak bisa menahan lagi kesedihanku. Aku menangis tersedu-sedu dan berlari menuju rumahku sekencang-kencangnya. Sesampainya di rumah, kulihat eommaku berdiri di depan pintu sambil memegang sebuah tas koper.

“Hati-hati di jalan nak..” ucap eommaku memberikan tas koper itu dengan menangis terharu. Aku memeluknya hangat dan lalu pamit kepadanya.

Di dalam taksi, aku masih merasa sedih. Aku pasti akan sangat merindukan tempat ini. Tempat aku tumbuh hingga sekarang dan beribu-ribu kenangan.

“Eomma, Seunghyun, dan semuanya.. Aku akan sangat merindukan kalian…” gumamku sambil menghapus air mata.

Jalanan macet total dan hujan, terpaksa aku turun dari taksi dan menunggu di halte bus sampai keadaan membaik. Sepertinya cuaca sedang berpihak padaku yang sedang sangat merasa sedih. Aku memeluk tubuhku yang kedinginan. Aku terkejut ketika ada sebuah mobil taksi berhenti di hadapanku dan keluarlah Seunghyun?!

*Hye In POV End

Seunghyun menghampiri Hye In sambil membawakan sebuah payung. Hye In terkejut dan membulatkan matanya.

“Aku tahu kau pasti akan membutuhkannya..” ucap Seunghyun memayungi Hye In.

“Kau akan pindah ke Amerika..??” tanya Seunghyun kemudian.

“Darimana kau tahu..?” tanya Hye In.

“Hye Ae yang memberitahukannya padaku…”

“Kumohon janganlah pergi….!” ucap Seunghyun menggenggam tangan Hye In.

“Tidak Seunghyun, kau bersama Hye Ae…” ucap Hye In melepaskan genggaman Seunghyun dari tangannya.

“Kau mencintaiku kan..? Kau masih mencintaiku…?!”

“Oh ya?! Percaya diri sekali..” ucap Hye In dingin berlari meninggalkan Seunghyun meskipun dirinya basah kehujanan. Seunghyun pun segera mengejarnya dan memayunginya lagi.

“Kau masih mencintaiku kan..?! Tolong jawablah dengan jujur…” ucap Seunghyun membalikkan tubuh Hye In agar menghadapnya.

“Ne, semuanya benar……!! Aku masih mencintaimu, aku sulit melupakanmu….Setiap hari aku hanya bisa berkata dalam hati; ‘Seunghyun jebal balaslah aku..’,’Seunghyun jebal balaslah cintaku..’ Tapi semuanya tidak bisa menjadi kenyataan…..!! Aku lelah mengejarmu, kau hanya mempermainkan hatiku. Bahkan sampai saat ini pun kau belum membalas pernyataan cintaku… Apa jadinya jika cintaku tidak ada kepastian…” seru Hye In sambil menangis terisak. Mendengar ucapan Hye In itu Seunghyun langsung melepaskan payung yang dipegangnya, memegang wajah Hye In dan menciumnya dibawah guyuran hujan.

“Nado saranghae Park Hye In-ah..” bisik Seunghyun di telinga Hye In dan mendengkapnya.

“Sebenarnya aku mencintaimu, maaf selama ini aku hanya mempermainkanmu.. Dan tolong janganlah menangis lagi, hatiku tersayat saat melihatmu menangis..” ucap Seunghyun kemudian.

“Kau mencintaiku..? Lalu bagaimana dengan Hye Ae..??” ucap Hye In ragu.

“Aku hanya mencintaimu Hye In-ah.. Hye Ae telah merestui kita..”

#FLASHBACK

Setelah Seunghyun dan Hye In bertemu di depan pintu masuk rumah sakit. Seunghyun masuk ke dalam rumah sakit dan berjalan menuju kamar yang merawat Hye Ae untuk menjenguknya.

“Seunghyun-ah..” sahut Hye Ae.

“Mwo….?”

“Cepat susullah Hye In, dia akan pindah dari Korea dan pergi ke Amerika..”

“Mwo…?! Pindah dari Korea..?!” ujar Seunghyun terkejut.

“Ne, sekarang cepatlah susullah dia.. Kau mencintainya kan…”

“Bagaimana denganmu..?”

“Jangan khwatirkan aku.. Sekarang kejarlah dia,cinta sejatimu.. Untuk apa kita menikah jika kita tidak saling mencintai… Aku sudah merestui hubungan kalian..Cepat kejarlah dia sebelum terlambat….”

Seunghyun pun segera berlari keluar dari rumah sakit menyusul Hye In.

#FLASHBACK End

“Mulai sekarang berjanjilah untuk tidak meninggalkanku..” ucap Seunghyun tersenyum sambil menggenggam kedua tangan Hye In.

“Ne, Seunghyun-ah…” ujar Hye In tersenyum gembira dan memeluk Seunghyun erat.

Seunghyun mengajak Hye In untuk datang ke rumahnya. Ia akan memberi Hye In sebuah kejutan yang tak terduga. Sampai disana, mereka datang dengan basah kuyup karena tadi; ‘kiss in the rain’

“Seunghyun, Hye In…..! Kenapa kalian basah kuyup…. Seunghyun, bukankah kau membawa payung…?!” seru Ibu Seunghyun cemas.

“Hmmh.. Sudahlah eomma nanti kita bicarakan lagi. Eomma, Appa aku akan mengatakan sesuatu pada kalian…” ucap Seunghyun sambil meraih tangan Hye In.

“Aku ingin menikah dengan Hye In…” ucapnya kemudian. Seisi ruangan yang mendengarnya terkejut termasuk Hye In sendiri.

“Jadi kau akan membatalkan pernikahanmu dengan Hye Ae..?” tanya Ayah Seunghyun.

“Ne appa, aku tidak mencintai Hye Ae, aku mencintai Hye In..” jelas Seunghyun tegas. Orangtua Seunghyun pun berbincang-bincang sejenak.

“Kau boleh menikahinya…”

Beberapa bulan kemudian..

Sore itu, Hye In dan Seunghyun sedang berpiknik di padang ilalang sama seperti saat mereka dulu kelas 1 SMA. Mereka memandangi matahari yang akan terbenam dan berbagi earphone mendengarkan musik bersama.

“Hahhh.. Tak kusangka waktu berjalan cepat, rasanya baru kemarin kita bertemu. Ternyata sekarang kita telah lulus dari SMA..” gumam Hye In.

“Kau siap……….?!” ujar Seunghyun memandangi Hye In.

“Mwo………??”

“Besok pernikahan kita, kau ingat kan..?!” jawab Seunghyun.

“Oh iya, ya ampun kenapa aku bisa lupa.. Bagaimana dengan tempatnya, baju pernikahannya, cincinnya dan lain-lainnya..?”

“Orangtua kita yang mengurusnya..” jawab Seunghyun melirik Hye In lagi.

“Tak apa-apa kan..? Jika aku pergi ke Amerika lagi..? Aku ingin sekali kuliah disana…” gumam Hye In.

“Tidak, aku tidak akan mengizinkanmu sebelum memenuhi satu syarat”

“Apa syaratnya……..?” tanya Hye In penasaran.

“Kita memiliki 2 anak….” ujar Seunghyun sambil tertawa.

“Iiiiiiiiiish….. Itu sih maumu saja..Pokoknya aku ingin mementingkan pendidikan dahulu..” ujar Hye In mencibir Seunghyun.

“Kau kena………..!” seru Seunghyun mencolek pipi Hye In dengan krim kue.

“Aaaaaaaaaaaaaaa….. Seunghyun-ah, awas kau…….” teriak Hye In mengejar Seunghyun.

 

-THE END-

Hore akhirnya selesai juga~~ ^0^