like a Cotton Candy cvrLike a Cotton Candy

Main cast:

  1. Kang Daesung
  2. Kang Yumi (OC/You)

Other Cast:

  1. Another Big Bang member
  2. Hwang Min Ji(OC)

Disclaimer: All of Big Bang member are belongs to themselves, but this storyline is belongs to me.

Warning: AU, pasaran mungkin, typo(s), my first ff about Daesung, and semoga tidak OOC.

Genre: Family, Friendship, General.

Words:2287words.

Youngdinna Presents

“Like a Cotton Candy”

It’s never be the same.. after we are growing up..

It’s never the same.. after you got your dream..

06 Mei 2013

Malam ini mungkin adalah malam terpanas di kota Seoul. Entahlah, rasanya cuaca akhir-akhir ini begitu ekstrem. Kalau cuacanya dingin, rasa dinginnya akan begitu menusuk, kalau cuaca hujan, badai pun tak terelakkan, begitupun hari ini. Yumi menghela nafas sambil mengipas-ipaskan kertas koran yang ia lipat persegi.

Hari ini cuacanya panas, dan ia sangat menyesali nasibnya yang malang. Kemarin ia baru ingat kalau AC-nya sedang rusak, dan itu artinya ia harus rela berpanas-panasan untuk sementara. Gadis itu melirik jam dinding di ruang tengah. Ini sudah larut, namun ia belum mendapati batang hidung kakaknya.

‘Apa oppa lembur lagi?’, pikir Yumi. Ia lalu menghela nafas. Akhir-akhir ini ia merasa hubungannya dengan sang kakak laki-laki makin mendingin. Memang, kakaknya masih tetap menyayanginya,masih mempedulikannya. Hanya saja, ia merasa kalau kakaknya tak lagi seperti kakaknya yang dulu.

Yumi merasa kalau kakaknya itu semakin jauh darinya.Kakaknya semakin sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai seorang staf penting di sebuah perusahaan entertainment.Ia tak keberatan, toh itu adalah impian kakaknya selama ini. Terjun di bidang seni, menekuninya, dan tentu untuk menghidupi mereka berduayangseorangyatimpiatu.

Yumi tersenyum sendu, ia merindukan saat-saat di mana kakaknya masih memiliki waktu luang untuknya. Saat-saat di mana kakaknya itu masih bisa menemaninya bermain games, saat-saat mereka bisa memasak dan makan bersama di dapur apartemen kecil mereka, dan yang paling ia rindukan adalah saat-saat di mana kakaknya selalu membelikannya permen kapas. Mungkin ini terlihat kekanakan, tapi tak ada yang tahu perasaan Yumi.

‘Dewasalah sedikit. Tak selamanya kau akan bersamanya, Yumi-ah..’, pernah sewaktu-waktu temannya, Hwang Min Ji menasihatinya.

‘Tahu apa dia?. Menyebalkan!’, keluh Yumi begitu ia mengingat nasihat Min Ji. Mungkin ia kedengaran egois, namun ia begitu merasakan perbedaan itu sekarang. Kakaknya lebih sering mengacuhkannya kala ia sedang bercerita soal sekolahnya. Memang ia masih tetap mendengarkan Yumi, tetapi hanya tanggapan-tanggapan pendek yang Yumi dapat, seperti ‘hm’, ‘oh’, ‘ah’, atau bahkan kadangjawabannya tidaksesuaidengan yang Yumi katakan.

“Yumi-ah?. Belum tidur?”, suara itu lantas menarik Yumi dari alam bawah sadarnya. Ia menoleh, mendapati kakaknya sedang melempar senyum ke arahnya. Kakaknya, Kang Daesung memang tak pernah meninggalkan senyumnya itu.

“Panas. Aku tidak bisa tidur.”, jawab Yumi pendek. Ia lalu beranjak menuju dapur dan menyiapkan panci untuk membuat ramyeon telur,makanmalammerekaberdua.

Oppa mau ramyeon ap-“.

“Aku sudah makan tadi.Kau saja yang makan”, potong Daesung sambil melepas dasi kerjanya.Pemuda itu lalu menghempaskan dirinya di sofa sambil berkutat dengan ponselnya.Yumi memandang kesal.

Nah, inilah yang di maksud Yumi dengan ‘hubungan yang mendingin’. Daesung tak pernah lagi makan di rumah, padahal Yumi selalu menunggunya, Daesung tak pernah menanyakan kabarnya, sekolahnya, ia lebih memilih membelai-belai i-phone miliknya, entah apa yang sedang ia lakukan.

Yumi membanting pancinya ke bak cuci. Hilang sudah rasa lapar yang sedaritadi ia tahan. Yumi mengacuhkan pandangan bingung dari Daesung.Gadis itu lebih memilih masuk ke kamarnya dan mengurung diri di bawah selimut tebalnya, tak peduli dengan rasa panas dan pengap yang menyerangnya.

Perlahan Yumi meraih sebuah figura kecil yang terletak di meja nakas samping tempat tidurnya.Ia mengukir senyum kecil melihat foto yang ada di dalam figura itu. Foto ini di ambil saat ia di daftarkan di SMU oleh kakaknya, Daesung. Dalam foto itu, ia nampak tersenyum, memamerkan deretan gigi putihnya, sedangkan kakaknya sedang merangkul pundaknya sambil tersenyum seperti biasa.Kedua tangan Yumi membawa permen kapas, rasa stroberi danmelon,rasa favorit Yumi dan Daesung.

Entah apa yang terjadi, tapi hanya dengan menonton foto itu membuat Yumi menitikkan airmatanya. Ia terisak dalam diam.

Oppa..”, gumamnya lirih. “Oppa..”, ia terus bergumam pelan. Tak ada yang tahu perasaan Yumi.Acap kali Yumi selalu di anggap kekanakan dan egoisolehorang-orangdisekitarnya, bahkan kakaknya sendiri jugapernahbilang begitu.

‘Aku juga butuh waktuku sendiri, Yumi-ah.Tolong jangan begini’, ucap Daesung sewaktu kali mereka terlibat pertengkaran hebat. Yumi tahu, ia tahu dan sangat tahu kalau kakaknya itu butuh waktu sendiri. Tapi, tak bisakah ia sedikit menyisakan waktunya yang penting itu untuk adiknya sendiri?. Tak bisakah walau hanya sebentar saja, Daesung menghabiskan waktu bersama-sama dengan dirinya, dengan adik kandungnya, Kang Yumi?.

@@@@@

07 Mei 2013

Yumi melahap es krim-nya dengan malas.Hari ini kakaknya mengajaknya keluar. Awalnya ia senang, karena akhirnya Daesung mempedulikannya lagi. Tapi, rasa senang dan euforia-nya seketika menguap saat ia tahu tujuan sebenarnya Daesung. Pemuda itu ternyata akan mengadakan rapat kecil bersama teman-temankantornya.

“Kau adiknya Daesung-hyung?”, salah satu teman kakaknya bertanya. Yumi mengernyit, memandang dengan pandangan skeptis ke arah teman kakaknya yang bernama Lee Seunghyunitu.

‘Sok akrab!’, keluh Yumi dalam hati. “Iya.”, jawab Yumi pada akhirnya.Ia lalu melahap es krim-nyalagi.

“Kenapa kau ikut ke sini?”, tanya Seunghyun lagi yang sukses menohok Yumi. Kenapa ia ikut ke sini?. Memangnya kenapa kalau ia ikut?!. Apa ia mengganggu?!.Yumi melirik tajam.

“Aku akan pergi kalau mengganggu.”, ucap Yumi dingin. Ia beranjak pergi, namun cepat-cepat Daesung menariknya duduk. Daesung mengacak rambutnya pelan.

“Jangan tersinggung, ya?.Seungri memang begitu, kalau bicara suka seenaknya”, ucap Daesung sambil membelai lembut kepalanya.

“Seungri?”, ulang Yumi bingung. Bukankah pemuda itu bernama Lee Seunghyun?.KenapakakaknyamemanggilnyaSeungri?.

“Oh, itu panggilan akrab dari kami berempat, Yumi-ah. Ada dua orang yang bernama ‘Seunghyun’ di antara kami, ia bernama Choi Seunghyun”, ucap Young Bae, teman kakaknya yang menurut Yumi terlihat lebih normal sambil menunjuk teman kakaknya yang berbadan agak kekar dan berwajah sedikit seram.

Panggilan akrab?.Entah kenapa, Yumi tak senang dengan itu semua. Yumi kesal tiap ia melihat si Seungri itu memanggil kakaknya dengan nada sedikit merajuk.

“Ah, hyuuung!.Ini salah”.

“Oh, sungguh..mianhae, Seung-ya..”. Yumi sedikit terhenyak saat kakaknya memanggil si Seungri itu dengan suffiks ‘ya’. Yumi memejamkan matanya, ia lalu meletakkan sendok es krim-nya, sedikit membantingnya. Membuat Daesung, termasuk si Seungri itu menatapnya bingung.

“Yumi-ah-“.

“Aku mau pulang. Sampai jumpa di rumah.”, potongYumi. Gadis itu mengacuhkan panggilan kakaknya yang terus memanggilnya. Cukup sudah!. Ia sudah tak peduli lagi!.

Yumi menghapus kasar airmata yang lolos saat ia hendak menaiki bus. Ia sedih, sangat sedih. Ia tahu mungkin ia kekanakan karena ia marah melihat kakaknya itu akrab dengan orang lain, dan tak seharusnya ia bersikap demikian. Yumi sangat cemburu melihat kakaknya itu memanggil Seungri dengan suffiks ‘ya’.Yumi sangat cemburu pada Seungri yang bisa menghabiskan waktu bersama kakaknya lebih lama daripadadirinya.

‘Apa kau juga memanggilnya begitu setiap hari, oppa?’, pikir Yumi sambil meletakkan kepalanya di kaca jendela bus. Yumi meraih ponselnya dan mendapati pesan dari Min Ji.Temanbaiknya.

‘Apa kau sudah mengatakan kepada kakakmu soal terpilihnya dirimu menjadi perwakilan olimpiade bahasa inggris?. Ia pasti sangat bangga denganmu..^^’.

Yumi tersenyum pahit.Ia tak yakin dengan yang di katakan Min Ji. Apa oppa masih mempedulikanku?, pikir Yumi.

@@@@@

14 Mei 2013

Yumi tersenyum cerah sambil memasukkan piagam dan trofi yang ia terima ke dalam tas sekolahnya. Hari ini ia sangat bahagia karena ia meraih juara satu dalam olimpiade bahasa inggris yang ia ikuti. Awalnya ia tak percaya diri, karena saingan dari sekolah lain juga bagus-bagus. Tapi, Yumi tak bisa berhenti bersyukur saatdewanjurimemanggil namanya sebagai juara satu.

Yumi senang, sangat senang saat teman-temannya memberinya selamat. Pelukan, ciuman sayang dari para guru juga ia dapat. Namun, tetap saja ia merasa kurang. Hari ini memang hari yang membahagiakanbaginya,tapi Yumi sengaja tak menceritakan perihal olimpiade ini pada kakaknya.Bukannya ia bersikap kejam, hanya saja Yumi malas. Ia yakin kakaknya itu pasti hanya menanggapi hal ini dengan jawaban seperti biasanya, ‘hm’, ‘ah’, atau ‘oh’.

“Yumi-ah. Aku ingin bicara denganmu.”, Yumi menatap heran saat melihat kakaknya masih ada di rumah. Yumi melirik jam dinding, bukankah seharusnya oppa bekerja?, pikir Yumi.

Oppa libur?”, tanya Yumi heran sambil mendudukkan dirinya di sofa.

“Aku pulang lebih awal.”, ucap Daesung singkat. Yumi mengangguk paham.Setalah itu, baik Yumi maupun Daesung tak memulai pembicaraan lagi.Keheningan yang dingin dan canggung menyelimuti mereka berdua.

“Yumi-ah..”. ucap Daesung lagi setelah lama hening.Yumimenoleh.

“Ya?”, jawab Yumi, sebenarnya ia sedang tak mau bicara dengan kakaknya. Akhir-akhir ini Yumi juga sudah menyimpulkan kalau mungkin memang ini saatnya ia tak lagi berdekatan dengan kakaknya. Yumi menyimpulkan mungkin memang sudah saatnya ia harus tersingkir dari dalam memori kakaknya dan ia tak keberatan soal itukalaumemanghalituakanmembuatkakaknyabahagia.

“Kenapa kau tak menceritakan hal penting ini padaku?”, Yumi mengernyit demi mendengar pertanyaan kakaknya. Daesung lalu menyodorkan sebuah undangan. Yumi menatap sendu begitu menyadari undangan itubukanlah undangan, tetapi surat pemberitahuan kepada wali murid mengenai dirinya yang terpilih untuk mengikuti olimpiade yang ia menangkantadi.

“Kenapa oppa harus tahu?”, tanya Yumi baliksetelahlamadiam.Daesung sedikit tertohok dengan pertanyaan retoris adiknya.Ia menatap sedih adiknya yang nampak mengacuhkannya.

“Yumi-ah..-“.

“Aku tidak memberitahu oppa karena kupikir oppa membutuhkan waktu oppa untuk sendirian.Makanya aku tidak memberitahumu”, ucap Yumi acuh.Ia lalu beranjak berdiri, tinggalkan Daesung yang nampak menyesal.

“Oh, ya satu hal lagi.”, ucap Yumi sambil membelakangi kakaknya. “Aku meraih juara satu.”, ucap Yumi datar.Ia lalu memasuki kamarnya, tinggalkan suara debam pintu kamar yang keras. Daesung menyapukan rambutnya ke belakang, ia lalu menatap sendu pintu kamar adik kesayangannya itu.

Mianhae Yumi-ah..nan jeongmal mianhae”, lirih Daesung.

@@@@@

“Ji-ah..kita mau ke mana,sih?”, tanya Yumi saat Min Ji, teman baiknya itu mengajaknya pergi sepulang sekolah. Min Ji menoleh, bukannya menjawab ia malah menampilkan senyum penuh arti. Membuat Yumi curiga.

“Jangan bilang kalau kau mau belanja lagi?”, tuduh Yumi curiga. Min Ji tertawa kecil, ia lalu menggeleng.

“Sudah, ikut saja dan diam.”,ucap Min Ji.Yumi pun menurut.Ia sedikit merasa asing dengan jalan yang mereka tuju. Yumi makin menatap heran saat Min Ji dan dirinya berhenti di sebuah taman kecil yang berhiaskan balon warna-warni di sana-sini. Ia terkejut saat kakaknyadatangsembarimembawaseikatpermenkapaskesukaanmerekaberdua.Yumibisamelihatkakaknyajugamelemparsenyumannyasepertibiasa.Adaapaini?.

Oppa?”, Yumi makin bingung saat kakaknya memeluk dirinya erat. Seakan ia sudah tak bertemu lama dengan Yumi. Yumi makin terkejut saat mendengar isakan pelan dari kakaknya.

Oppa. Kenapa menangis?”, tanya Yumi begitu ia melepaskan pelukan kakaknya. Ia tersenyum sambil menghapus airmata kakaknya. Demi apapun yang Yumi benci, Yumi lebih benci lagi bila kakaknya ini menangis.

Mianhae.. Yumi-ah..aku memang oppa-mu yang payah”, ucap Daesunglembut.Yumi tersenyum, ia lalu menggeleng pelan.

Oppa bukan oppa yang payahkok..tanpaoppa aku tidak bisa seperti sekarang. Jangan bilang begitu”, ucap Yumi.Entah kenapa, rasa kesal dan benci yang selama ini bertumpuk di dalam hatinya tersapu bersih. Entah kenapa, ia bisa merasakan kasih sayang kakaknya telah kembali.

Oppa terlalu sibuk. Sampai-sampai tak mempedulikan dirimu, mianhae..”, ucap Daesung. Yumi memeluk kakaknya, menyamarkan airmatanya yang berhasil lolos.Ia begitu merindukan hal ini. Ia sangat merindukan kelembutan dan perhatian kakaknya yang telah lama tak ia rasakan lagi.YumimemejamkanmatanyasaatDaesungmembelaikepalanyalembut.

Nan gwenchana oppa..nan gwenchana..”, ucap Yumi sambil tersenyum, memamerkan gigi putihnya. Daesung tertawa, ia lalu mengacak pelan rambut Yumi.

“Lalu, kenapa oppa melakukan ini semua?”, tanya Yumi. “Maksudku, apa oppa ingin membuat pesta?”, tambah Yumi. Daesung tersenyum kecil.

“Perayaan kemenanganmu, atas olimpiademu dan..”, ucap Daesung menggantung.

“Dan?”, tanya Yumi.

“Dan atas perhatianku untukmu..”, Yumi tersenyum demi mendengar jawaban kakaknya. “Aku juga membawa permen kapas kesukaanmu.Kuharap kau menyukainya”, tambah Daesung. Yumi tertawa, ia lalu mencuil sedikit permen kapas besar itu. Rasa manis yang nyaman langsung menyambut lidahnya.Yumitertawakecilsaatkakaknyamaumenerimasuapannya.

Yumi bahagia.Ia sangat bahagia karena pada akhirnya ia kembali mendapatkan perhatian kakaknya lagi. Ia bahagia karena pada akhirnya ia bisa membuat kenangan manis lagi bersama kakak kesayangannya ini. Kenangan manis yang ia yakini semanis dengan permen kapas ini.

But at least.. You comeback..

You comeback with your love.. You comeback to give your love again to me..

You comeback again to me and makes sweet memories..

Sweet like a cotton candy..

*FIN

Huwaaaaa!!!. Mianhae kalo hasilnya jeleeeeeek bgts!!!. T.T. Haloooo, saya kembali lagi..kali ini membawa fic family dengan tokoh bang Dae..*moga tidak OOC ne?. Ah, dan ngomong-ngomong sebenernya ini adalah fic yang terinspire sama pengalaman pribadi saya. Kemarin saya sempet adu argumen gitu ma kakak saya @realtabina..tapi, uda rukun kok sekarang.. hehehe. Tapi, keren loh..adu argumennya pake bahasa inggris gitu..#bangga-plak.Hayooo,ngakusiapayangpengenpunyaabangkayakbangDae..#hehehe..Okeh, tak banyak omong lagi..silahkan tinggalkan jejak anda sekalian chingudeul, boleh kritik, saran, atau mungkin pujian kalo ada.

Kansahamnida@youngdinna