beef steak coverBeef Steak

Main cast:

  1. Kwon Jiyong
  2. Choi Seunghyun a.k.a T.O.P Big Bang
  3. Dong Young Bae

Support cast: Another Big Bang members

Disclaimer: All of Big Bang members are belongs to themselves, but this storyline is belong to me.

Warning: Crispy humor, typo(s), ide pasaran. and many more.

Genre: Humor, General, and Friendship.

Length: Vignette.

@youngdinna Presents

“Beef Steak”

Kwon Jiyong adalah sosok leader yang menjadi panutan member Big Bang..

Ia tegas, ia cerdas, ia cermat, dan masih banyak lagi sifat yang baik darinya..

Namun, apa jadinya bila seorang Kwon Jiyong harus marah hanya karena sepiring ‘Beef Steak’?

 

April 2013

Jiyong menghela nafas sambil terduduk malas di ruang tunggu bandara. Akhir-akhir ini ia sangat lelah, selain kegiatannya yang banyak, ia juga sedang menjalani proyek konser solo-nya. Jiyong mengelus perutnya pelan, entah kenapa ia merasa sangat lapar.

“Bae..”panggil Jiyong pada sosok pemuda yang sedang menikmati segelas milkshake cokelat. Jiyong sedikit mengukir senyum geli, entah kenapa ia merasa temannya itu terlihat manis saat menyedot milkshake-nya.

“Ya, Jiyongie?”sahut Young Bae, masih sibuk mengutak-atik i phone 5 miliknya sendiri.

“Kita makan dulu, ya? Aku lapar.”ucap Jiyong. Young Bae menghentikan kegiatannya.Pemuda pendiam itu lalu menatap sahabat baiknya itu.

“Baiklah.”Jiyong mengukir senyumnya makin lebar.Akhirnya mereka berdua pun berjalan mencari restoran terdekat di bandara tersebut (karena mereka memang sedang di bandara), sesekali orang-orang menyapa dan memfoto mereka berdua.

“Ada yang bisa kubantu, tuan?”seorang pelayan mendatangi mereka begitu mereka sampai di sebuah restoran. Jiyong membuka buku menunya.

“Kau pesan apa, Bae?”tanya Jiyong sambil memilih menu-menu yang ada di buku. Young Bae tersenyum sekilas.

“Apa saja. Kau saja yang putuskan.”ucap Young Bae. Jiyong mengangguk sekilas.

“Tolong dua porsi Roasted Beef Steak.”ucap Jiyong yang tak menyadari senyum ganjil yang mengembang di wajah Young Bae kala ia mengucapkan salah satu nama makanan yang ada di buku menu itu. Baru setelah pelayan itu pergi, Jiyong bisa melihat kalau senyum ganjil itu belum memudar di wajah kawan baiknya itu.

“Kenapa kau tersenyum begitu?”tanya Jiyong heran. Young Bae menggeleng pelan, masih sambil tersenyum.

“Hanya teringat sesuatu.”ucap Young Bae sambil meminum milkshake-nya kembali. Jiyong mengernyit bingung.Perlahan, memori-memori dalam otaknya kembali terbuka, menguak kejadian yang menurutnya memalukan dan tak terlupakan baginya.

FLASHBACK

27 Oktober 2012

Sayup-sayup suara gaduh terdengar dari sebuah kamar hotel yang di huni seorang pemuda yang memiliki stylenyentrik.Ia memakai sepatunya sambil terus menggerutu pelan. Sesekali ia mengumpat sambil terus mengapit ponsel dengan pundaknya. Sepertinya ia sedang menelepon.

“Malam ini juga kalian akan langsung ke USA, tidak usah makan tidak apa-apa, kan?”suara berat Lee Byung Yung, sang senior manager itu semakin membuat wajah manis Jiyong tertekuk.

Hari ini ia lelah, sangat lelah karena ia dan teman-temannya (member Big Bang lain) baru saja menyelesaikan konser dunia mereka beberapa jam yang lalu, dan si manager tambur ini bilang kalau mereka akan langsung terbang ke USA untuk proyek konser selanjutnya! Apa ia ingin membunuhku?!pekik Jiyong dalam hati.

Jiyong tak masalah, toh selama ini ia dan member lain sering melewatkan makan malam, bahkan kadang seharian tak makan apapun ia tak pernah mengeluh. Namun, kali ini ia tak bisa menolak panggilan usus besarnya yang mulai menjerit. Oh, ia begitu kelaparan dan manager gila itu menyuruhnya untuk segera mengepaki barang dan bersiap terbang ke USA? Entahlah, ia yakin mungkin ia akan mengalami serangan maag di pesawat.

“Tapi, hyung..seharian ini aku dan member lain bahkan belum makan apa-apa? Bukankah kau bilang kami harus jaga kesehatan?”rajuk Jiyong, bila perlu ia akan menangis dan mulai merengek seperti Seungri, magnae-nya di grup. Byung Yung nampak terdiam, sepertinya memikirkan apa yang di katakan Jiyong.

“Baiklah.”Jiyong bisa mendengar dentingan lonceng surga di sekitarnya (Uhuh, ia mulai berlebihan). “Tapi, makannya di restoran hotel itu saja.Tidak usah jauh-jauh.” ingin rasanya Jiyong bersorak saat itu, namun ia hanya mengukir senyum lebar sambil berucap terima kasih pada manager senior itu.

Usai menelepon, ia segera menghampiri kamar Seunghyun, yang kebetulan tak begitu jauh dari kamarnya. Ia mengukir senyum lebar saat melihat hyung tertua-nya itu sedang menghapal script film yang juga menjadi proyek-nya tahun ini. Harus Jiyong akui, ia cukup kagum dengan ketekunan Seunghyun. Jiyong tahu betul kalau hyung-nya itu pasti merasa sangat lelah juga, namun ia tak pernah mendengar hyung-nya itu mengeluh.

Hyung? Makan, yuk!”ajak Jiyong langsung duduk di depan Seunghyun. Seunghyun menghentikan kegiatan membacanya, menatap Jiyong dengan pandangan yang seakan bicara ‘apa boleh?’. Jiyong tersenyum.

“Byung Yung-hyung bilang tadi kita boleh makan dulu..asal di sini saja. Bagaimana?”tanya Jiyong.

“Tak masalah. Aku juga sudah lapar.”ucap Seunghyun sambil tersenyum. “Ajak yang lain, kali ini aku yang traktir.”ucap Seunghyun lagi sambil memakai sepatunya. Jiyong makin memperlebar senyumnya.

Ini benar-benar sempurna! Selain di perbolehkan makan, mereka tak harus repot-repot mengeluarkan biaya, kan?

@@@@@

“Lalu hyung..tadi beberapa fans juga melempariku kaus, bergambar panda.. lucu sekali!”Jiyong memutar matanya bosan mendengar ocehan Seungri yang tak habis-habis. Pemuda panda itu bilang kalau ialapar, tapi sepertinya ia masih punya cukup tenaga untuk berkicau sedari tadi. Young Bae yang di ajak bicara hanya tersenyum seperti biasa sambil sesekali berkata ‘benarkah’ atau ‘bagus, Seung-ya’.

“Kalian pesanlah sesuatu.”ucap Seunghyun pendek sambil membuka buku menu yang di sediakan.

“Ah! Ah! Biar aku yang putuskan, boleh ya?”pinta Seungri. Mereka hanya mengangguk, lagipula mereka tak banyak waktu untuk memilih-milih makanan.

Roasted Beef Steak..dan khusus untuknya tolong beri tambahan sayur, hyung-ku ini sangat suka makan sayur.”ucap Seungri sambil menunjuk Young Bae.

“Seung-ya kau tak perlu melakukan itu.”ucap Young Bae sambil tersenyum kecil.

“Sok perhatian.”cetus Jiyong, membuat Seungri mendelikkan mata pandanya, Jiyong terkekeh pelan. Ia berhasil menggoda magnae-nya itu. Setelah dua puluh menit menunggu, akhirnya pesanan mereka datang. Seungri masih sibuk menceritakan kejadian yang ia alami pada Young Bae, yang mau tak mau harus menghentikan aktivitas memotong steak miliknya.

“Hei, hei..kau membuat Young Bae-hyung menunda makannya.”ucap Daesung sambil menyuapkan potongan daging ke dalam mulutnya. Seungri nampak mau protes.

Nan gwenchana Daesung-ah..”ucap Young Bae mencegah terjadinya pertengkaran tak penting dari duo magnae itu. Seunghyun sendiri masih sibuk memotong-motong daging dalam diam, sedangkan Jiyong masih berusaha menaklukkan daging steak yang tak kunjung berhasil ia potong.

Entah pisaunya yang tumpul, atau memang dagingnya ini alot. Sedaritadi leader berbadan kurus itu tak kunjung berhasil memotong steak miliknya, dan ia kesal. Kesal karena ia sudah sangat lapar, namun daging sial ini tak mengerti dan seakan-akan sedang menggodanya saja.Jiyong mulai menusuk-nusuk dagingnya dengan pisau.

“Perlu bantuanku, Jiyong-ah?”tanya Seungri yang iba melihat leader-nya itu bersungut-sungut, kesulitan memotong steak miliknya.

“Tidak usah.”tolak Jiyong seperti biasa, Seungri hanya mengangkat bahunya dan memilih untuk melanjutkan makannya.

“Ah, hyung?”ucap Young Bae kaget saat tiba-tiba Seunghyun menukar piring miliknya dengan piring Young Bae.

“Itu sudah kupotong..jadi kau tinggal makan saja.”ucap Seunghyun. Young Bae tersenyum kecil sambil mulai makan.

Gomawo.”Seunghyun mengukir senyum jahil.

Cheonman chagiya.”Seunghyun terkekeh pelan saat melihat Young Bae melirik tajam ke arahnya. Ah, ia memang suka menggoda lelaki pendiam ini.

“Bercanda, Bae-ya. Tapi, aku tulus membantumu, kok.”Young Bae hanya menggelengkan kepalanya sambil melanjutkan makannya yang tertunda. Jiyong mendengus melihat kejadian itu. Entah kenapa ia jadi bertambah kesal.

BRAK..

Seungri hampir saja tersedak saat Jiyong membanting peralatan makannya dan langsung pergi entah kemana.Seungri menatap Daesung bingung, Daesung sendiri hanya mengangkat bahu tak paham. Selang beberapa menit Jiyong kembali duduk lagi bersama mereka, wajah kesal masih begitu kentara di sana.

“Kau darimana?”tanya Seunghyun. Agaknya, ia juga heran dengan perubahan sikap Jiyong. Apa ia sedang marah?

“Toilet.”Seunghyun makin heran mendengar jawaban pendek nan ketus dari leader-nya itu. Mengacuhkannya, Seunghyun lebih memilih melanjutkan makannya.Keheningan menyelimuti mereka berlima, mereka lebih memilih menghabiskan santapan mereka.

Hyung..”ucap Jiyong memecah keheningan, membuat Young Bae, Seungri, dan Daesung melirik sekilas Jiyong. Apa ia sudah tak marah lagi?

“Hm?”sahut Seunghyun pendek. Jiyong nampak ragu mengajukan kalimat lagi.Ia hanya menyodorkan piringnya ke arah hyung tertuanya itu. Seunghyun menaikkan alisnya heran.

“Kau tidak suka?”Jiyong menggeleng cepat, membuat Seunghyun makin heran.

“Potongkan dagingku..”ucap Jiyong pelan namun cukup di dengar Seunghyun, dan yang lain tentunya. Seunghyun menatap Jiyong dengan pandangan heran.

“Ah, tadi kubantu tidak mau-“.

“Bukan kau! Aku maunya hyung!”potong Jiyong sengit, membuat Seungri merengut dan bergumam sebal. Young Bae menyentuh pelan tangan Seungri, membuat pemuda itu diam kembali.

“Sudah, sini kubantu.”ucap Seunghyun pada akhirnya sambil tersenyum kecil. Pemuda kekar itu mulai sibuk memotongi daging Jiyong, sedangkan Young Bae dan yang lain hanya berani melirik dengan pandangan jenaka ke arah leader mereka.

FLASHBACK END

Young Bae terkekeh pelan saat melihat muka Jiyong sedikit merona malu.Agaknya pemuda kurus itu sudah mengingat kejadian itu.

“Hentikan, Bae!”seru Jiyong yang mukanya masih memerah, antara kesal dan malu. Young Bae berdeham pelan, berusaha mereda tawanya. Agaknya ia merasa senang karena berhasil menggoda leader-nya itu. Selang beberapa menit kemudian, pesanan mereka datang.Dua porsi Roasted Beef Steak yang nampak begitu menggoda Jiyong, membuat pemuda kurus yang sudah lapar itu menatap makanan itu dengan mata berbinar senang.

Jiyong mulai menyantap makanannya dengan lahap (tanpa kesulitan memotong dagingnya kali ini).Young Bae tersenyum sekilas, pemuda berperawakan sedang itu mulai memotong dagingnya dengan mudah juga.

“Jiyongie?”panggil Young Bae memecah keheningan di sekitar mereka. Jiyong mengangkat wajahnya, menatap penuh tanya ke arah Young Bae dengan mulut penuh makanan.

“Apa?”sahut Jiyong yang sudah menelan makanannya. Ia lalu meneguk air mineralnya. Young tersenyum jahil.

“Perlu kupotongkan?”Jiyong tersedak sambil terbatuk-batuk, membuat Young Bae tertawa kecil, kali ini ia tak menghentikan tawa itu. Jiyong melotot kesal.

“Dong Young Baeeee!”pekik Jiyong kesal.Yah, setidaknya sepiring beef steak telah membuat seorang Kwon Jiyong menghindari untuk memakan makanan itu, untuk sekarang dan nantinya, entah sampai kapan.

*FIN

Annyeonggggggg!!!..#sambil nebar bunga. Saya comeback sambil membawa ff humor yang sangaaaaat crispy ini, hope you like it chingudeul… kekeke. Ngomong2 soal ide cerita ini, saya ambil berdasarkan fact mereka, mereka pernah kok makan di traktir sama si TOP ini dan menunya juga beef steak, waktu itu Jiyong juga bener2 kesulitan motong dagingnya yang super duper alot..#poor Jiyong-plak.

Tapi aku buat dengan timeline yang beda..kekeke. Oke, tinggalkan jejak anda chingudeul, boleh kritik atau saran..pujian kalau ada, ne??

Kansahamnida@youngdinna