120925-sandara-park-guitar-wide-800x450That smile [chapter 2]

Author : ndestiana

Main cast : Kwon Jiyong and Sandara park

Support cast : bigbang member and you can find another if you read

Genre : romance

rating : general

length : sequel

A/N : happy reading ^_^ hengsho ^.^ maaf kalau bahasa inggrisnya kurang bagus


“baby aku harus bagaimana agar kamu mau memaafkanku?”

“. . . .”

“baby jawab aku”

Aku menutup wajahku dengan selimut. Tidak peduli dengan apa yang dikatakanya. Namja itu benar-benar tidak punya urat malu. Harusnya dia pergi, tidak menunjukkan wajahnya lagi dihadapanku. Dasar psikopat!

“baby… jebal…” dia menarik selimutku, aku menarik kembali selimutku namun dia kembali menarik selimutku. Ini adalah adegan tarik-tarikan selimutO_o

“baby jangan seperti ini kumohon!”

“baby…aku mencintaimu”

Dia menarik selimutku secara paksa. Aku mengalah akhirnya selimutku ketarik semua. Apa dia mau menyiksaku lagi. Aku memejamkan kedua mataku, pura-pura tidur agar psikopat itu tidak mengganguku.

“baby aku tahu kamu berpura-pura, kamu nakal ya”

“baby kamu tahu aku bisa saja mencelakakanmu saat ini. Kamu terlihat sangat cantik, aku akan mencium dalam hitungan detik. Jadi bersiaplah 1…2…”

“Menjauh dariku psikopat!”

“buhahaha muka kamu merah, kamu malu ya? Aku tidak akan menciumu aku hanya menakutimu saja. Ternyata rencanaku berhasil kekeke” dia tertawa geli, hei apa dia pikir itu lucu?

“pergi! Kumohon pergi dari sini!”

“tidak mau”

“yasudah kalau kamu tidak mau pergi, aku yang pergi!”

Aku melangkah pergi keluar kamar, dia mengikutiku dari belakang. Dia ini! Apa sih maunya! Seandainya membunuh seseorang tidak dosa, mungkin sudah kubunuh dia.

“berhenti mengikutiku!”

“tidak mau”

“eomma namja gila ini terus mengikutiku, tolong aku eomma, tolong akuuu”

Aku merebahkan badanku diatas sofa ruang tamu. Namja gila itu mengikutiku duduk di sofa, tepatnya disebelahku. Baiklah Dara anggap saja dia tidak ada. Anggap dia setan yang datang untuk menganggu manusia. Tapi kurasa namja gila itu terus memandangi wajahku. Perasaanku saja atau memang kenyataanya seperti itu. Dia membuatku salah tingkah, mungkin itu alasan kenapa setan tidak bisa dilihat oleh manusia. Karena takut manusianya salah tingkah.

“berhentilah memandangiku!”

“habis kamu cantik, aku tidak bisa kalau tidak melihat wajahmu”

“terserah, oh ya darimana kamu tahu alamat rumahku?”

“Aku sudah tahu kalau Chaerin mau pergi kerumahmu, jadi aku ikuti saja dia dari belakang”

“kalian mesra sekali, eomma sudah membuatkan makanan untuk kalian. Kalian makan dulu ya”

“aku tidak selera makan eomma! Suruh saja dia yang makan”

“aku juga tidak selera makan eomma, aku mau menemani pacarku disini”

“eomma? Kamu memanggil eommaku dengan sebutan eomma? Memangnya kamu anak eommaku!”

“dia akan menjadi mertuaku jadi aku harus memanggilnya dengan sebutan eomma, baby”

“kamu terlalu banyak berharap! Dasar psikopat sinting!”

“kalian ini bertengkar terus, eomma pusing mendengarnya. Yasudah kalau kalian tidak mau makan biar eomma saja yang makan. Nanti kalau kalian mau makan ambil saja makananya di dapur ya”

“nee eomma”

“hei kamu tidak kuliah hari ini?”

“aku sangat mengkhawatirkanmu baby, aku bolos kuliah hari ini untuk memastikan keadaanmu”

“aku sakit juga karena ulahmu!”

“mianhe baby”

“makan sana! semalaman kamu belum makan”

“tidak mau, aku mau makan kalau kamu juga makan”

Dara untuk apa kamu memberi perhatian kepadanya. Tapi namja ini manis, dia baik walaupun jahatnya lebih banyak daripada baiknya. Aigo jangan sampai aku menyukainya. Sadar Dara sadarlah! Sadar!!!

“Jiyong…”

“nee baby”

“pulanglah, aku baik-baik saja”

“aku tidak mau pulang”

“aku mengusirmu! Jadi kamu harus pulang!”

“baiklah aku pulang, jaga dirimu baik-baik. Hubungi aku kalau terjadi apa-apa”

“nee”

***

mesagge pyong
from : psikopat sinting!
Aku mengkhawatirkanmu baby, kamu sedang apa? Kamu sudah makan? kalau kamu tidak balas pesan dariku aku akan pergi kerumahmu sekarang juga!

Apa tidak bisa kalau smsnya tidak usah pakai mengancam. Lagipula baru 10 menit yang lalu dia pergi dari rumahku masa sudah mau kerumahku lagi.

To : psikopat sinting
gwenchana!

message pyong
from : psikopat sinting
kenapa balasnya singkat, Kamu sudah makan?  Kamu mau aku belikan makanan? Kamu suka makanan apa?

To : psikopat sinting
aku suka makan HATI! aku makan hati karena ulahmu!

message pyong
from : psikopat sinting
oh kamu suka makan hati, kamu suka hati apa? Hati sapi atau hati kambing? Nanti aku beliin ya

To : psikopat sinting
dasar sinting!

message pyong
from : psikopat sinting
Kenapa bicara seperti itu? Baby tidak boleh bicara kasar sama pacar

Tidak boleh bicara kasar sama pacar. Lalu apa yang kemarin dia lakukan padaku. Dia menyiksaku habis-habisan bahkan dia lebih kasar dari seorang monster.
“Dara tolong beli jahe hangat untuk eomma, eomma sedang tidak enak badan”

“nee eomma”

Aku pergi mencari jahe hangat untuk eomma. Ternyata cuaca diluar sangat nyaman. Ditambah lagi sekarang adalah musim semi. Indahnya melihat tumbu-tumbuhan bermekaran. Namun seketika langkahku terhenti, aku sepeti melihat Siwon oppa. Apa yang dilakukanya? kenapa dia ada dikedai kopi. Dia bersama wanita, apa yang mereka berdua lakukan? kenapa mereka begitu dekat. Dan hei ke..na..pa…wa..ni..ta..i..tu.. men..ci..um oppa, apa aku sedang bermimpi. Hatiku sakit, aku tidak bisa bernafas rasanya sesak, apa yeoja itu kekasihnya? tapi kenapa? selama ini oppa tidak pernah cerita kalau dia sudah mempunyai yeojachingu. Hatiku sakit rasanya seperti tertusuk jarum. Oppa . . .

~any call kyopta any call kyopta any call kyopta~ ponsel Dara berdering

“. . . . .”

“yoboseo baby, kenapa kamu tidak balas pesan dariku?”

“. . . .”

“baby jawab aku! Hei kamu dengar aku?”

“Ji bawa aku pergi”

“mwo? pergi?”

“ayo kita kencan”

“kamu benar-benar mengajakku kencan?”

“nee Jiyong, ayo kita kencan”

“baiklah baby, kamu mau kita kencan dimana?”

“di mana saja yang penting bawa aku pergi jauh darinya”

“darinya? dari siapa maksudmu?”

“jangan banyak tanya!”

“nee baby, aku kerumahmu sekarang”

***

“baby kenapa kita pergi kesini?”

“aku suka disini”

“tapi kan…ini…”

“kenapa? Kamu tidak suka?”

“aku suka, hanya saja disini banyak anak kecil”

“nanti kamu juga punya anak, jadi nikmati saja”

“kamu memang ibu yang baik baby, kamu mau kita punya anak berapa?”

“Kita? Apa maksudmu?”

“anak-anak kita baby, kamu kan nanti jadi istriku dan aku jadi suamimu”

“huh…jangan terlalu berharap!”

“baby” panggilnya manja, namja itu seperti anak kecil.
“apa?”

“baby”

“Apa sih!”

“baby”

“terserah”

“baby”

“apa Jiyong?”

“baby”

“kalau bilang baby lagi! Aku pergi”

“kamu mencintaiku?”

“molla”

“wae? Kalau kamu mencintaiku panggil aku chagi  atau baby atau honey atau sayang atau cinta atau apapun yang kamu suka. Ayolah aku ingin mendengarnya”

“tidak mau!”

“baby jebal…”

“mau banget atau mau aja?”

“mau banget baby”

“beb..be..emm…bebek”

“kenapa bebek sih?”

“BABY, sudah puas?”

“aku mau dengar sekali lagi jebal”

“tidak mau!”

“jahat kamu baby”

“biarin aja ueekk” aku menjulurkan lidah dan meledeknya. Dia hanya cemberut menanggapinya, wajahnya lucu kalau lagi cemberut.

” ahjuma ahjuma..” gadis kecil menggoyang-goyangkan tanganku.

“wae?”

“tolong dorongin ayunannya”

“hmm baiklah”

Aku mendorong ayunanya sedangkan gadis kecil tadi duduk diatasnya. Gadis kecil itu tersenyum kegirangan saat ayunanya melambung tinggi. Jiyong hanya tersenyum manis melihatku. Namja itu tampan, aigoo jangan bilang aku jatuh cinta padanya.

“ahjuma ayo kita main yang lain, kita main pasir ya ahjuma” gadis itu turun dari ayunanya dan menarik tanganku menuju bak pasir.

“ahjuma ayo bantu aku membuat istana”

“baiklah” aku tersenyum manis pada gadis kecil itu. Jiyong datang menghampiriku, dia merangkul pundakku dan menatapku tajam.”istriku anak kita cantik ya, dia cantik seperti eommanya”

“anak laki-laki kita juga tampan seperti appanya” aku menyendenderkan kepalaku dipundaknya. Entah mengapa aku merasa tenang berada dipundaknya.

“Berjanjilah kamu mau menerimaku apa adanya Dara”

“tidak mau”

“wae?”

“karena aku tidak suka monster sepertimu”

“YA! Kamu harus menyukaiku baby”

“kalau aku tidak mau bagaimana?” aku menatap matanya, mata kami saling bertemu. Tatapanya membuatku nyaman, aku belum pernah merasa senyaman ini sebelumnya.

“kamu harus mau baby”

***

“makasih ya sudah mau menemaniku”

“sama-sama baby”

“kamu mau main kerumahku dulu?”

“boleh juga, aku ingin bertemu eomma dan memastikan padanya bahwa kamu baik-baik saja saat bersamaku”

“nee chagi”

“hah kamu bilang apa tadi?”

“nee chagi, ayo kita temui eomma”

“kamu bilang apa tadi?”

“nee CHAGI! Kamu dengar tidak? Aku bilang NEE CHAGI!”

“kamu mencintaiku, kamu memanggilku chagi itu artinya kamu mencintaiku. Kamu mencintaiku baby?”

“hehehehe” aku hanya tertawa melihat tingkahnya. Mukanya merah mungkin dia malu. Aku juga bingung dengan perasaanku saat ini. Mungkin aku bisa memulai semuanya dari awal. Mulai melupakan Siwon dan membuka hati untuk Jiyong. Lagipula Jiyong tidak seburuk yang kukira.

-tok tok tok tok tok-
-ceklek- pintu terbuka

“eh kalian sudah pulang? Ayo masuk”

“nee eomma”

Aku masuk menuju ruang tamu, namun dadaku terasa sesak saat aku melihat seseorang yang ada didalamnya. Siwon oppa, apa yang dilakukanya disini.
“Sandara, you did’nt reply my massage why? I am worry about you! You make me crazy Dara! ”

“emmh i am just…”

“you with Jiyong? What are you doing?”

“hiks hiks hiks oppa! do you have girlfriend? you irritated man! you never told me about it!”

“what’s?”

“I saw you with yeoja at cafe. She kissed you on the lips. You wicked man! hiks hiks hiks”

“are you jealous? I am just friend with her. You miss understanding”

“really? Geotjimal! Hiks hiks hiks”

“trust me Dara”

“Liers! Hiks hiks hiks”

Siwon oppa memelukku, pelukanya hangat. Dia menghelus lembut rambutku. Dia berbisik ditelingaku “girl, i love you” suaranya halus sekali. Aku terlalu kesal melihatnya mencium wanita lain. Hatiku seperti terbakar api cemburu. Dan kini dia dihadapanku, dia memelukku, aku bisa merasakan kehangatan ini. Aku mencintaimu oppa aku benar-benar mencintaimu. Mengapa kamu tidak pernah menyadarinya oppa. Kenapa baru sekarang kamu mengatakan kata-kata itu. Kenapa disaat aku sudah mulai membuka hatiku untuk namja lain. Kenapa oppa . . .

“aku mengerti sekarang, ternyata kamu hanya menjadikanku pelampiaasan cintamu!”

“Jiyong . . .”

“kamu mencintainya bukan mencintaiku!”

“Jiyong kamu salah paham”

“kamu penipu!”

Jiyong mengepal kedua telapak tanganya. Dia seperti menahan amarah yang sangat dalam. Apa yang telah aku lakukan, aku menyakiti hatinya. Dara kamu harus melepaskan pelukan Siwon dan kembali pada Jiyong. Tapi pelukan ini terlalu hangat dan nyaman. Jiyong melangkah pergi meninggalkanku. Dia marah, psikopat itu marah, monster itu marah, namja sinting itu marah. Apa dia akan menyiksaku lagi? Apa dia akan membunuhku?

“oppa please losse your hug!”

“which one me or him?”

“i am sorry but Jiyong mine. He is my boyfriend,”

“Sandara park! please say you love me too!”

“i am sorry, i did’nt hiks hiks hiks”

***

“Dara bangun…sudah pagi…hei bangun”

“eomma biarkan aku tidur” jawabku malas, aku menutup kepalaku dengan selimut.

“hei kamu kan ada kuliah hari ini! Ayo bangun”

“hmmmm”

“cepat bangun Dara..Jiyong sudah menunggumu…ayolah jangan buat dia menunggu lama”

“Mwo! Nugu ya? Jiyong?”

“nee dia sudah menunggumu dari tadi”

Aku bergegas bangun dari tidurku. Aku lari ke kamar mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus. Mendengar namanya aku jadi bersemangat. Psikopat itu berhasil merebut hatiku. Terimakasih sudah mau memaafkan ku Jiyong.

***

“Jiyong kenapa daritadi hanya diam saja?”

“. . . .”

“kamu masih marah karena kejadian semalam? Sungguh aku dan Siwon oppa tidak ada hubungan apa-apa. Aku kan sudah resmi jadi pacarmu, mana mungkin aku menyukai namja lain”

“. . . .”

Dia hanya diam membisu, sepanjang perjalanan tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Kurasa dia masih marah karena kejadian semalam. Lagipula yang memelukku duluan kan Siwon oppa. Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh dengan rute jalanya. Ini bukan arah kekampus.

***

“JI LEPASKAN AKU!”

Dia menggeret tubuhku secara paksa keluar dari mobil. Dia membawaku ke sebuah gedung tua yang sudah tak terawat. Dia kembali ke wujud aslinya, dia kembali menjadi monster. Aku memberontak sekuat tenaga, tapi dia sangat kuat. Aku tak sanggup jika harus disiksa terus menerus, aku harus kabur dari sini. Jalan satu-satunya untuk bisa kabur adalah menggigit tangan mulusnya. Aku menggigit tanganya sekencang-kencangnya, aku merasa ada cairan asin masuk kedalam mulutku. Apa itu darah, entahlah yang terpenting adalah aku harus pergi dari sini. Dia menjerit kesakitan dan melepaskan genggamanya. Aku berlari secepat yang kubisa.

“Seungri, Yongbae tangkap dia!!”

“baik boss!”

-beberapa menit kemudian-

Aku tersadar dan membuka mataku perlahan. Aku melihat didepanku sudah ada lima orang namja yang melihatku dengan tatapan sinis. Diantara lima orang namja tersebut terdapat Jiyong yang sedang asik menghisap rokok. Dia menatapku tajam, tatapan itu menyeramkan. Dia mengeluarkan smirk andalanya. Kedua tanganku sudah terikat kuat oleh tali begitu juga kedua kakiku. Aku melihat kesamping dia Siwon oppa sudah tergeletak tak sadarkan diri. Kedua tangan dan kakinya terikat kuat sama sepertiku. Padahal baru saja aku membuka hati untukmu Jiyong tapi kurasa aku salah. Dia mendekat kearahku, dia menghisap rokoknya dalam-dalam dan asapnya ditiupkan ke wajahku. Asapnya membuatku sesak, aku tidak suka asap rokok.

“kamu mencintainya bukan? aku bawakan dia untukmu baby. Kamu puas sekarang? Bersenang-senanglah”

“kenapa kamu melakukan ini padaku? padahal aku yakin kalau kamu tidak akan menyakitiku lagi”

“cih…your hustler!”

“apa kamu tahu aku hampir saja mencintaimu. Aku memikirkanmu semalaman. Aku mencarimu kemana-mana, aku sungguh mengkhawatirkan keadaanmu. Aku menghubungi ponselmu berkali-kali tapi ponselmu tidak aktif. Terimakasih telah menyadarkanku kembali. Aku memang harus membencimu Kwon”

Dia hanya menatapku tajam dan menghisap rokoknya dalam-dalam. Dia menghelus wajahku, aku meludahi tanganya. Dia terkejut dan menarik tanganya dari wajahku.

“KAU!” bentaknya keras padaku

“kamu tidak pantas menyentuhku! Psikopat!”

Dia pergi meninggalkanku diikuti teman-temanya dari belakang. Dia menutup pintu gudangnya dan mengunciku dari luar. Aku yang tidak berdaya hanya bisa menangis. Aku tidak tega melihat Siwon oppa yang sudah tergeletak tidak berdaya disampingku. Aku harap dia segera sadar. Maafkan aku oppa, gara-gara aku kamu jadi terlibat dalam masalah ini.

-TBC- -RLC-

Admin harap diterima ya ff aku. Sebelumnya aku juga udah pernah ngepost ff ini di blog lain. Tapi aku pengen banget ff aku yang ini dipost di BB fanfiction. Gomawo sebelumnya *bow *bow *bow aku harap admin mau menerimanya. Buat siapapun adminya yang ganteng dan juga cantik mohon bantuanya makasih^_^