next day covertitle : Next Day (part 1)

author : Isab

cast  :

Choi Seung Hyun aka T.O.P

Choi Sooyoung

Choi Siwon

Lee Seung Hyun aka Seungri

genre : romance,sad

rating : T

length : chapter (3)

disclaimer : cast adalah ciptaan Tuhan xixi

a/n : author masih newbie dalam fanfic, ini fanfic pertamaku yang chapter biasanya aku bikinnya oneshoot atau ficlet, maaf typo T.T

kalau ada apa-apa komen ya :3

twitter : @isabellamunira

 

selamat ulang tahun Siwon oppa ! batinku melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 6 pagi, bagaimana aku bisa melupakan hari ulang tahun orang yang kucintai karena ulang tahun kami jatuh pada hari yang sama.

aku masih berharap setidaknya ia mengucapkan selamat ulang tahun padaku, walau kutahu ia takkan peduli.

seperti biasa aku mendapat banyak kiriman kado,pesan,ucapan dari keluarga maupun temanku tapi tetap saja, tak ada choi oppa.

ternyata sedari tadi ponselku berdering. eomma

“ne,eomma?”

“chagiyaa.. kemana saja kau?? lama sekali… ingatkah kau hari ini hari apa?” ucap eomma penuh semangat

“hari ulang tahunku..”jawabku biasa saja

“ne, bukan hanya itu! ingatkah kau pada….”

***

tidak ! bagaimana mungkin aku melupakan perjanjian itu !!!
kubenamkan tubuhku dalam bathup, mendinginkan pikiran dari kekacauan yang kulakukan sendiri

kudengar sayupsayup sebuah lagu..

bukankah itu ringtone ponselku!

aku bangkit, menyelimuti diri dengan handuk seadanya dan

“huaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!! “ bukkk langsung kubanting pintu dan kembali masuk kamar mandi

siapa namja tadi?

uh, bodohnya pakaianku di luar sana ! apa yang harus kulakukan…

kubuka sedikit pintu,

namja itu meringis aneh,siapa namja ini?

“siapapun kau lekaslah keluar dari kamarku!” seru ku, ia tersenyum lalu keluar dan langsung kupakai pakaianku dan keluar kamar

dimana namja itu? “bibi…… bibi ai… apakah kita kedatangan se….”

belum selesai jeritanku untuk bibi ai kulihat namja tadi bersama keluargaku. kulihat namja itu memasang muka polos, aku harus membereskan namja ini, dia pikir dia siapa bisa seenaknya masuk kamarku!

“soo young-ah ! lekaslah turun !!” seru eonni soo jin seperti mengajakku ribut

aku turun, ingin duduk namun uang tersisa hanya sofa di sebelah namja asing tadi,kuputuskan untuk berdiri

“kenapa kau berdiri,babo ! duduklah di sebelah seung dongsaeng !”

eonni benar-benar mengajakku ribut ! aku tak mau duduk !

“kami menunggumu soo, duduklah di samping seunghyun” ucap appa lalu menyeruput kopinya

“untuk apa menungguku?” tanyaku

“menurutmu? sudahlah jangan kau membuat ribut denganku seperti ini!” ucap eonni lagi dan dengan kesal dan muka ditekuk aku duduk di samping namja ini

hm, wangi !

dan itu sangat memecah fokusku

namja ini pakai parfum apa..

dan sekarang namja ini menengok ke arahku dan tentunya aku buang muka !

“namja di sebelahmu itu.. soo young ! perhatikan eomma !” ucap eomma dengan nada agak tinggi, aku berusaha fokus !

“ne,eomma.. mianhae” ucapku dan namja ini meringis, kenapa coba?

“namja di sebelahmu itu… yang sudah kami semua janjikan padamu,chagiya..” ucap eomma membuatku mendelik

“pangeran choi yang sering appa ceritakan,soo young-ah” tambah appa

“langsung saja, jadi kapan bisa kau siap untuk menikah soo young?” tanya eomma membuatku sesak begitu saja

“soo..”

“sooo young…”

***

kubuka mataku dan.. aku berada di tempat asing !

“haha, aku tahu kau pasti pura-pura pingsan ! dan kau akan terjebak dalam permainanku,eomma,dan appa ! hahaha, selamat tinggal soo ! selamat bersenang senang !!!” seru eonni lalu membanting pintu dan mengunciku dari luar

sialan ! apa yang mereka rencanakan

“eonni !!!! eonniii !!! choi soo jin !!!! bukakan aku !!!” jeritku dari dalam, lalu aku berlari ke jendela, ke balkon dan ia sudah pergi bersama mobilnya,meninggalkanku di tempat asing ini? yang benar saja !

kudengar seseorangmembuka pintu, dan… namja itu

“siapa kau?” tanyaku . karna ia lagilagi tersenyum membuatku kesal dan melemparnya bantal

“hentikan senyuman anehmu !! “ seruku, dan ia menangkap bantal yang kulempar

masih diam saja

“halo… apa kau bisu?” tanyaku padanya, dia mendekat namun hanya mengembalikan bantal tadi dan masih diam saja. dikiranya aku suka orang yang diam?

kutelpon eomma, “eomma !!! kau meninggalkanku dengan namja aneh dan bisu ini? yang benar saja??” seruku dan terdengar tertawaan dari appa dan eonni ,juga eomma

“kenapa kau tak bertanya padanya sendiri? kami sedang tak ingin kau ganggu soo , selamat bersenang-senang !” ucap eomma lalu mematikan telepon

mimpi burukku dimulai?

aku berbalik, aku dan namja itu bertatapan

“jadi kau… choi..”

“seung hyun imnida” ucapnya memotong ucapanku, suaranya berat. mungkin sepadan dengan mukanya yang dibuat sok-cool

hening

kenapa bisa seperti ini? hening begitu saja? aku keluar dari kamar itu dan menelepon sahabatku,yuri

“yuri, ayo main ! ke tempat biasa.. oke !”

dan baru saja kusadari aku tak tahu sekarang aku dimana

“sebenarnya kita dimana?” tanyaku pada namja itu

“rumah.. kita” jawabnya, deg ! kita?

jadi benar mimpi burukku itu?

aku menenangkan diri dan keluar dari rumah tersebut, berjalan mencari taksi untuk menemui yuri

***

aku memeluk yuri dan menceritakan soal apapun termasuk namja dan perjanjian bodoh itu, ia terkekeh

“baguslah ! kau bisa lebih mudah melupakan siwon oppa,bukan?” ucapnya membuatku jengkel

“hm, lalu dengan cinta pertamaku?” ucapku namun yur hanya menerawang dan mengangkat bahu

“kau harus menentukan hatimu untuk siapa” ucapnya perlahan

“kukira kau teman yang baik yuri, lihat ! bukankah itu siwon !” seruku sambil melambaikan tangan pada siwon yang melambaikan tangan terlebih dahulu

“sedang apa kalian?”tanyanya sambil menggenggam kamera,tumben sekali

“hanya mengobrol, kau sendiri?” ucap yuri, aku hanya diam

“hanya mengambil-ambil gambar” jawab siwon

apa yang diambilnya? tak ada pemandangan sama sekali kecuali… Tiffany ! ya, kulihat tiffany sedang berjalan memasuki sebuah toko buku,seperti biasa… aku kesal

kuminum perlahan jus apel yang kupesan, rasanya tak sesegar dan senikmat sebelumnya,

“kau mau membeli komik soo young-ah?” tanya siwon mengagetkanku

komik? itu berarti aku harus memasuki toko buku tadi dan bertemu tiffany? lalu siwon dan tiffany akan membuatku seolah tak berada di sana karna yuri baru saja ijin untuk pulang

“young-ah?” ucap siwon lagi

bagaimana bila kuterima tawaran ini dan menyakiti diri sendiri? lalu dengan mudah aku bisa melupakannya, baiklah !
“kenapa tidak? ayo..” ucapku lalu kami berjalan bersama memasuki toko buku tadi

ia memotret pintu kaca toko, untuk apa?

dan… di dalam pintu itu terdapat tiffany yang mengantri di kasir, panas.

tiffany menampilkan senyum indahnya “hai..” sapa siwon “hai…” ucapku

“kalian ini darimana?” tanyanya

“mengikutimu, hahaha” ucap siwon , mereka tertawa, dan kupaksakan akupun ikut tertawa

“hentikan oppa, hahaha” ucapnya

oppa? sejak kapan siwon dipanggil oppa? ya ya baik baik aku mengerti…….

“aku pergi dulu oppa,jaga soo young baik-baik hahaha” apa dia bilang? menjagaku?

“hm.. soo, ayo ke deretan komik”

deg

ia memegang pundakku, berhenti bertindak bodoh soo !
aku pun seolah tak peduli dan berjalan ke deretan komik yang dimaksud, kulihat ia mengeluarkan ponselnya lalu menatapku

“mianhae young-ah, eomma ku memintaku untuk segera pulang…” ucapnya perlahan

eommamu atau tiffany?

“gwenchana siwon, lekaslah pulang…jangan membuat eomma mu menunggu” ucapku dan berbalik memilih komik.

aku berbalik, kulihat ia masih berdiri menatapku dengan muka murung

“kenapa?” tanyaku

“gwenchana,dah..” ucapnya lalu pergi, lagi… ia membuatku tak pernah mengerti apa maksudnya

hm… aku mengenal bau ini, bau parfum yang sangat maskulin..

bruk..

namja ini?

ia sedang kerepotan membenarkan tumpukan buku yang sepertinya tak sengaja ia jatuhkan, dan aku takkan membantunya haha

dan buku-buku itu juga tak kunjung rapi, malah jatuh kesana kemari juga. aku terkekeh, ia seperti anak kecil..

ia menatapku

“apa? kau pikir aku akan membantumu? haha” ucapku

“kau pikir aku melihatmu? aku hanya menginginkan komik yang berada di balik kepalamu” jawabnya lalu kembali merapikan dan kali ini buku-buku bandel itu menurut padanya.

kuambil komik yang ia maksud

“ini..” ucapku lalu memberikan padanya

“kenapa kau sok tahu sekali?” ucapnya mengambil komik yang ia maksud lalu meninggalkanku

huh ! menyebalkan sekali namja ini ! awas saja kau

dan aku tersadar aku sedang tak ingin membeli komik, lebih baik pulang saja..

zzzzzzzz

di kala ku buka pintu dan hujan deras, yang benar saja.. hari sudah gelap seperti ini, apa yang harus kulakukan?

dan sebuah sedan terlintas dan berhenti di hadapanku, kacanya terbuka perlahan

namja tadi..

ia mengisyaratkan untuk masuk, aku menggeleng. ia memasang muka datar

“kau menghalangi jalan orang kau tahu ! lekaslah pergi !” seruku padanya

“masuklah” ucapnya

yang benar saja?

aku menggeleng

“aku .. ingin melihat hujan” ucapku

“baiklah aku akan tetap disini” ucapnya, tiiinnn tiiiiinn ttttttiiiiiiiiiin

ada banyak sekali klakson ribut karna jalan yang ditutup namja ini, dasar !
“kau tuli atau bagaimana? kau tak dengar ?” seru ku

“masuklah” ucapnya lagi, beberapa orang sudah mengomel. baiklah aku masuk dan kami meninggalkan toko buku itu

ia tersenyum puas,dan aku sangat membenci senyumnya yang seakan akan sok itu

“berhentilah tersenyum, aku tak suka melihatnya” ucapku dan ia semakin melebarkan senyumnya

ponselnya bergetar,ia mengangkat telepon

“hallo.. hm, ia sudah bersamaku, hm.. hm..ini untukmu, eommaku” ucapnya dengan nada sangat lembut dan memberikan ponselnya padaku

“yeoboseyo..”

“soo young-ssi , annyong…. apa kau baik-baik saja? apa tabi nakal padamu?nyaris habis ia bila tak memberimu makan ! awas saja!”

tabi?

“ne, eh.. aniyo ! sama sekali tidak ! ia namja terbaik yang pernah kukenal…” ucapku, dan dengan refleks seunghyun menengok

“jinjja? bolehkan kau berikan telepon ini pada tabi lagi?”

“ne,eomma..arasseo………… arasseo….” ucap namja itu sangat lembut

telepon dimatikan, kulihat ia pouting dan…. sangat imut !
“eommamu sangat ceria, tak seperti dirimu su-ram. kau namja tersuram yang pernah kulihat” ucapku lalu membuka ponsel, seperti biasa.. sepi

ia tak menggubrisku, masih dengan pipi yang digembungkan

***

sampailah kami di sebuh restoran, duduk berhadapan.

ia memesan 5 porsi makanan kesukaanku dan 1 buah menu asing

kami berhadapan, saling menatap,diam..

dalam tatapannya ia seperti mengatakan sesuatu, yang.. sepertinya serius

kulihat ponselku, 19:19 untuk s.. siwon ! kuambil ponsel lalu mengirim pesan pada yuri berisi pertemuanku dengan tiffany.

makanan datang,aku makan sepuasku dan.. habis, kulihat ia tersenyum

“maaf bila ini merepotkanmu” ucapku

ia hanya mengangguk, lagi ! ia membisu dan membuatku sebal

“kau mengingatkanku pada seseorang” ucapnya

“siapa?” tanyaku, ia tersenyum lalu menggeleng

“tak apa, jika kau mau memesan lagi pesan saja” ucapnya

pesan saja? baik sekali namja ini. ia sama sekali tak protes dengan ke-shikshin-an-ku ini, tak seperti yang lain, tapi kebaikannya mungkin ada maksud

“eh, tak usah” ucapku tapi jujur aku belum kenyang.

“maaf bila pertahanan ini mengganggu” ucapnya-aku tak mengerti

“maksudmu?aku tak mengerti”

“upaya mempertahankan marga choi” jawabnya

apa yang harus kukatakan? sungguh aku tak menerima perjodohan ini,sama sekali

“oh ya, maaf tadi masuk kamarmu begitu saja, eomma mu memintaku menjemputmu namun.. ya seperti tadi” ucapnya dan kubalas dengan anggukan

 

flashback

            seoul, lima tahun lalu

aku tak bisa menahan tangis ini, kenapa hal ini terjadi kembali? saat aku sudah ..

“aku pulang dulu ! selamat tinggal !!” seruku tanpa mempedulikan jawaban mereka kukayuh sepedaku dengan kencang, tak peduli seugal-ugalan ku menaikinya aku ingin cepat sampai rumah dan meluapkan semua ini !

sampailah aku dirumah hingga kusadari keluargaku sedang pergi dan akan kembali nanti malam, bagaimana ini? airmata ini sudah ingin keluar dan.. sudah keluar

siwon oppa… kenapa kau tak terang-terangan saja memberitahuku bahwa kau sudah punya yeojachingu? apa salahnya? kau bisa membuatku berhenti menyukaimu bukan? kenapa kau menyiksaku perlahan seperti ini?

aku harus menghabiskan semua airmataku ini ! hari ini adalah saat terakhir kumenangisinya ! harus !!

kenapa aku tak pernah mendapat namja yang kumau?

flashback end

“soo young-ssi? apa kau baik-baik saja?”

“soo young-ssi?”

ya, aku mendengar namja ini memanggilku, tapi aku sedang ingin tenggelam dalam bayangan bodoh itu

“soo young-ssi…..” ucapnya sekali lagi

“ne, seunghyun-ssi?” ucapku selah-olah tak ada apa-apa

“aku hanya ingin berkata serius..” ucapnya menegangkan suasana membuatku berusaha fokus

 

Choi Seung Hyun pov

kutarik napas dalam-dalam,

“aku hanya ingin berkata serius..” ucapku, ia yang semula menerawang kini memandangku. benarkah harus kukatakan sekarang?

hening

kami hanya bertatapan, kuyakin ia menungguku berkata sesuatu. napasku tersekat,sepertinya ini hal tergila yang akan kuucapkan

“aku menginginkanmu..”

hah?

sontak ia melebarkan matanya,terkejut.

hal bodoh apa yang kuucapkan barusan??

ia sekarang menunduk,sekarang aku tak mampu mengucapkan apapun. kenapa kalimat bodoh itu yang…. kemana semua kalimat yang sudah kususun bertahun-tahun?

kedua tangannya bergerak menyentuh tanganku,sangat dingin.

kuambil tangannya dan kutiup perlahan,sekarang ia menatapku dan ingin mengatakan sesuatu. kuhentikan tiupanku, kami saling menatap sekarang.

“bisakah kita pulang?” tanyanya, kugenggam tangannya dan kubawa ke mobil.

semuanya seperti teraduk, apa yang harus kulakukan?

kutengok ia,yeoja itu sedang menerawang keluar.

 

(TBC)