w_october_2013_bigbang_top_001I Want To See You Again (Part 5)

Author : choi ranti

Casts:

– Choi seung hyun

– Choi li young (OC)

– Lee haa won  (OC)

– Kim jaejong

And Support cast

–      Kwon mili (OC)

–      Han hyo kyung (OC)

–      Family of Choi

–      lee seung hyun

–      Kwon ji yong

–      Kim Roy

Genre : sad romance, conflict

Rating : PG- 16 maybe

Lenght : chapter

Twitter : @pertiwiranti

AAA MAAF MAAF  MAAF. BARU BISA KIRIM SEKARANG MAAF MEMBUAT EP-EP AMATIRAN INI MENGGANTUNG BERBULAN-BULAN

BANYAK MASALAH YANG HARUS SAYA HADAPI DI SAAT SEKOLAH. DAN EFEK LIBUR YANG BIKIN MALES BIKIN EP-EP #bunuh autor

Tapi tenang sekarang semangatnya sedang bangkit. Dan saya akan pastikan setelah capter ini dan selanjutnya ep-ep saya akan tamat. MOHON MAAF SEKALI LAGI MOHON MAAF

Dan sebelumnya saya minta maaf(lagi) . mungkin ini ep-ep amatiran (bukan mungkin lagi tapi iya). Dan saya tau ini ep-ep yang sangat hancur Maaf jika alur seting dan segala macamnya membingungkan . karena ini adalah fanfiction yang pertamakali saya buat.  mohon tinggalkan komentar mau jelek atau bagus saya terima dengan ikhlas. Di mohon juga jangan terlalu memaksakan diri untuk membaca ep-ep karya saya. Di khawatirkan mual, muntaber, dan penyakit lainnya. Karena ceritanya terlalu mengerikan

 Previously : 1 | 2 | 3 | 4 

“makam kekasih mu bagaimana bisa dan sejak kapan?. Aku tidak pernah melihatnya saat pertama kali aku kesana 3 tahun yang lalu” tanyaku bertubi-tubi. Dia menahan air mata dengan menutup sebagian wajahnya menggigit bibir bawahnya seolah ingin menahan tangis. Bibirnya begitu ragu untuk menceritakan tentang segala beban yang di pikulnya
“itu terjadi ketika 3 tahun yang lalu, semua itu terjadi seperti mimpi buruk dalam hidupku.” Ucapnya dengan lirih.
“apa kau membunuhnya ?!”
“tidak. Aku tidak mungkin membunuh orang yang paling aku sayang dan aku inginkan menjadi… menjadi pendamping hidupku hingga ajal menjemputku.” Entah kenapa suaranya bertambah berat
“lalu apa yang terjadi.?”

flash back
choi seung hyun pov

“Hyung. Kenapa akhir-akhir ini kau selalu ingin bertemu li young.?”
“Entahlah ji. Akhir-akhir ini aku sangat ingin bertemu dengannya.?”
“apa kau menyukainya hyung.” Ucapnya sambil menggoda ku, seketika wajahku memanas. Apa  AC cafénya rusak?
“ti.. tidak!” ucapku sambil meminum capucinoku yang aku kalahkan panasnya dengan panas di wajahku
“benarkah kau tidak menyukainya?” ucapnya sambil mengamati wajahku. Aaaaa wajahku semakin memanas, aku mengalihkan pandanganku ke segala benda yang ada di café ini
“itu terserah kau saja hyung. Tapi kau harus tau sebagian kecil yang pribadi tentangnya.” Ucapnya dengan raut wajah serius
“maksud mu.?”
“aku mendengar dari anak-anak kampus tentang kehidupan pribadi li young.” Mendengar itu aku memfokuskan pendengaran dan pandangan ke si pendongeng
“dari yang aku dengar dia adalah anak dari hasil selingkuhan seorang pengusaha terkenal tetapi aku tidak tau siapa si ‘pengusahaterkenal’ itu.” Terusnya
“mungkin dari luar dia terlihat seperti anak normal lainnya. Hiperaktiv periang, tetapi di balik itu sebenarnya dia begitu sangat rapuh dan dialah yang menjadi korban cemo’ohan orang-orang karena dia anak dari hasil perselingkuhan.” Mataku terbelalak mendengarnya
“tetapi jangan ambil pemikiran negative dulu hyung. Memang dia anak dari perselingkuhan tetapi dia tidak menginginkan aib seperti itukan”
Seketika tubuhku menegang saat mendengarnya. Tapi Ji benar meskipun dia adalah anak dari perselingkuhan tapi dia tidak menginginkan hal itu
“lalu ?” tanyaku
“di setiap harinya li selalu mendapat perlakuan buruk oleh orang-orang yang mengetahui tentangnya. Sebelum aku mengenal Li, dia selalu menutup jati dirinya begitu tertutup pada orang lain, dan aku mendengar isu bannyak yang menterror Li karena ulah istri sah si pengusaha itu. Saat pertamakali aku mengetahui tentangnya sama seperti mu aku terkejut. Tapi aku tau di dalam hatinya dia tidak menginginkan hal itu karna takdir.”
“lalu sekarang kenapa kau bisa mengenal Li”
“aku menemukan Li sedang menangis dia terkurung di gudang belakang kampus. Dia di bully.”
“di bully.?!” Kagetku, aku kira pembullyan hanya terjadi di masa SMA saja
“ya seringkali dia di ancam di bunuh. Maka dari itu aku selalu di sampingnya untuk menjaganya.

Ponselku bergetar menandakan ada panggilan. Tercantum nama Li young sedang menelponku.
“hallo Li kau di mana.?” Tanyaku to the point. Mengingat suda berapa lama aku menunggunya. Tetapi yang ku dengar suara serak li yang begitu berat di tambah lagi kata-katanya membuatku terkejut.
“Choi seung hyun tolong jangan dekati aku lagi.”
“apa maksud mu Li. Cepat sekarang kau di mana.?” Mengabaikan apa yang ia katakana tadi
“jangan pernah lagi berhubungan denganku.” Seketika sambungan tertutup perasaanku tidak enak, seperti ada sesuatu yang salah

“kenapa hyung?” Tanya ji melihat gelagatku menjadi aneh
“entah kenapa Li mengatakan jangan lagi berhubungan dengannya.” Ji membelalakan matannya
“ayo hyung cepat ikut aku” ucap Ji sambil meninggalkan café dengan tergesah
“ada apa Ji?”
“sebelum terlamabat ayo cepat hyung dia sekarang pasti ada di lantai atas.” Ucapnnya sambil berlari.
“di lantai atas apa yang dia lakukan ? maksud mu apa.?” Tanyaku sambil berusaha menyusul Ji
“sepertinya ada orang yang membullynya atau terror. Aku takut dia ingin bunuh diri lagi.” Mataku terbelalak untuk kesekian kalinnya tetapi kali ini rasa terkejutku lebih besar dari sebelumnya.
“CEPAT TUNJUKAN LOKASI LI DI MANA?!!”
“Di gedung seni bagian barat lantai paling atas. Maksudku loteng gedung !!” Aku langsung pergi meninggalkan Ji di belakang, aku tidak boleh terlambat. Berlari sekuat tenaga ke tempat yang di tunjukan Ji

******

AUTOR POV

BRAKK. “LI KU MOHON JAUHI PAGAR PEMBATAS ITU !!!” Teriaknya setelah membanting pintu.
“Op…oppa kenapa kau disini.?” Ucapnya dengan suara parau. Tubuhnya basah dan kotor akibat siraman, tubuhnya bergetar menggigil kedinginnan. Matanya merah membengkak akibat menangis.
“Li kau kenapa, apa yang terjadi.?” Tanyanya sambil berjalan mendekat kearah Li
“JANGAN ! JANGAN MENDEKAT !” Jeritnya sambil perlahan berjalan mndur mendekati pagar pembatas.
“Kenapa, Li aku mohon jauhi pagar itu. Kemarilah.” Li tak menghiraukan perkataan seung hyun. Li membalikan badannya dan berjalan cepat kearah pagar. Seketika seung hyun berlari dan memeluk tubuh Li.
“OPPA LEPASKAN AKU.!!!” Jeritnya saat seung hyun menyeret Li menjauh dari pagar
“SEBENARNYA ADA APA DI KEPALA MU !!” bentak seung hyun tetap memeluk tubuh Li dari belakang.
“kumohon oppa lepaskan aku.” Suaranya melemah di sertai tangisan
“apa aku akan melepaskanmu begitu saja dan melihat mu terjun, mengakhiri nyawamu sendiri. Begitu.? KAU GILA.!!!”
“YA AKU GILA OPPA.!!!” Teriaknya sambil berusaha melepaskan diri dari seung hyun
“aku tau semuannya.” Ucap seung hyun semakin menguatkan pelukannya
“kau tau semuannya lalu kau akan sama saja seperti orang-orang. MEMBENCI KU. !!”
“tidak. Aku tidak membenci mu Li aku mohon jangan bertindak bodoh. Aku menyayangimu.”

       Seketika tubuh Li membeku, seung hyun segera menarik tubuh Li menjauh dari pagar pembatas. Seung hyun membalikan tubuh Li menjadi saling berhadapan. Kedua tangan besarnya menyentuh kedua pipi Li.
“tatap aku Li.” Ucap seung hyun. Li mencoba menghindari tatapan seung hyun, tangannya berkali-kali mendorong tubuh seung hyun agar menjuh darinya. Tetapi apa daya kekuatannya tidak sebanding
“TATAP AKU LI.!!!” Bentak seung hyun membuat Li terkejut dan menatap
“hal bodoh apa yang kau lakukan itu. Mengakhiri kisah hidupmu dan meninggalkan orang yang mencintaimu, menyayangimu.?”
“kau tidak mengerti oppa.” Dengan tangisannya yang semakin  nyaring
“aku tidak mengerti. Kau bilang aku tidak mengerti. Lalu apa aku kesini dan mencegah perbuatan bodohmu. Dengar memang semuannya berat bagimu, aku tau tetapi apa kau tau arti dari kehidupanmu. Yaitu untuk hadir di kehidupan keluargamu hadir di kehidupanku dan kehidupan yang lainnya yang menyayangimu. Lihat ibumu yang menyayangi mencintaimu, karena kau adalah kebahagiaan bagi ibumu. Jika kau melakukan tindakkan bodohmu itu. Apa kau ingin melihat ibumu kehilangan kebahagiaannya. Mana bentuk rasa terimakasihmu pada orang tua yang berjuang membesarkanmu membahagiakanmu.?” Seketika tangisan Li mengeras
“aku tau aku adalah perempuan bodoh. Yang berpikiran dangkal. Aku tidak tau apa yang aku lakukan. Aku tidak tau harus bagaimana. Aku aku memang bodoh!” Ucapnya di sela tangisan
“kau hanya harus menjadi dirimu sendiri dan lebih kuat. Jangan kau dengarkan orang-orang yang kau anggap membenci mu.” Ucap seung hyun memeluk tubuh Li yang hampir mengering oleh angin.

“hyung aku sudah menelpon ambulance.!” Teriak Ji saat mendekati seung hyun dan Li

“kenapa kau memanggil ambulance oppa.?”
“liat kedaan mu Li tubuh mu basah kuyup, dan lihat ada memar di pipi mu, dan bercak darah di sudut bibir mu.” Ucap Ji membuat seung hyun memperhatikan luka di wajah Li
“Bibir mu trluka Li. Mau tidak mau kau harus ke rumah sakit. Ji di mana ambulancenya” ucap seung hyun sambil menggendong Li, wajahnya memans saat pipinya bersentuhan dengan pipi seung hyun
“ikuti aku hyung.” Ji menunjukan jalan

*****
3 hari kemudian

“Lihatlah orang yang sedang berbaring di atas pulau kapuk yang empuk itu. Sepertinya keadaanya sehat sekarang.” Ucap Ji dengan cengiran super lebar saat pintunnya terbuka sempurna. Di belakangnya seung hyun mengekor
“aku bosan melihat wajah kalian.” Ucap Li dengan nada mengejek
“aku tau kau merindukan namja paling tertampan di korea kan yaitu kami.” Ucap seung hyun sambil mengankat ibu jari dan telunjuknya di bawah dagu
“aku tau aku tau. Kau senangkan kami datang setiap hari dan terus menghibur mu. Aku tau aku tau”
“aishh kau begitu percaya diri oppa.” Li menyipitkan mata
“sudah-sudah. Li lihat kami membawa buah-buahan lagi untuk mu dan ini boneka dari oppamu paling tua yang di sana. Aku tidak mengerti seharusnya dia membawa makanan untuk orang yang sakit.” Ucap Ji sambil memberikan boneka teddy bear warna coklat berukuran sedang
“enak saja kau bilang tua. Aku memberikan boneka karena Li selalu kesepian tiap malam di ruma sakit.”
“ah eommaku selalu menemaniku setiap malam kok.” Ucapnya polos membuat seung hyun harus berpikir lagi
“kau kesepian saat menunggu eomma mu. Ya-ya saat menunggu eomma mu.”
“tidak kan kalian selalu datang dan saat kalian pulang aku selalu menelpon eomma.”
“AAA pokonya aku member boneka ini untuk kau gunakan disaat kau merasa kesepian.” Ucap seung hyun dengan sedikit memajukan bibirnya.  Melihat gelagat seung hyun berubah Li langsung memeluk boneka pemberian seung hyun
“ara ara. Gomawo oppa.”
“nah ini buah apelnya sudah aku kupaskan. Li kapan kau bisa pulang rumah sakit.?” Ji menyodorkan piring berisikan potongan apel
“besok.!!” Ucapnya dengan semangat.
“kau yakin besok.?” Tanya seung hyun yang tidur di sofa
“oh ku kira kau tertidur. Iya besok dokter bilang aku sudah sehat.”
“aku tidak tidur hanya memejamkan mata. Baiklah.”
“sama saja hyung.” Timpal Ji
“tidak akukan tidak sampai bermimpi.” Timpal balik seung hyun
“tapikan sama-sama tidur.” Ji tidak mau kalah
“oppa sudaah lah kalian seperti anak SD, ini buka mulut mu Ji oppa AAA.” Li menyuapi Ji apel
“heyyy kau tidak menyuapi ku Li.” Tanya seung hyun
“oppa kan sudah besar. Ambil saja sendiri, ini.” Sambil menyodorkan piring kearah seung hyun. Seung hyun langsung melipat wajahnya
“kau curang Ji.”
“aku curang apa hyung.” Sambil menunjuk hidungnya
“kau kejam Li.” Dengan memasang wajah memelas seung hyun menatap Li
“baiklah-baiklah ini AAAA.” Saat apel itu akan masuk ke mulut seung hyun. Ji cepat-cepat mengambil apel itu dengan mulutnnya
“DASAR REPTIL KREMPENG!!”

******

            “oppa sudahlah jangan mengikutiku. Dan kau ji oppa jangan bersembunyi di balik pot itu aku melihat mu di sana, dan berhenti mengawasiku !” ji segera menghampiri seung hyun dan li
“kami hanya memastikan kau baik-baik saja” ucapnya bersama
“nenastikan.? Lihatlah aku baik-baik saja kan?” ucap li dengan nada bosan
“tapi kami ingin mencegah seperti kejadian 1 minggu yang lalu.” Ucap li
“dan tentunya mencegah mu agar tdiak mendekati pagar pembatas di atap gedung” seung hyun meneambahkan
“apa sih kalian ini. Pokonya aku baik-baik saja. Aku harus segera masuk kelas, cepat kalian juga ke kelas kalian masing-masing” usir li sambil meninggalkan seung hyun dan Ji
“kalo ada apa-apa beritahu kami yaa” teriak ji yang membuat semua orang melihat kearah ji
“aish~ kau ini oppa. Iya iya”

“Li boleh aku mampir ke rumah mu ?”
“tentu saja seung hyun oppa.”

 

TBC

2 part lagi ep-ep ini akan segera tamat