painful chap. 2Nama author : Nay

Cast(s) :

  • Kwon Jiyong
  • Choi Nayoung (OC)
  • other

Genre/rating/length : romance, friendship.

A/N : Gaah, ini ff pertamaku yang diluncurkan ke publik. Maafkan kalo gaje pake banget, soalnya masih pemula hehe :3 kritik dan saran ya😀

twitter : @anan_nano

 

———————

Jika kalian bertanya-tanya sebegitunyakah aku saat dia tidak menanggapi kode yang kuberikan 2 hari yang lalu. Aku akan jawab tidak tahu. Aku bahkan tidak pernah berbicara dengannya, mengapa saat dia menolak kodeku aku sangat merasakan sakit?

Shit. Aku merasa seperti anak perempuan sekarang.

Tapi itu kenyataan, aku tidak tahu mengapa. Sejak kejadian di studio Teddy hyung aku tidak pernah bertemu dengannya, bisa dibilang aku menghindarinya, walaupun tidak berguna karena saat aku tidak menghindarpun dia tidak akan pernah menyadari keberadaanku.

Jika mengingat hal itu, dadaku terasa sakit dan suaraku seakan tak bisa keluar.

Banyak kejadian dimana dia selalu mengabaikanku, ya selalu, seakan akan aku manusia tanpa bayangan dihadapannya. Mungkin auraku tidak terlalu kuat sampai dia tidak bisa mendeteksiku.

Walaupun dia sudah begitu kejamnya memperlakukanku (walaupun dia tidak sadar) aku tetap sadar, aku masih saja menyukainya, ralat mencintainya.

Haha, mari tertawa bersamaku. Menertawai betapa bodohnya diriku.

Entah mengapa aku ingin menceritakan kejadian-kejadian menyakitkan tentang diriku dengan dirinya.

—-

 

Saat itu aku sedang berada dikantin YG, jarang-jarang aku makan berlima dengan para memberku, ya aku memang merindukan mereka berlima karena akhir-akhir ini kita sedang sibuk-sibuknya dengan aktivitas solo.

“hyung makanlah banyak sayuran”

Seungri mendelik melirik piringku yang sama sekali tidak ada sayurannya, aku menghembuskan nafas kesal. Ini anak benar-benar tidak bisa mendengarkan kata orang. Aku sudah berkali-kali bilang kepadanya aku termasuk orang yang pilih-pilih dalam masalah sayuran.

“kau tau aku tidak begitu menyukainya”

“ya, Jiyong, aku tau kulitmu sudah bagus. tapi setidaknya makan-makanan yang bergizi.” Ucap Seunghyun hyung.

“iya Seunghyun hyung, aku akan memakan sayuran lain kali”

Seunghyun hyung menjawabku dengan dengusan dan mulai membuat lawakan seperti biasanya, aku tertawa melihat tingkahnya dan mulai memberikan tantangan yang tidak masuk akal untuknya.

“yaa, Nayouung kau duduk disini saja”

Nayoung? Entah mengapa radar di kupingku seakan-akan selalu peka terhadap kata ‘Nayoung’ aku melihat Seungri yang mulai melambaikan tangannya kearah Nayoung.

Yap, hari ini aku akan makan siang bersamanya. Nayoung tersenyum lebar dan segera membawa nampan makanannya kearah mejaku.

Tempat duduk di kantin YG ini berhadapan dan panjang. Seperti meja diruang meeting, tapi tidak sepanjang meja diruang meeting.

Aku duduk bersama Youngbae dan Seungri. Dan Nayoung duduk disebelah Seunghyun hyung dan berhadapan dengan Seungri.

“huh, aku kira aku akan makan sendirian hari ini” Nayoung mulai mempersiapkan makanannya dan mulai melahapnya.

“ya Nayoung, tumben-tumbenan kau makan disini.” Kata Youngbae.

“jadwalku kosong hari ini. Sepertinya kalian juga sedang menganggur, oya Youngbae oppa aku membeli album mu kemarin nanti kau harus menandatanginya”

Aku mendengar semua percakapan mereka dalam diam. Seperti yang kalian lihat, Nayoung sangat dekat dengan para member yang lain. Dia bercanda, bertanya kepada yang lain dan mengabaikanku seakan-akan aku bukan bagian dari mereka.

“oya, Nayoung. Kudengar suaramu bagus, apa kau benar ingin menjadi penyanyi?”

“aigoo, Seunghyun oppa aku tidak tahu beritanya sudah meluas. Seperti yang kau tahu suara ku memang bagus, dan sepertinya aku harus menggantikkan posisimu di Bigbang.”

Aku tersenyum kecil mendengar gurauannya, ya dia memang seperti itu. Dia tidak membanggakan dirinya, jika kalian tahu berbagai macam sifatnya mungkin kalian juga akan jatuh cinta kepadanya.

“ooh, secara tidak langsung kau bilang suaraku jelek huh?”

“yap”

Nayoung menundukkan kepalanya dan langsung melindungi dirinya, Seunghyun hyung pun langsung memeluknya dan berkata untuk menarik kata-katanya kembali. Ya, itu bukan pemandangan aneh.

Kami semua menganggapnya bukan sebagai perempuan, gayanya benar-benar selengean dan dia sama sekali tidak suka pakai makeup. Tapi entah mengapa setiap dia menjadi model perangai buruknya selamanya ini hilang tak berbekas. Andai saja aku berada di posisi Seunghyun hyung, andai saja.

“oh oke-oke baiklah. TOP adalah rapper terbaik di bigbang dan satu-satunya, dan tak ada yang bisa menandinginya. Sekarang lepaskan aku Choi Seungyun-sshi”

Aku tersedak mendengar perkataannya, mungkin jika kalian mendengarnya itu terdengar biasa saja. Tapi aku lelaki yang tiba-tiba menjadi sangat sensitive ini menganggap perkataannya membuat hatiku sakit.

Aku juga rapper di Bigbang dan sepertinya dia tidak menganggapku. Mungkin ini terdengar berlebihan, tapi aku jadi tidak nafsu makan karenanya.

“Dae oppa, bisakah kau menjaga hewan peliharaanmu ini? Dia bisa menjadi sangat lepas kendali bila kau tidak mengawasinya”

“aah, Nayoung aku bukan pemiliknya, dia bahkan tidak menurutiku”

“ah benarkah? bukannya kau sangat dekat dekan Hyun oppa?”

Seunghyun hyung mendengus mendengar perkataan Nayoung, sepertinya dia tidak rela dipanggil hewan peliharaan.

“aah, dia selalu menjahiliku. Lagi pula dia sangat menurut dengan Jiyong hyung, apa yang dikatakan Jiyong hyung pasti selalu dilakukannya, terkadang aku kagum dengan kemampuan Jiyong hyung. Oya, aku lupa dia juga terkadang menurut dengan Youngbae hyung”

“oohh..”

Aku terdiam menunggu reaksi selanjutnya dari Nayoung, walaupun baru saja beberapa menit yang lalu dia sudah menyakitiku aku masih berharap dia bebicara dengan ku masalah Seunghyun hyung.

“Youngbae oppa, harusnya kau menjaga Hyun oppa. Bisa-bisa dia menyerangku lagi seperti tadi”

“ah baiklah serahkan padaku”

Lagi-lagi. Lagi-lagi dia membuat dadaku sesak. Bukannya Dae bilang Seunghyun hyung sangat nurut dengan ku dan hanya terkadang nurut dengan Youngbae? Aku sangat yakin dia benar-benar tidak mau bicara padaku. Apa yang salah denganku? Mengapa sepertinya Nayoung selalu menghindariku?

Berbagai pertanyaan berkeliaran diotakku, aku hanya bisa mendengar sayup-sayup Nayoung sedang memperdebatkan sesuatu dengan Seungri.

Aku harus segera pergi dari sini, aku melihat kesegala arah dan melihat Nayoung sudah tidak ada di tempat duduknya.

“Daesung, Nayoung kemana?”

“dia gabung bersama Dara noona dan Chaerin, hyung. Katanya dia tidak tahan lama-lama berada disini”

Aku mengurungkan niatku untuk pergi dari meja ini. Setidaknya pemikiranku dengnnya sama; tidak tahan berlama-lama dimeja ini.

—-

 

Pernah saat itu juga, saat aku dan member yang lain sedang mengadakan ‘Big Show’ tahun kemarin. Dan tentu saja kami berlima mengundang teman-teman terdekat kami.

Dikarenakan member yang lain dekat dengan Nayoung mereka semua sepakat untuk mengundang Nayoung ke konser kita. Aku sih tidak keberatan, sangat-sangat tidak keberatan malah. Hanya saja aku takut aku akan diabaikan lagi.

Hahaha, masalah yang sepele, maksudku sangat besar.

Kami memulai konser dan berjalan mulus seperti biasanya, dan konserpun berakhir dengan baik. Kami menuju backstage dengan perasaan yang amat-teramat senang.

Seperti biasa semua staff dan dancer bersorak memeriahkan, aku dan Seunghyun hyung tidak berhentinya berjoget bersama. Namun tiba-tiba badanku kaku seketika saat melihat sosok itu.

Ya, Nayoung, memang siapa lagi yang bisa membuatku seperti itu.

Dia berlari kearah kami dengan senang, aku tertawa kecil melihatnya, dandanannya sangat berantakkan rambutnya pun dikuncir asal-asalan olehnya.

“uooh, kalian semua benar benar kereen. Kalian tahu aku tidak berhenti berteriak dan melompat-lompat”

Nayoung bercerita dengan semangat sambil membenarkan kuncirannya. Aku tidak henti-hentinya tersenyum saat dia mengatai Seunghyun hyung karena melakukan gerakan dance yang salah, dan mengomentari betapa sexy-nya badan daesung.

Dan, tentu saja dia tidak mengomentari penampilanku. Melihatku saja tidak.

Tiba-tiba saja Seungri memeluknya dari belakang dan itu mengagetkan Nayoung, dan tentu saja aku.

“hey, Nayoung bagaimana penampilan oppa huh?”

“oppa?! Hey Seungri lepaskan aku, kau berkeringat dan bauu”

Oh ya, aku lupa bilang Seungri dan Nayoung berada di umur yang sama.

“kau pikir kau tidak berkeringat dan bau Nayoung-sshi? Jika kau seperti ini tak ada lelaki yang mau denganmu. Aku juga bingung kenapa kau bisa jadi model”

Aku, ya aku mau menjadi pasangannya walaupun dia seperti itu, walaupun dia berkeringat dan bau, walaupun dia berantakan seperti sekarang, walaupun.. dia mengabaikanku.

Huufft, ini benar-benar menyesakkan. Lebih baik aku tidak pernah kenal cinta saja dari pada ujungnya aku selalu sakit seperti ini.

“hey mr. kwon!”

Kwon? Apa aku tidak salah dengar? Dia memanggilku? Apa dia juga ingin memujiku seperti dia memuji para member yang lain. Aku memberhentikkan langkahku dan melihat kearahnya.

Dan, tentu saja dia bukan memanggilku. Buktinya dia berlari melewatiku dan pergi kekerumunan dancer.

Dia ingin bertemu Deuk atau Don atau keduanya.

Seperti saat party nanti aku akan minum banyak.

—-

Tak pernahkah aku berkata bahwa Seungri adalah teman dekat Nayoung? Jika belum aku akan menceritakannya sekarang.

Waktu itu aku sedang berada di dorm dengan Seungri, aku selantai dengannya sedangkan Seunghyun hyung, Youngbae dan Daesung berada di lantai bawah.

Jarang-jarang aku berada di dorm, entah mengapa aku merindukan kamarku yang ini. Aku duduk di sofa ruang tengah dan mengganti saluran tv untuk mencari channel yang menarik. Seungri masih saja ribut dikamarnya karena sedang membersihkan kamarnya yang kotor itu.

TING TONG!

            Akupun melangkah kearah pintu, sambil bertanya-tanya siapa yang datang.

“Na.. Nayoung-sshi?”

“hehe, anyeonghaseyo. Seungrinya ada?”

Aku yang masih kaget melihatnya berada di pintu dormku pun menganggukan kepalaku dengan kaku dan menyuruhnya masuk. Dia berada di ruang tengah sambil memperhatikan seisi ruangan.

aku berjalan cepat kearah kamar Seungri dan tanpa mengetuknya aku masuk kedalam.

“omo, hyung kau mengagetkan ku! Ada apa?”

“ada Nayoung diluar”

“ooh dia sudah datang?”

Seungri pun tersenyum lebar dan melangkah keluar kamar. Sudah datang? Berarti Seungri yang mengundang Nayoung? Apa maksudnya?

Seungri mengajak Nayoung masuk ke kamarnya dan menutup pintunya. Aku pun duduk kembali di sofa, sambil menenangkan detak jantungku. Dan akupun tersentak beberapa detik kemudian, Seungri menyuruhnya masuk kamar? Apa yang mereka lakukan?

Akupun segera membuang pikiran-pikiran kotorku dan mulai fokus ke acara tv. Tapi itu sangat-sangat sulit, mereka berdua teriak-teriakan dikamar dan tertawa, dan itu sangat membuatku ingin bergabung.

Entah berapa lama kemudian Nayoung pulang dan Seungri duduk di sebelahku.

“apa yang dia lakukan?”

“dia ingin mengambil foto yang waktu SMA aku ambil darinya”

“SMA? Kau satu SMA dengannya?”

Seungri menganggukan kepala dan mulai bercerita masa-masa SMA nya dengan Nayoung. Akupun mendengarnya dengan seksama, setidaknya itu suatu informasi yang berharga untukku.

—-

 

Sepertinya ini menjadi pengalaman yang sangat membuatku sesak. Bukan, dia tidak mengabaikanku lagi.

Waktu itu aku sedang berada di YG, semalaman aku membuat lagu untuk album baruku. Mungkin bisa dibilang aku memiliki banyak lingkar panda di bawah mataku.

Atas saran Blo hyung aku menyempatkan diri untuk tidur, di YG memang ada tempat istirahat, mungkin ini memang di fasilitaskan untuk orang sepertiku. Aku terlalu malas pulang ke dorm atau apartemenku hanya untuk tidur lalu kembali lagi kesini. Lebih baik aku tidur disini.

Sepertinya aku tidak pernah sengantuk ini, aku benar-benar ngantuk sampai-sampai aku berjalan sambil menutup kedua mataku. Ya itu memang berbahaya.

Saat sampai didepan pintu ruangan istirahat aku merasakan ada orang lain di dalamnya, akupun mengintip kedalamnya dan menemukan Nayoung berada disana. Aku mengurungkan niatku yang beberapa menit lalu aku pikirkan, untuk mengusir siapapun orang yang berada didalam.

Dia membelakangiku, tapi aku tahu itu dia. Saat aku bingung harus melakukan apa, tiba-tiba aku mendengar isakan dan berubah menjadi tangisan. Aku semakin panik saat melihat bahu Nayoung naik-turun sesuai isakan tangisnya.

Ini gawat, gawat, gawat. Ini benar-benar gawat. Aku tidak pernah merasa sepanik ini sebelumnya, maksudku panik yang kurasakan sekarang membuatku sangat cemas dan dadaku menjadi sangat sesak.

Nayoung yang selama ini yang aku lihat selalu ceria dan judes. Mengapa dia terlihat sangat menyedihkan sekarang? Aku menggigit bibir bawahku dan menatap punggungnya dari celah pintu. Ingin sekali aku duduk disebelahnya, memeluknya, dan mengucapkan kata-kata penenang untuknya.

Aku semakin panik saat mendengar isakannya semakin keras. Aku perlahan menutup pintu ruangan itu agar isak tangisnya tidak terdengar hingga keluar. Dia menangis disini pasti karena tidak ingin dilihat orang.

Aku mengetuk-ngetuk layar iphoneku sambil berfikir apa yag harus aku lakukan. Dan tiba tiba saja aku teringat sesuatu.

Aku memencet beberapa nomer dan segera menelponnya.

“yeobeseyo? Seungri? Bisakah kau kesini sekarang juga? Ini sangat penting”

“hyung, ada apa? Aku sedang latihan dance baru. Bisakah nanti saja jam 1? Aku istirahat saat jam segitu”

            “tidak, kau harus sekarang juga..”

tidak bisa hyung, sekarang saja aku sedang izin ke toilet untuk menjawab panggilanmu”

“dengarkan aku dulu, Nayoung sedang dalam masalah sekarang. Em, dia.. dia menangis”

Keheningan pun tercipta beberapa detik, aku menggigit bibir bawahku sambil terus melirik ke arah pintu ruang istirahat.

“kau.. kau bercandakan hyung?”

            “apakah aku terdengar bercanda? Aku serius Seunghyun”

Aku mendecak kesal dan bisa mendengar suara gelisah dari iphoneku. Aku tahu Seungri juga panik sekarang.

“ee, hyung tak bisakah kau saja? Aku benar-benar tidak bisa meninggalkan latihan ini”

            ‘tak bisakah kau saja?’ kata itu terus terngiang dikupingku. mengapa tidak aku saja? Mengapa aku harus minta tolong Seungri?

Aku mendesah pelan. Tidak, tentu saja aku tidak bisa. Aku terlalu pengecut. Aku terlalu takut apa yang akan terjadi jika aku masuk keruangan itu dan menenangkannya, apa reaksinya? Apa dia akan diam saja apa menolakku? Aku terlalu takut.

“aku, aku tidak bisa Ri. Aku sedang berada di luar gedung sekarang. Saat aku melewati ruangan itu aku melihatnya menangis. Sekarang kau cepat keruangan itu oke? Bye”

Aku mematikan panggilannya dan menghembuskan nafas pelan. Kebohongan lagi yang terucap karena kepengecutanku. Aku memejamkan mataku dan merasakan kepalaku semakin sakit.

Aku mendengar langkah orang yang sedang berlari. Mungkin itu Seungri. Aku segera mencari tempat persembunyian dan bersembunyi disana.

Seungripun masuk ruangan itu dengan tergesa. Dan aku tidak tahu lagi apa yang terjadi di dalam sana.

 

-TBC-