take it slowKau tak menyangka akhirnya semua menjadi  nyata. Kau, dia dan segala perjalanan kalian yang tak mudah segera dipersatukan Tuhan dalam sebuah ikatan suci dinamakan pernikahan. Binar bahagia terus terpancar di wajahmu sejak wali menggandengmu menuju altar dan pria impianmu menanti dengan setia di ujung destinasimu. Dia kemudian menyematkan lingkar emas di jari manismu dan mengucap janji sucinya di hadapan banyak undangan dalam pemberkatan pernikahan kalian berdua. Tuhan, ini nyata!

 

A storyline by Tabina Hatake (@realtabina)

 

TAKE IT SLOW

 

Cast: You (You/Reader/Yourself); Dong Young Bae (Taeyang BIGBANG/Him)

 

Disclaimer: Young Bae is belong to God and himself. OC, plot and the idea are mine.

 

Genre: Romance

 

Lenght: Drabble

 

Rate: PG 15

 

Warning: It’s a third person outside the story’s POV storyline. Contain many veiled adult things (?). I’m not playing with the rate! No plagiarism acception. Take out with pemission and full credit! I’ve warned you much! A suggestion for you: play the “Take it Slow” song to get the feel while reading this drabble. Happy Reading. ^^

 

10:00 pm

Kau baru saja pulang bersama ‘suami’mu ke apartemen baru kalian. Ya, kau baru saja resmi menikah pagi tadi dengan pria bermarga Dong yang mengisi hatimu dua tahun terakhir. Jelas terukir senyum bahagia di bibir merah jambumu sedari tadi. Bahkan air dingin shower, pun tak melunturkannya.

 

Kau beranjak menuju ranjangmu dengan dekorasi gading lembut. Penerangan temaram mendukung suasana menjadi semakin hangat. Kau baru saja duduk dan hendak melepas kalung pemberiannya saat kau dengar air kran kamar mandi berhenti. Kau bisa mendengar pintunya terbuka, mengantarkan pangeran hatimu keluar bersama aroma maskulin yang selalu menggelitik relung hatimu.

“Sudah selesai?” tanyamu basa-basi.

“Ya.” jawabnya singkat dan lembut. Kau menoleh demi menyunggingkan sebuah senyum terbaik bagi pria yang kini adalah suamimu. Kau melihatnya hanya mengenakan celana tidur panjangnya, memamerkan segala hasil kerja kerasnya di gym selama ini. Kau segera mengalihkan pandangan sebelum rona merah di ujung cuping telingamu menjalari seluruh wajahmu.

“Hari yang melelahkan ya, chagi?” kau bisa merasakannya naik ke ranjang dari sisi seberang. Kau hanya mengangguk membalasnya.

“Tapi aku senang. Kau?” dia meraih lengan dan menggenggam jemarimu yang dingin.

“Apa kau sakit, chagi? Tanganmu dingin sekali.” mau tak mau kau menoleh saat dia berusaha mengecek suhu tubuhmu melalui dahi.

“Aku baik-baik saja, Oppa.” jawabmu pelan agar tak terdengar parau. Kau melempar pandanganmu ke bawah, tersenyum tersipu sama seperti saat dia menyatakan cintanya padamu dulu.

“Hei, ada apa?” tanyanya. Kau hanya menggeleng, meliriknya dan memamerkan senyuman aneh. Dia tersenyum lebar karena tingkahmu.

“Kau lucu, chagi. Dan aku beruntung memiliki gadis, ah tidak, tapi istri seperti dirimu.” kau sekarang benar-benar mirip kepiting rebus. Kalian terdiam lama hanya untuk saling memandang.

“Kau gugup?” dia membelai sisi wajahmu sambil mengerling jenaka.

Oppa..” rajukmu manja.

“Aku tak akan memaksamu, chagi. Kau akan tetap milikku lagipula.” dia mengecup keningmu lalu merebahkan dirinya sendiri, yang lalu kau ikuti. Ada sedikit rasa kecewa dalam hatimu, karena dia tidak berbuat lebih.

“Terkadang aku masih tak percaya akhirnya kau benar-benar menjadi milikku.” dia menopang dirinya sendiri dengan tangan bersiku, menghadapmu. Kau benar-benar tak berani menatapnya.

“Tapi sekarang aku disini, Oppa.” jawabmu lirih. Dia menggenggam tanganmu lembut, berusaha menyalurkan kehangatan ke jemarimu yang kedinginan karena rasa gugup. Kau menoleh padanya yang sedari tadi terus intens memandangmu.

Oppa?

“Hm?”

“Aku..”

“Apa yang ingin kau katakan, chagi?”

“Aku..” tak ada satupun kata yang berhasil kau ucap dengan benar. Dia tertawa pelan.

“Aku tak akan menggigitmu.” jawabnya. Dia mendekatimu, mengurungmu dalam sangkar lengan kokohnya. Kau hanya memejam erat, gugup.

“Pandang aku saat aku melakukannya, chagi.” kau membuka mata dan mendapatinya melelehkan sebuah ciuman di bibirmu. Jantungmu berdegup kencang. Bukan ciuman kasar, tapi ciuman  lembut dan tak ingin kau akhiri. Dia melepaskan tautan kalian dan memandangmu sendu. Dia membawa jemarimu ke dadanya, jantungnya.

“Aku juga gugup sepertimu.” bisa kau rasakan degupannya yang cepat tak beraturan, sama seperti milikmu.

“Jadi tak perlu takut.” sambungnya.

Oppa..” kau memukul pelan bicepnya, malu.

“Kau menginginkanku?” tanyanya merayu. Kau memandangnya sayu dan mengangguk malu-malu. Dia tersenyum simpul, lagi.

“Aku tak akan menyakitimu, chagi.” dia membisikkan kata-kata itu di sisi telingamu, membuatmu meremang. Dia mengecup bahu telanjangmu kilat untuk meyakinkanmu. Malam ini adalah milik kalian berdua. Tak ada lagi kata terucap setelah kecupan tadi. Hanya bahasa tubuh kalian berdua yang bermain. Mencoba menunjukkan betapa saling mencintainya kalian berdua.

Oppa, saranghanda.”

“Nado saranghanda, chagiya.”

 

 

-FIN-

 

A/N:

Yak! Selesai! #bangga

Young Bae: Kok gw lu yadong-in sih, thor? #nunjuk ga trima

Author: Siapa yang mulai duluan? Kenapa juga elu bikin “Take it Slow” coba? #nunjuk mp3 player

Young Bae: #pundung

Ayo yang ngaku istrinya, silahkan di puk puk Young Bae nya! #ketawa setan.

 

Inspired by “Taeyang Take it Slow” (thanks to my lovely yeodongsaeng,  @youngdinna). Awalnya saya ga tahu arti lagu ini, tapi karena saya suka dengerinnya, saya googling lirik + artinya. Dan apa yang saya dapat? Googling aja sendiri dan temukan sisi bad boy manis romantis bang Bebe. Ini lagu dia sendiri yang bikin lhoh! #makin ngek dah!

Rating PG 15 cocok ga sih? Saya mencoba tidak vulgar, lebih tepatnya menahan diri (kalo ga, bisa jadi NC dah! yakin! XD). Tapi ya penilaian relatif pada pembaca.

 

Suka? Atau muak? Kritik dan saran saya terima, lho. Di kotak komentar atau @realtabina #promo terselubung.

Akhir kata, saya adalah manusia biasa, jadi sudah pasti banyak kurangnya. Karena kesempurnaan hanya milik Tuhan semata. Enjoy your time and Happy Reading peepZ!! ^^ (030713)