The beginning copyTHE BEGINNING

Cast :

–          Sandara Park

–          Kwon Ji Yong

–          Dong Young Bae

–          Lee Chaerin

–          Thunder (MBLAQ)

Genre : Romance, Drama, Angst, Action, Slice Of Life, comedy.

PG/Rating : PG 17

Author : @FYA_VIP (Follow ya, mention for follback)

-FYA’s Presents-

                Seketika Dara bangkit dari sofa dan menjauhi Ji Yong. Nafasnya terengah – engah. Matanya membelalak lebar menatap setiap inchi tubuh bagian atas Ji Yong yang terbuka. Alisnya berkerut tak karuan. Ia meneguk ludahnya pelan.

“Kenapa?” tanya Ji Yong tersenyum licik. “Kau kagum pada tubuhku, eoh?” tambahnya.

Dara menggeleng. “Ann.. iyo..” elak Dara. “Apa yang ingin kau lakukan padaku tadi hah? Kenapa kau memegan zipper dressku? Apa yang ingin kau lakukan, hah? Namja Yadong? Otak mesum?” Tubuh Dara bergetar hebat.

“Aku?” Ji Yong bangkit dari sofa dan berjalan maju mendekati Dara. “Kau mau tahu apa mauku, nuna?” Kaki Ji Yong yang telanjang tak berhenti menyapu lantai rumahnya yang mulus bak porselen itu. Senyum evil-nya tak kunjung hilang juga dari wajahnya.

“Berhenti! Jangan mendekat!” Dara mengulurkan tangannya ke depan. Memberikan isyarat pada Ji Yong untuk menghentikkan langkahnya. Namun Ji Yong sama sekali tak menggubrisnya. Ia terus melewati lantai putih rumahnya yang dingin dengan kaki telanjangnya. Berjalan dengan tatapan lurus ke depan mendekati Dara. Bibirnya mengatup rapat dan terdapat kilatan cahaya yang sulit untuk di artikan di sudut manik matanya.

Tubuh Dara semakin bergetar hebat begitu mengetahui taka da jalan lagi untuknya menjauh dari Ji Yong. Susah payah ia berjalan mundur untuk menjauh dari namja yang menurutnya bengis dan sedang berdiri di hadapannya ini. Tak butuh waktu lama, dalam rentang waktu kurang dari sedetik tubuh Dara sudah terjepit tembok dan di himpit oleh Ji Yong. Nafasnya memburu dan terdengar indah di telinga Ji Yong yang kini berada di hadapan wajahnya.

“Suara nafasmu yang tertahan sangat seksi, nuna!” Ji Yong memutar kepalanya ke samping dan menatap Dara seduktif.

Dara menutup matanya takut – takut. Tak tahu apa lagi yang harus ia lakukan saat ini. Ji Yong tersenyum puas begitu melihat Dara menutup matanya. Dapat dirasakan oleh Ji Yong jika tubuh Dara bergetar hebat saat ini. Seperti di sengat listrik 1500 volt.

“Yak! Kau pikir aku mau apa nuna? Aku hanya ingin mengambil ini!” Ji Yong menunjukan sebuah rambut berwarna putih yang cukup panjang di depan wajah Dara. Seketika pipi Dara memerah dan matanya membulat. Ia salah tingkah.

“Itu punya siapa?” tanya Dara pura – pura tak tahu.

“Itu punyamu kah?” tanyanya lagi sedikit ragu – ragu.

“Hah?” Ji Yong tersenyum. “Punyaku? Kau sedang bercanda denganku, eoh?” Tawa Ji Yong meledak seketika.

“Yak!” Ji Yong menyentil dahi Dara dengan telunjuk tangannya. “Kau pikir aku setua dirimu apa? Sudah beruban? Aku masih muda tahu!” jelas Ji Yong dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.

“Dan aku…” Ji Yong menekan tubuh Dara dan semakin menghimpitnya ke tembok. “Tak mungkin bernafsu dengan nenek – nenek sepertimu. Jadi jangan pernah berpikir jika aku akan melakukan hal aneh – aneh denganmu. Jangan ajari anak kecil yang masih polos seperti aku hal yang tidak baik , nuna!” Ji Yong membuang sehelai rambut putih Dara dan berbalik meninggalkan Dara menuju kamarnya.

“Buatkan aku coffe late!” perintahnya tanpa menoleh sedikit pun pada Dara.

Brak… Pintu kamar Ji Yong tertutup dengan kasar. Dan seketika, ruang tamu menjadi sepi. Taka da lagi suara – suara aneh yang keluar dari mulut Dara maupun Ji Yong. Kini ruang tamu apartemen Ji Yong sunyi. Bahkan mungkin lebih sunyi dari kuburan.

***

Ji Yong menyeruput coffe latenya di cangkir sembari meniup permukaannya sesekali. Ia tersenyum memandangi Dara yang membersihkan apartemennya bak istri rumah tangga. Rambut Dara di kuncir kuda dan menampakan lekuk tengkuk indahnya. Membuat Ji Yong yang sedari tadi memandanginya menjadi sedikit kehilangan ‘akal sehat’.

“Arrgghhhh… Kau sangat manis, nuna. Wajahmu itu loh!! Sangat Baby Face! Membuatku sulit!” batin Ji Yong dalam hati seraya senyum – senyum sendiri.

Di lihatnya Dara yang mulai mengusap peluh di dahinya. Tangannya dengan lihai menggerakkan kemoceng bulu berawarna coklat untuk membersihkan perabotan mahal Ji Yong. Hingga tiba – tiba, terdengar suara bel dari arah pintu. Menandakan jika ada orang yang adatang.

“Nuguya?” tanya Ji Yong di layar monitor.

“Aku chagi!” jawab Chaerin bersemangat.

“Chaerin?”

“Ne!”

Dan tak butuh waktu lama, pintu apartemen Ji Yong sudah terbuka untuk Chaerin. Chaerin masuk bersama adiknya Thunder sambil membawa beberapa buah, snack serta wine.

Ji Yong kembali duduk di sofanya dan menghabiskan secangkir coffe late yang di buatkan Dara tadi. Dara menengok ke ruang tamu sejenak untuk melihat siapa yang datang. Ia hanya mengangkat bahunya singkat ketika orang – orang yang menjadi tamu Ji Yong, yang kini di tangkap oleh retina matanya, sama sekali tak ia kenali. Dan ia pun melanjutkan pekerjaannya kembali. Hingga tiba – tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya dan membuatnya sontak menoleh ke si empunya tangan.

“Annyeong, nuna!” sapa laki – laki itu seraya tersenyum. “Aku Thunder, adik chaerin nuna. Pacar Ji Yong hyung,” jelasnya singkat. Dara hanya manggut – manggut mendengar penjelasan thunder.

“Coba lihat deh!” Thunder menunjuk ke arah Chaerin dan Ji Yong yang sedang duduk di sofa berdua. Matanya langsung membelalak lebar begitu di tangkapnya bayangan Chaerin dan ji Yong yang sedang berciuman dengan penuh nafsu.

Lidah Ji Yong mengabsen setiap gigi putih Chaerin dengan tertib. Mereka saling bertukar saliva dan terlihat sangat menimati French kiss mereka. Tangan kanan Ji Yong memegang tengkuk belakang Chaerin dan memajukannya untuk memperdalam ciuman mereka. Desahan yang keluar dari mulut Chaerin terdengar tertahan karena bibir Ji Yong yang membekap mulutnya dengan ciumannya.

Glek… Dara meneguk ludahnya dalam – dalam melihat apa yang di lakukan Ji Yong pada Chaerin. Terlebih lagi tangannya yang mulai bergerak ke daerah sensitive Chaerin membuat Dara bergidik melihatnya. Ia memalingkan pandangannya dan menenangkan dirinya setelah melihat adegan live yadong amatiran secara gratis.

“Ckckck.. Aku saja yang sudah pacaran dengan Young Bae selama empat tahun dan lebih tua darinya tak pernah melakukan hal itu. Tapi ini apa? Dia yang masih kecil, masih bau kencur, masih minta uang dari orang tua, sudah berani melakukan hal gila seperti itu pada wanita. Dia tidak takut apa jika nanti terjadi sesuatu? Dasar namja Yadong! Mesum!” sungut Dara dalam hati.

“Indah bukan, nuna?”

Suara Thunder yang berdiri di sampingnya membuyarkan lamunan Dara akan Ji Yong, Chaerin, Young Bae dan dirinya. Ia menoleh kea rah Thunder dan menatapnya tajam. Senyum berseri yang biasanya nampak di wajah Ji Yong, kini juga terpampang jelas di wajah Thunder. Membuat Dara sedikit bergidik melihatnya.

“Maukah kau melakukannya denganku?” tawar Thunder seraya mendekatkan tubuhnya pada Dara.

“Mwo?” Mata Dara membulat dan detak jantungnya mulai tak beraturan kembali.

-To Be Continued-

Lebih banyak komen lebih cepat lanjutan di publish. Tinggalkan balasan ya. Gomawo😀