dear boys lalala

Author: A_Kwon | Main Cast(s): Lee Seunghyun (Seungri), Hyun Hagyeong (OC), Kwon Jiyong (GD), & Ha Yooran (OC) | Genre: Romance, Drama & a bit comedy*maybe* | Length: Chaptered | Rating : PG-15

 

Chapter 1

TEEEEET….TEEEEEEET…..

 

Bel sekolah berbunyi, semua murid SMA Hannyoung berhamburan dari kelasnya untuk menikmati waktu istirahat seusai belajar. Tampak seorang gadis berambut panjang memakai headset memilih untuk tetap diam di kelasnya sambil asyik mendengarkan musik.

 

“Hagyeong, kakakmu mencarimu…” seru salah satu teman sekelasnya yang muncul di pintu kelas. Hagyeong pun menghela nafas pelan beranjak dari bangkunya. Ia tahu betul siapa yang memanggilnya tersebut. Dan yang jelas orang tersebut bukanlah kakaknya melainkan ‘tunangannya’. Ia memang sengaja menyembunyikan itu agar tak diketahui siapapun.

 

Tampak di depan gerbang sekolah, sebuah mobil ferrari terpakir disana. Ia pun menghampiri mobil itu dan berdiri dihadapannya. Beberapa saat kemudian, keluarlah seorang pria yang mengenakan kacamata coklat dan berbalut mantel berbulu yang menampilkan kesan keren dan elegan. Dia adalah Lee Seunghyun biasa dipanggil Seungri seorang anak pengusaha terkemuka di Korea yang merupakan tunangannya.

 

“Hyun Hagyeong, aku ingin berbicara padamu..” ucap Seungri berbalik sambil melepaskan kacamatanya. Hagyeong yang menyaksikannya hanya bisa terdiam membeku. Saat itu tunangannya tersebut benar-benar terlihat keren.

 

“M-Mwo?” tanya Hagyeong bingung sembari membulatkan matanya.Tanpa memberi jawaban, Seungri langsung menarik lengannya dan membawanya ke dalam mobil.

 

“Eehh ada apa ini? Sebenarnya ada apa..??” tanya Hagyeong kebingungan. Dengan susah payah ia berjalan tergopoh-gopoh mengekor Seungri yang berjalan cepat

 

“Diam saja, dan ikuti aku” jawab Seungri singkat tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalan.

 

****

 

Selang beberapa menit sampailah mereka di sebuah tempat perbelanjaan. Dengan polos Hagyeong langsung turun dari mobil dan dengan gembira ia berlari ke dalam sana meninggalkan tunangannya yang sibuk memarkir mobil. Ia senang sekali karena ia bisa kembali mengunjungi pusat perbelanjaan lagi setelah 1 bulan ia tidak pernah mencium lagi aroma khas pusat perbelanjaan. Sepasang sepatu cantik berhiaskan permata dan pita yang ada di sebuah etalase menarik perhatiannya. Dengan takjub ia menempelkan wajahnya ke kaca etalase sambil tersenyum gembira, tak memperdulikan orang-orang berlalu-lalang yang memperhatikannya dengan tatapan aneh.

 

“Yaampun kau.. Sedang apa kau?! Tidakkah kau merasa malu? Aku sudah mencarimu kemana-mana” Hagyeong pun terkejut dan segera berbalik. Ekor matanya menangkap Seungri tengah bernafas terengah-engah dengan wajah yang gelisah.

 

“Hihi.. Mianhae oppa..” jawab Hagyeong cengengesan. Seungri mengusap wajahnya sendiri tampak frustasi.

 

“Dengarkan aku, tolong jangan buat aku kehilangan wajah tampanku karena tingkah-tingkahmu yang kekanak-kanakkan itu.. Mengerti?!” ujar Seungri mendekat dengan tegas. Hagyeong yang merasa gugup menatap wajah tunangannya itu memilih untuk menatap lantai.

 

“Cckk.. Hahh lagipula kau kan putri pemilik Perusahaan CM. Kenapa kau kampungan begitu..?” gumam Seungri bersila dada.

 

“Kau kan tahu sendiri orangtuaku berangkat ke luar negeri. Sejak saat itu aku tidak berbelanja lagi.. Oleh karena itu sekarang aku sangat senang” pungkas Hagyeong menatapnya tetap dengan ekspresi yang sama.

 

“Ah sudah lupakan saja.. Sekarang kau tetap diam disini tunggu aku, aku akan membelikanmu pakaian,sepatu, dan aksesoris”

 

“Lalu bagaimana denganku? Aku yang memilih-milihnya..” tanya Hagyeong melongo seraya menunjuk dirinya sendiri.

 

“Sudah biar aku saja..”

 

“Oh, baiklah” gumam Hagyeong pelan menatap punggung Seungri yang menjauh.

 

3 menit kemudian…

 

“Nah cobalah ini..” Seungri mengasongkan beberapa tas belanja ke hadapan Hagyeong. Hagyeong pun senang sekali dan bersemangat segera berlari ke kamar pas.

 

1 menit kemudian…

 

Seungri tak henti-hentinya memperhatikan jam tangannya. Sudah semenit ia menunggu tapi Hagyeong masih belum menampakkan dirinya. Disisi lain tampak Hagyeong sedang bersembunyi sambil memperhatikan gerak-gerik Seungri. Dalam hati ia merasa malu dan kesal dengan gaun yang ia pakai saat ini tepatnya baju yang Seungri berikan.

 

“Tssk.. Gaun macam apa ini! Sebenarnya aku suka karena berwarna pink muda, roknya lucu mengembang, dan berhiaskan pita. Tapi kenapa tidak ada bagian punggungnya dan potongan di bagian dadanya agak rendah!! Aku bisa masuk angin kalau begini dan punggungku bisa kelihatan..Aku tidak suka baju terbuka seperti ini. Iiiiish menyebalkan!!” gerutu Hagyeong kesal menghentak-hentakkan kakinya bergantian seraya mengibas-ngibaskan gaunnya. Layaknya seorang anak kecil yang meringis tidak dituruti keinginannya.

 

“Hagyeong apa kau sudah selesai? Cepatlah..” seru Seungri diluar sana. Hagyeong pun kaget dan semakin merasa cemas.

 

“O..Oppa aku tak yakin memakainya. Aku malu..” ujar Hagyeong merengut terbata-bata mengeluarkan kepalanya lewat pintu kamar pas.

 

“Ayo cepatlah tak apa-apa, kita bisa kehilangan waktu kalau begini..” ujar Seungri meyakinkan.

 

“Aku malu.. Lagian oppa kenapa sih malah membelikanku gaun model seperti ini!” pekik Hagyeong sebal dengan cemberut.

 

“Lalu apakah kau akan tetap bersembunyi disitu? Bagaimanapun juga aku sudah membelinya, tak bisa dikembalikan lagi. Lagipula itu model terbaru” ujar Seungri santai sebelum meneguk sebotol air mineral yang ia pegang.

 

Hagyeong terdiam sejenak memikirkan kalimat yang Seungri ucapkan, kemudian menarik nafas pelan bersiap untuk keluar. Perlahan, kaki mungilnya melangkah. Ketukan sepatu hak tinggi yang ia kenakan mulai terdengar nyaring. Dan betapa tercengangnya Seungri ketika melihat penampilannya sampai-sampai ia tersedak oleh air mineral yang sedang diminumnya. Entah bagi Seungri saat itu Hagyeong benar-benar terlihat berbeda dari biasanya dan terlihat lebih cantik.

 

“O..O..Oppa.. Kau tak apa-apa?” ujar Hagyeong panik. Dipukul-pukulnya punggung Seungri agar tak tersedak lagi.

 

“A..Aku tak apa-apa. Huuk..Huuk..” jawab Seungri terbatuk-batuk. Ia pun menoleh menatap Hagyeong lekat, Hagyeong tersadar ia sedang menatapnya. Tampak keduanya bersemu lalu saling memalingkan pandangan. Terlebih Hagyeong yang merasakan gugup hebat.

 

“Ekhmm.. Tak kusangka gadis payah sepertimu dapat mengalahkan Song Hye Kyo” ujar Seungri mencairkan suasana disertai senyumannya yang menawan. Hagyeong pun tersipu malu tersenyum menggigit bibir bawahnya lalu ia mendorong Seungri jahil hingga terjatuh dari tempat duduk.

 

****

 

“Jadi….. Untuk apa kau membooking restoran mewah ini dan mengajakku makan di restoran mewah seperti ini di siang hari??” tanya Hagyeong seraya memotong daging steak yang ada di piringnya.

 

“Hahh.. Kau bahkan lupa. Apa kau tak ingat sekarang hari jadi pertunangan kita..?” jawab Seungri setelah melahap sesendok spaghetti di piringnya.

 

“Oh iya benar, aku benar-benar pelupa” gumam Hagyeong cengengesan.

 

“Aaaaah.. Omona!Sekolahku!! Heuheuheu… Ya oppa! Kenapa kau mengajakku siang-siang begini, bukankah kita bisa pergi sore atau nanti malam?! Aaah aniyo..Eotheokke..?!!” seru Hagyeong heboh ketika teringat sekolahnya. Ia pun tertunduk lemas di meja makan seketika.

 

“Tenang saja, aku dapat mengatasinya” ujar Seungri santai.

 

“Yasudah kalau begitu, terserah kau saja” gumam Hagyeong datar, tetap dengan menundukkan kepalanya.

 

Seungri menjentikan jarinya memanggil seorang pelayan. Ia tampak membisikkan sesuatu membuat Hagyeong penasaran. Setelah sang pelayan pergi Seungri lalu menoleh kearahnya dengan senyuman nakal. Dan setelah itu terdengarlah suara alunan musik klasik yang romantis.

 

“Maukah kau berdansa?” ajak Seungri seraya bangkit dari tempat duduk dan mengulurkan tangannya. Hagyeong terkejut dan jantungnya berdebar-debar wajahnya tampak bersemu malu.

 

“Da..Dansa? Tapi aku tak bisa dansa” ujar Hagyeong ragu.

 

“Tenanglah, sini aku ajarkan. Pertama, letakkan tanganmu di pundakku. Dan selanjutnya ikuti gerakanku. Bagaimana, gampang kan?” ujar Seungri menuntunnya berdansa. Hagyeong tersenyum senang dan mengangguk pelan. Gemuruh di dadanya kembali ia rasakan, terlebih saat tangan lebar nan hangat itu menyentuh pinggangnya ia tak berani menatap wajah tunangannya tersebut.

 

“Ha..Hagyeong?” Hagyeong pun menoleh membulatkan matanya. Mereka pun saling bertatapan cukup lama. Perlahan Seungri mendekatkan wajahnya, Hagyeong pun memejamkan matanya dan jantungnya berdegup cepat.

 

YOU HAVE A CALL.. YOU HAVE A CALL.. YOU HAVE A CALL..

 

Tinggal sedikit lagi jarak antara bibir mereka, tapi sayang sekali suara nyaring ringtone milik handphone Seungri telah membuyarkan suasana. Mereka pun membuka mata dan Seungri langsung menuju ke toilet untuk mengangkat telepon tersebut. Hagyeong termenung menatap punggung Seungri yang menjauh.

 

“Mati..Aku bisa mati..Pingsan..!!” seru Hagyeong meloncat gembira setelah Seungri tak ada.

 

In Toilet..

 

“Yeoboseyo, nuna ada apa kau menelponku?”

 

“Bisakah sekarang kau datang menemaniku?”

 

“Sekarang??”

 

“Ne, aku sedang butuh teman..”

 

“Hmm baiklah aku akan kesana”

 

KLIK..

 

Seungri pun mematikan handphonenya dan segera kembali. Dilihatnya Hagyeong sedang duduk menunggu. Dalam hati ia merasa bersalah akan meninggalkan Hagyeong.

 

“Ada apa?” tanya Hagyeong bangkit dari kursinya.

 

“Aku ada urusan mendadak. Mianhae aku harus meninggalkanmu” jawab Seungri datar.

 

“Gwenchana, aku akan pulang menggunakan taksi”

 

“Baiklah jaga dirimu baik-baik. Nah pakailah ini, tak mungkin kan kau memakai gaun itu di luar sana” Seungri memakaikan jasnya di badan Hagyeong lalu berlalu meninggalkannya sendiri.

 

****

 

Seungri fokus menyetir mobilnya, sambil memikirkan sesuatu.

 

“Hahh rasanya benar-benar rumit..” desah Seungri frustasi. “Kenapa tadi aku berniat untuk menciumnya..? Ahh sudahlah lupakan saja”

 

CIIIIIIIITTTTTTT…….

 

Ban mobilnya berdecit seiring dengan injakan rem kakinya. Mobilnya berhenti di depan sebuah rumah bertingkat. Ia keluar dari mobilnya dan berjalan menuju rumah itu. Perlahan ia mengetuk pintu rumah itu.

 

“Ah kau sudah datang..?! Cepat sekali” seru seorang wanita yang membukakan pintu itu dengan tersenyum lebar. Wanita itu terlihat cantik dan elegan dengan rambut panjangnya yang bergelombang serta shadow hitam menghiasi matanya yang menampilkan kesan ‘smoky eyes’. Dia adalah Ha Yooran “Ayo silahkan masuk”

 

“Jadi sebenarnya ada apa nuna memanggilku kemari?”

 

Yooran menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.

 

“Tadi kan sudah kubilang aku sedang membutuhkan teman. Kau bagaimana sih?” ujarnya tersenyum pelan.

 

“Oh iya benar”

 

“Aku dengar kau sudah bertunangan dengan seorang putri pemilik Perusahaan CM. Apakah itu benar?” ucap Yooran setelah meneguk segelas jus dan memberikan Seungri segelas jus lainnya. Tenggorokan Seungri tercekat ketika mendengar ucapan itu.

 

“I..Iya benar” jawab Seungri terbata-bata.

 

“Kalau begitu selamat ya!” ujar Yooran tersenyum lebar. “Apakah kau mau kimchi? Ayo kita buat sama-sama”

 

“I..Iya” jawab Seungri termenung. Hatinya terasa tak nyaman ketika mengingat-mengingat ucapan-ucapan Yooran tadi, terlebih ketika ia mengucapkan selamat padanya. Bagaimanapun juga dia sangat mencintai Yooran sejak lama tentu saja ia kecewa ketika Yooran mengucapkan itu.

 

****

 

Hagyeong berdiri di dekat lampu lalu lintas bersiap untuk menyeberang. Selang beberapa menit kemudian, lampu merah menyala. Ia memoutkan bibirnya sambil memikirkan kejadian tadi. “Seandainya handphonenya tidak berdering hmm pasti.. Kyaa aku tak bisa membayangkannya!”gumamnya gemas membayangkannya. Ia pun melangkahkan kakinya dari trotoar menyusuri zebra cross. Tanpa ia sadari salah satu mobil nekad menerobos lampu merah dan menuju ke arahnya.

 

“AAAAAAAAAAAAAA………..!!!!”

 

“AWAAS……..!” seorang laki-laki berseru padanya dan mendorongnya ke sisi jalan agar terhindar dari mobil tersebut. Dan mereka sama-sama terjatuh dan selamat.

 

“Hai apakah kau tak apa-apa?” Hagyeong pun tersadar mendengar ucapan laki-laki itu. Samar-samar ia melihat wajah laki-laki itu, laki-laki yang tampan sekaligus cantik!

 

“Aku tak apa-apa. Ohh~ kamsahamnida..!” seru Hagyeong senang. Laki-laki itu membulatkan matanya ketika saat itu juga Hagyeong memeluknya.“Ohh.. Maaf, aku terlalu senang. Hihi..” ujar Hagyeong malu dan melepaskan pelukannya.

 

“Tak apa-apa, oh ya namamu siapa?” jawab laki-laki itu tersenyum ramah.

 

“Hyun Hagyeong, panggil saja aku Hagyeong” jawab Hagyeong tersenyum lebar menjabat tangan laki-laki itu.

 

“Namaku Kwon Jiyong, panggil saja aku Jiyong” ujarnya memperkenalkan diri.

 

“Oh ya mianhae, aku harus segera pulang..”ujar Hagyeong melepas sepatu hak tingginya dan segera berlari meninggalkan Jiyong dengan bertelanjang kaki. Jiyong termenung menatap kepergiannya.

 

“Gadis yang menarik..” gumamnya tersenyum.

 

“Hei tunggu dulu…”seru Jiyong mengejarnya. Hagyeong menghentikan larinya dan berbalik.

 

“Apa mau aku antarkan?” tawar Jiyong ramah.

 

“Ah gwenchana, aku sudah berhutang banyak padamu”

 

“Gwenchana, aku tulus kok”

 

“Hmm baiklah kalau begitu. Ayo kita berangkat!”seru Hagyeong bersemangat.

 

****

 

“Kamsahamnida, aku tak tahu harus membalasmu apa” ucap Hagyeong membungkuk 2 kali.

 

“Ah gwenchana, aku tulus melakukannya” ucap Jiyong membalas membungkuk. “Wah rumahmu besar sekali ya.. Apa kau tidak tinggal sendiri?” gumam Jiyong kemudian sambil menatap rumahnya dengan takjub.

 

“Tidak, aku ditemani pelayan-pelayanku dan kadang kakakku datang”

 

“Lalu orangtuamu?”

 

“Saat ini orangtuaku sedang berada di Amerika untuk keperluan bisnis mereka”

 

“Ayo kemari! Kau pasti lapar” seru Hagyeong senang seraya menarik lengan Jiyong. Hagyeong menggiringnya ke dalam rumah. “Ehh tidak apa-apa, aku tidak lapar” ucap Jiyong dengan kesusahan mengikutinya.

 

Mereka pun duduk di ruang makan. Jiyong tak berhenti menatap seisi rumah Hagyeong yang memang benar-benar megah.

 

Prokk..Prokk..

 

Hagyeong bertepuk tangan 2 kali lalu datanglah 20 pelayannya secara bersamaan sampai-sampai Jiyong terkejut menyaksikannya. Hagyeong lalu memanggil salah satu pelayan dan menyuruh pelayan lain untuk bubar.

 

“Aku kedatangan tamu, tolong buatkan beberapa makanan untuknya”

 

“Baik nona” Pelayan itu pun pergi melaksanakan tugasnya.

 

Hagyeong menoleh ke arah Jiyong. Didapatinya Jiyong tengah tercengang.

 

“Halo.. Hati-hati lalat masuk. Hahaha..” ujar Hagyeong bercanda. Jiyong pun tersadar dan ikut tertawa.

 

“Benar-benar menakjubkan. Jumlah pelayanmu banyak sekali, mungkin kau bisa membentuk pasukan”

 

“Haha.. Ya begitulah, karena rumah ini cukup lega jadi perlu banyak pelayan untuk mengurusnya”

 

Semenit kemudian terciumlah aroma lezat makanan. Dan datanglah 4 pelayannya membawa nampan berisi berbagai makanan.

 

“Nah silahkan menikmati” ucap Hagyeong riang.

 

“I..Ini banyak sekali. Aku tak bisa menghabiskannya”

 

“Gwenchana, kau boleh membawanya pulang”

 

Jiyong lalu mengambil sebuah bimbimbap yang ada di dekatnya dan memakannya. Ia terdiam sejenak membulatkan matanya begitu melahap bimbimbap itu.

 

“Hmm..Bahkan ini lezat sekali! Baru kali ini aku memakan bibimbap selezat ini” gumam Jiyong takjub. Hagyeong tersenyum menis menanggapinya. Ia lalu mengambil sebuah cupcake dan memakannya sambil menunggu Jiyong selesai makan.

 

Sepersekian detik kemudian tersirat di benaknya untuk menjahili Jiyong. Dicoelnya krim cupcake dan mengelapnya di pipi Jiyong. Ia pun tertawa puas, tak mau kalah Jiyong pun membalasnya. Mereka pun saling mengelap krim cupcake hingga wajah mereka kotor dilumuri krim cupcake.

 

****

 

Hagyeong mencelupkan kedua tangannya ke dalam air kolam renang yang jernih dan membasahi wajahnya. Sementara itu Jiyong sedang mengelap wajahnya dengan handuk. Ia lalu menghampiri Hagyeong.

 

“Hahh.. Senang sekali berkenalan denganmu Hagyeong” ujar Jiyong sambil menghela nafas.

 

“Aku juga, senang berkenalan denganmu” jawab Hagyeong ramah.

 

Tiba-tiba saja Jiyong mencipratkan air ke arah Hagyeong. Dan mereka pun saling bermain air.

 

“Hagyeong? Siapa dia??” Mereka pun terkejut, terlebih Hagyeong yang mengetahui bahwa sumber suara itu adalah Seungri. Mereka bertiga saling berpandangan.

 

TBC

 

Chapter 2

 

“Oppa..” ujar Hagyeong melongo. “Perkenalkan dia Kwon Jiyong, dia telah menyelematkanku dari mobil yang akan menabrakku” ujar Hagyeong riang sambil menarik lengan Jiyong untuk mendekat kepada Seungri.

 

“Seungri imnida, terimakasih telah menyelematkannya” ucap Seungri menjabat Jiyong dengan sangat erat. Jiyong terkejut dan berusaha melepas tangannya dari cengkraman Seungri, tak mau kalah ia pun lalu membalasnya.

 

“Sebenarnya ada apa oppa datang kesini?” tanya Hagyeong membuat mereka berdua melepas jabatan tangan mereka dan berpura-pura tak terjadi apa-apa.

 

“…”

 

“Baiklah sepertinya aku permisi dulu, aku akan pulang. Sampai jumpa.. Terimakasih Hagyeong” ujar Jiyong beranjak pergi. “Ya sampai jumpa” jawab Hagyeong tersenyum manis seraya melambaikan tangan padanya. Seungri yang melihatnya tampak tidak senang.

 

“Selalu begini jika kau pulang sendiri. Kalau tidak dirampok pasti hampir tertabrak kendaraan atau kau yang menabrak sesuatu . Bisakah kau melakukan sesuatu dengan benar..?” desah Seungri sambil memegangi keningnya.

 

“Jadi untuk apa oppa datang kesini?” ucap Hagyeong memotong pembicaraan dengan pertanyaan serupa seperti tadi.

 

“Aku memastikan kau pulang dengan selamat dan membawamu ke rumahku”

 

Kontan Hagyeong yang mendengar kalimat ‘membawamu ke rumahku’ ucapan Seungri itu otaknya langsung dipenuhi hal-hal aneh. “Sepertinya oppa akan mengajakku menikah secepatnya deh.. Dan tinggal di rumahnya. Kyaa..!” gumam Hagyeong dalam hati. Diapun tersenyum sendiri akan kemesraannya nanti bersama Seungri di hayalannya.

 

“Hei..Kenapa kau tersenyum sendiri?” tanya Seungri memperhatikan Hagyeong kebingungan. Dan Hagyeong pun tersadar dari hayalannya.

 

“Eh gwenchana..Hihi..”

 

==DEAR BOYS==

 

TIIIIIIIT…..TIIIIIIIIIIIIIT….

 

Hagyeong mengangkat handphonenya. Ia terkejut ketika melihat melihat nama yang tertera pada layar handphonenya itu. “Ji..Jiyong? Darimana dia tahu nomorku?”

 

From : Unknown

 

Ini Jiyong, maaf tiba-tiba mengirimu pesan. Aku senang kita bisa bertemu hari ini. Mulai sekarang kita akan sering bertemu ya?! Aku harap kita bisa dekat. Oke selamat sore!

 

“Aduh…Baiknya balas apa ya? Aku bingung..” gumam Hagyeong kebingungan sambil menggigit kuku jari telunjuknya.

 

CEKLEK..

 

Hagyeong tersentak ketika pintu kamar mandi yang ada di depannya akan terbuka. Matanya membulat ketika ekor matanya menangkap Seungri keluar dari dalam kamar mandi tengah bertelanjang dada dengan tubuh dan rambut yang basah. Membuatnya nyaris saja pingsan ditempat. Kontan saja ia tercengang sekaligus terpana sampai-sampai handphone yang sedang dipegangnya dijatuhkan begitu saja secara tidak sadar.

 

“Aku mengajakmu kesini untuk menemaniku. Selama ini aku kan yang sering menemanimu, oleh karena itu sekarang kaulah yang harus menemaniku” ucap Seungri berlalu menuju kamarnya. Ia tak menyadari bahwa saat ini Hagyeong tengah tercengang dan terpana melihatnya. Menyadari tak ada jawaban dari Hagyeong dia pun menghentikan langkahnya dan perlahan berbalik. “Ha..Hagyeong?”

 

“Mati…Aku bisa mati~~!! Mimisan!!” seru Hagyeong pelan menundukkan kepalanya sambil menggaruk sofa dengan gemas. Tak tahan melihat Seungri yang betapa menggodanya saat ini.

 

“Apaan sih..??!” gumam Seungri menatapnya aneh. “Apa kau tidak mandi sore? Menjijikan..”

 

“Ehh?” Hagyeong melongo tersadar. “Aku tak bawa ganti”

 

“Pakai saja bajuku dulu”

 

BLAM…

 

Begitu Seungri masuk dan menutup pintu kamarnya Hagyeong langsung menghambur ke dalam kamar mandi dengan riang. Ia tersenyum dan meloncat-loncat gembira. “Betapa beruntungnya aku saat ini! Melihatnya topless sekaligus dipinjami bajunya..!! Aku akan memakai bajunya!! Oh ini membuatku gila!” gumamnya tersenyum sambil memegangi kedua pipinya.

 

Wajahnya yang tadi gembira kini berganti tertegun ketika melihat sebuah sikat gigi berwarna biru tergeletak di dekat wastafel. Dengan penasaran ia pun mengambil sikat gigi itu.

 

“Sikat gigi ini.. Pasti sering ia gunakan” gumamnya menatap lekat sikat gigi tersebut. “Tunggu, apakah sikat gigi ini sering melewati mulutnya?!” seketika itu wajahnya tersenyum jahil, terbesit ide konyol di otaknya.

 

“Ini memang gila! Setidaknya aku dapat merasakan first kiss-ku bersamanya secara tidak langsung. Aku tak peduli jika aku mati sekarang. Aku akan sangat bahagia!!” batinnya seraya terus menggosok giginya dengan sikat gigi itu. Ia tersenyum puas menatap bayangan wajahnya yang ada di depan cermin.

 

TOK..TOK..TOK..TOK..

 

Hagyeong tersentak ketika terdengar suara ketukan pintu dari pintu kamar mandi tersebut.

 

“Hagyeong.. Apakah kau sudah sikat gigi?” tanya Seungri diluar sana.

 

“Aku sedang melakukannya sekarang..”

 

“Aku hanya memberitahu. Jika kau menyikat gigi tolong jangan gunakan sikat gigi berwarna biru yang ada di dekat wastafel ya! Sikat gigi itu digunakan untuk membersihkan noda-noda yang ada di lantai kamar mandi”

 

Hagyeong yang awalnya senang karena mengira sikat gigi itu sering dipakai Seungri kini berubah ekspresi ketika mengetahui sikat gigi itu digunakan untuk membersihkan lantai kamar mandi. Ia pun segera cepat-cepat mengeluarkan kepala sikat gigi itu dari mulutnya.

 

“Huhh.. Omona! Selama 16 tahun usiaku ini kenapa first kiss-ku harus bersama sampah seperti ini?!” gumamnya kecewa dengan wajah yang kusut.

 

==DEAR BOYS==

 

Hagyeong merebahkan tubuhnya di kasur Seungri dan menciumi bantal serta baju milik Seungri yang ia kenakan saat ini. “Ini nyaman sekali! Wangi tubuh Seungri sangat nyaman! Aku betah disini..” gumamnya tersenyum senang.

 

“Hei apa yang kau lakukan di tempat tidurku?!!” seru Seungri yang baru saja datang. Ia segera menghampiri Hagyeong. “Hei menyingkirlah dari tempat tidurku..” serunya berusaha mengusir Hagyeong dari tempat tidurnya.

 

Hagyeong tak memperdulikannya dan tetap bersikukuh tak mau pindah darisitu. Terpaksa Seungri mengusirnya secara paksa. Namun sayang ketika kakinya akan melangkah ia tersandung dan kehilangan keseimbangan sehingga tubuhnya menimpa Hagyeong. Tampak wajah keduanya bersemu ketika saling berhadapan.

 

“Omona! Aku bisa mati..Aku bisa mati…” batin Hagyeong sangat gugup.

 

Setelah terjatuh, Seungri segera bangkit dan menjauh dari Hagyeong. Sementara itu Hagyeong masih termenung, pikirannya seketika kosong ketika kejadian itu. Ia segera menyadarkan pikirannya dan bangkit duduk.

 

“Wow! Kau punya PS4?! Ayo kita tanding!!” seru Hagyeong tiba-tiba, ketika melihat 2 pasang controller PS4 tergeletak di depan TV LCD 70 inch milik Seungri.

 

“Mwo? Tanding? Memangnya kau bisa?” tanya Seungri mengernyitkan keningnya tak percaya.

 

“Tentu saja bisa, aku sering memainkannya di kamarku. Kau pikir perempuan tidak bisa main playstation huh?”

 

==DEAR BOYS==

 

Seungri dengan wajah kaku menatap layar TV meratapi kekalahannya. Sementara itu Hagyeong tertawa gembira atas kemenangannya.

 

“Aku menang! Karena aku menang, oppa harus menuruti permintaanku..” ucap Hagyeong bersila dada menyombongkan diri.

 

“Oh baiklah..Apa permintaannya?” ucap Seungri malas-malasan.

 

“Malam ini aku akan menginap di rumahmu!” seru Hagyeong riang.

 

“M-Mwo..?! Apa kau benar-benar gila?” ujar Seungri terkejut sembari membulatkan matanya.

 

“Tidak, aku tidak gila. Lagipula kau juga kan sering menginap di rumahku. Aku akan tidur di kamar yang ada di dekat tangga..” ucap Hagyeong santai berlalu meninggalkan Seungri. Dan Seungri hanya bisa mendengus kesal.

 

==DEAR BOYS==

 

Hagyeong bangkit terduduk dari tidurnya. Mengerjapkan matanya sejenak dan mengumpulkan kesadarannya untuk bangkit dari tempat tidur. Samar-samar ekor matanya menangkap jam dinding yang menunjukkan pukul 12 malam.

 

Setelah kesadarannya mulai penuh ia pun bangkit dan perlahan berjalan dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil segelas air putih karena ia merasa haus. Sesampainya disana, tanpa pikir panjang ia langsung meminum habis segelas minuman yang terletak di meja dapur. Tanpa ia ketahui bahwa minuman tersebut adalah segelas soju. Tentu saja saat itu juga ia mulai merasakan pusing dan mabuk.

 

BLAM..

 

Seungri menutup pintu kamarnya dan keluar dari kamarnya. Ia tertegun ketika melihat lampu dapur yang menyala. Penasaran, ia pun mendekatinya. Ia begitu terkejut ketika melihat Hagyeong terduduk di lantai sambil menunduk lunglai.

 

“Ha..Hagyeong? Sedang apa kau disini malam-malam?” tanya Seungri tertegun. Tapi tak ada jawaban apa-apa dari Hagyeong.

 

Penasaran Seungri pun mendekat dan jongkok dihadapan Hagyeong. Dan secara tiba-tiba ketika ia tengah memperhatikannya dengan seksama, Hagyeong langsung mengangkat kepalanya disertai senyuman misterius yang dapat membuatmu meneguk ludah merinding.

 

“Ha..Hagyeong? K-kau kenapa?” ucap Seungri pelan terbata-bata.

 

“Ha..Ha.. Ya oppa! Apa kau mencintaiku huh?! Aku sangat mencintaimu! Cintai aku, ne? Aku adalah calon istrimu dan kau calon suamiku. Ha..Ha..Ha.. Kita ditakdirkan?? Hahaha.. Aku adalah putri hamster dan kau pangeran panda hahaha.. Dan nanti aku akan menjadi ratu panda hahaha” seru Hagyeong mabuk.

 

“I want nobody nobody but you~~ I want nobody nobody but you~~!!” lanjutnya menyanyikan lagu milik Wondergirls dengan suara parau.

 

“Hah dia mabuk..” gumam Seungri pelan sambil memperhatikan gelas yang tadi diminum Hagyeong.

 

Seungri sedikit tersentak ketika tiba-tiba Hagyeong mencengkram erat kerah bajunya. “Tsk.. Apa yang dilakukan si putri hamster menyebalkan ini..?!” batinnya.

 

Perlahan Hagyeong menarik kerah bajunya dan bersiap menciumnya. Sementara Seungri hanya bisa tertegun menelan ludah. Namun ditengah jalan Hagyeong langsung tertidur pingsan. Dan Seungri pun tersenyum lega karena Hagyeong tak jadi menciumnya.

 

==DEAR BOYS==

 

“HAAAAAH…..?!!! AAAAAAAA…” seru Hagyeong terperanjat kaget ketika matanya menangkap Seungri tengah tertidur di sofa yang ada di depannya. Dan Seungri langsung terbangun dan ikut terperanjat kaget.

 

“Oppa kenapa kau ada disini? Bukankah kamarmu disana?” tanya Hagyeong melongo.

 

“Tsk.. Kau tak ingat tadi malam?”

 

Seungri menidurkan Hagyeong karena ia pingsan. Saat akan melangkahkan kakinya meninggalkan Hagyeong. Tiba-tiba tangan Hagyeong menggenggam lengannya.

 

“Tolong jangan tinggalkan aku..” desah Hagyeong masih dalam keadaan mabuk. Seungri menghela nafasnya pelan dan menuruti permintaannya.

 

“Hihi mianhae oppa..” ujar Hagyeong malu setelah mengingat-ingat kejadian tadi malam.

 

“Karena itulah aku ketiduran disini..” timpal Seungri jengkel.

 

==DEAR BOYS==

 

Pandangannya kosong menatap tanah yang ia pijak. Sesekali matanya melirik lapangan sekolah yang ramai sembari menjilat es krim yang ia pegang. Tiba-tiba raut wajahnya berubah tertegun ketika melihat seorang laki-laki berjaket coklat berjalan melewati lorong sekolah.

 

“Ji..Jiyong??” gumamnya pelan tertegun.

 

“Jiyong..?!” sapanya berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Jiyong. Jiyong pun membalikkan badannya dan berekspresi tak kalah tertegun.

 

“Ha..Hagyeong? Kenapa kau berada disini?” tanya Jiyong terperangah.

 

“Justru aku yang harus menanyakan itu. Aku bersekolah disini tahu..” timpal Hagyeong.

 

“Oh kau bersekolah disini? Wah ternyata dunia memang kecil ya?! Aku baru pindah sekolah kesini. Aku duduk di kelas 11-B”

 

“Wah benarkah?! Aku juga duduk di kelas itu!”

 

“Wow! Benar-benar kebetulan sekali. Kalau begitu nanti temani aku mengelilingi sekolah ini ya..” Jiyong tersenyum menawan kemudian berbalik dan berlari kecil meninggalkannya menuju kelas.

 

“Hagyeong.. Siapa laki-laki itu? Kau kenal dia?” tanya Gyurim mengagetkan Hagyeong. Gyurim adalah sahabat karib Hagyeong sejak masih berumur 5 tahun dan mereka masih tetap bersama hingga saat ini .

 

“Eng.. Iya aku kenal dia. Namanya Jiyong, dia baru pindah ke sekolah kita”

 

“Ooh namanya Jiyong rupanya. Nama yang unik! Dia keren dan tampan..! He likes a pretty boy! Bisa kau kenalkan aku padanya! Please….” ujar Gyurim heboh.

 

“Hah kau ini. Iya..Iya.. Nanti aku kenalkan” ucap Hagyeong malas-malasan.

 

==DEAR BOYS==

 

“Kemarin kau mengirimiku pesan ya? Kau tahu darimana nomor handphoneku?” tanya Hagyeong menatap namja di depannya yang sedang asyik men-dribble bola basket. Tangannya terampil menari-nari bersama bola basket tersebut dan berhasil memasukannya ke dalam ring. Ia mengelap dahinya yang berkeringat kemudian menoleh ke arah Hagyeong. “Kau tak ingat sesuatu??”

 

“Sesuatu apa??” tanya Hagyeong kebingungan. Otaknya sibuk mengubrak-abrik memori-memori yang tersimpan.

 

“Ini.. Kau tak ingat bahwa kau meninggalkan ini di motorku??” Jiyong mengeluarkan sebuah buku catatan kecil dari dalam tasnya. Hagyeong begitu sumringah senang ketika melihat benda tersebut . “Syukurlah kau menemukannya.. Ngomong-ngomong, apa kau tidak melihat isinya?” tanya Hagyeong memastikan. Karena gawat sekali jika ia melihat isinya, semua isi buku catatan tersebut adalah hal-hal penting, dan rahasia-rahasianya termasuk perasaannya terhadap Seungri.

 

“Tidak, aku hanya melihat covernya saja. Disitu ada nama,alamat, dan nomor handphonemu. Memangnya kenapa?”

 

“Ahh.. Tidak apa-apa. Ehh aku pamit dulu ya! Aku akan pulang” ucap Hagyeong disertai senyum khasnya yang mengembang.

 

“Mau aku antarkan?” tawar Jiyong seraya memakai tas ranselnya. “Tidak, terimakasih. Aku akan pergi ke rumah nenekku” ujar Hagyeong berbohong. Jujur saja sebenarnya ia akan pergi ke Rumah Seungri.

 

“Oh baiklah, hati-hati di jalan” ujar Jiyong melambaikan tangannya disertai senyum yang ramah. Dan dibalas pula oleh Hagyeong.

 

==DEAR BOYS==

 

Sekitar 1 menit, Hagyeong tiba di Rumah Seungri. Tak ada Seungri disana, hanya ada pelayan-pelayannya saja. Ia mendatangi kamar Seungri dengan senyum yang terkembang yang kemudian berubah kusut ketika melihat keadaan kamar yang seperti kamar pecah, sangat..sangat..berantakan!

 

“Sepertinya aku harus membereskannya. Sebagai calon istri yang baik! Yayy..” gumamnya dengan bergaya ala sailor moon. Kemudian ia menyingsingkan lengan bajunya dan mengikat pita rambutnya melingkari kepala. “FIGHTING..!!”

 

Dimulai dengan membereskan barang-barang yang berserakan di lantai, membereskan pakaian, kemudian membereskan tempat tidur. Entah kenapa saat tangannya menelusuri kolong tempat tidur ia menggenggam sebuah lembaran kertas. Penasaran, ia pun mengambilnya. Terkejut, ketika ia melihat benda yang digenggamnya tersebut. “Majalah pria dewasa??”

 

“Apa-apaan ini? Ya ampun menjijikan sekali..” ujarnya seraya menutup mata sambil sesekali penasaran melihatnya.

 

“Aishh.. Oppa! Apa yang kau lakukan?! Sungguh nistanya kau..!!” Hagyeong mempoutkan bibirnya sebal. “Hah.. Begini juga aku bisa!!” ia memukul-mukul wajah perempuan yang ada di majalah tersebut dengan kesal. Kemudian ‘sok-sok-an’ meniru pose wanita-wanita yang ada di majalah tersebut. Mulai dari bergaya ala harimau, menggigit jari, hingga bergaya ala penari pole dance.

 

“Aku pulang……!!” suara seorang namja terngiang di luar sana. Cepat-cepat Hagyeong menyimpan majalah tersebut ke tempat asalnya dan bersembunyi di dalam lemari.

 

2 jam kemudian…..

 

Hagyeong bersungut-sungut kesal. Wajahnya tampak kusut dan batinnya tak berhenti bergumam kesal. Sudah dua jam ia berada disana, di ruang sempit pengap nan gelap. Tepatnya di lemari pakaian Seungri. Ia menunggu keadaan tepat untuk keluar darisitu karena Seungri masih berada di luar sana sedang asyik bercengkarama dengan komputer.

 

“Hattchiiiii…” nasib sial menimpa Hagyeong. Cepat-cepat ia menutup mulutnya. Ia tak bisa menahan bersinnya ketika hidungnya tak sengaja menghirup debu di pakaian berbulu Seungri. Tentu saja Seungri yang ada diluar sana mendengarnya. Dan sekarang ia hanya bisa berharap agar tidak ketahuan.

 

“Siapa disana??!” Seungri bangkit dari kursinya dan menoleh ke sekitar. Matanya tertegun memperhatikan lemari. Karena instingnya berkata bahwa lemari itulah sumbernya. Perlahan tapi pasti ia pun berjalan mendekati lemari tersebut. Sementara Hagyeong yang ada didalam lemari jantungnya berdegup kencang.

 

KREEK..

 

“Apa yang kau lakukan disini??!!” seru Seungri terkejut sekaligus kesal ketika melihat Hagyeong yang duduk di dalam sana. “Cepat keluar darisini..”

 

“M-Mianhae oppa.. Tadi aku membereskan kamarmu” ucap Hagyeong tertunduk gugup.

 

“Oh gomawo.. Sekarang, cepatlah pulang ke rumahmu” ucap Seungri datar. “T-Tapi oppa..”

 

==DEAR BOYS==

 

6.30 PM

 

At Starbucks Coffe Cafe

 

“Lama sekali kau datang. Darimana saja kau?” ujar Youngbae seraya ber high five dengan Seungri.

 

“Seperti biasa, si gadis menyebalkan itu lagi..”

 

“Jadi, bagaimana hubunganmu dengan gadis itu?” tanya Daesung kepada sahabatnya itu. “Tidak ada apapun, sampai kapanpun aku akan tetap mencintai Yooran noona” jawab Seungri setelah melihat-lihat menu.

 

“Lalu, bagaimana dengan pertunangannya? Bagaimana jika orangtuamu tahu..?” tambah Youngbae.

 

“Oleh karena itu, tidak ada waktu lagi. Aku harus segera menyatakan cintaku. Dan jika berhasil, aku akan memberitahukannya kepada orangtuaku dan membatalkan pertunangan itu”

 

“Kau yakin akan menyatakannya besok?” tanya Daesung setengah berbisik mendekat.

 

“Iya aku yakin..”