Author                        : Regita Tansil

Cast                 : Jiyong – Yoona

Genre              : Romance

Rating             : NC-17

Length            : one shoot ( tapi kepanjangan sepertinya L )

Disclaimer      : murni fiktif

A/N                 : dont be siders J coment diterima baik atau buruknya asal bercoment yang sopan . karena aku juga masih baru sekali ini membuat ff jadi maklum ya masih jelek/ancur/gaje😀

Twitter            : @regitatansil

I Love You Till I die

 

 

“ oppa apa kau tau aku sangat takut sekarang “

 

“ kau takut apa yoong ? “

 

“ aku tidak tau oppa rasanya aku akan meninggalkanmu untuk selamanya.. aku rasa aku akan kehilangan senyum manismu untuk selamanya .. aku takut semua itu akan terjadi .. aku tidak mau kehilanganmu, aku tidak mau jauh darimu “ kata yoona sembari mengeluarkan air matanya dari sisi kedua matanya

 

Jiyong pun memegang bahu yoona dengan sangat erat, dia tidak mau mendengarkan kata-kata seperti itu lagi keluar dari bibir yoeja yang sangat ia cintai itu

 

“ apa yang kau bicaraka ? sudah berapa kali aku katakan padamu kau akan baik-baik saja yoong .. kau tidak akan pernah jauh dariku” lalu jiyong pun memeluk erat tubuh yoeja kesayangannya itu dan ia pun tak tahan membendung air matanya

“ aku mohon jangan katakan hal seperti itu lagi kepadaku yoong, aku sangat mencitaimu aku tidak akan mungkin bisa hidup tanpamu”

 

Yoona POV

Mungkin aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini . kenapa ? ya karna aku bisa memiliki seorang namja yg sangat sayang padaku seperti jiyong oppa .

 

Ketika dia tertidur aku cium bibirnya dengan lembut, dengan ini rasa takutku akan kehilangan dia sedikit berkurang . aku tidur disampingnya dan melihat lekat wajahnya dan aku menyentuh dahi, hidung hingga bibirnya dengan jari telunjuk ku yg lentik tanpa sadar air mataku jatuh dari kedua sisi mataku .

“ apa aku akan kehilanganmu ? apa benar yang kau katakan aku akan selalu ada di sampingmu ? “ air mataku tak henti membasahi pipiku

 

Eoryeodo apeun geon ttok gata

Sesangeul jal moreundago apeungeol

moreujin anha

Gwaenchana jil georago wae

geojitmareul hae

Ireohke apeun gaseumi eotteohke

shwipge natgesseo

Neo eobshi eotteohke salgesseo

geuraeseo nan

Jugeodo mot bonae naega eotteohke

neol bonae

Garyeo geodeun tteonaryeo geodeun

nae gaseum gochyeo nae

Apeuji anhke na saragal surado itge

Andwindamyeon eochapi ussal geo

Jugeodo mot bonae

Amuri niga nal milchyeodo kkeutkkaji

butjabeul geoya

Eodido gaji mothage

 

Yoona POV END

“ suaramu ternyata tidak terlalu buruk yoong . kenapa kau tidak menjadi penyanyi saja “ jiyong mengatakan seperti itu tetap dengan mata terpejam

“ oppa apa suara ku telah membangunkanmu ? mianhe oppa “

“ aniya, kenapa kau belum tidur juga ? apa kau tidak lelah seharian berjalan-jalan denganku “

“ ani, malah aku senang jika bisa selalu pergi bersamamu “

Yoona tertunduk mengatakan hal seperti itu , lalu jiyong pun memeluk erat yoeja kesayangannya itu dengan erat tanpa memberi sedikit celah antara mereka

 

“ aku tau semua ini pasti akan sangat sulit bagimu, tapi aku yakin kau bisa menjalani semua ini dan kau harus tau aku akan selalu ada disampingmu yoong, saranghe “

Kata-kata itu sangat jelas terdengar di telinga yoona. Yoona pun mengeluarkan kepalanya dari pelukan jiyong yang sedari tadi memeluknya erat

“ nado saranghe “ mata merekapun saling memandang sangat dalam tanpa pikir panjang jiyong pun melesetkan bibirnya ke bibir tipis yoona

 

 

@ jiyoon office

 

Jiyong memang seorang produser yang bertangan dingin . dari tangannya sudah sangat banyak BB ataupun GB yang berhasil melejit itu semua tidak lain dari kerja keras jiyong

 

“ jiyong-ah apa hari ini kau lupa hari apa ? “ kata seung hyun mengejutkan jiyong

 

“ heyy hyung apa kau tak tau sopan santun ? bisakah kau sebelum masuk ruanganku kau ketuk pintu dahulu ? ada apa ? ini hari apa ? aku tak tahu “

 

“ aku lupa bagaimana caranya sopan santun jika bersamamu . hey bodoh apa kau lupa hari jadianmu sendiri bersama yoona . ahh aigo apa aku arus mengatakan lagi bahwa aku menyesal telah merelakan yoona bersamamu ? “

 

“ ya , apa kau mau mati sekarang juga ditanganku hyung ? aku sangat lupa . padahal tadi pagi aku telah meninggalkan dia sendirian di apartmen ku karena tidurnya sangat pulas aku tak sampai hati membangunkannya .. baiklah aku pergi dulu hyung mungkin aku tidak akan kembali lagi . seharian ini mungkin aku akan menghabiskan banyak waktu bersama yoona , aku pergi dulu hyung”

 

Jiyong pun mengambil jas miliknya di kursinya dan langsung berlari menuju mobil sport merah miliknya .

 

 

Setelah sampai di apartmen miliknya dia langsung berlari ke kamarnya dan dilihatnya yoona masih tertidur pulas di ranjangnya . seketika jiyong tersenyum kecil melihat pemandangan seperti itu .

Jiyongpun menghampiri yoona dan menyentuh hidung yoona dengan telunjuknya .

“ heyy nyonya kwon , ironna . apa kau tak mau merayakan hari jadi kita bersama ku ? “

“ tidak, aku tidak berniat “

“ oh baiklah kalau kau tak mau yoong aku akan pergi lagi ke kantor . sia-sia aku datang ke sini kalau yang aku dapatkan ternyata seperti ini “

Lalu jiyong pun pergi meninggalkan yoona, tapi belum sampai di pintu yoona langsung memeluk erat jiyong dari belakang “ oppa kau sangat jahat, apa kau tidak bisa romantis sedikit denganku ? kau tidak ada membujukku malah marah padaku “

Jiyongpun tertawa dan melepaskan pelukan yoona “ aku hanya bercanda yoong , aku hanya mengerjaimu saja “ jiyong tertawa riang atas kemenangannya

Ketika jiyong tertawa yoona pun menempelkan kedua tangannya di pipi jiyong dan menariknya sampai ke depan wajahnya .

 

Dengan ganasnya yoona mencium jiyong , dia pun melingkarkan kedua tangannya di leher jiyong . tak tahan dengan godaan yoejanya itu dia pun membalas ciuman yoona dengan nafsu yang tinggi . didorongnya yoona sampai ke dinding apartmennya dan mencium leher yoona yg jenjang itu dan meninggalkan beberapa kissmark disana . tak lama setelah itu jiyongpun mendorong yoona sampai ke tempat tidurnya dan menjatuhkan yoona disana dan pun menindih yoona dan bertengkuk di kedua sikunya . dengan baju yang berantakan dan nafasnya yg terengah-engah dia langsung mencium bibir yoona dengan lembut, tak lama setelah itu yoona pun melepaskan ciuman mereka .

“ ada apa ? “ tanya jiyong penasaran

“ oppa aku sangat ingin ke sungai han sekarang, aku mau seharian ini kau bersamamu merayakan hari jadi kita yang sudah 3 tahun ini . apa kau mau menemaniku oppa ? “

“ ya tentu yoong, 1 hari ini aku jadi milikmu dan kau jadi milikku “ jiyongpun memberikan senyum evilnya kepada yoona

 

 

Seharian penuh yoona bepergian bersama jiyong, dimulai dari pergi ke sungai han , jeju island, seoul tower sampai dengan ice skating rink bersama . semuanya mereka lakukan bersama hingga waktu menunjukan pukul 10 malam jiyoon pun kembali ke apartment mereka.

 

“ hmm hari yang sangat melelahkan sekaligus sangat menyenangkan”

“ ne, ini sangat menyenangkan “ jawab jiyong sambil merebahkan badannya di tempat tidurnya

 

Merekapun tidur di spring bed king size milik mereka . yoona terus saja memandangi wajah namjanya itu dengan lekat tanpa berkedip sekalipun

“ thanks for today oppa .. saranghe “

“ nado saranghe “

“ oppa kau belum tidur ? apa aku mengganggu tidurmu kali ini ? “

“ bagaimana aku bisa tidur jika yeojaku saja belum tidur “

“ oppa aku tidak bisa tidur “

“ kenapa ? apa ada hal yg mengganggu pikiranmu sekarang ? “

“ aniyo “

“ geulaeseo ? “

“ apa kau tak mau melakukan itu sekarang ? “

Seketika air mata yoona terjatuh dari kedua sisi matanya dan menatap jiyong dengan dalam
“ apa kau tak menginginkanku oppa ? apa aku terlalu buruk untukmu ? apa aku tak pantas tidur denganmu ? apa kau ….. “

Dengan cepat jiyong menutup mulut yoona dengan bibirnya dia mencium yoona ala french kiss , perlahan – lahan jiyong membuka satu per satu kancing baju yang dipakai yoona dan membuka celana yg dipakai yoona hingga akhirnya tak ada satupun yg tersisa di tubuh yoona , yoona pun melakukan hal yg sama terhadap jiyong .

Yoona pun naik ke atas tubuh jiyong dan mencium setiap sisi indah di tubuh jiyong selang beberapa menit kemudian jiyong memberhentikan aksinya

“ wae ? “

“ aku berpacaran denganmu bukan hanya untuk mengambil itu darimu , karna aku cinta padamu yoong , aku sayang padamu yoong “

 

Yoona pun menangis mendengar kata-kata yg keluar dari mulut namjanya itu . jiyongpun memeluk yoona untuk menenangkanya

 

Tidurlah besok adalah hari yang paling menegangkan untuk kita , besok kau akan di operasi bukan . beristirahatlah sekarang

“ tapi aku takut jika operasi itu tidak berhasil aku akan….”

Yoong kau harus yakin kau akan sembuh , tak akan terjadi hal-hal yg tidak kita inginkan . kau dengar itu yoong ? “

“ ne oppa “

 

 

Keesokan harinya adalah operasi pengangkatan tumor otak yang dialami yoona . dari jam 12 operasi itu dimulai jiyong , seunghyun eomma dan appanya menunggu di luar ruang operasi itu . waktu terus berputar semakin lama kegelisahan jiyongpun semakin menjadi-jadi karena jika operasi itu gagal nyawa yoona lah yg menjadi taruhannya . hingga akhirnya seorang dokterpun keluar dari ruang operasi itu dan tanpa buang waktu jiyong langsung menghampiri sang dokter

“ bagaimana keadaan yoona dok ? “

Dokter itu tidak menjawab pertanyaan yg diberi oleh jiyong, ia hanya menatap jiyong dengan kesedihan .

“ dok bagaimana keadaannya sekarang dok ? tolong jawab saya dok “

 

Tak lama keluarlah 4 orang suster dari ruang operasi itu dan membawa seseorang di atas kasur dorong itu . dengan rasa tak percaya jiyong perlahan menghampiri kasur dorong itu namun air matanya sudah mulai membasahi pipinya . perlahan dia buka kain yang menutupi seseorang di dalamnya dan akhirnya ia lihatlah yoona sudah tidak berdaya lagi disana . jiyong sangat terpukul saat itu juga ia tidak sanggup melihat orang yang disayangnya selama ini telah meninggalkannya sendiri untuk selama-lamanya . ya yoona telah pergi operasi yg dia jalani gagal dan akhirnya jiyong harus menerima bahwa yoeja yg dia cintai itu telah pergi untuk selama-lamanya.

Lalu seorang suster meberikan jiyong selembar surat yang ditulis oleh yoona sebelum dia menjalani operasi .

 

Isi suratnya adalah

 

Dear jiyong oppa

Oppa apa kau tahu ini adalah hari yang paling menakutkan untukku ? aku takut bukan karna aku harus meninggal aku takut karena jika aku tidak ada lagi di dunia ini yang akan merawatmu siapa ? yang akan membuatkan sarapan dan makan malammu siapa ? yang akan membangunkan mu untuk bekerja siapa ? aku tidak tau siapa yang akan menggantikanku nanti siapa . tapi yang jelas aku berharap siapapun orang itu dia akan lebih baik dari ku .

Oh iya oppa aku hanya mau memberitahukanmu sesuatu bahwa aku selalu merasakan sakit yang sangat luar biasa di kepalaku ini , aku selalu tahan jika sakit itu datang ketika aku bersamamu aku tak mau membuatmu khawatir aku juga tidak ingin selalu merepotkanmu .

Aku senang jika Tuhan sudah mengambil nyawaku aku pasti tidak akan merasakan sakit yang luar biasa seperti ini lagi . karna aku sudah tidak sanggup lagi berpura-pura di depanmu dan di depan semua orang bahwa aku kuat karna ini rasanya sangat sakit .

Tolong sampaikan pada eomma dan appa bahwa aku sangat berterimakasih mereka telah merawatku dan membesarkanku sampai saat ini dan kepada seunghyun oppa tolong katakan padanya aku berterimakasih karna selama ini dia telah sayang padaku dan selalu menjagaku seperti adiknya sendiri dan 1 lagi katakan padanya jangan pernah menatap seseorang dengan tatapan tajam karna itu akan membuat semua orang takut dengannya hehehe

Dan untukmu oppa aku sangat-sangat berterima kasih untuk hari-hari yang kau berikan padaku selama ini . aku tau sekarang kau sedang menangis membaca surat ini tapi aku mohon berhentilah bukankah selama ini kau yg selalu menyuruhku berhenti menangis jika aku menagis . kau tak perlu takut aku akan selalu ada di sampingmu selamanya . dan kau harus tau saat kau baca surat ini aku sedang berdiri di sampingmu .

Saranghe oppa .

 

 

Kiss and hug

Kwon yoona

 

 

 

THE END