CHERRYBLOSSOMPOSTERFF

Title : [CHAPTER 1] CherryBlossom

Scipwriter : LyHope (@shaniadewi)

Main Cast :

–      Lee Chaerin

–      Kwon Jiyong

–      Choi Seunghyun

Support Cast :

–      Minzy

–      Park Bom

–      YB

–      Daesung

–      Seungri

–      Lee Hayi

Genre : romance, sad, friendship

Rating : PG-13

Length : continue

Disclaimer :

ANNYEONG!!!!!!!^^ @shaniadewi balik lagiiiiii ;D kali ini dengan pairing tercetar di hati saya, SKYDRAGON<33

Cerita ini murni buatan saya(terinspirasi dari filosofi bunga sakura) dan semua cast yang ada adalah milik Tuhan :33

Nah, sebelum anda mulai membaca ceritanya, saya ingatkan apabila ngga suka sama pairingnya, mendingan jangan dibaca yaa😉

Yasudah, selamat membaca!😉 plagiat dilarang keras *-*

Enjoy!

 

Aku selalu berharap kamulah bunga sakura yang Tuhan kirimkan kepadaku…

 

———

Chaerin’s POV

 

Jepang di malam hari. Dingin dan sunyi. Musim dingin ini sungguh menyiksaku. Mentari yang kusukai itu tak kunjung muncul. Bongkahan salju terhampar di sepanjang jalan. Ahh! Kapan sih musim dingin ini berakhir? Perapian yang panas itu tak cukup panas untuk menghangatkan tubuhku yang biasa mandi keringat. Untungnya, aku mempunyai seorang pria hangat. Dia hangat sekali. Biasanya, dia selalu memelukku ketika melihat wajah kesal gadisnya yang tandanya sedang kedinginan. Dipelukannya, tak peduli suhu dibawah minus berapa, aku akan tetap merasa hangat. Hm… Membayangkan badannya yang kekar, wajahnya yang tampan, tatapannya yang teduh, ah… Aku tersenyum kecil. Apakah dia bunga sakuraku?

“Chaerin-ah?”

Aku menoleh ke samping, mencari asal suara itu.

“WOAH!” aku berteriak dengan tatapan kaget ketika melihat wajah Seunghyun oppa tepat berada di pipi kananku.

Omoo… Aku menunduk malu, mencoba menutupi pipiku yang merona.

“Kenapa tadi kau senyum-senyum, hm?” tanya Seunghyun oppa sambil mencari remote TV di bawah bantal sofa yang sedang kami duduki.

“Hm… Tidak kok hehehe,” jawabku malu karena ketahuan.

“Ah. Jangan mencoba berbohong, Chaerin-ah. Aku selalu mengetahui isi kepalamu. I’m your man, remember?” ucapnya dengan tatapan menggodaku.

Aku mencoba menghindari tatapan mautnya dengan merapihkan rambutku yang sedikit berantakan.

“Jangan mencoba menghindari pembicaraan tentang kita, Lee Chaerin. Tadi itu… Kau memikirkanku, kan?” tembaknya cepat.

Pipiku kembali merona. Heung…

“Ah.. Hm.. Bisa dibilang begitu, oppa. Hehehe,” jawabku setelah beberapa saat diam.

Seunghyun oppa tersenyum mendengar pengakuanku. Dia pun merengkuhku ke dalam pelukannya dan mengusap surai keemasanku dengan lembut. Ah, nyaman sekali…

“Bagaimana kuliahmu, Chaerin-ah?” tanyanya kemudian.

“Berjalan baik, oppa. Hanya saja, tadi siang ada hal yang sangat mengangguku. Namun tak apalah. Mungkin memang aku yang keterlaluan,” ungkapku.

“Ada peristiwa apa, hm? Haruskah aku turun tangan?” tanyanya lagi.

“Ah! Tak usah, oppa! Tak perlu repot-repot! Memang menganggu, tapi tidak penting kok,” jawabku cepat ketika mendengar kata ‘turun tangan’ yang berarti kekerasan. Seunghyun oppa memang begitu. Dia dan teman-temannya sangat disegani di Athens College of Art, tempat kami berdua berkuliah.

“Baiklah. Tapi, apa sih hal yang menganggumu?” tanyanya ingin tahu.

Wajahku kembali mengkerut. Siang tadi…

*flashback*

“YAK! Apa maksudmu, heh?!” teriakku pada lelaki yang sengaja mendorongku kencang ke arah pepohonan yang menjulang tinggi di sekitar kampus. Dia sukses membuatku tersungkur, jatuh tepat di sekitar pepohonan yang tumbuh rapat itu. Tetapi, lelaki itu terus saja berjalan, mengabaikan teriakanku.

Aku mencoba mengejarnya. Tak peduli siapapun orang yang aku tabrak, aku terus berlari. Menuntut penjelasan. Lelaki itu juga terus berjalan, padahal aku sudah berteriak dengan suara terkencang yang aku miliki. Namun, pada akhirnya dia berhenti juga. Aku pun berada tepat di sampingnya dengan terengah-engah. Ketika aku ingin membuka mulut untuk menumpahkan amarahku, tiba-tiba…

“LEE CHAERIN!”

Sontak aku melihat sekeliling dan mencoba memahami sesuatu. Aku berada di ruangan yang dipenuhi kaca, di sudut ruangan ada barisan kursi panjang dan stereo lengkap, dan ada banyak temanku disini. Aku tersenyum ceria ketika melihat Gong Minji dan Dong Yongbae yang sepertinya sedang pemanasan. Mereka melotot kaget padaku. Ada apa sih?

“LEE CHAERIN!!!!!!”

Aku melompat mundur. Siapa sih pemilik suara yang begitu melengking itu? Aku pun membalikkan badan dan… mataku melotot. Kaget.

“Kau yang salah! Kenapa kau mengikutiku, huh?! Apa kau lupa bahwa ruangan tari hanya boleh digunakan oleh mahasiswa yang mengambil jurusan tari saat jam pelajaran?! Dasar bodoh!”

Aku mendesah kesal.

“Kau juga salah, Seungri-yaa! Kenapa kau sangat suka membuatku kesal, hah?! Pervert!” ucapku kasar, tak peduli dia lebih tua dariku.

Mendengarnya, Seungri malah meninggalkanku tanpa suara. Aku hanya bisa tersenyum pahit melihat ruang lukis yang tak kunjung bersih walaupun sudah dibersihkan sejak tadi. Hw……

*flashback end*

“Ah.. Bukan apa-apa, oppa. Tak usah khawatir. Aku masih bisa mengatasinya,” jawabku dengan senyum. Yeah.. Walaupun si Seungri itu sangat menyebalkan, aku takkan tega melihat wajahnya membiru karena Seunghyun oppa.

Melihat senyumku, Seunghyun oppa pun mengerti.

Oppa.. Mengapa akhir-akhir ini kau jarang sekali kulihat, hm?” tanyaku, mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

Mataku yang tajam menangkap wajahnya yang tiba-tiba menegang.

“Aku sibuk di perpustakaan, Chaerin-ah.. Miane..” ucapnya kaku.

Alis kananku terangkat. Mengapa namjachinguku menjadi sosok yang aneh begini?

“Ah… Aku lupa kau adalah petugas perpustakaan. Tak apa, oppa. Aku mengerti kau begitu sibuk. Semester juga akan berakhir. Wajar bila mahasiswa akhir sepertimu begitu sibuk sekarang ini,” ucapku.

Wajahnya kembali seperti semula. Ada apa sih?

Gomawo. Oh ya, mungkin untuk beberapa pekan ke depan aku juga takkan pulang. Aku harus mempersiapkan semuanya. Kau tahu itu. Orangtuaku menuntutku untuk mendapat nilai terbaik. Jadi tak apa bila aku terpaksa tidur di perpustakaan. Kau tak apa, kan? Apartemen kita memang terlalu besar untuk dirimu seorang, namun kupikir hanya beberapa saat saja, kok. Tak apa ya, sayang?”

Aku menatapnya lekat. Ada kesungguhan disana. Rasanya tak tega menolaknya hanya karena tak ada yang memelukku di beberapa malam setelah ini.

Ne. Tentu saja kau bisa mengandalkanku, oppa!” jawabku ceria.

“Baiklah. Sudah, ya? Aku harus tidur, besok aku harus berangkat pagi sekali. Nite, babe,” ucapnya sembari beranjak menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamarku. Aku menatap punggungnya.

Aku tahu dia lelah. Tapi, masa iya dia lupa memelukku? Dia itu berubah, ya?

———

GIMANA GIMANA? KKKK😄

DI CHAPTER SELANJUTNYA BAKAL LEBIH BANYAK PENJELASAN MENGENAI SIAPA SEBENARNYA SEUNGRI ITU DAN KENAPA DIA SELALU MENDEKATI CHAERIN DENGAN CARA YANG SANGAT MENYEBALKAN ITU HEHE

TRUS, KAPAN JIYONGNYA MUNCUL? JUST WAIT, K?

MASIH BIMBANG SIH, ENDINGNYA MAU SKYDRAGON/SKYTEMPO HUHU

RIRIN AJA KALI YA? KEKEKE

Bagi yang mau req ff silakan ke halaman request atau mention ke acc twitter saya, k?😉

Terimakasih telah meluangkan waktu berharga kalian untuk membaca dan mengomentari cerita kecil ini🙂

Saran dan kritik dari kalian akan sangat bermanfaat ^^ annyeong~!! :3