ilo

Author  : Niken Sulistya / Mrs. Jiyongie
Rating   : Untuk kalangan remaja, tidak untuk anak – anak. Apalagi Balita.😀

Genre    : Love, Friendship

Twitter  : @nikensulistya1

Facebook : Nicken Sulistya

Cast       :

                SANDARA PARK

                TAEYANG

              KWON JIYONG (G-DRAGON)

                 TEDDY

                 THUNDER MBLAQ

                 CHAERIN (CL)

           

Disclaim : Newbie Author | Fanfiction aku yang pertama, mian ya kalau jelek atau malah ga nyambung. Baru belajar…  tolong respect ya.. jangan lupa tinggalkan komentar dan saran membangunnya supaya bisa jadi author handal kaya author lainnya. JJ

Pagi ini Seoul sangat indah karena musim dinginnya, namun tidak untukku. Sekarang masih pukul 07:00 pagi. Seharusnya aku masih tidur karena semalam berpesta dengan sunbaenim dan juniroku di YG family, tapi mau tidak mau aku harus mengoyakkan tubuhku.

“Noona, kau tak makan dulu? Kenapa buru – buru sekali?”

“Aish Thunder, aku harus cepat ke kantor.”

“Wae? Kenapa sepagi ini?”

“Aku harus mengerjakan lagu duet Jiyong denganku”

“Jiyong hyung? Apa aku boleh ikut?”
“Aniya. Tidak perlu! Kau kan harus berlatih dengan member MBLAQ yang lain!”

“Ne. Araseo. Kau ingin berdua saja dengan Jiyong Hyung kan?” Haish, apa – apaan Thunder ini pagi – pagi sudah mencoba mengganggu kakaknya. Apa Thunder sudah terkena virus Daragon?

“Apa – apaan kau ini. Sudah aku pergi.”

“Hati – hatilah.”

Ku setir Range Roverku menuju hapjung dong. Angin di musim dingin ini menelusup di sela kaca mobilku cukup membuatku tergelitik dingin dengan balutan hoodyku. “Uhm.. udara dan suasana Seoul yang sangat indah.” gumamku sendirian. Ku putar beberapa musik diantaranya lagu – lagu dari sunbaeku seperti bigbang dan Jinu Sean.

“YG building nampak masih lengang hari ini, apa karena ini musim dingin lalu mereka bermalas – malasan? Aigoo!! Ah dasar. Jika tahu seperti ini aku bisa main – main dulu dengan Dadoong dan bisa sarapan dengan Thunder. Haish!” Gerutuku kesal pagi ini setelah tadi malam mendapat message untuk datang ke kantor lebih awal. Namja yang satu itu memang selalu ada – ada saja permintaannya.

“Dara Noona!” Aku kenal sekali suara siapa itu,. Itu suara Taeyang Bigbang yang sering di sapa Young bae oleh YG family.

“Hai, Tae! Kau sudah datang.”

“Iya, ada yang ingin ku kerjakan untuk album baruku. Kau sendiri?”

“Ini semua karena Jiyong!”

“Mwo? Jiyong?”

“Ne. Jiyong menyuruhku datang pagi sekali. Dia bilang hari ini harus selesai untuk record lagu duetnya denganku.”

“Oh, i see, tapi Jiyong tidak mungkin bisa bangun sepagi ini.”
“Mwo? sudah ku kira. Jiyong pasti tidak mungkin akan datang sepagi ini. Dasar!”

“Sebaiknya kita tunggu di studio saja. Aku juga ingin meminta pendapatmu tentang lagu baru yang kubuat.”

“Jeongmal?? baiklah. Kajja Taeyang.” Bukannya dengan Jiyong membahas lagu duetnya denganku, aku malah bersama Taeyang. Memang Jiyong selalu menyebalkan, tapi entah kenapa aku mengikuti saja. Jujur sejak pertama aku masuk sebagai trainee aku sudah mengaguminya. Mungkin itu sebabnya aku selalu ingin di dekatnya.

Ku susuri kantor YG yang masih lengang, yang terlihat sudah siap hanya cafetaria YG saja, memasuki lantai 3 tak kudapati seorangpun, biasanya Teddy sudah bertengger disana, tapi pagi ini tak nampak juga. Pria bertopi dan berhoody itu sepertinya masih tenggelam dilautan mimpi setelah selesai menggarap lagu baru Jiyong yang seabrek.

“Tae, tak adakah orang di kantor?”

“Entah, mungkin mereka masih tidur.”

“Aigooo”

“Dara Noona ini laguku. Apa pendapatmu?”

“Uhm, aku sudah membaca liriknya semalam. Teddy Oppa yang memberi tahuku. Aku suka lagu ini.

“Taeyang?” Tiba – tiba aku penasaran dengan lagu baru Taeyang

‘”Ne?”

“Kenapa judulnya i need a girl?”

“Just tittle. Jawab singkat pria yang fasih berbahasa inggris itu.

“Aaah, Noona apa kau mau menjadi model di laguku ini?”

“Mwo? Aku?! Aniya. Aku tidak bisa berperan dengan bagus!”

“Please Noona. Be my model in this song!” Taeyang tampak meminta kepadaku. Ahh, aku dilema antara mengiyakan atau tidak. Tapi kalau aku tolak aku tidak enak meningat namja ini sudah sering baik padaku.

“Oke, no problem.”

“Jadi kau mau menjadi modelnya?”

“Ne!”

“Terimakasih Dara!”

“Dara? Kenapa kau tak memanggilku noona lagi?”

“Aigoo, aku rasa kau tak pantas dipanggil noona. Badanmu terlalu kecil dan wajahmu terlalu imut.” Ah, lagi – lagi aku tidak jadi dipanggil noona. Taeyang sama seperti Jiyong. Jelas sama mereka kan sudah bersahabat lebih dari 12 tahun.

“Kalian sudah datang dari tadi?” tiba – tiba kami di kagetkan oleh suara empunya studio rekaman ini. Teddy Oppa nampak muncul dari pintu dengan air mineral ditangannya.

“Ah oppa, kau mengagetkan saja.”

“Ada yang kalian kerjakan?’

“Aku mencoba menyelesaikan laguku hyung, dan Dara menyelesaikan lagunya dengan Jiyong.”

“Aigoo! Dara, kau akan menunggu sangat lama. Jiyong akan terlambat ke kantor. Dia pasti belum bangun.”

“Gwaenchana! Aku akan menunggunya.”

“Ehm, Hyung! Dara akan menjadi model untuk laguku.”

“Benarkah? Wah, Sandara! Kau hebat sering menjadi model bersama member bigbang. Dilagu gummy kau dengan TOP, sekarang dengan Young Bae, lalu dengan Jiyong. Sepertinya mereka tertarik denganmu!” Aigoo, Teddy Oppa mulai lagi menggodaku dengan member bigbang.

“Oppa!”

“Ya baiklah, aku akan makan dulu. Begitu bangun aku sudah merasa lapar. Kalian lanjutkan saja ya.”

Akhirnya pergi juga Teddy Oppa. Ia selalu saja menggodaku dengan member Bigbang, ini membuatku canggung di depan Taeyang, namun aku lihat Taeyang santai – santai saja. Mungkin karena dia sudah sangat paham dengan sifat Teddy.

“Anyeong!”

“Jiyong? Kau baru datang?” teriak Taeyang yang duduk disebelahku melihat Jiyong masuk ke studio rekaman. Akhirnya datang juga dia, meski begitu nampak berantakan, wajar saja belakangan ini dia disibukkan dengan album barunya. Ia pasti lelah sekali. Kasihan Jiyong. Eh?! Apa – apaan aku ini menjadi perhatian dengannya.

“Darong! Mianhae. Aku terlambat.” Darong, sebutan itu tak pernah Jiyong tinggalkan. Selalu saja memanggilku dengan sebutan itu, sebutan nama yang entah dari mana dia dapat. Mungkin karena dia terlalu jenius.

“Ne, Gwaenchana Ji.”

“Young bae, apa kau datang bersama Dara noona?”

“Kita hanya berpapasan tadi. Kau keterlaluan membuatnya menunggu. Kau tampak pucat Ji. Sebaiknya kau banyak istirahat.”

“Young bae-ah! Kau selalu memperhatikanku ya?” Jiyong terus menggodai Taeyang sambil memeluknya erat dari belakang. Mereka berdua benar – benar sangat akrab. Seperti saudara.

Aku selalu suka jika melihat kedua namja ini bersama, ada saja tingkah mereka yang membuatku tersenyum sendiri.

Aku dan Jiyong kemudian melanjutkan recording lagu Hello bersama Teddy Oppa. ini adalah lagu yang diciptakan Jiyong sendiri, dan dia yang memintaku pribadi untuk duet sama seperti Taeyang. Kami bekerja dengan serius, tak jarang aku mencoba mencairkan suasana karena kasihan melihat namja kurus didepanku ini bekerja keras. Ini adalah kali pertama aku dan Jiyong sedekat ini. Pantas saja para gadis menggilainya, pria yang terkenal dengan nama G-Dragon ini memiliki wajah yang tampan, ia baik dan menyenangkan meski terlihat perfeksionis, tapi aku tahu perfeksionisnya hanya untuk pekerjaan selebihnya ia sangat santun kepada orang lain.

***********

Message from:

Jiyong Bigbang

“Hai Darong, lekas bersiap ya. Kita akan tampil sebentar lagi”

Jiyong mengirim pesan kepadaku. Padahal kita hanya beda ruang ganti. Hufffft.. aku gugup sekali akan tampil bersamanya. Ini kali pertama aku duet dengan Jiyong, artis paling fashionista yang digilai gadis – gadis di seluruh dunia. Ku pijat – pijat sendiri kepalaku untuk menghilangkan stress.

“Sandara!”

“Ah, Charein-ah. Kau mengagetkanku. Apa kau datang dengan bomie dan juga minzy?”

“Aniya. Mereka sedang sibuk. Aku datang dengan Taeyang.”

“Taeyang juga datang?”

“Tentu saja, ini kan perform sahabat sejatinya! Mereka pasti akan saling dukung.”

Message from:

Jiyong Bigbang

“Aku harap kita tidak mengecewakan DaraGon Noona.”

Hah? Apa? Jiyong mengakui kebearadaan DaraGon? Aku pikir ia tak akan suka dengan Fandom couple antara aku dan dia. Ternyata dia peduli juga.

“Ne Ji, mari kita tunjukkan kemampuan kita! Jiyong Fighting.”

Kini tiba saatnya penampilan Jiyong, aku masih menunggu giliranku untuk keluar.

Dan benar saja saat sudah bernyanyi bersamanya aku merasa senang dan tidak gugup lagi, Jiyong menggenggam tanganku, kita menari ke kanan dan ke kiri. Wajahnya bergitu sumringah, akupun menjadi rileks layaknya aku tampil dengan 2NE1.

Hello dodohan girl
Hello gwiyeoun girl
Hello hello

“Jeogi jamsimanyo say hello”

Jiyong menatapku dalam saat bagian terakhir lagu. Apa yang akan dia lakukan? Ah tidak, dia…

Jiyong menutupi wajahku dengan topinya. Dan itu tadi bibirnya? Dia menciumku? Apa yang tadi itu adalah Jiyong? Hampir saja aku tak mempercayai Jiyong akan melakukannya. Ini benar – bear di luar skenario saat rehearseal. Pasti sekarang wajahku merah. Aigooo, sekarang aku lebih gugup dari yang sebelumnya.

“Sandara, mianhae!”

“Mwo? Maaf untuk apa Ji?”

“Maaf karena telah menciummu tadi.”

“Ne, Gwaenchana.”

“Aku pulang dulu ya. Gomawo untuk hari ini. Aku senang sekali dapat satu panggung denganmu.”

“Ne, bye Jiyong.”

Aku melambaikan tangan dan Jiyongpun berlalu dengan Lamborgini putihnya. Ah, hari ini. Hampir tak percaya Jiyong menciumku sungguhan, tapi tidak mungkin itu ia lakukan dengan hati. Kembali aku masuk menyusuri YG building, berniat mengambil tasku di studio Teddy Oppa, namun didepan pintu aku bertemu Taeyang.

“Taeyang? Kau mau pulang?”

“Ne!” Taeyang berlalu tanpa kata, biasanya dia selalu mengajakku berbicara panjang lebar.

hanya itu saja jawabannya? Kenapa dia? Apa ada masalah, kenapa wajahnya bermuram durja seperti itu? Aku tengok ke dalam semua baik- baik saja. Teddy Oppa dan yang lainnya pun fine. Uhm ,entahlah. Aku lebih baik pulang saja.

***********

“Noona, lekaslah bangun. Bukannya hari ini kau ada syuting untuk video clipnya Taeyang Hyung?”

Pagi ini Thunder sudah berisik didepan pintu kamarku sambil mengetuknya keras, anak ini sudah seperti managerku saja. Tahu semua jadwalku.

“Ne. Aku sudah siap sedari tadi.” ku buka pintu kamar dan ku tenteng tanganku dipinggang.

“Hehehe… Noona. Jangan menenteng tanganmu seperti itu, itu tak baik. Lihat Dadoong takut.” gerutu Thunder sambil menggendong kucing kesayanganku seolah tahu apa yang akan ku lakukan.

“Kau tahu kan jika aku sudah berpose seperti ini?”

“Ne, aku akan berangkat latihan. Kalau nanti pulangmu larut biar aku jemput ya.”

“Ne, hati – hati ya!”

Thunder berlalu di balik pintu, suara mobilnya sudah terdengar gemuruh keluar dari halaman rumah. Akupun mengikuti mengambil alih mobilku menuju ke lokasi syuting. Kira – kira akan seperti apa ya nanti, dalam script yang ku baca sih aku akan dance dengan Taeyang dan Jiyong? Ah iya Jiyong juga akan ambil peran dalam video clip ini. Aish, kenapa aku memikirkan Jiyong?

“Sandara!! teriak Taeyang yang menghampiriku kemudian melingkarkan tangannnya dipundakku.

“Taeyang? Kau ceria sekali?”

“Benarkah? Ah, aku hanya tidak sabar saja ingin segera syuting dan selesai lalu laguku rilis.”

“Uhm, pasti semua VIP sudah tidak sabar menunggumu.”

Aku dan Taeyang terus berjalan bersama menuju lokasi syuting. Disana sudah nampak beberapa crew, ada se7en, appa YG dan juga ku lihat Jiyong datang lebih awal.

“Young bae-ah! Aku datang lebih awal kan? Darong? Kalian datang bersama?”

“Aniya, aku hanya bertemu didepan.” tandasku tak ingin Jiyong salah sangka bahwa aku telah datang bersama Taeyang.

“CUT!!!!”

Selesai sudah syuting video clipku dengan Taeyang, ini sama gugupnya saat aku harus satu panggung dengan Jiyong karena ada beberapa adegan mesra bersama Taeyang. Meski Taeyang tak pernah berpacaran, tapi dia bisa berlaku sangat manis kepada wanita. Hmm.

“Gomawo Dara! Sebagai tanda terimakasihku maukah kau ku ajak minum cappucino?”

“Hm, Boleh! Jiyong tidak ikut?” lagi – lagi aku mencari Jiyong, karena tiba tiba dia menghilang setelah syuting dan memeluk sahabat karibnya,Taeyang.

“Tidak, Jiyong sedang bersama Teddy Hyung, mungkin sedang membahas album.”

“Oh, mari pergi sekarang!”

aku dan Taeyangpun lantas melaju, dia dengan Black Marcedesnya dan aku dengan mobilku. Kami mampir disebuah kafe langganan Taeyang dan member Bigbang lainnya.

“Apa orang – orang akan memandang kita ini berkencan?” kenapa Taeyang bertanya seperti itu padaku? Tapi dia benar, orang – orang nampak melirik kami dari tadi.

“Aigooo, Taeyang!”
“Tapi aku tak peduli, biar saja mereka mengira kita berkencan. Aku suka digosipkan bersamamu.”

“Haish, kau ini.”

“Dara, semoga album pertamaku ini sukses ya!”

“Hm, tentu ini akan menjadi album pertamamu yang hebat. Young bae Fighting!”

“Kau memanggilku Young Bae?”

“Kenapa? Tidak boleh?”

“Ah, aniya. Boleh – boleh saja.

Malam ini menjadi malamku berdua dengan Taeyang, meski kita satu agency sangat jarang bisa mempunyai waktu untuk mengbrol seperti ini. Kami selalu disibukkan dengan kegiatan masing – masing. Taeyang memang sosok sahabat yang baik, meski aku lebih tua darinya tapi sikapnya bisa seperti kakak untukku. Namja ini sama seperti jiyong. Jiyong? Apa kabar dia? Apa masih di YG dengan seabrek tugasnya?

“Dara? Kau melamun?”

“Tidak Ji!”ooopsss.. apa aku bilang? Omo, kenapa aku bilang Ji?

“Ji? Jiyong yang kau maksud?”

“Ah, anniy Taeyang.”

“Uhm, sudah malam Dara. Kau pasti lelah. Mari segera pulang.”

Apa yang baru ku katakan tadi? Aduh jadi ketauan Taeyang kan kalau aku memikirkan Jiyong. Eottohke!!! Haish, ini sama sekali tidak lucu. Ini refleks yang sangat berlebih. Aku hanya bisa terdiam seprti tak terjadi apa – apa, Taeyangpun seperti tidak menyadarinya.

“Dara! Gomawo!” Taeyang turun dari mobil saat tiba dirumahku.

“Taeyang? Kau mengikutiku sampai rumah?”

“Ah, Mianhae. Aku lupa mengucapkan terimakasih, jadi aku ikuti saja.”

“Terimakasih untuk apa? Kan tadi sudah berterimakasih?”

“Ehm, Sandara. Ada yang ingin kusampaikan.” Tatapan taeyang berubah menjadi serius menembus manik mataku, cuaca dingin yang menyelimuti malampun, ikut menelusup di balik syal dan jaketku.

Apa yang akan disampaikan Taeyang? Kenapa pandangannya berbeda?

“Dara.. ” Taeyang memegang jemari jemariku. Kenapa menjadi berbeda seperti ini? Pandanganku yang tertuju pada jemariku kini berpaling memburu wajah tampannya, dan dia melepas tanganku kemudian membelakangiku.

“Sebenarnya. Sudah sejak lama. Saat kau masuk di YG. Entah mengapa diantara member 2NE1 aku sering mengamatimu, sering memperhatikanmu saat kita sedang bertemu.” Taeyang memutus perkataannya dan beralih duduk di kursi tepat dihalaman rumahku.

“Entah mengapa aku selalu ingin bertemu denganmu, melihatmu rasanya menyenangkan.” Taeyang kembali melanjutkan perkataannya. Aku yang ternganga mendengar penuturannya hanya diam dan mengikuti duduk disampingnya. “Pertama aku pikir ini hanya akan berlangsung sebentar, tapi ternyata sampai saat ini kebiasaan itu tak pernah bisa kuhindari.” Sesekali dia melihatku sebelum akhirnya ia menunduk memandangi jemarinya. Suasana menjadi hening, aku tak tahu harus memulai darimana untuk berbicara, lidahku rasanya kaku tak bisa bersuara.

“Hm, apa maksud dari ucapanmu Taeyang?”

“Aku menyukaimu Dara.” Taeyang kembali menggenggam satu tanganku, kedua tangannya menggenggam erat serasa menyapu hawa dingin. Aku hanya terdiam, aku tidak tahu harus berbicara bagaimana, pada kenyataannya aku hanya menganggapnya sahabat dan rekan kerja.

“Tapi, rasanya tak mungkin.” Taeyang kembali mengawali pembicaraan.

“Jiyong lebih menyukaimu daripada aku.” aku terhentak kaget mendengar ucapan Taeyang. Jiyong menyukaiku.

“Jiyong?”
“Ne, Jiyongpun sudah memperhatikanmu sejak lama. Itu sebabnya ia memilihmu sebagai teman duet dilagu barunya, dan itu juga alasan mengapa ia menciummu. Diam – diam Jiyong selalu browsing tentang fandom couple kalian, DaraGon. Ia akan tersenyum sendiri melihat berbagai fotonya dipasangkan denganmu.”

“Jadi Jiyong juga menyukaiku?”

“Benar, dan aku yakin kau juga menyukainya kan?” Bahkan Taeyang tahu jika aku selama ini menyukain Kwon Jiyong, sahabat karibnya selama 12 tahun ini. Kenapa seperti ini?

“Jadi kau mengetahuinya?”
“Iya. Mungkin sekarang ia belum punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Dara, jika kau juga menyukainya aku harap kau tak akan menyakitinya. Ia begitu terlihat angkuh dan cuek, namun hatinya ringkih.”

“Ne, aku tahu. Tapi Tae, aku sama sekali tidak menyangka bahwa kau sejak lama memeprhatikanku.”

“Itu karena kau memperhatikan Jiyong. Iya kan?” Taeyang mulai menggodaku sambil tersenyum kearahku. Aku sendiri sekarang tersipu malu, tapi aku lega Taeyang tidak marah padaku.

“Mianhae Tae, jika aku tidak bisa membalas perasaanmu.”

“Ne, tidak apa Dara. Aku mengerti. Lagipula kebahagiaan Jiyong lebih berarti bagiku. Mana mungkin aku akan menyukai gadis yang sama? Tidak! Aku tidak bisa melakukannya.”

“Kau sungguh namja yang baik, kau sungguh menyayangi Jiyong.”

“Ya, karena aku mengenalnya bukan baru saja, tapi sejak kecil.”

“Ne, araseo!”

“Baiklah, sudah malam. Sebaiknya kau istirahat pasti lelah sekali hari ini. Aku akan pulang.” taeyang beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke arah marcedesnya, pasti ia kecewa. Dengan sedikit ragu aku memanggilnya.

“Taeyang!” aku berlari ke arahnya dan memberikan sebuah pelukan kecil, ku pikir ini akan menengangkan sedikit perasaannya.

“Terimakasih. Untuk memahami hatiku.”

“Ya, jagalah Jiyong untukku.” aku melepaskan pelukannku dan Taeyang berlalu bersama angin malam yang dingin, mungkin sedingin itu pula perasaan yang ku berikan padanya. Maafkan aku Tae. I Love Your Friend