BUKANMILIKMULAGIPOSTERFF

Scipwriter : LyHope (@shaniadewi)

Main Cast :

–              Gong Minji

–              Kang Daesung

Support Cast :

–              Lee Chaerin

–              Kwon Jiyong

–              Park Bom

–              Sandara Park

–              Choi Seunghyun

Genre : sad, romance

Rating : PG-13

Length : oneshoot (1280 words kkk~ XD)

Disclaimer :

 

Annyeong~! @shaniadewi balik lagii~ kali ini dengan cast Dae-Min uyeaahh =D Saya DaeMin shipper loh:33 Siapa yang DaeMin  shipper juga?!! Wajib baca yaaa ^^)/

Fyi, ini adalah ff DaeMin pertama sayaaa ^^ alur cerita ini murni buatan saya, terinspirasi dari lagu Agnes Monica(Bukan Milikmu Lagi). Ada beberapa dari lirik lagunya  yang saya masukkan ke cerita ini ^^ hampir seperti songfic mungkin(?) terserah pada penilaian anda saja ^^

Nah, sebelum anda mulai membaca ceritanya, saya ingatkan apabila ngga suka sama pairingnya, mendingan jangan dibaca yaa😉

plagiat is not allowed, k?😉

Happy imagining~!

Enjoy! (:

 

Takkan pernah terhapus dan tak terlupakan dari dirimu…

Cintamu, kasih sayangmu, dan juga pengkhianatanmu…

 

———

 

Minzy’s POV

 

“Minji-ah, dia menyakitimu? Dia menyakitimu lagi?”

 

Aku menatap nanar wajahnya. Ekspresinya kaku, tersirat kebingungan disana. Akhir-akhir ini dia memang suka begitu. Tak tersenyum dan dingin. Chaerin unnie, miane.

 

“Minji-yaa~~ jawablah. Kami semua bingung menghadapi sikapmu yang seperti ini! Kau ini kenapa, sih?”

 

Aku memalingkan muka. Ini pertama kalinya aku bersikap tak sopan kepada unnie-unnieku. Dara unn, jeongmal mianheyo.

 

“Aish, sudahlah. Magnae kita telah dewasa. Biarkan dia menyelesaikan masalahnya sendiri. Berilah dia kepercayaan.”

 

Aku menghela napas panjang. Selalu saja begini. Pertengkaran kecil selalu saja menyelimuti dorm kami. Setidaknya sejak sikapku berubah. Sebelumnya kami selalu kompak dan saling mengerti. Unnideul, mian…

 

“Aku tahu dia telah dewasa. Bahkan, saat dia masih berumur 16 tahun, aku sudah menganggapnya sebagai wanita dewasa. Sejak kita debut, aku sudah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada dia. Namun, ini berbeda unn! Minji yang selalu ceria tiba-tiba menjadi murung seperti ini. Minji yang penuh semangat tiba-tiba menjadi orang lain. Ini sudah berlangsung lebih dari sebulan, unn! Sebagai leader sekaligus unnienya, aku tak bisa diam saja! Aku khawatir padanya!” suara Chaerin unnie terdengar bergetar di telingaku.

 

“Chaerin-ah, tenanglah. Aku mengerti perasaanmu. Beri dia waktu. Ayo, kita ke ruang latihan,” ajak Bom unnie seraya bergegas. Dara unnie mengikutinya. Namun, Chaerin unnie tetap di tempatnya. Dia menatapku, aku tahu itu. Aku tak berani menatap mata kucingnya. Aku hanya bisa menunduk.

 

“Minji-ah. Apabila karena seorang Kang Daesung kau menjadi seperti ini, maka kau harus membuka matamu. Jalanmu masih sangat panjang dan terlalu sia-sia untuk jalan di tempat seperti ini. Jangan lakukan kesalahan yang sama seperti diriku, Minji.”

 

“Unnie, kau dan Jiyong oppa?” aku menatapnya takut-takut.

 

“Semuanya sudah berakhir,” ucapnya lalu bergegas pergi.

 

Aku menatapnya sedih.

 

“Minji-ah, untuk mencapai suatu hal, selalu saja ada yang harus kita korbankan. Namun, saat kita sudah menggapai semua mimpi kita, apa yang harus menjadi milik kita pasti akan kembali pada kita. Sekarang, yang terpenting adalah bekerja keras untuk menggapai mimpi-mimpimu, Minji,” ucap Chaerin unnie di ambang pintu lalu pergi meninggalkanku.

 

Aku tersadar. Apa yang dikatakan Chaerin unnie memang benar. Kini, aku tahu apa yang harus kulakukan.

 

Kau takkan bisa jadikan diriku seperti yang kau mau…

Karena diriku bukan milikmu!

 

———

 

Aku pergi meninggalkan dirinya, cintanya, dan seluruh mimpinya…

Oh Tuhan, aku menyesal…

 

Daesung’s POV

 

“Daesung-ah, kau menyakitinya? Kau menyakitinya lagi?”

 

Aku hanya bisa menunduk. Lidahku terasa kelu. Aku tak tahu harus berbuat apa. Ingin rasanya menangis, namun pandangan tajam dari Jiyong hyung dan Seunghyun hyung menyurutkan niatku.

 

“Kenapa, Daesung-ah? Kenapa?! Kenapa kau melakukan kesalahan yang sama sepertiku?!”

 

Aku mengangkat wajah. Buliran air mata itu ada.

 

“Jiyong hyung…

 

Tokk! T okk!

 

Jiyong hyung memalingkan wajahnya. Seunghyun hyung tetap bersandar di sofa, sepertinya sedang mencoba berpikir bagaimana harus menghukumku nanti. Aku pun bergegas menuju pintu dan membuka pintu.

 

“Annyeonghaseyo…” aku terbelalak mendengar suara itu. Suara itu… Gong Minji.

 

“Minji?”

 

“Annyeong, oppa,” sapanya ceria. Aku mencoba mengatasi keadaan. Mencoba menikmati dentuman jantungku yang selalu begini setiap bertemu dengannya.

 

“Minji-yaa~ soal yeoja-yeoja itu, aku…

 

“Aniya, oppa. Tak usah membicarakan hal itu lagi. Boleh aku masuk?” ucapnya dengan senyum.

 

Blushhhhh…

 

Entah kenapa wajahku mendadak merona saat melihat senyumannya.

 

Aku selalu kehilangan pesona di hadapannya. Hanya di hadapannya.

 

“Oppa? Kenapa wajahmu berubah menjadi semerah lipstikku? Hahaha,” candanya. Sekilas aku melihat bibir manisnya dan dentuman itu semakin cepat. Gong Minji, kau ini…

 

Dia mendorong pelan dadaku dan bergegas masuk. Aku mengikutinya sambil bertanya-tanya dalam hati. Apakah secepat itu dia menghapus luka pedih di hatinya?

 

Dia tak menghiraukan Jiyong oppa dan Seunghyun oppa yang membelalak ketika melihat kedatangannya. Dia terus bergegas menuju kamarku. Mau apa gadis ini?

 

“Foto-foto ini….” ucapnya saat melihat meja kecilku. Memang penuh dengan foto-foto kami. Aku tersenyum kecil.

 

“Kenapa? Apakah salah apabila seorang pria memajang fotonya dan yeojachingunya?” tanyaku lembut.

 

“Oppa…” ucapnya dengan nada serius yang membuatku menatap mata hitamnya. Mencoba mencari apa yang sedang dipikirkannya. Namun, hal itu gagal. Sebelum Gong Minji, wanita adalah makhluk yang mudah ditebak.

 

“Hm?”

 

“Semua foto ini harus hilang…” alisku terangkat mendengarnya.

 

“Maksudmu?” tanyaku bingung.

 

“Aku tahu bahwa waktu berjalan dengan sangat cepat dan aku tidak akan mendapatkan apa-apa apabila aku tidak berjalan cepat. Waktu, gairah, dan upaya adalah hal yang penting untuk dapat mecapai tujuan. Chaerin unnie benar. Aku harus membuka mata. Sekarang, yang terpenting adalah bekerja keras untuk menggapai semua impian. Aku tak mau berjalan di tempat. Jadi, aku telah mengambil sebuah keputusan, oppa. Keputusan yang sangat besar dalam hidupku.”

 

Aku tak mau mendengar perkataan selanjutnya. Minji, aku mohon. Jangan, Minji…

 

“Hubungan kita sampai disini saja, oppa…”

 

Itukah keputusannya?

 

“Aku bisa bekerja keras tanpa harus memusingkan sikapmu dan kau bisa menjalani hidupmu dengan bebas bersama para yeoja itu tanpa terbebani oleh ocehanku. Itu lebih baik, kan?” ucapnya. Aku melihat kebahagiaan tersirat di wajah manisnya.

 

Namun, aku tak siap kehilangannya. Semudah itukah dia melupakan 3 tahun itu? Atau sekuat itukah sebuah luka menghapus semuanya?

 

“Minji…” ucapku lirih.

 

“Semuanya sudah berakhir, oppa…”

 

Ucapannya seperti angin bebas di telingaku. Aku pun tak mendapati sosoknya di hadapanku. Kang Daesung, ini semua memang kesalahanmu.

 

Semuanya telah lepas dari genggamanku…

 

Minzy’s POV

 

Menjadi milikmu adalah kebahagiaan bagiku…

Namun, tatkala diriku tak lagi menjadi milikmu, maka itulah kebahagiaan yang lain…

 

Hatiku bernyanyi riang. Entah kenapa, semua beban itu hilang tak berbekas. Aku siap bertemu dengan unnie-unnieku dan memeluk mereka dengan ceria. Minji yang dulu telah kembali…

 

“Minji?” aku menoleh. Ah, Jiyong oppa. Pria yang telah melukai hati Chaerin unnie.

 

Lukanya lebih menyakitkan dari lukaku…

 

“Jiyong oppa?”

 

“Maafkan dia, ne? Dia memang sangat bodoh.” Aku melihat perasaan bersalah di wajahnya. Tiba-tiba, wajah pilu Chaerin unnie terbayang di benakku.

 

“Chaerin unnie benar-benar mengambil keputusan yang tepat.”

 

“Ap-Ap-Apa?!”

 

Aku terkekeh melihatnya salah tingkah begitu.

 

“Kau tahu hubunganku dengan Chaerin?”

 

“Tidak.”

 

“Lalu?”

 

“Yang aku tahu, Chaerin unnie telah mengambil keputusan yang tepat.”

 

“Maksudmu?”

 

“Dia telah mengambil keputusan yang tepat untuk mengakhiri semuanya…”

 

Takkan pernah kusesali dan kuragukan keputusan ini.

Sebab hidup takkan berhenti sampai disini, hanya karena dirimu…

 

———

 

Daesung’s POV

 

Kenangan. Penyesalan.

 

Aku memandangi semuanya. Saat aku dan Minji di hari debut 2NE1, saat aku dan Minji di YG Family Concert, saat aku dan Minji di taman belakang, saat aku dan Minji sedang makan di kios Yeolbong milik SE7EN hyung, saat aku dan Minji berlatih bersama, saat aku dan Minji merayakan hari jadi kami, semuanya. Hanya aku dan dia.

Kini, semua foto ini harus hilang…

Aku mulai melepaskan foto-foto ini dari bingkainya. Terasa sakit.

 

Prakk!

 

Kaca salah satu bingkai pecah karena tangan kananku tak sengaja menggesernya.

Aku membaliknya. Ahh, foto saat Minji mencium pipi kananku. Aku tersenyum kecil melihat kenangan itu. Yaa, itu hanya kenangan.

Ada yang aneh memang. Foto ini terlihat lebih tebal. Aku melepaskan foto itu dari bingkai dan menemukan sebuah lipatan kertas.

 

Kertas apa ini?

 

Aku membuka lipatannya dan mulai mencerna satu persatu huruf yang ada di dalamnya. Ini tulisan Minji.

 

 

Teruntuk : Daesung oppa ~

 

Annyeong oppa~! ^^ saat kau membaca ini, aku pastikan keadaanmu sangat berantakan~!! Hehe

Oppa, semua kenangan ini memang harus hilang. Percayalah, semuanya harus hilang! ^^ memang berat untukmu dan untukku. Tapi, aku pikir semuanya akan menjadi lebih baik. Semoga.

Aku mau mengejar semua mimpiku, oppa. Doakan, ya! Aku akan membelikanmu satu set doraemon dari Jepang saat aku dan unnie-unnie konser disana ^^ tunggu saja yaa ~

Nah, oppa, aku sangat sayang padamu. Sangat sayang! ^^ karena itu, aku ingin kita bahagia, baik bersama ataupun tidak^^ seperti apa nantinya, aku juga tidak tahu. Biarkan semuanya berjalan saja, ya? Aku tak mau terburu-buru menyimpulkan kisah kita hihi ^^

Daesung oppa, semuanya sudah berakhir. Sudah berakhir. Namun, tak usah terlalu sedih yaa ^^ aku ingin kau bahagia oppa~ berbahagialah walapun aku tak lagi disampingmu😉

Hm… aku sungguh berat menuliskan kata-kata dibawah ini, namun aku tetap berjuang untuk menuliskannya hehe ^^

 

 

Kang Daesung, ku bukan milikmu lagi.

 

Tertanda,

Gong Minji

 

 

Aku menatap bayanganku di cermin. Buliran air mata itu ada.

 

 

END-

 

 

Woahhhhhh~~ akhirnya selesai jugaaaaaaa ;D sekedar info, saya buat cerita ini di hari Minggu, tepat sehari sebelum Ujian Sekolah😄

Nah, gimana gimana?😄 maaf yaa harus sedih gini endingnya. Sengaja sih, pengen bikin DaeMin shipper nangis~kkkk maaf juga ya harus bikin si Daesung menderita giniii~ entah kenapa yang terketik seperti itu hehe😄 disini ada skydragon couple loh :3 planningnya sih, saya mau bikin sekuel masa lalu mereka ~ bagaimana seorang Jiyong melukai Chaerin dan Chaerin mengakhiri semuanya.. just wait, k?😉

Bagi yang mau req ff silakan ke halaman request atau mention ke acc twitter saya, k?😉

Terimakasih telah meluangkan waktu berharga kalian untuk membaca dan mengomentari cerita kecil ini🙂

Saran dan kritik dari kalian akan sangat bermanfaat ^^ annyeong~!! :3