CLICHè

CLIK

A fanfic by vAither

 

Character        :           Sandara Park (2NE1’s Dara)

                                    Choi Seung-Hyun (BIGBANG’s T.O.P)

                                    Kwon Ji-Yong (BIGBANG’s G-Dragon)

                                    (ANDOTHER YG FAMILY)

 

Rating              :           K+ – T (PG 13)

 

Genre              :           Friendship

And (Maybe) Romance

I hope it has a lil bit Humor XP

 

Warning          :           EYD, Cliche (yah sesuai sama judul), OOC, Gaje Berat!!

 

 

Kita ambil scene di akhir tahun 2012

 

 

CLICHè

First Chapter

 

HAPPY READING

CLICHè

Nobody’s PoV

 

 

BIGBANG baru saja mengakhiri konser mereka yang diadakan di Tokyo Dome, sebuah stadion paling bergengsi di Jepang. Tur dunia ini tentu saja menjadi tur yang tak mudah untuk dilupakan. Mereka sama sekali tidak percaya ketika menyadari ada banyak sekali orang yang mencintai mereka dari seluruh penjuru dunia. Padahal dari 6 tahun berkarir di dunia mereka hanya mengadakan konser di Korea dan Jepang.

 

Benar-benar sulit dipercaya ketika para penonton dari seluruh dunia itu ikut bernyanyi dengan bahasa korea.

 

Dan hal yang paling menyenangkan saat konser telah berakhir adalah…

 

AFTER PARTY!!!

 

Itu adalah hal yang tak mungkin mereka lewati, kecuali si tertua, Choi Seung-Hyun. Sang Hyung ini beberapa kali menolak after party dengan alasan yang sama. Kecapaian. Ah bukan karena ia telah berumur.

 

Tetapi, akhir-akhir ini ia memiliki banyak kegiatan. Coba bayangkan, pada hari Senin hingga Jum’at ia shooting dari dini hari hingga malam hari. Di akhir pekan, Sabtu dan Minggu ada konser BIGBANG ke seluruh dunia. Hampir tak ada waktu untuk beristirahat baginya.

 

Maka dari itu, sehabis konser ia menghabiskan waktunya dengan tertidur di hotel atau membaca naskah film terbarunya, THE COMMITMENT.

 

Tapi entah mengapa saat ini ia mengiyakan undangan after party (walau dengan sedikit paksaan dari anggota BIGBANG lainnya). Mereka sebelumnya telah membooking klub ternama di Tokyo.

 

Seperti biasa, Ji-Yong membuka pesta ini dengan sambutan singkat. Namun ketika orang-orang lainnya bersenang-senang merayakan pesta. Sang Hyung, Choi Seung-Hyun terduduk di sofa dengan tangan kiri yang ia gunakan untuk menopang kepalanya yang terasa berat. Bahkan berulang kali kepalanya terantuk-antuk sangat terlihat bahwa ia memang sangat amat kelelahan.

 

“HYUNG!!” Seungri berucap dan sukses membuat Seung-Hyun menatapnya walau hanya dengan sebuah lirikan.

 

“Ayolah, Hyung. Nikmati pestanya! Alkohol, gadis-gadis cantik, musik yang seru. Coba, apalagi yang kurang dari tempat ini, Hyung?” tanya Seungri sebelum menyodorkan red wine

pada Seung-Hyun.

 

Seung-Hyun menerima gelas berisi redwine itu, “Yang kurang dari tempat ini? Tempat tidur kurasa.” Jawab Seung-Hyun sekenanya.

 

Ucapan Seung-Hyun barusan membuat Seungri sedikit bergidik. Ia menahan tawanya. “Tak kusangka, ternyata Hyung…”

 

“Hentikan otak mesummu itu, aku tak semesum dirimu, tahu! Maksudku, aku hanya ingin tidur. T-I-D—“

 

“Seung-Hyun!!!” ucapan Seung-Hyun terpotong oleh suara wanita yang memanggil namanya. Hal ini memaksanya (serta Seungri, yang memiliki nama yang sama) menoleh ke sumber suara.

 

Dan Ta-dang!!!

 

Mata Seung-Hyun terfokus pada objek di hadapannya, Sandara Park. Yang selalu datang dengan membawa kejutan setiap waktu.

 

“Noona!!! Wah kau datang jauh-jauh dari Korea? Kenapa tidak mengabariku kalau kau mau datang?” Seungri segera menghampiri Dara sebelum ia menjabat tangan mungil Dara. ‘Tipikal Seungri…’

 

Dan saat itu Seung-Hyun menyadari bukan ialah yang Dara panggil melainkan Seungri. Matanya menatap malas Seungri dan Dara yang sedang asyik mengobrol seolah-olah melupakan keberadaannya.

 

Detik berikutnya Seung-Hyun mendapati Dara duduk berhadapan dengannya atas perintah Lee Sajangnim (A.K.A Seungri). “Annyeonghaseyo, Seung-Hyun-sshi.” Dara memberikan senyum tulus miliknya terhadap Seung-Hyun ketika ia memberi salam. Namun hanya dibalas Seung-Hyun dengan anggukan singkat.

 

Dan seperti biasanya suasana di sekitar merekapun berubah canggung, sebelum…

 

“NOONA!!!” Panggil Keempat anggota BIGBANG lainnya.

 

Dari sudut matanya, Seung-Hyun dapat melihat rona merah pada pipi Dara ketika ia melihat Ji-Yong. Hal tersebut membuat Seung-Hyun menghela nafas berat.

 

‘Sandara Park and her stupid feeling,’ pikirnya.

 

Tapi sepertinya Seung-Hyun harus berterimakasih pada Sandara Park yang sukses menyerap rasa kantuknya dalam sekejap.

 

CLICHè

Nobody’s PoV

 

Lama… Lama… Lama… Kemudian.

 

Alkohol telah mereka hirup layaknya air. Dan saat ini, kita bisa melihat sisi lain dari para anggota BIGBANG (minus Seung-Hyun dan Ji-Yong).

 

Kita mulai dari Dae-Sung yang telah mabuk dan berucap kata-kata yang aneh serta tidak jelas. Lain halnya dengan Young-Bae dan Seungri yang sedang asyik meliukan badan mereka mengikuti alunan suara musik. Dan bahkan Young-Bae saat ini tengah berpole-dancing ria.

 

Sementara itu, Seung-Hyun dan Dara yang memiliki toleransi yang tinggi terhadap alkohol masih tetap pada posisi mereka, tanpa ada perubahan sama sekali.

 

Dara sesekali terlihat menggeliat di atas sofa yang ia duduki.

 

Mengingat ia duduk dengan seseorang yang tak dekat dengannya hal tersebut sangatlah wajar dan bisa dimaklumi. Saat ini ia pasti merasa sangat tidak nyaman dan juga salah tempat.

 

Anggota 2ne1 yang lainnya tidak ada yang datang ke tempat ini, setidaknya ia harus mengajak Chae-Rin yang notabene anggota 2ne1 yang paling dekat dengan BIGBANG.

 

Apa alasan ia datang ke tempat ini sebenarnya? Pertanyaan itu terngiang di pikiran Seung-Hyun berulang kali. Tapi ia terlalu sungkan untuk menanyakannya kepada Sandara Park.

 

Sandara Park, dia benar-benar gadis kecil yang amat menarik. Hanya saja ia belum tahu bahwa akan ada hal yang membuatnya sangat terkejut.

 

Kau benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi saat ini bukan? Gadis kecil, Sandara Park.

 

SYUT~

 

Secara tiba-tiba alunan musik dansa berhenti diikuti lampu yang menyoroti lantai dansa yang meredup. Semua tamu pestapun terkejut akibat peristiwa tersebut termasuk anggota BIGBANG dan Sandara Park.

 

“Yo.” Suara yang familiar terdengar. “Maaf sebelumnya telah menginterupsi acara kalian sejenak. Tapi, saya jamin kalian semua tidak akan menyesal setelah ini.” Itu ternyata adalah suara salah satu kwon twins (YG’s Dancer)

 

“Okay, saya persilahkan…”

 

“G-DRAGON!!”

 

Lampu-lampu menyoroti sesorang yang berdiri di balik peralatan DJ. Seseorang itu tak lain tak bukan adalah Ji-Yong, rupanya ia akan menjadi DJ sebagai kejutan pesta malam ini.

 

Dentuman beat musik mulai terdengar perlahan. “Okay! Are you ready?” teriak ji-Yong pada tamu pesta.

 

“READY!!”

 

Dan dimulailah atraksi ji-Yong malam ini.

 

CLICHè

T.O.P’s PoV

 

Selama lima menit Ji-Yong memulai atraksinya pandangan mata si gadis bodoh itu hanya tertuju pada Tuan Kwon yang agung. Ia terus memandanginya seolah Ji-Yong adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

 

Kalian tahu bahkan hanya dengan memandangi sikap polos Sandara Park itu merupakan hiburan tersendiri bagiku.

 

Tapi kemudian ia mengalihkan pandangannya dari Tuan Kwon dan malah menatapi kedua tangan kecilnya yang saling bertautan di atas pahanya. Akupun melihat objek perhatiannya yang sebelumnya.

 

Kwon Ji-Yong yang sedang sibuk me-DJ dikelilingi gadis-gadis terlihat ada 6 orang gadis yang mengelilinginya. Ada yang bergerak meliukkan badannya adapula yang malah terang-terangan menggodanya dengan menempelkan badannya pada badan Ji-Yong sembari menari. Tetapi Ji-Yong tetap me-DJ dan malah terlihat mencueki gadis-gadis itu.

 

Ah, itu pemandangan yang biasa saat After party. Tapi mungkin tidak biasa untuk Sandara Park.

 

Aku kembali melihat Dara yang saat ini semakin bergerak dengan gelisah di atas sofa.

 

Aku benar-benar tidak tahan melihatnya tidak nyaman di tempat ini!

 

 

CLICHè

Nobody’s PoV

 

Tuan TOP perlahan bangkit dari sofa tempat ia duduk dan bergerak menghampiri Sandara Park, meraih pergelangan tangannya dan menariknya (lebih tepatnya menyeret) keluar dari dalam klub.

 

Dara memandangi Seung-Hyun dengan pandangan tak terima, ia yang saat ini berada di belakang Seung-Hyun tak mampu melepaskan tangannya dari genggaman Seung-Hyun yang kuat. Walaupun Seung-Hyun memenggenggam tangan Dara dengan erat dan kuat tetapi Dara tidak merasa sakit.

 

Hanya saja, di genggam begitu dengan orang asing (menurut Dara Seung-Hyun adalah orang asing, jangan samakan dengan Bom yang berkata Seung-Hyun adalah mahluk asing *Alien*) membuat Dara merasa sangat panik. ‘Apa ia akan mengusirku keluar dari klub itu?’ pikirnya.

 

“T-Tunggu!!” Dara berusaha untuk menghentikan langkah Seung-Hyun. “Kemana kau akan membawaku, Seung-Hyun-sshi?” tanyanya.

 

Usaha Dara tidak sia-sia, pada akhirnya Seung-Hyun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arahnya. “Keluar dari tempat ini, kau akan kembali ke hotel, lalu pergi ke alam mimpi.” Jawabnya.

 

“Apa?! Yah! Bahkan aku belum pamit…” ucap Dara sambil melihat ke arah belakang.

 

Seung-Hyun melepaskan genggaman tangannya. “Aku ragu mereka akan menyadarinya.” Seung-Hyun menyilangkan kedua tangannya di depan dada. “Lagipula ada urusan apa kau datang kemari?” tanyanya tidak sabaran.

 

“Aku disini untuk memberi selamat pada BIGBANG yang sudah sukses melaksanakan konser di Tokyo Dome,” jawabnya sambil menatap lurus ke arah Seung-Hyun.

 

“Cih, benarkah? Bukannya kau ada disini untuk mengejar-ngejar Ji-Yong dengan perasaan bodohmu itu?” sindir Seung-Hyun sinis.

 

“Aku disini untuk memberi selamat pada BIGBANG kok…” jawab Dara dengan suara yang melemah, mata berair, serta bibir yang bergetar.

 

GOD! Seung-Hyun lihat perbuatanmu!!! Kau membuat Dara hampir menangis!!!

 

Dara menundukan kepalanya dan mengusap airmatanya menggunakan punggung tangannya.

 

Wah, Seung-Hyun-sshi kau sukses membuat Sandara Park menangis.

 

“Memang Kenapa? Kenapa kau berucap seolah-olah mencemaskanku?” tanya Dara dengan suara yang bergetar serta isakan pelan.

 

Dara memandangnya dengan mata yang masih berair namun menyiratkan rasa ingin tahu yang mendalam sebelum kembali tertunduk. Dan Seung-Hyun sudah tahu harus menjawab pertanyaan Dara dengan jawaban yang sejujurnya.

 

“Itu karena aku memiliki kakak perempuan,” ia berucap dengan suara pelan membuat Dara penasaran dengan perubahan nada suara Seung-Hyun.

 

“Dan setiap kali aku selalu membayangkannya melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan, melemparkan dirimu kepada pria yang bahkan tidak memiliki ketertarikan padamu. Tapi dengan keras kepala kau tetap mengikutinya selayaknya anak anjing. Hal itu benar-benar membuatku muak!”

 

Sandara Park menghentikan isakannya. Ia mendongak untuk melihat wajah Seung-Hyun. Melihat wajah Seung-Hyun dengan rahangnya yang menegang serta mata yang menyiratkan kemarahan serta dendam yang mendalam.

 

Seketika itu juga Dara merasa ia akan menangis untuk kedua kalinya…

 

Dan benar saja…

 

“Whoaaa…” Darapun menangis dengan intensitas suara yang amat keras.

 

To Be Continued

 


Kependekan gak? Hehe sorry otak saya udah stucknya sampe situ doang

 

Makasih yang udah ngebaca dan ngecomment prologue(KAMSHAMNIDA EVERYBODY)

 

Dan bagi orang yang ngebaca chap 1 ini bahkan ngecomment-in MAKASIH BANYAK YAH!!!

 

Oh iya nanti kalau cerita ini tamat saya akan buat one-shoot dari interview dan juga dari photo-photo gitu…

 

Jadi jangan bosan-bosan dengan saya oke?

 

Last words…

 

Tell Me What Is Right

And What Is Left Kkk (Wrong Maksudnya)