CHOCO RIRITitle : Choco Ice Cream [Met Her]

Casts : Lee Seung Ri — Hara [OC]

Genre/Rate/Length : Slice of life — comedy/SU (mungkin)/Chaptered

Author : chanyb

Disclaimer : Apapun itu hanya milik Tuhan YME

======

Baik dewa maupun iblis barangkali menaruh dendam pada Ri, karena dalam kehidupannya, setelah masalah selalu saja ada masalah lain yang selalu siap sedia menghadangnya. Saat hendak terjun bebas dari atap gedung pun, ia justru tergelincir genangan air hingga terjatuh dengan kepala mendarat terlebih dahulu. Dia bahkan belum sempat mencapai dinding pembatas, tetapi tadi hampir saja ia mengalami gegar otak.

Bagaimana kalau ia mengalami amnesia lalu melupakan niat bunuh dirinya? Bisa gawat, kan? Bagi Ri, otak berceceran disertai patah mematah di sana-sini lebih baik ketimbang menjalani kehidupan dia yang sekarang. Dia tidak percaya dengan omong kosong yang mengatakan bila kegagalan adalah keberhasilan tertunda. Bagi Ri jika ia gagal, semuanya berakhir. Sama saja menjadi manusia tak berguna. Tak berguna bagi Ayahnya dan akan selalu dibanding-bandingkan dengan sang kakak. “Contoh kakakmu… lihat kakakmu… kakakmu ini… kakakmu itu…” Atau terkadang cercaan yang sering ia terima dari pria paro baya itu adalah, “Bagaimana mungkin kau bisa berhasil, bila sebagai manusia saja kau sudah gagal! apa sih yang kau bisa?” dan sebagainya dan sebagainya.

Ayahnya mengulang-ulang kata yang sama setiap kali ia gagal. Ayolah, seumur hidup Ri sudah menelan pil kekecewaan berulang-ulang hingga termuntah-muntah. Sampai saat ini ia telah gagal memasuki Universitas kenamaan, gagal enam kali dalam tes PNS, ditolak berbagai perusahaan dan saat berhasil mendapat pekerjaan sebagai staff magang bagian pemasaran di salah satu perusahaan…, ia malah di PHK ketika baru bekerja setengah tahun. Dan dua minggu lalu dia baru saja diputuskan sang pacar, lengkaplah sudah penderitaannya sebagai pria yang menginjak akhir dua puluhan. Padahal Ri rela memberikan seluruh isi perutnya demi wanita mata duitan itu…,

akan tetapi apa yang wanita itu katakan? “Sebenarnya, aku menyukai lelaki lain….”

Tak ada petir di siang bolong seperti yang orang-orang bilang dan Ri tak begitu penasaran akan bentuk langit bolong dengan petir di tengahnya itu bagaimana sebenarnya. Satu-satunya hal yang ia rasakan adalah perasaan ketar-ketir di ujung lidah juga nyut-nyut tak menentu di dadanya. Jika pacarnya, bukan seorang wanita mungkin Ri sudah berteriak, “Dasar kecebong hanyut, sempak neraka kaupikir aku….” Sebagaimana yang sering ia teriakkan ketika emosinya memuncak. Tapi waktu itu, ia malah diam selagi hatinya merutuk, sakitnya tuh di sini! Berulang-ulang. Apalagi setelah Ri mendengar nama kakaknya disebut perlahan oleh wanita… entah dari spesies mana mantannya tersebut.

Jelas, kakaknya Ri memang lebih tampan rupawan serta dompetnya lebih menyilaukan ketimbang dirinya. Akan tetapi, cinta wanita itu tentu saja ditolak secara halus oleh sang kakak karena kakaknya telah memiliki pacar. Tampan berotot pula. Horor, kan? Ri baru mengetahuinya seminggu lewat, sudah barang tentu ia senang bukan kepalang waktu mengetahui aib tersebut. Oke setidaknya ia, tidak gagal-gagal amat sebagai seorang pria normal. Kurang dari sejam kemudian, Ri menerima kabar bahwa ia termasuk salah satu karyawan yang terkena PHK. Dan ia makin yakin bahwa dewa ataupun iblis benar-benar menaruh dendam padanya ketika ayah yang selalu memakinya meninggal akibat serangan jantung seusai anak kebanggaannya mengaku bahwa dia maho.

Maka, di sanalah Ri sekarang terduduk lesu sambil menyeka darah dari hidungnya. “Tak adakah hal baik yang terjadi dalam hidupku?” Barangkali yang ia butuhkan sekarang hanyalah uluran tangan seseorang, yang tak akan menanyakan apapun padanya.

“Om sudah kelar nangisnya? Kita makan yuk, Hara mau eskrim.”

“Ini lagi, am om am om… nama panggilanku Ri. Cukup Ri tak perlu ditambah om.” geramnya, selagi menerima uluran tangan lawan bicara. Seorang bocah berumur enam tahun bernama Hana. Untuk sementara, Ri cuma tahu bahwa Hara bocah yang secara dramatis menghambur padanya sambil berteriak, “Om Ri ganteng….” Selepas pemakam, merupakan anak ayahnya dari wanita lain. Dan sejak hari itu kehidupan baru Ri bersama bocah perempuan pun dimulai.

“Ri….”

Udah segini doang awalnya, kritik, saran ataau apapunn itu sangat diterima cintah :3 dan mohon maaf ff sebelum-sebelumnya resmi tak dilanjutkan karena sudah… yah tau lah maksudnya :v