CLIK

CLICHè

a fanfic by vAither

V’s note: Aku menerima banyak cinta… terimakasih semuanya… maaf kalau saya gak bisa membalas komentar kalian satu-persatu…

####

Second Chapter

CLICHè

Character:

Sandara Park

Choi Seung Hyun

Kwon Ji Yong

And another YG family member…

 

Genre:

Friendship

Romance (Maybe?)

I hope a have a lil bit Humor XP

 

Rating: T (for Teens)

 

Warning: EYD, Cliche… and many more.

Happy Reading~~

“Hey! Hyung kemana saja kau?” tanya Youngbae setelah ia melihat Seunghyun kembali ke dalam ruangan bar.

 

“Ah, Youngbae. Kukira kau mabuk.” Ucap Seunghyun malas sebelum menghempaskan badannya ke sofa empuk dan nyaman yang ada di dalam klub.

 

Youngbae menarik kedua ujung bibirnya sebelum mengikuti Seunghyun duduk di sofa. “Ya… memang,” ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang padahal tidak gatal. Lalu Youngbae mengedarkan pandangannya ke segala penjuru klub nampak mencari sesuatu –lebih tepatnya seseorang—. “Ngomong-ngomong, Hyung… Kemana Dara-Noona? Bukannya ia bersamamu sejak dari tadi?”

 

Seunghyun menyeringai tipis. “Dia kembali ke habitatnya.”

 

“HAH?!”

CLICHè

 

Flashback

 

“Kenapa kau menyamaiku dengan Noona-mu?” ucap Dara dengan suara teredam karena ia sedang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Suara sesenggukkan pelan terdengar.

 

Seunghyun menghela napasnya berat sebelum berkata. “Karena kalian sama-sama bodoh.”

 

“Eh?!”

 

Saat ini mereka sedang berada di tempat tunggu ekslusif yang disediakan klub untuk orang-orang sekelas TOP dan Dara, tempat tunggu ekslusif untuk orang-orang ternama, dan tentunya tempat yang sangat privasi tak ada press atau kamera di tempat ini. Mereka menunggu van YG yang Seunghyun panggil untuk menjemput Dara.

 

Walaupun telah dikatai bodoh oleh Seunghyun Dara tidak marah. Ia pikir pasti ada alasan yang membuat Seunghyun mengatakan hal tersebut. Ia pun memiliki seorang adik laki-laki—Sanghyun— dan bisa saja ia akan bersikap seperti Seunghyun apabila Dara mengalami hal yang dialami oleh Kakak Seunghyun.

 

“Kenapa? Memang apa yang terjadi dengan kakakmu hingga kau mengatainya bodoh?” Seunghyun menatap Dara dengan tatapan ragu, akankah ia memberitahu Dara atau sebaliknya.

 

“Ayolah aku tak akan memberitahukannya pada siapapun.” Dara melakukan gerakan selayaknya sedang mengunci bibirnya.

 

“Tapi kau tak akan ragu untuk memberitahukan semua hal ke awak media tentang perasaanmu terhadap Jiyong.” Lagi-lagi Seunghyun berucap dengan nada penuh sarkasme.

 

Entah mengapa kata-kata tersebut mengalir bebas dari mulut Seunghyun tanpa disaring terlebih dahulu. Iapun sedikit merutuki ucapan bodohnya kala melihat Dara menundukkan kepalanya dan memainkan jemari tangannya. Seunghyun dapat melihat bibir Dara yang bergetar, menandakan bahwa Sandara Park akan kembali menangis.

 

“Mianhae… Dara-sshi,” tukasnya tulus. Namun nampaknya ucapan maaf itu tak mempan bagi Sandara Park.

 

Seunghyun menghela nafas berat. ‘Ya… hanya inilah satu-satunya cara yang dapat membantuku dalam situasi seperti ini,’ pikirnya.

 

“Kakak perempuanku…” Seunghyun membuka suaranya, dan hal itu langsung menarik perhatian Sandara Park dengan kembali menengadahkan kepalanya yang semula tertunduk. “Dia pernah mengalami hal sepertimu… tergila-gila dengan seorang pria—”

 

“Aku tidak sebegitunya dengan Jiyong…,” protes Dara.

 

“Kalau kau protes aku tak mau melanjutkan ceritanya,” ancam Seunghyun. “Baiklah… aku tidak akan protes lagi…” dan ancaman itu berhasil.

 

“Dia tergila-gila dengan pria itu. Namun sayangnya pria itu sama sekali tidak menggubrisnya, tidak meliriknya sama sekali.” Dara terus memperhatikan cerita Seunghyun dengan seksama. “Tapi karena dia begitu bodoh. Dia tetap saja mengikuti pria itu, mengekorinya seolah-olah dia adalah seekor anjing. Lalu dengan bodohnya ia termakan oleh jebakan pria berengsek itu, dengan mengikuti kehendak pria itu. Dia memberikan tubuhnya sehingga ia hamil. Tapi pria itu malah kabur begitu saja tidak bertanggungjawab.”

 

“Kau sepertinya begitu dekat dengan kakakmu…”

 

“Tidak… Aku tidak begitu dekat dengannya. Apalagi setelah menjadi anggota BIGBANG… hubunganku dengannya semakin merenggang,” sesal Seunghyun.

 

“Aku bahkan tidak mengetahui hal ini sampai anak itu lahir. Aku tidak bersamanya saat ia mengalami masa-masa sulit.” ucap Seunghyun sebelum menyembunyikan wajahnya dalam ke-frustasi-an.

 

“Anehnya walaupun anak itu adalah anak dari benih pria berengsek itu… ia tetap merawat dan mencintainya sepenuh hati,” ujarnya dengan suara teredam karena tangannya masih menutupi wajahnya.

 

Namun, setelah itu. Seunghyun dapat merasakan tangan hangat Dara yang ia letakkan di atas pundak tegapnya. Mencoba untuk menghiburnya.

 

“Hal itu bukanlah kesalahanmu… Kau tentunya tidak bisa berbuat apa-apa saat kau mengetahuinya saat itu, lagipula semua ini adalah pilihan kakakmu.”

 

Seunghyun menepis tangan Dara agar lepas dari pundaknya, “aku akan membunuhnya jika aku mengetahui hal itu!” geram Seunghyun yang membuat Dara berjenggit dalam keterkejutan. “Si bajingan itu bersembunyi di negara lain…”

 

Tak lama, Dara terkikik geli. “Itulah mengapa kau sangat marah karena melihatku terlalu mengejar-ngejar Jiyong? Ayolah… Aku mengagumi pria itu,tapi aku tak akan membuat diriku hamil karenanya atau hal buruk lainnya. Aku sangat mengetahui batasannya,” ucap Dara walaupun ia mengetahui apa yang ia ucapkan sangatlah konyol. Lalu kembali terkikik.

 

Dan secara tiba-tiba. Seunghyun mendorong Dara, memojokkan tubuh Dara menempel pada tembok lalu memerangkap Dara dengan tubuh besarnya. Seunghyun perlahan menundukkan wajahnya menghadap tepat di hadapan wajah Dara yang membelalakan matanya, terkejut.

 

“Kau menertawai aib keluargaku? Mari kita buktikan perkataanmu sekarang. Coba kau bayangkan jika Jiyong memerangkapmu seperti ini, dekat seperti ini? Apa kau bisa meresponnya?” Seunghyun menyandarkan kepalanya ke pundak kecil Dara menghirup aroma yang keluar dari tubuh Dara sebelum membisikkan sesuatu padanya, “jika ia berkata dia ingin membawamu ke atas ranjang, apa kau bisa menolaknya? Kwon Jiyong tidak melakukan apapun karena dia menghargaimu, tapi kau harus mengingat bahwa ia terlahir sebagai seorang laki-laki. Dan sebagai laki-laki, kau harus tahu… bahwa kami mempunyai batasan yang kau tak mengerti. Ingat dan camkan hal itu, Sandara Park.”

 

Dan selanjutnya, entah iblis apa yang mendorong Seunghyun terus mendekati Dara. Menggencet Dara. Hingga bibir mereka hampir bertemu. Hampir. Karena, Seunghyun melihat airmata mulai mengalir di pipi Dara ditambah tubuh Dara yang terus gemetar tanpa henti, Seunghyunpun membeku di tempat.

 

“Hentikan…” ujar Dara dengan diselingi isakan lirih.

 

Seunghyun menegapkan badannya dan menatap ke arah Dara dengan mata tajamnya.

 

“Aku tak butuh nasihat maupun rasa kasihan darimu!!” Dara berujar. Ada rasa amarah dari setiap kata yang keluar dari bibir mungilnya. Dia memukul-mukul dada Seunghyun dengan kepalan tangannya dengan keras. “Pergi!!!” ujarnya sembari terus memukul dada Seunghyun.

 

Seunghyunpun melepaskannya. Dan detik berikutnya van milik YG datang, dengan manajer 2ne1 di kursi kemudi.

 

Dara segera masuk ke dalam van tanpa menatap kembali ke arah belakang. Meninggalkan Seunghyun yang membatu di tempat. Sementara manager 2ne1 mengantar Dara yang terus-terusan menangis kembali ke hotel.

 

CLICHè

 

Back to the party!!!

 

Seunghyun menegak segelas whisky dalam sekali tenggak. Iapun kembali mengingat tragedi yang terjadi di ruang tunggu tadi membuatnya menenggelamkan wajah tampannya ke kedua telapak tangannya lalu menggeram tertahan.

 

Youngbae dan Daesung menatapnya heran. “Apa yang terjadi pada Seunghyun-hyung? Dia mabuk?” tanya Daesung pada Youngbae dan hanya dibalas dengan mengangkat kedua bahunya.

 

“Tidak mungkinlah! Seunghyun-Hyung bisa meminum 10 botol soju tanpa mabuk,” tiba-tiba Jiyong berada di belakang Daesung dan Youngbae membuat keduanya melompat terkejut.

 

Seorang wanita asing berambut pirang mendatangi Seunghyun, nampaknya wanita itu seorang berkebangsaan Amerika. Ketiga member yang dari tadi memantau Seunghyun sudah membayangkan bahwa Seunghyun akan menolaknya seperti biasa. Tapi kali ini tidak.

 

Seunghyun membaringkan tubuhnya dengan paha wanita itu sebagai bantalnya. Detik berikutnya wanita itu menyuapi Seunghyun dengan cokelat berisi rum.

 

Ada yang aneh dari hyung mereka. Tapi mereka mengacuhkannya, mungkin hyungnya sedang ingin lepas dari segala rasa stressnya untuk sementara.

 

CLICHè

To be Continued….

 

V’s Note: ngomong-ngomong judul Cliche (dibacanya Klisye) itu diambil dari lirik lagu BIGBANG yang judulnya stay… (I really love that song, LOVE IT, LOVE IT) suara si T.O.P di lagu itu… OMG!!!

 

Please tell me what is wrong an what is right…

 

Mohon komentar, kritik dan sarannya….

BONUS Tabi’s Eomma and Appa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mama T.O.P mirip banget sama Dara ya ‘kan? *tanda jodohkah?* Papanya T.O.P yang pake seragam itu… kalo gak salah bapaknya panglima tinggi Angkatan Udara *inget yah angkatan udara* (OMG KEREN BANGET!!!)

 

OK SEE YOU GUYS IN CHAPTER 3…