Nama Author : Iren

Cast :   Kwon Ji Yong (bigbang G-dragon

Lee Chaerin (2ne1 CL)

Main Cast : bisa berubah – ubah tergantung jalan ceritanya ^^

Genre : romance/chapter

Disclaimer :

A/N : semoga kalian suka sama chapter ke 2 ini yaa ^^

***

Jiyong tidak bisa berhenti tersenyum sejak meninggalkan toko bunga itu, ada perasaan tersendiri yang tidak dia mengerti. Ketika yeoja itu tersenyum, ada perasaan bahagia yang menjalarinya, dan ketika dia akan meninggalkan toko bunga ada perasaan tidak rela di hatinya. Senyum yeoja itu seakan menyihirnya, membuat perasaannya tenang sekaligus bertanya – Tanya, ada apa dengannya?

“ hyung, sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Apa ada yang membuatmu begitu bahagia sampai – sampai senyum itu tidak pernah lepas dari bibirmu? “ ledek seungri, adik kelasnya dulu ketika di sekolah yang sampai sekarang masih memiliki hubungan baik dengan jiyong. Jiyong tidak menanggapi ledekan seungri, dia langsung meminum cappuccinonya.

Merasa tidak dihiraukan seungri akhirnya menyerah, dia sudah hafal betul karakter seorang kwon jiyong. Tidak akan mau menjawab, jika pertanyaanmu tidak penting untuk di jawab. Seungri ikut meminum coffe latte miliknya. Setelah jiyong lulus dari senior high school mereka berdua memang masih terus berhubungan, terkadang mereka menghabiskan sore hari di café atau bermain basket bersama di lapangan dekat SMA mereka dulu.

Biasanya mereka tidak hanya berdua kadang ada Taeyang , Choi Seung Hyun yang sering dipanggil TOP sejak SMA oleh teman – temannya dan terakhir daesung tapi yang sering menghabiskan waktu bersama hanya jiyong dan seungri sedangkan ketiga teman mereka yang lain terlalu sibuk untuk berkumpul kecuali di hari libur.

“ bagaimana dengan kuliahmu? Kudengar dari Daesung tahun ini kau lulus, “ seungri mengangguk sambil tersenyum senang, akhirnya pertanyaan yang ditunggu – tunggu keluar juga. Seungri memang tidak mau memberitahu langsung tentang kelulusannya yang sebentar lagi kepada hyung yang sangat dihormatinya itu, dia ingin jiyong sendiri yang bertanya. “ kau ingin apa dariku saat kau lulus? “ dan pertanyaan kedualah yang selalu membuat senyum seungri semakin lebar. Jiyong selalu tahu apa yang diinginkan seungri.

“ hyung, kau memang yang terbaik, “ ucap Seungri senang “ tapi untuk saat ini aku belum tahu, “ jiyong mengangguk, dia melihat jam tangannya dan langsung berdiri.

“ sudah siang, aku harus kembali ke kantor. Bagaimana jika hari minggu kita berkumpul di apartemenku? Ada yang harus aku bicarakan dengan kau juga yang lain. Kau bisa mengabari mereka kan? “ seungri ikut berdiri dan mengangguk, lagipula sudah 2 minggu mereka semua tidak bertemu, hanya seungri yang seorang mahasiswa dan jiyong yang seorang CEO yang punya waktu lebih untuk berkumpul sedangkan yang lainnya tidak punya banyak waktu karena mereka sudah bekerja di perusahaan swasta.

***

“ maaf, apakah anda yang bernama lee chaerin? “ cherin yang sedang menyirami bunga langsung menghentikan aktifitasnya, dia menghampiri orang yang tadi memanggilnya dan mengangguk tanpa bicara sepatah katapun. “ ada paket untuk anda, silahkan “ orang tersebut langsung menyerahkan sebuah kotak dan meminta tanda tangannya, setelah itu chaerin langsung mengambil kotak tersebut .

“ terima kasih, “ ucapnya singkat, namja yang tadi mengantarkan kotak tersebut tersenyum kearahnya dan langsung meninggalkan chaerin.

Chaerin menatap kotak itu lama, ada rasa penasaran sekaligus takut. Penasaran karena dia tidak tahu siapa yang telah memberikan hadiah kepadanya dan takut karena dia belum pernah mendapat hadiah seperti ini dari siapapun kecuali orang itu. Tiba – tiba ada sebersit kesedihan menghinggapinya ketika lagi – lagi chaerin mengingatnya.

“ oppa ini apa? “ dia tidak menjawab, padahal chaerin sudah bertanya berkali – kali. Setelah kotak itu terbuka, barulah dia tahu isinya. “ waaah daebak! Inikan benda yang aku cari. Bagaimana oppa bisa mendapatkannya? “ chaerin memeluk namja itu dengan erat, dia bahagia. Bahagia karena namja yang dia sayangi selalu memberikan apa yang dia mau tanpa diminta.

            “ bagaimana? Kau suka? “ namja itu bertanya dengan suara beratnya. Chaerin mengangguk, dia selalu menyukai apapun yang namja itu berikan. “ sekarang, bagaimana jika kau lepaskan pelukanmu? Aku tidak bisa bernafas dengan baik “ chaerin baru sadar bahwa dia membuat namjachingunya kesulitan, dia segera melepas pelukannya.

            “ oppa… mianhe “ ucap chaerin merasa bersalah. “ tapi, oppa bagaimana kau tahu kalau aku sedang mencari ini? “ chaerin mengelurkan hadiah yang dia terima, sepasang flat shoes berwarna peach yang sudah sebulan ini dia inginkan.

            Tidak ada jawaban, namja itu hanya tersenyum dan pergi begitu saja. Membuat chaerin akhirnya berlari mengikutinya.

Chaerin tersadar mendengar seseorang memanggilnya “ nona…nona… maaf apa kau mendengarku? “ chaerin membungkuk meminta maaf, dari tadi fikirannya tidak pada tempatnya.

“ mianhe, apa yang bisa saya bantu tuan? “ chaerin tidak sadar siapa yang memanggilnya tadi sampai tak berapa lama “ sebentar, bukankah anda yang kemarin memesan bunga untuk eomma anda? “ namja itu mengangguk, dia tersenyum ke arah chaerin.

“ eommaku menyukai bunga yang kemarin kau pilih, aku ingin memesan bunga itu lagi. Apa masih ada? “ chaerin mengangguk, dia langsung mengambil bunga seperti kemarin dan membungkusnya. “ boleh aku tahu namamu? Aku rasa itu perlu, karena sepertinya aku akan sering kemari untuk memesan bunga “ chaerin yang sedang membungkus bungapun berhenti. Dia berfikir sebentar sebelum akhirnya mengulurkan tangannya.

“ chaerin, lee chaerin “ namja itu menyambut uluran tangan chaerin sambil tersenyum “ jiyong, kwon jiyong “ setelah itu chaerin melanjutkan aktifitasnya membungkus bunga.

“ kotak apa itu? “ jiyong bertanya sambil menunjuk kotak yang masih tertutup rapat itu, chaerin menggeleng dia sendiri belum membuka kotak itu, jadi dia tidak tahu. “ apa kau belum membukanya? “ chaerin mengangguk, lalu menyerahkan bunga yang telah selesai dia bungkus.

Jiyong mengambil bungkusan bunga dan langsung membayarnya dia tidak lagi bertanya. Setidaknya sekarang dia tahu nama yeoja itu, yeoja yang bisa membuatnya tersenyum dengan tulus. “ baiklah, aku pergi nona lee dan terima kasih “ chaerin mengangguk lagi, dia tidak banyak bicara bahkan tersenyumpun tidak.

Setelah kepergian jiyong, chaerin memutuskan untuk membuka kotak itu. Dia membuka dengan perlahan, dan ketika dia melihat isinya air matanya kembali tumpah, dan isakannya terdengar sangat memilukan

tbc