REUNIAN

Title                : Reuni

Author            : Jiyongyong-ah (@AmallyVIP)

Cast                 : Kwon Jiyong, Kim Yoon Hee (OFC), and other

Genre              : Comedy romance, friendship, AU

Length                        : Ficlet

Rating             : G

A/N                 :

Annyeonghasseyo readers… Ini dia satu lagi FF aneh dari saia. Semoga semuanya berkenan membaca FF yang gk seberapa ini. Admin, makasih banget ya udah mau ngeposting Ffku diblog ini. Neomu gamsahaeyooooooooooo ^-^ . Buat readers, makasih yaaa yang udah bersedia mau baca dan komen setelahnya… Oke segitu ajja… Happy Reading ^^

DISCLAIMER  :

FF ini hanya fiksi belaka. Cast hanya pinjam nama. Ide milik saia. So don’t be a plagiator and silent readers ^-^

….REUNI….

 

Aku duduk dan berdiam diri di sore sepi. Aku mulai memikirkan bagaimana cara melupakan tingkah Seunghyun. Huh, Aku tak tahu mengapa Ia tiba-tiba menghindariku tanpa sebab hari ini. Sepertinya Aku tidak melakukan kesalahan apapun di kampus tadi.

Aku menggoyangkan ayunanku perlahan. Rasanya sepi sekali hari ini. Tidak tahu mengapa. Mungkin Aku merasa begini karena Seunghyun tadi. Aku merasa sedih karena Ia tiba-tiba menghindariku padahal Ia teman terdekatku satu-satunya. Ia kelihatan aneh sekali.

“Permisi, apa Anda tahu dimana Kyunghee University?”

“Anda tinggal lurus kesana saja dan mengikuti para mahasiswa.” Jawabku tanpa menoleh ke asal suara orang yang bertanya.

“Baiklah, terimakasih.”

“Ya, tak masalah…” kataku lalu mendongak ke arahnya.

Tapi, Lelaki itu sama sekali tak bergerak. Ia diam dan memerhatikanku selama beberapa detik. Aku bingung dibuatnya. Apa lelaki ini mau melakukan sesuatu padaku?.

“Kenapa Anda memerhatikan saya dengan cara seperti itu? Apa ada yang salah pada saya?”

Lelaki itu kembali memerhatikanku dan kelihatannya Ia sedang berpikir. Sebenarnya Aku juga tidak tahu apa yang dipikirkannya ketika melihatku. Kurasa pakaianku baik-baik saja hari ini. Pakaianku normal untuk seorang mahasiswa.

“Maaf, apa nona pernah bertemu dengan saya sebelum hari ini?” tanyanya padaku.

Aku lalu berpikir sejenak untuk menjawab itu. Sekarang giliranku yang memerhatikan wajahnya. Tapi, Aku merasa Aku tidak familiar dengan wajahnya. Aku rasa aku tak pernah melihatnya sebelum hari ini.

“Kurasa tidak pernah. Ada apa?”

“Hmm… begini, Kau mirip temanku yang bernama Heeyoon. Ia pindah sekolah saat SMP dulu dan Aku mencarinya hingga saat ini. Katanya Ia bersekolah di Kyunghee.”

Heeyoon? . Hanya teman masa kecilku yang mengetahui panggilanku. Nama asliku Kim Yoon Hee, tapi hanya pada masa kecilku orang-orang memanggilku Heeyoon. Sekarang saja lebih banyak orang yang memanggilku Alice karena itu namestageku sebagai vokalis grup band di kampus.

“Kau siapa?” tanyaku heran.

“Aku Kwon Ji Yong. Hmm… Kau tidak tahu Heeyoon ya? Kim Yoon Hee? Ah, yasudah tidak apa-apa. Kalau begitu Aku pergi dulu. Senang bertemu denganmu.”

Sempat Aku berpikir. Kwon Jiyong, Kwon Jiyong…. sepertinya nama itu begitu familiar ditelingaku. Tapi, siapa Kwon Jiyong itu. Kwon Jiyong… Kwonjiral…. Hmmm… bukankah Dia anak yang sering mengambil bekalku dulu? . Apa jangan-jangan….

“KWON JIYONG-SSIIIIIIIII!!! TUNGGUUUUUU!!!”

Seketika Ia berbalik menatapku aneh dan berjalan kembali ke arahku. Aku berdiri menghadapnya dan Ia tersenyum singkat kepadaku.

“Ada apa nona?”

“DASAR KWONJIRAL!! KAU YANG DULU SERING MENGAMBIL BEKALKU , EOH???”

Lalu Aku memukuli pundaknya pelan sambil memarahinya. Sepertinya Ia memang benar jiyong yang sering sekali memakan bekalku dulu.

“HEEYOOOOOOOONN!!”

Ia lalu memelukku erat. Aih! Mengagetkan sekali.

“Lepaskan, pabo! Kau tak malu dilihat orang?”

“Hehe… mianhae..”

Lalu Aku duduk kembali diayunanku dan Ia duduk disampingku.

“Bagaimana kabarmu?” tanyanya pelan padaku.

“Kau tak bisa melihat kalau Aku baik-baik saja?”

“Oke, baiklah. Lalu, Bagaimana dengan hidupmu?Apa kau masih berfantasi dengan keroro dan pororomu itu?”

Masih saja Ia mengingat fantasi masa kecilku tentang keroro dan pororo. Sebetulnya, itu agak memalukan jika Aku mengingat semua fantasiku tentang mereka hari ini. Itu konyol sekali.

“Kau masih ingat saja… Ah, tidak juga. Aku rasa itu terlihat kekanakkan sekarang. Aku sudah mencoba melupakan fantasiku.”

Lalu pembicaraan terhenti sesaat dan Ia tertawa kecil mendengar jawabanku barusan. Aku hanya menunduk sebal karena Ia memang orang yang sering menertawankan apa yang Aku katakan. Mungkin Aku ini lucu.

“Lalu, bagaimana denganmu?”

Ia terlihat berpikir sebentar dan lalu menoleh ke arahku.

“Aku sedang bahagia dan jatuh cinta.” Katanya gembira.

Aku memasang wajah heran saat ini. Kenapa Ia menjawabku dengan jawaban yang aneh?. Bahagia? Jatuh cinta? . Apa maksudanya dengan kehidupannya saat ini. Jiyong memang aneh.

“Siapa yang membuatmu bahagia dan jatuh cinta?” tanyaku penasaran.

“Ehhhh… rahasia.” Katanya dengan ekspresi yang dibuat-buat.

“Ahh… yasudah…” kataku lalu kembali menatap awan sore yang indah diatas. Aku tidak tahu sekarang Jiyong sedang apa. Aku hanya berpikir, jika gadis itu Aku, jika gadis yang membuatnya bahagia dan jatuh cinta adalah Aku… Aku tidak tahu harus menjawab apa. Mungkin Aku akan senang karena temanku menyukaiku.

“Heeyoon…”

“Hmmm…”

“Lihat kesini…”

Lalu Aku melihatnya yang penuh dengan tiga macam benda di pangkuannya. Itu semua, kesukaanku… Ada boneka pororo, keroro, dan sekotak bekal sushi. Aku makin tidak mengerti dan menatap Jiyong bingung.

“Hari ini kan bukan hari ulangtahunku kenapa Kau membawa hal-hal yang semasa kecil kusukai?”

“Kan sudah kubilang kalau Aku sedang bahagia dan jatuh cinta. Nah, ini adalah caraku mengekspresikannya. Jadi, Kau harus tahu.”

“Oh, Kau ingin membagi kebahagiaanmu, kan?. Sini, kuminta sushimu. Aku lapar.” Kataku padanya.

Ia lalu memberikan sekotak bekal sushi itu padaku. Aku mengambil satu sushi dan memakannya. Tapi, setelah kulihat lagi, ada kertas tertinggal yang ada dibawah sushi yang kuambil lagi. Kertasnya kecil, ada tulisan “Aku merindukanmu”. Apa Jiyong merindukanku atau ini adalah sekotak bekal yang seharusnya diberikan pada orang yang membuatnya jatuh cinta?

“Sushimu lumayan, Tuan Kwon.”

Lalu Aku memakan satu lagi dan ada kertas kecil tertinggal lagi dibawah sushi tadi dengan tulisan yang sama. Karena Aku penasaran, Aku memakan banyak sushi sampai akhirnya Aku menemukan kertas yang berbeda dengan tulisan “Aku mencintaimu, Heeyoon” lalu ada lagi kertas bertuliskan “sekarang giliranmu yang memakan bekalku”.

Lalu Aku menatap Jiyong bingung…

“Ji…”

“Hey… Aku merasa boneka keroro yang pintar ini memberitahuku untuk mencarimu, menemukanmu, dan mengatakan sesuatu yang penting untukmu…”

“Ji…”

“Sebenarnya Aku-…”

“Ji… Aku mencintaimu-…”

“Hey! Kenapa Kau mengatakannya duluan?”

“juga… Kau kan sudah mengatakannya di kotak bekal ini.”

Hihihi… Kurasa Aku bahagia sama sepertinya hari ini. Aku sungguh senang hari ini. Ini romantis sekali. Wah, Jiyong hebat.

“Baiklah… baiklah… tadinya kupikir ini akan jadi hal yang romantis, kenapa Kau tidak memberiku kesempatan untuk mengucapkannya, Heeyoon?”

“Ah, sudahlah. Pokoknya Aku senang. Terimakasih untuk hari ini ya, Jiyong.”

“Baiklah, hari ini Heeyoon chagiya resmi menjadi milikku.”

Aku bahagia.

 

 

-FIN-