The beginning copyTHE BEGINNING Part 3

Cast :

  • Sandara Park
  • Kwon Ji Yong
  • Dong Young Bae
  • Lee Chaerin
  • Thunder (MBLAQ)

Genre : Romance, Drama, Angst, Action, Slice Of Life, comedy.

PG/Rating : PG 17

Author : @FYA_VIP (Follow ya, mention for follback)

 

previously : 1 | 2

-FYA’s Presents-

Seketika aliran darah Dara menjadi tak beraturan. Ekor matanya terus menatap wajah putih dan mulus Thunder dengan waspada. Takut jika namja itu lebih gila dari Ji Yong. Namun hingga menit berikutnya, Thunder masih diam tak melakukan apapun. Dia hanya memandangi Dara seraya menunjukan senyum termanisnya yang ia miliki. Yang sering membuat para yeoja klepek – klepek dan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Desiran darah yang mengalir pada tubuh Dara langsung memuncak begitu melihat tangan Thunder yang mulai mendekat pada wajahnya. Tangan Thunder yang sangat halus, menandakan bahwa tangan kekar itu tak pernah bekerja berat sedikit pun membuat Dara sedikit minder. Tangannya yang sebagai seorang wanita saja kalah halus dengan Thunder yang seorang pria. Bagaimana tidak? Setiap hari Dara membantu ibunya untuk mencuci baju karena ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di dekat rumah. Semua pekerjaan yang seharusnya di lakukan ibunya berpindah tangan pada dirinya. Dan ayahnya? Ayahnya hanyalah seorang namja kaya yang tak bertanggung jawab dan telah meninggalkannya bersama ibunya sendirian ketika ibunya sedang mengandungnya. Married by anccident? Oh itu tak akan ada dalam kamus ayah Dara. Kenapa? Karena wanita malang yang kali ini terkena karisma dan tipu dayanya (ibu Dara) hanyalah seorang wanita miskin dan tidak berpendidikan namun sangat menggemaskan dan menggoda iman (?).

Tangan halus Thunder mulai menjejaki pipi mulus Dara yang tak berbalut bedak sedikit pun. Jangankan untuk membeli bedak, bisa untuk makan nasi saja ia dan ibunya sudah sangat bersyukur.

“Kau sangat cantik, nuna,” puji Thunder seraya menyapa ekor mata Dara dengan mata indahnya. “Bahkan lebih seksi dari nunaku,” jelasnya lagi. “Ji Yong hyung benar – benar bodoh ternyata.”

Plak… Sebuah tamparan mendarat dengan manis di pipi Thunder. Dara menekuk seluruh bagian wajahnya dan mengerucutkan bibirnya mendapati Thunder yang mulai marah padanya.

“Apa yang kau lakukan, hah?” bentak Thunder.

“Hei! Seharusnya aku yang marah! Kenapa jadi kau yang bentak – bentak? Aku bukan wanita murahan! Jadi jangan pernah menyentuh tubuhku tanpa seizing diriku! Kau dan Ji Yong sama saja! Sama – sama gila! Aku ini lebih tua dari kalian. Tapi kenapa taka da sedikit pun rasa hormat kalian kepadaku? Dimana kesopanan kalian? Apakah orang tua kalian tidak pernah mengajarkannya, hah?” timpal Dara tak kalah membentak.

“He!” Thunder mendorong Dara menjauh darinya. “Sombong sekali kau! Seharusnya kau bersyukur karena aku masih mau mendekatimu walaupun kau bukan benar – benar tipeku! Kau tahu! Di luar sana banyak sekali wanita yang mengejar – ngejarku dan rela memberikan tubuhnya untukku hanya demi menyandang status sebagai kekasihku! Kau tahu? Aku bisa mendapatkan yang lebih baik dari dirimu sebanyak yang aku mau!”

“Ya sudah! Jika di luar sana banyak sekali wanita murahan yang mau dengan namja busuk sepertimu kenapa kau haus datang kemari dan merayu yeoja bodoh yang sama sekalli tak tertarik padamu seperti aku, hah? Where’s in this world you life? Be smart guy!”

“Hei – hei… Apa yang kalian berdua lakukan di apartemenku, hah?” Ji Yong datang menengahi percekcokan kecil antara Thunder dan Dara. Sementara Chaerin, nampak masih duduk di sofa di belakang Ji Yong seraya mengancingkan kancing kemejanya yang terbuka. Setelah selesai mengancingkannya, ia beranjak dari sofa dan menghampiri Ji Yong serta Thunder.

“Yak!” Chaerin menunyik (?) kepala Thunder dengan kepalan tangannya. “Apa yang kau lakukan di rumah namja chinguku, eoh? Jangan permalukan aku! Dasar dongsaeng pabo!” omel Chaerin dan tak di gubris sama sekali oleh Thunder. Matanya masih menatap manik mata Dara tak terima.

“Chaerin, sebaiknya kau dan Thunder pulang saja dulu.”

“Mwo?” Mata Caherin membulat mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut Ji Yong. “Kau mengusirku? Kwon Ji Yong-ssi?” tambahnya tak percaya.

“Aniyo. Aku hanya tak ingin ada pertengkaran di apartemenku. Membuatku malu saja. Bagaimana kalau tetangga sebeleha mendengarnya dna bertanya padaku? Jawaban apa yang harus aku berikan pada mereka, hem?” jelas Ji Yong berusaha memadamkan emosi Chaerin.

“Memangnya wanita ini siapa?” tanya Chaerin mulai curiga.

“Dia pembantu baruku,” jawab Ji Yong santai.

Dara hanya menunduk lesu seraya memegangi kemoceng bulu di tangannya. Ia tak berani menatap wajah para anak yakuza yang sekarang sedang berdiri di hadapannya. Bagaimana ia bisa tahu jika Chaerin dan Thunder anak yakuza? Dari kampus dan teman – temannya! Desas – desus menagatakan jika pacar Kwon Ji Yong juga merupakan anak yakuza. Sama seperti dirinya.

“Ayo Thunder kita pulang!” Chaerin menarik tangan Thunder pergi. Namun tatapan Thunder masih tertuju pada Dara. Ekor matanya masih memandangi gadis mungil yang kini tengah menundukan kepalanya dan berdiri di samping Ji Yong.

Sesekali Chaerin menolehkan kepalanya untuk memandangi Dara dan menatapnya lekat – lekat. Sebuah perasaan aneh yang mulai merasuki dadanya ketika melihat Dara bersama Ji Yong. Perasaan itu menyatakan bahwa ia harus waspada. Kondisinya sedang tak aman dan ia harus bersiaga.

***

“Apa yang kau lakukan di rumah Ji Yong tadi, hah? Membuatku malu saja!” Chaerin menyetir mobil dengan kencang seraya mengomeli Thunder yang kini duduk di sampingnya.

“Yak! Namja pabo! Kenapa kau terus saja diam dan tak menjawabku? Kau mau aku mengadukan hal inipada abeoji, hah?” Chaerin kembali mengomeli Thunder dan mengancamnya. Membuat Thunder sedikit risih dan ingin beranjak dari tempat duduknya saat ini. Ia sangat tidak suka jika nuna-nya menyebut – nyebut nama abeoji mereka.

“Nuna, berhentikan mobilnya!” pinta Thunder tegas dengan suara biasa.

“Apa maksudmu?” tanya Chaerin tak mengerti.

“Berhentikan mobilnya!” teriak Thunder dengan suara meninggi tepat di telinga Chaerin.

Sontak Chaerin menginjak pedal rem dan membelok dengan ekstrem ke tepi jalan. Thunder bangkit dari tempat duduknya dan menutup pintu mobil Chaerin kasar. Chaerin hanya mampu menghela napas panjang setiap kali adiknya bertingkah laku seperti itu. Ia tak bisa mengurangi rasa benci Thunder pada ayah mereka sedikit pun.

Ibu Chaerin dan Thunder adalah dua orang yang berbeda. Ibu Chaerin adalah istri sah ayahnya yang juga merupakan orang kaya. Sementara ibu Thunder hanyalah seorang wanita anak penjual toko kelontong di daerah kekuasaan ayahnya.

Ayah Thunder jatuh cinta pada ibunya dan bercinta dengan ibunya dalam keadaan mabuk. Malam itu ayah thunder kalah bermain dan ia merasa frustasi. Ia berjalan sempoyongan menuju rumahnya tanpa di damping anak buahnya. Beberapa kali ia terjatuh dan membuat ibu Thunder yang kala itu baru pulang dari belajar kelompok menjadi iba. Ia mendekati ayah Thunder dan menyapanya ringan. “Ahjussi, gwaencahanayo?” tanya ibu Thunder lembut. Namun ayah Thunder tak menjawabnya, ia hanya menatap manik mata ibu Thunder yang sangat sejuk dan menenangkan hatinya. Membuatnya merasakan cinta untuk yang pertama kalinya. Kalian tahu sendiri bukan? jika kebanyakan anak orang kaya menikah karena perjodohan? Dan itulah yang terjadi pada ibu Chaerin dan ayahnya. Sementara ibu Thunder, dia melakukan hal tersebut dengan cinta bersama ayahnya. Hingga akhirnya ibu Thunder harus putus sekolah ketika mendapati dirinya hamil.

Ia berusaha menceritakan pada ahjussi yang merupakan ayah Thunder jika ia hamil anaknya. Ayah Thunder berusaha meminta pada orang tuanya untuk menikahkannya dengan ibu Thunder. Namun mereka tak menyetujuinya dan mengatakan jika ayah Thunder telah membuat aib yang sangat memalukan sehingga ia dan istrinya (ibu Chaerin) di minta untuk pergi ke luar negri melanjutkan kuliah bersama dan meninggalkan Seoul.

Sementara ibu Thunder yang sedang hamil dan tak berdaya, menjadi sasaran empuk kakek Thunder bersama keluarganya. Kakek Thunder tak segan untuk membakar rumahnya beserta penghuninya hidup – hidup. Untung saja ibu Thunder berhasil kabur dan menyelamatkan diri. Namun keuda orang tuanya mti bersama matinya rumah yang selama ini ia cintai bersama keluarganya. Ia menyesal karena telah mencintai ayah Thunder. Namun ia tak pernah menyesali hamil Thunder dan melahirkannya.

Bagi Thunder, ibunya adalah wanita hebat yang lebih kuat dari wonder woman. Berjuang hidup dan bekerja mati – matian di Seoul untuk menjaganya agar tetap hidup layak dan tak kekurangan sedikit pun. Sementara ayahnya? Baginya ia hanya laki – laki pengecut dan pecundang yang tak patut untuk di hormati sedikit pun. Ia baru kembali ke Seoul setelah Thunder kecil beranjak dewasa di usianya yang ke -14 dengan ibunya yang sakit – sakitan. Hingga akhirnya ibunya meninggal sebelum sempat bertemu dengan ayahnya dan ia di angkat anak oleh ayahnya. Tinggal bersama Chaerin dan ibunya. Kalian pasti bertanya – tanya bukan kenapa kini ayah Thunder berani melawan orang tuanya? Tentu saja karena ia sudah berkuasa dan menjadi ahli waris di keluaganya. Kedua orang tuanya sudah tua dan tak kuasa untuk melarang – larangnya lagi.

Di rumah ayahnya yang sangat besar itu. Thunder kecil hidup menderita. Walaupun ia juga anak kandung ayahnya, namun ibu tirinya (ibu Chaerin) memperlakukannya tak baik. Dan di kala itulah Chaerin datang mengulurkan tangannya seperti seorang malaikat. Chaerin selalu membela Thunder setiap kali ibunya berusaha menyakitinya. Chaerin selalu berbagi dengan Thunder ketika ia mendapat coklat atau baju dari ibunya. Setiap kali Thunder butuh bantuan, Caherin selalu menjadi orang pertama yang mengulurkan tangan. Dan hal itu membuat Thunder sangat menyayangi Chaerin sama seperti Chaerin menyanyanginya. Namun rasa sayang Thunder hanya untuk Chaerin seorang dan itu tidak berlaku untuk kedua orang tuanya yang kini tinggal bersamanya dan Chaerin.

***

“Apa yang kau lakukan bersama Thunder tadi, huh?” tanya Ji Yong menginterogasi.

Dara hanya menggeleng. Tak mampu mengatakan apapun. Ia masih tertunduk lesu di hadapan ji Yong.

“Kau menyukainya? Atau dia menyukaimu,” tanya Ji Yong lebih spesifik.

Dara menggeleng dan menggubris kata – kata Ji Yong sama sekali. Ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Ji Yong. Namun baru saja selangkah kaki itu berjalan. Langkahnya terhenti karena Ji Yong memegangi pergelangan tangannya dan mencegahnya untuk menjauh. Dengan cepat Ji Yong memutar tubuh Chaerin untuk kembali menghadap padanya. Mengangkat kepalanya, menatap matanya dan tak butuh waktu lama langsung membekap mulut Dara dengan mulutnya. Membuat si pemilik membelalakan matanya lebar melihat bibirnya kembali di sentuh oleh seseoranng yang sangat ia benci.

***

-TBC-

Lebih banyak komen lebih cepat kelanjutan di publish. Tinggalkan balasan ya. Gomawo😀