This is Ain’t Sh!t

safanyar-thisisaintshit-posterbyapinePoster By : Appine – Indo Fanfictions Arts

Direct by : jstforsho / safanyar

Multichapter

Shin Se Kyung || Choi Seunghyun (T.O.P)

`15-PG

Jika aku tak suka, maka sudah hentikan. Hanya jika aku tak suka…..

DISCLAIMER : Parental Advisory Explicit Content

Unbelievable!!

Gila!

Gila! Ini gila!

Bagaimana bisa…

“Kosongkan jadwalmu Sehari. Aku ini sudah tua, tidak ada yang peduli padaku. Bahkan putriku Sendiri.”

Sigh. “Ayah, aku minta maaf jika ayah keSepian. Tapi mencari perhatianku kembali tidak dengan cara Seperti ini.”

“Se Kyung-ahh, ayah tak yakin umur ayah masih panjang. Diumur Sebanyak ini aku juga ingin menimang cucu. Terlebih lagi kau putri satu-satunya yang kupunya. Sebelum penyakit-penyakit mengerikan menggerogoti tubuhku aku ingin melihatmu menikah bersama Seorang pria yang dapat kupercaya. Aku ingin mendampingimu ke altar, dan mendengar lonceng di hari bahagiamu.”

Ah, Seorang ayah pasti ingin yang terbaik bagi putrinya. Ayah manapun akan melakukan hal yang sama. Menikahkan putrinya dengan pria yang tepat. Melihat putrinya hidup bahagia.

“Kau Selalu sibuk dengan butik mu itu. Kau merancang gaun pengantin Selama 2 tahun, apa kau tak ingin menikah juga ? ibumu pasti menginginkan hal yang sama jika ia masih ada.”

Se Kyung menatap cangkir porSelen putih di tanganya, “Ayah, aku juga ingin menikah. Aku juga sangat ingin kau mendampingiku ke altar. Aku juga ingin hidup bahagia bersama pria yang baik. Tapi bisakah ayah berhenti menjodohkan ku dengan anak lelaki teman-teman ayah ?”

“Ayah tidak meragukan kepiawaianmu dalam memilih pria, siapa yang terakhir. Ah, Yo Ah In. kemana dia ? berSelingkuh lagi ? bagaimana pria mau menjadi kekasihmu jika kau sibuk merancang busana dan tidak pernah menemuinya. Luangkan waktumu Sebentar untuk mencari pria lalu menikah. Lagi pula kau memiliki banyak pekerja, apa susahnya menyerahkan pekerjaan mu pada mereka.”

Shin Ju Hwan menatap putrinya penuh harap, “Huh, baiklah tapi ini yang terakhir. Kalau aku tidak suka maka jangan pernah menjodohkanku lagi dengan siapapun.”

Ju Hwan terSenyum puas.

.

.

“Halo!”

“Hei gadis gila, kau ada dimana ?!”, kujauhkan ponSelku dari telingaku.

“Aku Sedang dikamar. Merenung”

“Apa ? Tunggu aku 10 menit”

‘clik’, sambunganya mati begitu saja.

Ck, apa reaksi mereka jika mereka tahu.

.

.

“Hei! Apa yang terjadi ?”, Hyorin menyelonong masuk kedalam kamarku diikuti Kiko dibelakangnya

“Kau bilang 10 menit.”

“Katakan apa yang terjadi bodoh”, Kiko melompat ke kasur lalu memangku dagunya kesiku.

“Ayahku.”

“Ada apa dengan paman Shin ? Apa dia sakit ? Berapa lama dia bertahan?”, Hyorin membelalak. Kupukul dahinya dengan bantal, “Kau mendoakanya cepat mati !”

“Kau yang basa basi, cepat katakan. Kau membatalkan janji karena hal yang tidak ingin kau katakan ini.”

“Yah, perusahan ayah akan bekerjasama dengan perusahan lain dan menjadi lebih besar.”

“Hanya masalah Seperti ini membuatmu lesu ?”, Kiko memotong.

“Huh, kerjasama yang kumaksud bukan diatas kertas Seperti biasa. Tapi perjodohan antara diriku dan anak lelaki perusahan ini.”

“APA???!!”

“Kalian tahu Choi Corp ? Kudengar aku akan dijodohkan dengan salah satu anak lelaki mereka. Tapi entah yang mana.”

“Choi Corp. Choi Siwon dan Choi.. Choi.. Ah aku lupa siapa lagi. Wah kau beruntung, mereka sangat tampan tahu.”

“Aku beruntung jika aku bisa memilih calon pendamping ku Sendiri. Kau akan merasakan hal yang sama denganku jika kau dijodohkan dengan orang yang bahkan kau tak tahu namanya.”

Kiko dan Hyorin menatapku bersalah. “Bagaimana jika kita pergi keluar, tenangkan dirimu”.

.

.

Sial! Kenapa pergi kemari ? kuakui aku memang suka pergi ke club tapi saat ini aku lebih butuh permen kapas atau Secangkir sweet cinnamon. Dan lagi, kedua makhluk itu telah menghilang di lantai dansa. Aku Sedang tidak mood untuk berdansa. Bartender diSeberang menatap berharap aku akan menghampirinya. Ah, aku tak akan mengecewakannya.

“Kau minum ?”, tanyanya.

“Tentu saja, margarita pleaSe.”

“Wow, kau memiliki Selera yang lumayan. Kutebak kau Sering datang ke tempat Seperti ini.”, suara Seorang pria terdengar dari samping kiriku.

Aku hanya terSenyum acuh, “Sendirian ?”

“Tidak, aku bersama temanku. Tapi mereka berakhir disana”, jari ku menunjuk lantai dansa yang penuh Sesak.

Ia mengangguk paham, “Aku pesan tequila.”

“Kau pasti Shin Se Kyung.”

“apa aku Seterkenal itu ?”, tanyaku iSeng.

“Lumayan, saudara perempuanku memesan gaun pengantinya di butikmu. Dan aku tidak pernah melewatkan harga saham yang terus melonjak dari perusahan ayahmu”

“Sungguh ?”, tanyaku takjub. Ia menganggukan kepalanya.

“Aku Park Yoochun”, ia mengulurkan tanganya untuk berjabat.

Ah, jarang Sekali ada orang Sesopan dia ditempat Seperti ini, “Shin Se Kyung.”

“Sejak kau masuk kemari, wajahmu terlihat Sedih ?”

“Kurasa wajahku sangat mudah ditebak. Yup, hidup kadang berjalan tak Seperti keinginanmu.”, ucapku. “Maaf, bukan maksudku untuk mencampuri urusan pribadimu. Jika bisa kutebak mungkin itu masalah, perjodohan, atau harta, atau..”

“Kau benar, perjodohan. Aku sangat membenci perjodohan. Seakan-akan aku tak mampu mencari pasanganku Sendiri.”

“Hei, tak Selamanya perjodohan itu buruk. Mungkin lewat perjodohan pula kau bisa menemukan pasangan hidupmu. Aku pernah dijodohkan denga Seorang gadis. Ia cantik, baik hati, ia adalah pendengar terbaik yang pernah ada dalam hidupku. Kita bahkan telah memutuskan untuk menikah.”

“Sebelum itu terwujud, kami mengalami kecelakaan. Dan ia pergi meninggalkanku begitu saja.”

Aku mendengarkan Setiap kata yang keluar darinya, “Maaf, bukan maksudku-..”

“Tak apa, aku yang memulai.”

“Aku harus pergi, kapanpun kau ingin bercerita kau bisa menghubungiku.”, ia meninggalkan kartu namanya. Aku terSenyum sambil melihatnya berbalik dan keluar. Teman baik.

.

.

Malam ini Se Kyung dan ayahnya bersiap untuk makan malam bersama keluarga Choi. Jantungnya berdegup kencang, bagaimana jika pria itu jelek ? atau pria itu pendek ? atau gendut ? ah, tak mungkin ayah memilihkan pria Sembarangan untuk Se Kyung.

Pukul 8 malam, mereka sampai di Sebuah restoran high-class di tengah kota. Diluar rintikan hujan mulai turun. Nampaknya alam sama gugupnya dengan Se Kyung. Bagaimana rupa calon tunangannya nanti ?

Keluarga Choi telah sampai lebih dulu ditempat. Ada tiga orang duduk melingkar dimeja. Se Kyung dapat melihat Paman Choi dan istrinya. Tapi satu lainnya duduk membelakangi mereka. Apa dia yang akan dijodohkan dengannya ? kedua tanganya berkeringat hebat, menahan betapa gugupnya ia.

“Ah, Shin Ju Hwan! Lama tak berjumpa. Kupikir putrimu tak akan datang”, goda Paman Choi.

“Kabar baik. Ya, jika aku tak mengurungnya dirumah mungkin ia tak akan ada disini.”, canda ayah. Oh, ayolah itu tidak lucu. Atau memang benar, Sepenuhnya begitu.

“Lihat! Siapa pria tampan ini ? apa dia bocah lelaki nakal yang menangis saat jatuh dari Sepeda dulu ? ahaha”, ayah memeluk pria yang berdiri membelakangi Se Kyung.

“Ah, aku sangat merindukanmu paman.”

Ju Hwan menarik tangan putrinya untuk mendekat. Se Kyung membungkukan badanya anggun, “Halo, Paman Choi. Senang bertemu dengan anda.”, ucapnya kaku.

“Ah, tak perlu Seformal itu. Sebentar lagi kau juga akan menjadi putriku”, aku sungguh tidak tahu itu bercanda atau tidak. Kita lihat nanti.

Se Kyung menghampiri istri Paman Choi dan memeluknya lembut. Ah wanita ini memiliki sifat keibuan yang lembut. Dengan dua anak lelaki dikeluarganya, pasti ia sangat dihargai.

“Nah, Se Kyung-ahh ini Choi Siwon.”, ayahnya memperkenalkan Se Kyung dengan pria yang misterius tadi.

“Shin Se Kyung”.

“Choi Siwon, sudah kuduga. Kau sangat cantik.”

“Terima kasih”.

Setelah acara basa-basi yang berlangsung singkat, mereka mulai menikmati makan malam dengan obrolan santai.

“Siwon akan menikah bulan depan. Tunangannya sangat cantik, ia adalah aktivis anak-anak. Kau harus bertemu denganya Segera.”, ucap Paman Choi.

Oh, bukan dia ternyata. Pria yang akan dijodohkan dengannya bukan Choi Siwon. Padahal baru saja Se Kyung mengucap syukur karena pria ini sangat tampan, tinggi Semampai, dan ia sangat sopan. Jika tak salah, Siwon memiliki saudara lelaki. Berarti saudaranya lah yang akan dijodohkan dengannya.

“Maaf aku terlambat!”, suara berat pria terdengar dari Sebelah kanannya.

“Kau ini, sudah kubilang lupakan dulu pekerjaan. Ini acara penting”, omel ibunnya. Bahkan saat Sedang marah pada putranya suaranya masih terdengar anggun. Se Kyung mulai menyukai calon ibu mertuanya itu.

“Seung Hyun-ahh!”, Ju Hwan berdiri untuk menyambut pria yang dipanggilnya tadi. Apa pria ini yang akan dijodohkan dengannya ?

“Paman Ju Hwan, sudah lama tak berjumpa”.

“Kau yang Selalu sibuk hingga tak sempat menemui pamanmu yang sudah Semakin tua ini”.

“Nah, Seung Hyun ini putriku. Shin Se Kyung”, mendengar namanya dipanggil Se Kyung pun beranjak dari duduknya. Karena ia memakai heels yang lumayan tinggi, kakinya pun menjadi tak Seimbang. Alhasil tubuhnya hampir saja terjatuh kebelakang.

Hampir saja! Tidak sampai Seung Hyun meraih pinggul Se Kyung dengan tangannya. Keduanya bertukar pandang.

Ah, pria ini lebih tampan dari Choi Siwon. Tak jauh berbeda. Mereka sama-sama tinggi semampai, memiliki wajah yang tampan, dan ia memiliki mata yang mengintimidasi.

Begitu Sebaliknya, Seung Hyun berpikir bahwa Se Kyung adalah wanita yang menarik. Jauh lebih menarik daripada calon kakak iparnya. Rupanya yang begitu polos, dan lagi bibirnya yang bewarna merah muda. Membuatnya bepikir yang tidak-tidak.

“Ah, maafkan ketidak sopananku”, Se Kyung melepaskan kontak mereka. Dan suasana kembali menjadi kaku.

“Tidak, tidak kau tidak salah. Memang sudah Seharusnya itu terjadi. Ah, aku jadi mengingat masa muda”, goda Paman Choi.

Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Acara malam itu cukup menarik bagi Se Kyung maupun Seung Hyun. Seung Hyun adalah seorang workaholic sama persis dengan Se Kyung. Apa ini fakta yang bagus ? atau malah keduanya dapat berubah ? entahlah.

.

.

To be continue…

                                                                                                                                    Xxx

                                                                                                                                    safanyar