Kwon & Choi

knc

Author : chanyb

Casts : Kwon Ji Yong – Choi Seung Hyun

Genre/Length/Rating : Slice of Life, Friendship/ Ficlet/ SU

====== K&C ======

Tanpa diberi tahu pun, Ji Yong mengakui bahwa dirinya memang pribadi yang aneh. Baik cara berpakaian maupun tingkah laku dia tergolong nyentrik. Dan karena ia aneh, Ji Yong bisa duduk santai sambil menikmati sekaleng jus di bawah pohon. Selagi kedua indera pendengaran menguping pembicaraan temannya yang samar-samar terdengar. Di menit ke lima, terdorong oleh rasa penasaran, dia mulai mengintip. Sepenglihatan Ji Yong, temannya tersebut lagi-lagi ditembak oleh seorang gadis manis yang terlihat malu-malu di hadapan Seung Hyun, temannya. Laki-laki itu, pasti tengah menggoda melalui senyum dan tutur kata semanis madunya.

Cih! Paling tidak sampai sebulan dia dicampakkan!” Sembari meremukkan kaleng jus, Ji Yong lantas melangkah pergi. Melihat ekspresi malu-malu bercampur kasmaran barusan, tiba-tiba membuat ia jengkel bukan main.

Ji Yong sendiri tak mengerti mengapa ia bisa sejengkel sekarang lantaran meyaksikan drama kecil antara Seung Hyun dan gadis berpenampilan feminim tadi. Dia bersumpah, ia takkan iri meski tak dilirik oleh mahasiswi-mahasiswi di kampus mereka. Seujung jari pun tidak. Dia hanya merasa aneh. Itu saja.

Coba pikir, bagaimana mungkin lelaki bertampang preman itu selalu dikelilingi para gadis? Bagaimana mungkin seseorang dengan tatapan bak seorang tukang bully di drama-drama yang ia tonton, bisa membuat makhluk-makhluk berjenis kelamin perempuan tersipu malu sampai berteriak kegirangan ketika tatapan mereka saling bersirobok. Bagaimana mungkin?

Sementara Ji Yong? Justru lebih sering terlihat bagai lelaki kesepian haus kasih sayang. Tentu saja tak ada gadis lagi yang berani mendekat. Sebab, tatapan di balik kacamata berbingkai bulat Ji Yong, selalu tampak kurang bersahabat dan lebih cenderung merendahkan. Gaya berbicaranya pun terkadang kedengaran datar tanpa minat sewaktu menjawab. Walau sebenarnya, semasa SMA, ia pernah sepopuler Seung Hyun. Dan Ji Yong, tidak menyukainya. Terlalu mengganggu dan buang-buang waktu. Tak seperti temannya yang nyaris menerima seluruh siswi yang datang. Sedang Ji Yong, lebih memilih menolak mereka semua. Mengatakan secara blak-blakan bahwa, “Aku tidak menyukaimu. Kau bukan tipeku.”

Selain itu, penampilannya kini sukses membuat mahasiswi-mahasiswi yang dulu pernah naksir padanya mundur perlahan. Padahal Ji Yong bisa dikategorikan sebagai pria cantik. Akan tetapi semenjak menginjakkan kaki ke Universitas, Citranya berubah total. Dengan tato yang sesekali terlihat di balik kaos putih polosnya, rambut merah menyala serta beberapa tindik di telinga. Membuat Ji Yong terkesan bukan pria baik-baik dan tipe perusak teman. Belum lagi pakaian wajibnya cuma itu-itu saja, kaos putih berbalut jaket dan celana olahraga, juga sepatu kets usang. Benar-benar bukan selera mahasiswi di sana, kan?

====== K&C ======

“Ji Yong-ah, tumben tadi mengintipnya tidak sampai selesai?” Suara berat disertai tepukan pelan berulang di kepala, mengusik tidur siang Ji Yong. Baru setengah jam berlalu sejak lelaki itu tertidur pulas dengan punggung bersandar ke dinding di bagian terujung perpustakaan.

Kesal tidurnya diganggu, ia melempar buku dalam genggamannya ke arah si pemilik suara. “Bosan hidup?”

Seung Hyun nyengir, sedang Ji Yong dibikin muak akibat raut kelewat ceria temannya.

Selagi memilah-milah buku yang ingin dibaca, Seung Hyun kembali bersuara, “Kali ini aku tidak akan dicampakkan.”

Benar, Seung Hyun kepalang sering dicampakkan sampai-sampai Ji Yong hampir mati bosan mendengar pertanyaan kenapa darinya.

Ji Yong telah mengenal Seung Hyun sedari kecil, maka sudah sewajarnya ia muak melihat sederet gadis cantik di balik make-up tebal membuang temannya secara bergilir. Seperti yang sudah sudah, mereka yang menyatakan cinta ke Seung Hyun pada akhirnya akan meninggalkan si Tuan Baik Hati. Mengatakan bahwa mereka membenci sikap terus-terang sekaligus baik hati Seung Hyun. Sikap yang membuat mereka merasa disama-ratakan dengan orang lain. Masih teringat jelas di benak Ji Yong betapa murkanya mantan Seung Hyun sewaktu lelaki bertampang maskulin itu lebih memilh memancing bersama ayah sang mantan ketimbang menonton film bersamanya di bioskop. Karena Seung Hyun merupakan orang aneh yang akan pergi dengan siapa pun yang telah lebih dulu membuat janji bersamanya.

Demi apa pun, mereka tidak tahu kata bersyukur apa? Jelas-jelas mereka bisa menyatakan rasa suka kapan pun mereka mau tanpa perlu mengkhawatirkan ini itu.

“Jangan khawatir, Aku menolaknya.”

Ji Yong bengong sejenak sebelum merespon datar, “Aku tidak bertanya.”

Seung Hyun duduk di sebelah Ji Yong, membolak-balik buku yang samasekali tak ingin iabaca. “Tapi kau kelihatan murung. Makanya aku bercerita, masalah?” ucapnya kemudian.

“Ya. Masalah.”

“Kubilang aku sedang menyukai seseorang sekarang, dia….”

“Oh.”

“…Ji Yong….”

“Apa?”

“Aku punya kaset video game terbaru. Kalau kau senggang, malam minggu nanti kau bisa begadang di rumahku.”

Setelahnya, Tak ada percakapan lagi di antara keduanya. Hanya bunyi bergemeresak lembaran kertas dari buku Seung Hyun, mengiringi dengkuran pelan Ji Yong. Lelaki yang berusia setahun lebih tua tersebut akan terus membaca buku super membosankan itu hingga Ji Yong terbangun kelak. Hingga kalimat, “Yuk, kita pulang.” Dari Ji Yong terdengar.

======= K&C ======

Dan ff bergenre rada mengarah ke shounen ai ini pun usai. Bye-bye….\(^o^)/