ALL About FF

Okesip, pasti tau, kan, apa itu fanfiction? Itu loh, sebuah cerita yang dibuat seorang fans baik anime, seleb, atau lain sebagainya. Tapi, bukan hal ini yang bakalan kita bahas :333 Pasti juga tau, kan, berbagai genre yang beredar, baik di dunia per-ff-an mau pun di dunia original fiction? Mulai dari romance, comedy, fantasy, crime dan yah, bukan ini juga yang akan kita bahas ._.a

Terus?

Mesti jungkir-balik sambil bilang boomshakalaka~ jadi, yang bakal kita bahas adalah… yaps, mengenai bagaimana membuat ff (saia tau ff saia mengenaskan tapi, gak ada salahnya berbagi. Iya kan?) anggap saja saling curhat :3 mau dibaca boleh tidak mau dibaca… silakan tutup halaman ini.

**PERTAMA

Kita harus tau siapa sasaran dari ff yang kita buat. Layaknya seorang pedagang kita mesti tau calon konsumen kita siapa saja. Apakah itu pembaca yang suka teenlit, serius, atau yang suka bergaje ria seperti saya #krikkrik

**Kedua

Setelah mendapat wangsit mengenai sasaran yang tepat. Masalah selanjutnya adalah ide. Baiklah, ide bisa kita dapat dari mana saja entah itu dari novel, drama, fb, twitter, orang-orang sekitar–kalau kalian jeli obrolan emak-emak pun bisa mendatangkan ide. Karena kemungkinan besar kata-kata ajaib bin aneh terkadang muncul di percakapan mereka (mau percaya atau tidak terkadang 1 kata yang meluncur bisa menjadi ribuan kata)

**Ketiga

Ide bermunculan. Tapi, bagaimana menuangkannya ke dalam tulisan? Tidak perlu menjadi penulis yang tulisannya cetar membahana untuk mencurahkan sebuah ide brilian. Cukup menjadi diri sendiri. Carilah gaya menulis macam apa yang membuat kita nyaman dan tidak berusaha jadi orang lain (karena ini akan menjadi beban bagi kita). Saat menulis: tulislah apa pun yang ada di otak, dalam hal ini menerobos “tanda baca” masih dihalalkan asal setelah selesai harus menyempatkan diri untuk mengedit guna membubuhi tanda baca (biasanya waktu mengedit lebih lama daripada menulis).

**Keempat

Kemudian, kita juga harus tau kekuatan kita dimana. Beberapa orang ada yang kuat dalam pendeskripsian ada juga yang teramat sangat kuat melalui dialog-dialog mereka. Dalam hal ini kita tidak boleh egois (walau terkadang saia pun egois) maksudnya, kita mesti menempatkan diri sebagai pembaca–apakah dialog serta deskripsi itu penting atau sekadar untuk memperpanjang cerita (sesekali gak apa-apa guna memberikan pembaca waktu bernapas). Lalu, perhatikan juga huruf cetak seperti nama orang, tempat, serta lain-lain.

**Kelima

Kalau bisa selesaikan apa yang telah dimulai! Terakhir, jangan ragu membuka KBBI karena dari sinilah kita bisa memperkaya perbendaharaan kata :33

Tulisan sudah dipublish tetapi, tidak ada komentar. Yah, ini adalah masalah terbesar bagi setiap orang yang pernah menulis. Suatu kebohongan apabila dalam hati yang terdalam tidak terbersit rasa kecewa.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang membuat reader tidak berkomentar. Di antaranya (setidaknya selama saia melanglang buana ada beberapa alasan) :

**Pertama

Membaca lewat hp agak klise sih. Sebenarnya, solusinya cukup mudah yaitu download opera mini dan urusan berkomentar lewat hp teratasi :3

**Kedua

Takut berkomentar. Kok bisa? Oke, saya sendiri terkadang takut berkomentar namun, saya tetap mencoba menulis komentar, hanya saja sangat singkat. Kenapa? Karena takut salah dan menyinggung perasaan sang author. Jadi, jangan marah ketika hanya mendapat kalimat : bagus thor, next part! Yah, karena… Kalau saya pribadi entah kalau yang lain–ketika membaca ff hal pertama yang terlintas dalam benak seusai membaca adalah suka atau tidak suka sama ff tersebut. Tapi, tidak tau bagaimana cara komentar yang berbobot (saia sendiri sering bingung komentar berbobot itu macam apa? Soalnya bagi saia yang tulisannya sukur-sukur dibaca. Dapat komentar : “lanjut thor!” Jujur, saia udah sangat senang. Setidaknya ada yang mengharapkan tulisan saia lanjut. Dan komentar yang membuat hancur bagi saia adalah, cuma sebuah emoticon atau cuma komentar “tinggalin jejak”).

Ketiga

Ceritanya gaje sangat atau ceritanya gantung ==”. Sampai Taeyang khilaf nikahi saya, ini adalah alasan paling tidak masuk akal yang dikemukakan. Ya, sudah tau gaje masih juga dibaca sampai akhir. Nah, yang gaje sekarang siapa? (saran : jika mencium gelagat gaje dari ff tersebut tidak perlu dibaca).

Cuma segini saja sih, alasan-alasan yang saya ketahui. Kalau ada kata-kata yang salah, maaf :3 kalau saya juga terkesan sotoy juga saya minta maaf :3 dan kalau ada yang mau berbagi, jangan sungkan.

Salam hangat~